Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Pemeliharaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS) (STUDI KASUS : KANTOR KELURAHAN KARANG REJO KOTA TARAKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA PEMELIHARAAN ASET PADA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh belanja modal dan pendapatan asli daerah (PAD) terhadap belanja pemeliharaan pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode regresi data panel, berdasarkan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2014-2023. Penelitian ini mengambil sampel dari lima wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel menggunakan software Eviews 12 hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, belanja modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap belanja pemeliharaan, sedangkan PAD berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap belanja pemeliharaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan anggaran daerah perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur baru dan perawatan aset yang telah ada, guna menjamin pelayanan publik yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN GEDUNG RUSUNAWA KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Pada saat ini Gedung Rusunawa Kota Tarakan memerlukan perbaikan karena usia rusunawa sudah belasan tahun sehingga banyak kamar hunian yang membutuhkan perawatan karena mengalami kerusakan. Pemeliharaan dan perawatan bengunan gedung harus dilakukan secara konsisten agar dapat mengembalikan fungsi sarana dan prasarana secara penuh, serta membuat penghuni tetap aman dan nyaman untuk bertempat tinggal di Gedung Rusunawa Kota Tarakan, hal ini sejalan dengan PP No 16 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan tingkat kerusakan dan memberikan rekomendasi terhadap kerusakan yang terjadi pada Gedung Rusunawa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan interview kepada pengelola, satpam, dan penghuni rusunawa terkait kerusakan pada Gedung Rusunawa. Hasil penelitian diperoleh presentase kerusakan untuk keseluruhan bangunan sebesar 12,443%, yang merupakan kategori kerusakan ringan menurut PP No 16 Tahun 2021. Adapun untuk rekomendasi perbaikan pada retak (kolom, balok, dan dinding), sudut kolom yang pecah, selimut beton hancur dan berlubang akibat air, rekomendasi perbaikannya menggunakan campuran semen Conbextra GP dan air. Kemudian untuk kerusakan pada finishing dinding rekomendasi perbaikannya dilakukan dengan pengecatan ulang menggunakan cat waterproof dan untuk kerusakan pada keran air, instalasi listrik, serta gagang pintu sebaiknya langsung mengganti dengan yang baru agar tidak terjadi kerusakan yang berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ANALISIS PENANGANAN JALAN BERDASARKAN IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN ( STUDI KASUS : JL. SEI BENGAWAN , JUATA PERMAI)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ruas Jalan Sei Bengawan Kota Tarakan merupakan jalan yang sering dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material karena adanya pembangunan pabrik kertas di jalan tersebut, sehinga mengakibatkan beban yang diterima jalan melebihi beban rencana (overloading) yang menjadi penyebab salah satu kerusakan dan ketidakrataan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tingkat kerusakan jalan dan ketidakrataan jalan serta jenis penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer berupa jenis, tingkat keparahan dan luasan kerusakan jalan serta data ketidakrataan jalan atau nilai IRI yang didapatkan dari aplikasi roadroid. Hasil penelitian didapatkan nilai tingkat kerusakan pada metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah 62 yang menunjukkan kondisi perkerasan dalam kategori sedang dan nilai tingkat ketidakrataan pada metode International Roughness Index (IRI) adalah 4,04 m/km dengan nilai tingkat pelayanan (PSI) adalah 1,81 yang menunjukkan kondisi pelayanan jalan Sei Bengawan kurang dengan rentang nilai PSI tingkat kepercayaan 95% berkisaran 1,60 - 2,02. Pemilihan jenis pemeliharaan pada keseluruhan ruas jalan Sei Bengawan adalah peningkatan jalan. Apabila, berdasarkan jenis kerusakan masing-masing segmen jalan, jenis penanganan berdasarkan aturan standar perbaikan Direktorat Jendral Bina Marga 1995 yaitu P2 (pengaspalan), P3 (pelapisan retak), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.Analisis Optimalisasi Pemeliharaan Pada Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dalam Mengurangi Energy Not Supplied (ENS) di PT PLN (Persero) ULP Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Latar belakang penelitian ini berupa analisa gangguan peralatan dan sistem distribusi yang terjadi dalam proses penyaluran energi listrik. Dimana dampak langsung yang dirasakan akibat dari gangguan tersebut adalah pemadaman. Pemadaman listrik menyebabkan menurunnya kontinuitas pelayanan pada pelanggan dan mengakibatkan banyaknya kehilangan energi listrik yang tidak tersalurkan ke pelanggan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui teknik optimalisasi pemeliharaan jaringan distibusi, bagaimana mengurangi nilai energy not supplied (ENS), mengetahui kerugian akibat ENS dan mengetahui total energi listrik yang tersalurkan setelah dilakukan pemeliharaan preventif. Penelitian ini menggunakan metode pemeliharaan preventif, yakni pemeliharaan yang dapat mencegah terjadinya kerusakan tak terduga pada jaringan dan peralatan sistem distibusi. Penelitian ini menghasilkan optimalisasi Tindakan pemeliharaan preventif berupa pengurangan gangguan sesudah pemeliharaan preventif dari 7 kali gangguan pada bulan Februari menjadi 2 kali gangguan pada bulan Maret. Sebelum dilakukan pemeliharaan preventif kerugian akibat ENS sebesar Rp. 36.192.017,626 dan total energi listrik yang tak tersalurkan sebesar 25.025,76 kWh. Setelah dilakukan pemeliharaan preventif terjadi penurunan yang signifikan terhadap total kerugian akibat ENS sebesar Rp. 953.516,447 dan jumlah energi listrik yang tak tersalurkan yaitu sebesar 659,28 kWh. Penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan akibat kerugian energi listrik sebesar sebesar 97,36% pada selang waktu data penelitian ini dikelola saat dilaksanakan pengambilan data di lapangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA PEMELIHARAAN TERHADAP MESIN MUD PUMP PADA PT PERTAMINA EP ASSET 5 TARAKAN FIELD

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pemeliharaan corrective dan biaya pemeliharaan preventive menggunakan metode probabilitas pada PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field. Penelitian ini difokuskan pada pemeliharaan mesin mud pump tipe Gardner Denver PZ 9 yang digunakan untuk pengeboran di wilayah Tarakan selama periode januari-desember 2021. Hasil analisis pemeliharaan corrective menunjukan bahwa rata-rata perkiraan jumlah kerusakan mesin sebanyak 3 unit perbulan sehingga memicu biaya pemeliharaan sebesar Rp 6,856,370. Sedangkan hasil analisis pemeliharaan preventive menunjukan bahwa rata-rata perkiraan jumlah kerusakan mesin sebanyak 2 unit perbulan sehingga memicu biaya pemeliharaan sebesar Rp 7,562,498. Oleh karena itu, biaya pemeliharaan optimal diperoleh dengan menerapkan pemeliharaan corrective yaitu memperbaiki mesin pada periode terjadinya kerusakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh Pupuk, Bibit, Pemeliharaan, dan Luas lahan Terhadap Jumlah Produksi Pepaya Di Kecamatan Tarakan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil analisis data pengaruh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan terhadap jumlah produksi pepaya secara parsial dan simultan, diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa pupuk berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X1 (2,193)>t tabel (1,708), dimana jika pupuk mengalami kenaikan sebesar 1 kg, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,463 kg. Bibit berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X2 (2,047)>t tabel (1,708), dimana jika bibit mengalami kenaikan 1 pokok, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,716 kg. Biaya pemeliharaan berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X3 (1,982)>t tabel (1,708), jika biaya pemeliharaan terjadi perubahan sebesar Rp. 1.000, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,146 kg. Luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X4 (-1,339)F tabel (2,19) dan nilai sig. F hitung (0,0000,05) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,769 atau 76,90%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 76,90% jumlah produksi dipengaruhi oleh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan. Sedangkan, sebesar 23,10% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA Muhammad Rivaldi Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Budidaya udang windu sistem tradisional di Kalimantan Utara ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ekspor dari sektor bagian perikanan dan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian sehingga dapat mempenggaruhi pembangunan di Daerah Kalimantan Utara. Hasil dari budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini juga dapat menyediakan permintaan udang windu yang sangat tinggi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal sehingga produksi budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini harus ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional yang ada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data diolah menggunakan Eviews9 dan responden sebanyak 52 responden sebagai sampel dengan menggunakan metode random sampling dari 110 populasi. Hasil dari penelitian ini bahwa secara parsial (uji t), bahwa jumlah bibit, luas lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi, sedangkan jumlah tenaga kerja, dan pemupukan lahan tidak berpengaruh secara nyata. Secara serempak (uji f), bahwa jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional ini. Persamaan regresi LnY = -7,629541 + 0,681558 (X1) + 0,729861 (X2) + 0,212685 (X3) + 0,055199 (X4) + 0,264375 (X5) + 0,390764 (X6) + e, dan R2 sebesar 0,755886 hal ini menunjukan bahwa sebesar 75% variabel terikat (produksi) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan). Sedangkan sisanya 25% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukan ke dalam model.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail