Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Pertumbuhan tanaman
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sistem irigasi tetes (drip irrigation system) pada pertanaman seledri (apium graveolens, L) : Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman serta analisis efisiensi dan kelayakan usaha

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti kekeringan dan tanah marginal, sehingga cocok dibudidayakan di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - September 2023 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (40×20 cm, 50×20 cm, 60×20 cm, dan 70x20 cm) dan jumlah bibit perlubang tanam (1, 2, dan 3 bibit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun. dan lebar daun pada umur 1, 2, dan 3 MST (minggu setelah tanam). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan tunggal maupun kombinasi jarak tanam dan jumlah bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Namun secara deskriptif, perlakuan dua bibit perlubang tanam (B2) dan jarak tanam 40 cm x 20 cm (J1) serta 60 cm x 20 cm (J3) cenderung menghasilkan nilai pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, meskipun tidak signifikan secara statistik, penggunaan dua bibit per lubang tanam dan jarak tanam 40 cm x 20 cm serta jarak tanam 60 cm x 20 cm berpotensi memberikan pertumbuhan tanaman sorgum yang lebih baik pada lahan pesisir. This study aims to determine the effect of plant spacing and the number of seeds per planting hole on the growth of sorghum plants (Sorghum bicolor L.) on coastal land. Sorghum is a cereal crop that has high tolerance to extreme environmental conditions such as drought and marginal soils, making it suitable for cultivation in coastal areas. The research was conducted in March-September 2023 on the experimental land of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, using a Randomized Group Design (RGD) with two factors, namely planting spacing ( 40 * 20 cm, 50×20 cm, 60 * 20 cm, and 70 * 20 cm) and the number of seeds per planting hole (1, 2, and 3 seeds), each repeated three times. Observation parameters included plant height, number of leaves, leaf length, and leaf width at 1, 2, and 3 weeks after planting. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that neither the single treatment nor the combination of planting space and number of seeds had a significant effect on all observed growth parameters. However, descriptively, the treatment of two seeds per planting hole (B2) and plant spacing of 40cm * 20 cm (J1) and 60cm * 20 cm (J3) tended to produce higher growth values than other treatments. Thus, although it was not statistically significant, the use of two seeds per planting hole and a planting space of 40cm * 20 cm and a planting space of 60cm * 20 cm had the potential to provide better growth of sorghum plants on coastal land.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON SETEK TANAMAN PURING KOI (Codiaeum variegatum) TERHADAP BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN

2024•

Puring (Codiaeum variegatum) merupakan tanaman endemik Indonesia dengan keindahan daun eksotik yang bervariasi baik warna maupun bentuk. Tanaman puring ini dapat diperbanyak dengan cara vegetatif, yaitu menggunakan teknik perbanyakan setek. Aplikasi zat pengatur tumbuh seperti NAA, IAA dan IBA dapat mempercepat pertumbuhan dan pembentukan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis auksin (NAA, IAA dan IBA) dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan setek Puring Koi (Codiaeum variegatum). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu H0= kontrol, H1= NAA 100 mg/l, H2= NAA 200 mg/l, H3= NAA 300 mg/l, H4=IAA 100 mgl, H5=200 mg/l, H6=IAA 300 mg/l,H7= IBA 100 mg/l, H8= IBA 200 mg/l, H9= IBA 300 mg/l. Terdapat 10 perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap ulangan ada 3 eksperimen sehingga diperoleh 90 percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas, jumlah akar, panjang akar, dan persentase stek hidup. Data hasil penelitian di Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analisis Of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal Wallis. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis auksin NAA, IAA, dan IBA memberikan pengaruh berbeda pada setiap parameter. NAA dan IAA lebih cenderung dalam meningkatkan jumlah tunas dan daun, IBA mendukung pertumbuhan akar dengan baik. NAA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 100 mg/l dengan jumlah tunas 4,11 dan jumlah daun 26,22. IAA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 100 mg/l dengan rata-rata jumlah daun 32,22 helai dan panjang tunas 17,44 cm. IBA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 300 mg/l dengan rata-rata jumlah akar mencapai 115.44.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kajian hubungan kandungan asam humat dan asam fulvat bahan organik dengan pertumbuhan tanaman jagung manis

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aplikasi bahan organik sebagai pembenah tanah mampu memperbaiki kesuburan tanah. Peranan dari pembenah tanah yang digubakan tergantung pada jenis dan sifatnya, salah satunya adalah kandungan asam humat dan fylvat pembenah tanah. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan asam humat dan fulvat dari beberapa bahan organik serta hubungannya dengan pertumbuhan tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 7 perlakuan yaitu 100 % rekomendasi pemupukan jagung manis (B0), kotoran yam 40 ton/ha + 75% urea (B1), kotoran ayam 80 ton/ha + 75% urea (B2), kotoran sapi 40 ton /ha + 75% urea (B3), kotoran sapi 80 ton/ha + 75% urea (B4), limbah udang 40 ton/ha + 75% urea (B5), dan limbah udang 80 ton/ha + urea (B6). Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada 2 minggu sebelum tanam, 2 minggu setelah tanam dan 4 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, tinggi tanaman dengan interval waktu pengamatan setiap 2 minggu serta berat basah dan berat kering oven tanaman yang diamati pada saat panen vegetatif. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan B6 memberikan nilai rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering tanaman dengan nilai berturut-turut adalah 158,95 cm , 12,17, 420,00 g dan 174,27 g perlakuan B6 juga mampu menigkat nilai C-organik, pH tanah, N-total, Asam humat dan asam fulvat dengan nilai 2,71%, 4,27, 63,04%, 1,014% dan 1,566% .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail