Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: irigasi.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM SISTEM PENGAWASAN PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN DAN IRIGASI DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Sistem Pengawasan Pengelolaan Lahan Pertanian dan Irigasi di Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan kewenangan pemerintah daerah dalam sistem pengawasan pengelolaan lahan pertanian dan irigasi dan Problematika Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewenangan pengawasan pengawasan pengelolaan lahan pertanian dan irigasi. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pengaturan Kewenangan Pemda Malinau dalam pengawasan lahan pertanian dan irigasi diatur melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Pemda menetapkan zonasi, mencegah alih fungsi lahan, serta mengelola jaringan irigasi. Perda Nomor 8 Tahun 2014 menguatkan perlindungan lahan pertanian, sementara Perbup Nomor 43 Tahun 2016 menugaskan Dinas Pertanian untuk pengawasan dan peningkatan produktivitas. Semua ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Malinau telah menjalankan kewenangannya dalam pengelolaan lahan pertanian dan irigasi melalui program seperti RASDA, Gerdema, dan RT Bersih. Kebijakan ini cukup efektif, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman masyarakat, hambatan komunikasi, dan keterlambatan pencairan dana. Selain itu, kendala regulasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat juga mempengaruhi implementasi kewenangan daerah. Secara keseluruhan, efektivitasnya dapat ditingkatkan dengan perbaikan dalam pemanfaatan anggaran, pengawasan, dan komunikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN IRIGASI CINCIN (RING IRRIGATION) DI LAHAN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterbatasan air pada lahan kering sangat berdampak pada kegiatan budidaya pertanian. Salah satu permasalahan pemberian air ialah masih kurangnya informasi tentang pemberian air yang efisien dan praktis. Solusi dari masalah pemberian air pada kegiatan budidaya ialah perlu adanya teknologi pemberian air yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun teknologi irigasi cincin (ring irrigation) di lahan percobaan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan pada bulan Juni 2022 hingga November 2022. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan seperti rancangan jaringan perpipaan, rancangan emitter cincin, rancangan pompa, pengujian dan implementasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa total debit irigasi dengan total emitter sebanyak 40 buah menghasilkan debit sebesar 0,00025 m³/s. Total nilai kehilangan tekanan (head loss) memiliki nilai sebesar 20,78 m yang terdiri dari head loss primer 2,03 m dan head loss sekunder 18,75 m. Head total pompa sebesar 25,53 m. Pompa yang dibutuhkan untuk mengoperasikan rancangan irigasi cincin ini adalah pompa berkapasitas 1,5 kW. Nilai dari distribusi keseragaman (Du) adalah 72,79 % dengan penilaian cukup baik dan koefisiensi keseragaman (Cu) adalah 74,04 % dengan penilaian cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

rancang bangun irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RANCANG BANGUN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA Abstrak Irigasi adalah salah satu kegiatan di bidang pertanian yang bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman. air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi tanaman. Banyaknya air yang dipakai tanaman merupakan faktor penting dalam perencanaan irigasi tetes karena merupakan dasar untuk menghitung besarnya air yang dibutuhkan pada daerah irigasi yang ingin dirancang. Salah satu kendala pemberian air untuk tanaman masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in - efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk permasalahan dan pemberian air irigasi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu rancangan jaringan perpiaan, analisis teknis, analisis ekonomis, total head loss, dan efisiensi irigasi tetes. Adapun penelitian ini dilakukan desain teknologi irigasi tetes dengan sistem pengaliran gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis teknis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0019 m3/dt, analisis ekonomis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar Rp. 1.762.351, total head loss memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0215 m dan efisiensi irigasi tetes memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 89,55%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail