Abstrak
.Keputihan (fluor albus) adalah keluarnya cairan dari alat kelamin wanita yang dapat bersifat fisiologis atau patologis. Kondisi ini sangat penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan reproduksi remaja putri secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang personal hygiene organ genitalia dan kejadian keputihan patologis pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling kemudian data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan mengenai personal hygiene organ genitalia dan kejadian keputihan yang dialami. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan p-Value sebesar 0,001 (P 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan personal hygiene dan kejadian keputihan patologis. Dari total 54 responden, sebagian besar yang memiliki pengetahuan baik mengalami keputihan fisiologis, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang cenderung mengalami keputihan patologis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang personal hygiene organ genitalia secara signifikan dapat mengurangi risiko terjadinya keputihan patologis. Oleh karena itu, remaja putri diharapkan mampu memiliki pengetahuan mengenai pentingnya melakukan personal hygiene organ genitalia yang baik.