ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Sistem Pengawasan Pengelolaan Lahan Pertanian dan Irigasi di Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan kewenangan pemerintah daerah dalam sistem pengawasan pengelolaan lahan pertanian dan irigasi dan Problematika Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewenangan pengawasan pengawasan pengelolaan lahan pertanian dan irigasi. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pengaturan Kewenangan Pemda Malinau dalam pengawasan lahan pertanian dan irigasi diatur melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Pemda menetapkan zonasi, mencegah alih fungsi lahan, serta mengelola jaringan irigasi. Perda Nomor 8 Tahun 2014 menguatkan perlindungan lahan pertanian, sementara Perbup Nomor 43 Tahun 2016 menugaskan Dinas Pertanian untuk pengawasan dan peningkatan produktivitas. Semua ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Malinau telah menjalankan kewenangannya dalam pengelolaan lahan pertanian dan irigasi melalui program seperti RASDA, Gerdema, dan RT Bersih. Kebijakan ini cukup efektif, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman masyarakat, hambatan komunikasi, dan keterlambatan pencairan dana. Selain itu, kendala regulasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat juga mempengaruhi implementasi kewenangan daerah. Secara keseluruhan, efektivitasnya dapat ditingkatkan dengan perbaikan dalam pemanfaatan anggaran, pengawasan, dan komunikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterbatasan air pada lahan sangat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Permasalahan keterbatasan air dapat diatasi dengan mengusahakan ketersediaan air setiap musim tanam, dengan menerapkan suatu teknologi irigasi yang mampu memberikan air secara efektif dan efisien. Penerapan irigasi cincin dengan emitter berbentuk cincin yang dilapisi dengan bahan porus dari bahan tekstil. Bahan porus berperan penting dalam mengatur aliran debit air melalui emitter, yang berdampak signifikan pada efisiensi keseluruhan dari sistem irigasi cincin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja emitter cincin pada sistem irigasi cincin dengan menggunakan tiga jenis bahan porus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2022 berlokasi di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu pengaplikasian sistem irigasi cincin, penerapan emitter cincin, penggunaan bahan porus emitter dan uji kinerja emitter cincin. Penelitian ini terdiri dari beberapa parameter yaitu debit, koefisien keseragaman (Cu), distribusi keseragaman (Du), efisiensi penyimpanan (Es) dan efisiensi penggunaan (Eap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit tertinggi diperoleh pada bahan parasut yaitu sebesar 107,38 ml/menit. Nilai Cu dan Du pada ketiga bahan porus termasuk dalam kategori baik karena memiliki nilai >80%. Nilai Es dan Eap pada ketiga bahan porus termasuk dalam kategori tidak layak karena memiliki nilai 50%. Berdasarkan hasil pengujian, bahan oscar memiliki nilai tertinggi diantara ketiga jenis bahan dengan nilai Cu = 89,79%, Du = 83,76%, Es = 49,75% dan Eap = 44,67%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterbatasan air pada lahan kering sangat berdampak pada kegiatan budidaya pertanian. Salah satu permasalahan pemberian air ialah masih kurangnya informasi tentang pemberian air yang efisien dan praktis. Solusi dari masalah pemberian air pada kegiatan budidaya ialah perlu adanya teknologi pemberian air yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun teknologi irigasi cincin (ring irrigation) di lahan percobaan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan pada bulan Juni 2022 hingga November 2022. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan seperti rancangan jaringan perpipaan, rancangan emitter cincin, rancangan pompa, pengujian dan implementasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa total debit irigasi dengan total emitter sebanyak 40 buah menghasilkan debit sebesar 0,00025 m³/s. Total nilai kehilangan tekanan (head loss) memiliki nilai sebesar 20,78 m yang terdiri dari head loss primer 2,03 m dan head loss sekunder 18,75 m. Head total pompa sebesar 25,53 m. Pompa yang dibutuhkan untuk mengoperasikan rancangan irigasi cincin ini adalah pompa berkapasitas 1,5 kW. Nilai dari distribusi keseragaman (Du) adalah 72,79 % dengan penilaian cukup baik dan koefisiensi keseragaman (Cu) adalah 74,04 % dengan penilaian cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANG BANGUN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA Abstrak Irigasi adalah salah satu kegiatan di bidang pertanian yang bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman. air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi tanaman. Banyaknya air yang dipakai tanaman merupakan faktor penting dalam perencanaan irigasi tetes karena merupakan dasar untuk menghitung besarnya air yang dibutuhkan pada daerah irigasi yang ingin dirancang. Salah satu kendala pemberian air untuk tanaman masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in - efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk permasalahan dan pemberian air irigasi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu rancangan jaringan perpiaan, analisis teknis, analisis ekonomis, total head loss, dan efisiensi irigasi tetes. Adapun penelitian ini dilakukan desain teknologi irigasi tetes dengan sistem pengaliran gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis teknis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0019 m3/dt, analisis ekonomis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar Rp. 1.762.351, total head loss memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0215 m dan efisiensi irigasi tetes memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 89,55%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Pemberian air irigasi secara konvensional dilahan usaha tani menyebabkan penurunan nilai efisiensi air irigasi. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan air irigasi dan pemberian air irigasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penerapan teknologi irigasi sprinkler mampu meningkatkan efisiensi dan water produktivity irigasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penerapan teknologi irigasi sprinkler pada lahan pertanian di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai November 2020 sampai dengan Februari 2021 dan bertempat di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu analisa tanah lahan percobaan, kinerja irigasi sprinkler, koefisiensi keseragaman (CU) irigasi sprinkler, distribusi keseragaman (DU) irigasi sprinkler, efisiensi penyimpanan (Es) dan efisiensi penggunaan (Eap) irigasi sprinkler. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah lahan percobaan memiliki tekstur lempung berpasir. Efisiensi penerapan irigasi sprinkler tergolong dalam kondisi baik dengan nilai CU = 89,18%, nilai DU = 82,79%, nilai Es = 75%, nilai Eap = 68% dan nilai water produktivity sebesar 0,93 kg/m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan pertanian di lahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in-efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi sprinkler menjadi salah satu solusi untuk permasalahan pemberian air irigasi dilahan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi sprinkler untuk meningkatkan efisiensi air irigasi dilahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai November 2020 sampai dengan Februari 2021 dan bertempat di lahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisa tanah lahan percobaan, rancangan jaringan perpipaan, rancangan nozzle sprinkler, rancangan pompa, pengujian dan implementasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah lahan percobaan memiliki tektur lempung berpasir. Total air irigasi selama waktu pengoperasian 10 menit sebesar 0,56 m3 dengan rata – rata radius penyiraman 4 m. Total head loss sebesar 14,01 m yang terdiri dari head loss mayor 1,86 m dan head loss minor 12,86 m. Daya pompa yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 0,75 kW dan head total pompa sebesar 17,42 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Irigasi sprinkler merupakan suatu metode irigasi yang fleksibel dimana selain dapat digunakan untuk menyiram tanaman, bisa juga untuk digunakan untuk pemupukkan dan pemberantasan hama. Teknologi irigasi pancar (sprinkler irrigation) dapat memberikan efisiensi dan efektifitas yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan air bagi tanaman di Desa Seputuk khususnya pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penerimaan dan pendapatan usaha tani jagung di Desa Seputuk dengan menggunakan irigasi pancar dan tradisional, serta mengetahui tingkat efisiensi antara usaha tani jagung dengan irigasi pancar dan tradisional. Teknik analisis data menggunakan analisis usaha tani dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dari petani jagung yang menggunakan irigasi pancar sebesar Rp.2.331.194 per 0,04 ha lebih besar dibandingkan dengan pendapatan petani jagung dengan tradisional sebesar Rp1.352.916 per 0,04 ha. Penerimaan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar sebesar Rp.2.800.00 per 0,04 ha sedangan penerimaan usaha tani jagung dengan tradisonal sebesar Rp.1.600.000 per 0,04 ha. Efesiensi usaha tani dengan irigasi pancar sebesar 7,16 lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi usaha tani dengan tradisonal sebesar 6,10. Hal ini dikarenakan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar pemanfaatan air bagi tanaman yang lebih optimal dibandingkan usaha tani jagung dengan cara tradisional.