ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang mencakup penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, indeks pembangunan manusia, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara periode 2014–2023, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak E-Views 10. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Utara
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi daerah. Namun, tingginya kontribusi sektor tersebut belum tentu mencerminkan tingkat keberlanjutan wilayah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keberlanjutan daerah dengan kontribusi PDRB sektor pertambangan dan penggalian tertinggi dan terendah di Indonesia menggunakan metode Regional Sustainable Account (RSA). Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan tinggi, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan rendah selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan melalui pengukuran dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang membentuk nilai RSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan kontribusi sektor pertambangan yang tinggi tidak selalu memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan daerah dengan kontribusi yang rendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengalami peningkatan keberlanjutan dari kategori Chronic Unsustainable dan Unsustainable pada tahun 2019 menjadi kategori Almost Sustainable pada tahun 2024. Sementara itu, DI Yogyakarta bertahan pada kategori Almost Sustainable dengan nilai keberlanjutan yang meningkat, dan DKI Jakarta secara konsisten berada pada kategori Good Sustainable. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian bukan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan wilayah. Tingkat keberlanjutan lebih dipengaruhi oleh kemampuan daerah dalam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder meliputi kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan data panel dengan menggunakan program E-Views 13 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel kemiskinan dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara sedangkan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan variabel kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan ekonomi daerah merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, serta perluasan kesempatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program Eviews. Hasil analisis, diperoleh model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) dengan persamaan regresi: lnYit = 4,159825 – 0,019365lnX1it + 0,185266lnX2it + 0,402261lnX3it– 0,171885D1 – 0,098997D2 – 0,223726D3 + 0,113108D4 + 0,381500D5 + εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dengan nilai signifikansi 0,1165 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. PAD dan tenaga kerja memiliki nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99 menunjukkan bahwa sebesar 99% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel belanja modal, PAD, dan tenaga kerja, sedangkan sisanya sebesar 1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 membawa perubahan mendasar dalam sistem perizinan di Indonesia. Salah satu perubahan tersebut adalah penggantian izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan yang terintegrasi dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Perubahan ini menimbulkan berbagai pandangan mengenai kedudukan dan fungsi persetujuan lingkungan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif yakni penelitian pada asasnya merupakan penelitian doktrinal atau penelitian hukum teoretis. Pendekatan perundang-undangan (statue approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkutan paut dengan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan konsep persetujuan lingkungan sebagai model perizinan berusaha dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan konseptual (conseptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan dampak persetujuan lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Bahwa persetujuan lingkungan merupakan model perizinan yang berfungsi sebagai instrumen pengendalian administratif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Bahwa persetujuan lingkungan memiliki dampak yang bersifat dualisme terhadap pembangunan berkelanjutan, persetujuan lingkungan pada dasarnya mendukung pembangunan berkelanjutan karena berupaya menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan pelaksanaan ketentuan perlindungan lingkungan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis kedudukan dan fungsi kecamatan dalam mendukung pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum mengenai kedudukan dan fungsi kecamatan di wilayah 3T dalam pelaksanaan pembangunan daerah, serta bagaimana penataan regulasi diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi kecamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan doktrin hukum administrasi negara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan norma hukum, asas pemerintahan daerah, serta konsep negara hukum kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan bukan daerah otonom, melainkan perangkat daerah kabupaten/kota yang menjalankan fungsi koordinasi, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pembinaan desa, serta pelaksanaan sebagian kewenangan bupati atau wali kota. Di wilayah 3T, fungsi tersebut memiliki makna strategis karena kecamatan menjadi representasi terdekat negara dalam menjamin pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar. Namun, regulasi yang berlaku masih bersifat seragam dan belum cukup adaptif terhadap kondisi geografis, sosial, fiskal, dan administratif wilayah 3T. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi kecamatan memerlukan penataan regulasi yang responsif, afirmatif, dan berbasis kebutuhan lokal. Penataan tersebut mencakup harmonisasi kewenangan, penguatan kapasitas aparatur, dukungan anggaran, digitalisasi pelayanan, serta penguatan akuntabilitas kecamatan sebagai instrumen keadilan pembangunan dan perlindungan hak masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, akses ekonomi, dan layanan publik dasar secara merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menganalisis hubungan hukum pemegang Hak Pengelolaan (HPL) dan pengembang serta implikasinya terhadap perlindungan hak keperdataan pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) dalam sengketa THM Kota Tarakan. Permasalahan utama bersumber dari ketidakpastian perpanjangan HGB pasca peralihan ruko dari pengembang ke masyarakat di atas lahan HPL milik pemerintah daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum antara pemegang HPL, developer, dan pemegang HGB merupakan hubungan hukum berlapis yang mengandung unsur publik dan privat. Pemegang HPL memiliki kewenangan penguasaan tanah berdasarkan pelimpahan dari negara, yang kemudian bekerja sama dengan developer melalui perjanjian untuk pengembangan lahan. Selanjutnya, developer melakukan peralihan kepada pihak ketiga melalui jual beli bangunan yang diikuti dengan pemberian HGB. Namun demikian, kedudukan pemegang HGB tetap bergantung pada persetujuan pemegang HPL, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan posisi hukum, khususnya ketika terjadi penolakan perpanjangan HGB. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti implikasi hukum bagi bangunan ruko yang dijadikan agunan Hak Tanggungan, di mana berakhirnya jangka waktu HGB mengakibatkan hapusnya Hak Tanggungan yang membebani bangunan tersebut secara otomatis. Bentuk perlindungan hak keperdataan bagi pemegang HGB dapat ditelusuri melalui ketentuan dalam Undang-Undang Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, serta prinsip-prinsip hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Perlindungan tersebut mencakup kepastian hukum atas hak, hak prioritas untuk perpanjangan, serta upaya hukum melalui gugatan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. Lebih lanjut, jika perpanjangan hak tidak diberikan, pemegang HGB berhak mendapatkan ganti rugi atas nilai investasi bangunan secara adil sebagaimana diatur dan janji pemerintah dalam Surat Nomor 591/142/Pem/1996.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan dua indikator utama keberhasilan pembangunan daerah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kinerja keuangan daerah, kemiskinan, dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dan IPM di Provinsi Kalimantan Utara secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017-2024. Analisis data dengan metode regresi data panel melalui pendekatan CEM untuk pertumbuhan ekonomi dan FEM untuk IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar -0,029. Apabila nilai adjusted R² negatif maka diperlakukan sebagai nol, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara lebih ditentukan oleh faktor struktural di luar model. Sebaliknya, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap IPM baik secara parsial maupun simultan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9833 atau 98,33 persen, di mana kinerja keuangan daerah berpengaruh positif, sedangkan kemiskinan dan pengangguran berpengaruh negatif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan IPM di Kalimantan Utara dapat didorong secara efektif melalui penguatan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengangguran merupakan permasalahan penting dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara yang dipengaruhi oleh dinamika upah, pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP), Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel pada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil uji Chow dan Hausman, Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil penelitian variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran dengan koefisien sebesar -0,067076 dan probabilitas 0,0475. Sementara itu, variabel UMP dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai probabilitas masing-masing sebesar 0,8543 dan 0,5412 serta variabel UMP, PDRB, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,961363 menunjukkan bahwa 96,14% variasi pengangguran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil analisis wilayah berdasarkan nilai intersep Fixed Effect Model menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengangguran antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Tarakan memiliki nilai intersep terendah sebesar -9.605,507, diikuti Kabupaten Malinau sebesar -8.662,995, Kabupaten Bulungan sebesar -6.352,022, dan Kabupaten Tana Tidung sebesar -4.616,448, sedangkan Kabupaten Nunukan memiliki nilai intersep sebesar -1.886,214. Perbedaan nilai intersep tersebut menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, aktivitas ekonomi, dan kondisi sosial ekonomi daerah memengaruhi dinamika pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tren perkembangan jumlah penduduk dan kunjungan wisatawan di Kota Tarakan selama periode 2015-2024, dengan fokus pada destinasi Pantai Amal. Pertumbuhan penduduk merupakan indikator fundamental dalam pembangunan daerah yang mencerminkan perubahan struktur masyarakat, sementara kunjungan wisatawan menjadi elemen dinamis yang merepresentasikan mobilitas eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis tren pertumbuhan menggunakan data sekunder deret waktu (time series) selama sepuluh tahun. Lokasi penelitian dipusatkan di Kota Tarakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik yang signifikan antara kedua variabel. Jumlah penduduk Kota Tarakan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat stabil dan konsisten, meningkat dari 236.635 jiwa pada tahun 2015 menjadi 278.234 jiwa pada tahun 2024 dengan rata-rata pertumbuhan 1,7%–2,0% per tahun. Sebaliknya, jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan pola yang fluktuatif (dinamis) dengan titik terendah pada tahun 2020 akibat disrupsi eksternal (158.668 kunjungan), namun berhasil melakukan akselerasi pemulihan yang signifikan hingga mencapai 298.534 kunjungan pada tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan adanya sinergi antara penduduk dan wisatawan dalam membentuk dinamika wilayah. Stabilitas demografis memberikan fondasi bagi aktivitas ekonomi lokal, sementara sektor pariwisata, khususnya di kawasan Pantai Amal, berperan sebagai akselerator ekonomi daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Nunukan selama periode 2018–2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nunukan. Analisis dilakukan melalui perhitungan rasio efektivitas dan kontribusi PBB-P2 terhadap PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat efektivitas penerimaan PBB-P2 berada pada kategori efektif hingga sangat efektif, dengan persentase berkisar antara 99,47% hingga 116,72%, yang menunjukkan bahwa realisasi penerimaan mampu mencapai bahkan melampaui target yang ditetapkan. (2) Tingkat kontribusi PBB-P2 terhadap PAD masih tergolong sangat rendah, dengan persentase antara 1,21% hingga 2,43%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan PBB-P2 telah berjalan dengan baik, perannya dalam meningkatkan PAD masih terbatas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pemanfaatan Dana Desa menjadi faktor penting pemerintah Indonesia untuk mendorong pembangunan pedesaan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga, sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa investasi pada desa dapat memperkuat kapasitas ekonomi komunitas dan meningkatkan akses terhadap layanan dasar. Di Desa Tanjung Lapang, efektivitas pemanfaatan dana desa menjadi perhatian karena tantangan terkait pengelolaan, kapasitas aparatur desa, dan keterlibatan masyarakat masih muncul, sehingga hasil pembangunan belum selalu optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan Dana Desa di Tanjung Lapang dengan acto pada hasil pembangunan, keterlibatan masyarakat, dan tata kelola keuangan desa, serta mengeksplorasi actor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, anggota masyarakat, dan pemangku kepentingan acto, serta melalui observasi dan studi dokumen resmi terkait pengelolaan dana desa. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemanfaatan Dana Desa di Tanjung Lapang dipengaruhi oleh keterlibatan aktif masyarakat, kapasitas aparatur desa, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sementara keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya koordinasi antar pihak menjadi actor penghambat utama. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola dana desa dalam merancang strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi pembangunan desa dan kesejahteraan warga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Provinsi di Kalimantan bagian Utara adalah Common Effect Model (CEM) yang menyatakan bahwa belanja modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Secara simultan belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sebesar 22,82% sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.