Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

FRISCKA PAURANAN

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

pengaruh Pupuk, Bibit, Pemeliharaan, dan Luas lahan Terhadap Jumlah Produksi Pepaya Di Kecamatan Tarakan Utara

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan hasil analisis data pengaruh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan terhadap jumlah produksi pepaya secara parsial dan simultan, diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa pupuk berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X1 (2,193)>t tabel (1,708), dimana jika pupuk mengalami kenaikan sebesar 1 kg, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,463 kg. Bibit berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X2 (2,047)>t tabel (1,708), dimana jika bibit mengalami kenaikan 1 pokok, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,716 kg. Biaya pemeliharaan berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X3 (1,982)>t tabel (1,708), jika biaya pemeliharaan terjadi perubahan sebesar Rp. 1.000, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,146 kg. Luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X4 (-1,339)F tabel (2,19) dan nilai sig. F hitung (0,0000,05) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,769 atau 76,90%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 76,90% jumlah produksi dipengaruhi oleh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan. Sedangkan, sebesar 23,10% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.

pengaruh Pupuk, Bibit, Pemeliharaan, dan Luas lahan Terhadap Jumlah Produksi Pepaya Di Kecamatan Tarakan Utara

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil analisis data pengaruh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan terhadap jumlah produksi pepaya secara parsial dan simultan, diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa pupuk berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X1 (2,193)>t tabel (1,708), dimana jika pupuk mengalami kenaikan sebesar 1 kg, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,463 kg. Bibit berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X2 (2,047)>t tabel (1,708), dimana jika bibit mengalami kenaikan 1 pokok, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,716 kg. Biaya pemeliharaan berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X3 (1,982)>t tabel (1,708), jika biaya pemeliharaan terjadi perubahan sebesar Rp. 1.000, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,146 kg. Luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X4 (-1,339)F tabel (2,19) dan nilai sig. F hitung (0,0000,05) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,769 atau 76,90%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 76,90% jumlah produksi dipengaruhi oleh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan. Sedangkan, sebesar 23,10% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.