ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pelayanan publik yang diterapkan di Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan dalam mendukung efisiensi pelaksanaan program pemerintah pusat serta mengetahui tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sembakung Atulai pada bulan Mei sampai Juli 2026. Informan penelitian berjumlah empat orang yang terdiri dari Camat, Sekretaris Kecamatan, Staf Pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Kecamatan Sembakung Atulai menggunakan Google Form, Google Spreadsheet, dan WhatsApp sebagai bentuk inovasi pelayanan. Google Form digunakan untuk mengisi data awal dan memeriksa kelengkapan persyaratan. Google Spreadsheet digunakan untuk melihat dan mengelola data yang masuk, sedangkan WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Penggunaan teknologi tersebut membantu masyarakat mendapatkan informasi, menyiapkan persyaratan, dan menyampaikan data sebelum datang ke kantor kecamatan. Inovasi ini juga membantu menghemat waktu pelayanan dan mengurangi kunjungan ulang masyarakat karena persyaratan yang belum lengkap. Namun, pelayanan langsung di kantor tetap diperlukan. Dalam penerapannya terdapat beberapa kendala, yaitu jaringan internet, gangguan listrik, kondisi geografis, kemampuan sebagian masyarakat dalam menggunakan teknologi, dan masih adanya pelayanan yang dilakukan secara manual. Dengan demikian, penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan WhatsApp dapat membantu mempermudah dan mempercepat pelayanan administrasi di Kecamatan Sembakung Atulai serta mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga dengan perilaku keuangan sebagai variabel mediasi pada masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat. Pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, namun masih menghadapi berbagai permasalahan akibat rendahnya literasi dan perilaku keuangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat yang telah berumah tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta terhadap perilaku keuangan. Perilaku keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat membentuk perilaku keuangan yang lebih baik sehingga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan rumah tangga. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi keuangan untuk mendukung pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis kedudukan dan fungsi kecamatan dalam mendukung pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum mengenai kedudukan dan fungsi kecamatan di wilayah 3T dalam pelaksanaan pembangunan daerah, serta bagaimana penataan regulasi diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi kecamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan doktrin hukum administrasi negara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan norma hukum, asas pemerintahan daerah, serta konsep negara hukum kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan bukan daerah otonom, melainkan perangkat daerah kabupaten/kota yang menjalankan fungsi koordinasi, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pembinaan desa, serta pelaksanaan sebagian kewenangan bupati atau wali kota. Di wilayah 3T, fungsi tersebut memiliki makna strategis karena kecamatan menjadi representasi terdekat negara dalam menjamin pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar. Namun, regulasi yang berlaku masih bersifat seragam dan belum cukup adaptif terhadap kondisi geografis, sosial, fiskal, dan administratif wilayah 3T. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi kecamatan memerlukan penataan regulasi yang responsif, afirmatif, dan berbasis kebutuhan lokal. Penataan tersebut mencakup harmonisasi kewenangan, penguatan kapasitas aparatur, dukungan anggaran, digitalisasi pelayanan, serta penguatan akuntabilitas kecamatan sebagai instrumen keadilan pembangunan dan perlindungan hak masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, akses ekonomi, dan layanan publik dasar secara merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Partisipasi masyarakat dianggap sebagai elemen krusial untuk memastikan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan peraturan desa yang disusun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa partisipasi masyarakat menjadi hal yang urgen dalam pembentukan Peraturan Desa di wilayah Kecamatan Kayan Selatan, dan (2) bagaimana bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan dalam proses pembentukan Peraturan Desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa didasarkan pada kebutuhan untuk menjamin keterwakilan aspirasi masyarakat, kesesuaian materi muatan peraturan dengan kondisi sosial dan kearifan lokal, serta peningkatan legitimasi hukum Peraturan Desa. Partisipasi masyarakat menjadi sarana kontrol sosial terhadap pemerintah desa agar proses pembentukan peraturan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan di Kecamatan Kayan Selatan meliputi konsultasi publik, musyawarah desa, serta pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam proses perumusan dan pembahasan rancangan Peraturan Desa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipasi masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, antara lain melalui peningkatan akses informasi, penguatan forum musyawarah desa, serta penjaminan ruang partisipasi yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, pembentukan Peraturan Desa tidak hanya memenuhi aspek formal yuridis, tetapi juga mampu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif di Kecamatan Kayan Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Kayan Selatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) apa dasar perundang-undangan yang menjadi landasan kewenangan Camat dalam melaksanakan pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa, dan (2) bagaimana problematika pembinaan serta pengawasan Camat terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Kayan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kewenangan Camat dalam konteks pengawasan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan ADD antara lain terdapat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, serta berbagai peraturan teknis lainnya yang mengatur tugas pembinaan dan pengawasan terhadap desa. Dalam pelaksanaannya, di Kecamatan Kayan Selatan masih ditemukan sejumlah problematika, seperti keterbatasan sumber daya aparatur kecamatan, lemahnya koordinasi antar instansi, serta rendahnya pemahaman perangkat desa terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan penguatan kapasitas aparatur kecamatan dan desa, peningkatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, serta penerapan mekanisme pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan Camat serta mewujudkan pengelolaan Alokasi Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upaya Penyelesaian Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga Melalui Mekanisme Hukum Adat Di Kecamatan Kayan Selatan Tekuan Laing Penelitian ini membahas upaya penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga melalui mekanisme hukum adat di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Fokus penelitian tertuju pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran lembaga adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan, dan (2) bagaimana kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur kewenangan lembaga adat, sedangkan pendekatan konseptual digunakan untuk memahami prinsip-prinsip hukum adat dan nilai-nilai sosial budaya yang melandasi penyelesaian sengketa perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menyelesaikan konflik perselingkuhan, baik melalui mediasi maupun penerapan sanksi adat, sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan stabilitas sosial masyarakat. Namun, putusan lembaga adat memiliki kekuatan hukum yang terbatas dan cenderung bergantung pada kesadaran para pihak untuk mematuhi keputusan, karena belum semua putusan adat diakui secara formal dalam sistem peradilan negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi hukum adat sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa rumah tangga, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan hukum yang mengakui dan mendukung fungsi lembaga adat dalam konteks masyarakat Dayak di Kecamatan Kayan Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upaya Penyelesaian Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga Melalui Mekanisme Hukum Adat Di Kecamatan Kayan Selatan Tekuan Laing Penelitian ini membahas upaya penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga melalui mekanisme hukum adat di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Fokus penelitian tertuju pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran lembaga adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan, dan (2) bagaimana kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur kewenangan lembaga adat, sedangkan pendekatan konseptual digunakan untuk memahami prinsip-prinsip hukum adat dan nilai-nilai sosial budaya yang melandasi penyelesaian sengketa perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menyelesaikan konflik perselingkuhan, baik melalui mediasi maupun penerapan sanksi adat, sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan stabilitas sosial masyarakat. Namun, putusan lembaga adat memiliki kekuatan hukum yang terbatas dan cenderung bergantung pada kesadaran para pihak untuk mematuhi keputusan, karena belum semua putusan adat diakui secara formal dalam sistem peradilan negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi hukum adat sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa rumah tangga, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan hukum yang mengakui dan mendukung fungsi lembaga adat dalam konteks masyarakat Dayak di Kecamatan Kayan Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Fungsi Pengawasan Pengelolaan Dana Desa dalam Upaya Mewujudkan Tata Kelola Keuangan yang Baik. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, pengaturan pengawasan pengelolaan dana desa oleh pemerintah kecamatan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik dan apakah pengawasan pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan terhadap pengelolaan dana desa sudah sesuai dengan prinsip tata kelola keuangan yang baik. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan Pendekatan konseptual (conceptual approach) Berdasarkan hasil penelitian, Pengawasan pengelolaan dana desa oleh pemerintah kecamatan bertujuan mewujudkan tata kelola keuangan yang baik sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP Nomor 43 Tahun 2014, serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan Permendagri Nomor 73 Tahun 2020. Pemerintah kecamatan berperan dalam pembinaan, monitoring, evaluasi, serta koordinasi dengan Inspektorat Daerah untuk mencegah penyalahgunaan anggaran. Prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta partisipasi masyarakat harus diterapkan. Tantangan seperti keterbatasan SDM dan potensi korupsi dapat diatasi melalui pelatihan, digitalisasi keuangan desa, dan penguatan pengawasan. Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, dana desa dapat dimanfaatkan optimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pengawasan pengelolaan Dana Desa oleh pemerintah kecamatan telah diatur sesuai prinsip tata kelola keuangan yang baik, seperti transparansi dan akuntabilitas. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya, koordinasi lemah, dan potensi konflik kepentingan. Kasus penyalahgunaan yang masih terjadi menunjukkan perlunya penguatan pengawasan, peningkatan kapasitas aparat, dan peran aktif masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
.Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang diperoleh dari berbagai sumber, tergantung pada kondisi dan daerah setempat. Kondisi sumber daya air pada setiap daerah berbeda- beda. Semua itu tergantung pada keadaan alam dan kegiatan masyarakat yang terdapat di daerah tersebut. Saat ini, sumber daya air masih bertumpu pada aspek kuantitatif dimana air terlalu banyak pada musim hujan dan terlalu sedikit pada musim kemarau Kebutuhan air akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat sesuai mengikuti perkembangan kota itu sendiri. Perhitungan Kebutuhan Air Mengunakan Metode Aritmatik, Metode Geometrik, dan Metode Eksponensial untuk mencari standar Deviasi terkecil. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Kebutuhan Air Baku Pada Daerah Kecamatan Tarakan Tengah. kebutuhan Akan Air Ini Dikategorikan Dalam Kebutuhan Air Domestik dan Non Domestik. Hasil perhitungan kebutuhan air untuk wilayah Tarakan Tengah pada Tahun 2024 sebesar 102,142 ltr/dtk dan terus meningkat hinggah Tahun 2033 sebesar 120,031 ltr/dtk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi koversi gas alam rumah tangga di Kecamatan Tarakan Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang bersumber dari hasil wawancara langsung kepada masyarakat di Kecamatan Tarakan Timur yang telah beralih dari gas elpiji dan minyak tanah ke gas alam. Sedangkan data sekunder adalah data yang bersumber dari Kecamatan Tarakan Timur dan Perusahaan Gas Negara (PGN) Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis nilai guna langsung dan nilai guna tidak langsung dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung sebesar Rp 7.479.763 perbulan dan pertahun sebesar Rp 89.757.156, dengan rata-rata per responden yaitu sebesar Rp 76.324,11. Sedangkan nilai guna tidak langsung sebesar Rp 71.127.440 dengan rata-rata per responden yaitu sebesar Rp 725.790,20. Sebelum konversi penggunaan elpiji dan minyak tanah pertahunnya sebesar Rp 159.650.400, setelah konversi ke gas alam menunjukkan lebih murah yaitu sebesar Rp 89.757.156 dengan selisih hemat sebesar Rp 69.893.244.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tingkat produksi dan pendapatan industri kecil batu bata Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah industri kecil batu bata, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis penerimaan terdapat (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TR) jumlah penerimaan sebesar Rp.6.600.000, dan untuk (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle sebesar Rp.14.300.000. pada hasil analisis (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TC) total biaya sebesar Rp.719.000, dan untuk (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (TC) total biaya sebesar Rp.2.410.000. 0Pada hasil analisis (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.5.881.000, dan untuk (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.11.890.000.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK UDANG WINDU DI KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG (Studi Kasus Tambak Bapak Basir di Pulau Tanah Merah) Abstrak Kecamatan Tana Lia merupakan salah satu daerah Kabupaten Tana Tidung yang memiliki potensi dalam budidaya perairan khususnya dalam budidaya tambak udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tambak udang windu di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung dan menganalisis kelayakan usaha tambak udang di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) analisis biaya yaitu penerimaan dan pendapatan dan (2) analisis kelayakan usaha yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode penentuan Informan menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, jumlah pendapatan yang diperoleh selama 9 periode panen sebesar Rp. 154.491.525. Kedua hasil kelayakan usaha menunjukan NPV sebesar Rp. 102.482.327 , Net B/C 18.7>1 , IRR 6%>5.5% dari ketiga hasil tersebut menunjukkan hasil usaha layak dijalankan dan Payback Period sebesar 9 artinya modal kembali pada periode panen ke 9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Habitat Ikan di perairan sungai kayan kecamatan peso dapat dikatakan masih berlimpah dengan bebrapa jenis, salah satunya jenis ikan Tor soro yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga ikan ini dijadikan tangkapan target oleh nelayan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Karakteristik morfometrik, meristik ikan Tor soro di Daerah Sungai Kayan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode Analisis dan deskripsi dengan penerapan dari metode ini mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habitat Ikan Tor soro yang mendiami perairan Sungai Kayan dengan kondisi perairan jernih, dasar arus deras, substrat bebatuan, memiliki kualitas perairan seperti Suhu 26oC, derajat keasaman (pH) 7.5, kandungan oksigen terlarut (DO) 15.2 mg/l, kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD) 0.6 mg/l, Total Suspended Solid (TSS) 0.054 mg/l, Nitrat (NO3-) 0.11 mg/l, Nitrit (NO2-) 0.002 mg/l, Fosfat 0.05 mg/l, serta terdapat 24 karakteristik morfometrik dan 5 karakteristik meristik ikan Tor soro. Pada karakter morfometrik ikan yang menjadi sampel memiliki panjang total (PT) 56.6 cm dengan panjang standar (PS) 41 cm dan karakter meristik menunjukkan bahwa ikan Tor soro memiliki rumus jari-jari sirip dorsal D I.8, sirip anal A I.5, sirip pectoral P I.8, sirip pelvic P I.7, dan sirip caudal C II.20 sehingga dalam identifikasi menunjukkan bahwa ikan Tor soro yang diidentifikasi selama penelitian berasal dari family Cyprinidae sp dengan spesies Tor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMUR TIRAM DI TIDENG PALE KECAMATAN SESAYAP Abstrak Prospek pengembangan budidaya jamur tiram putih di Indonesia cukup prospektif yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya, penerimaan dan pendapatan usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale, mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) pada usaha jamur tiram putih di Tideng Pale, dan mengetahui Mengetahui strategi pengembangan usaha industri budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale. Metode penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu dan informan dalam penelitian ini adalah pemilik atau pengelolah usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale yaitu Bapak Anang Hermanysah serta 30 konsumen jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif, analisis usaha dan analisis swot. Hasil analisis usaha menunjukkan besaran total biaya tetap penyusutan peralatan dalam kegiatan usaha jamur tiram per bulannya adalah sebesar Rp. 296.111 untuk skala luas lahan 4x8 m2 dengan priode produksi 1 bulan, untuk biaya variabel sebesar Rp. 4.175.000, penerimaan sebesar Rp. 9.000.000 dan untuk pendapatn sebesar 4.825.000. Faktor Internal (IFAS) Strategi pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih di tidung pale kecamatan sesayap untuk faktor kekuatan dan kelemahan masing-masing terdapat lima indikator dan Faktor Eksternal (EFAS) Strategi Pengembangan usaha jamur tiram di tideng pale untuk faktor peluang dan ancaman juga terdapat masing-masing lima indikator sedangkan untuk strategi yang di rekomendasi adalah strategi SO yaitu ada 2 strategi,antara lain : 1) Mengoptimalkan jumlah produksi jamur tiram dengan memanfaatkan bantuan permodalan. (S1,O3), 2). Mengoptimalkan bantuan permodalan, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan usaha agribisnis (S4,O4,).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Sumberdaya ikan yang menghuni perairan Sungai Kayan di Kecamatan Peso dapat dikatakan masih berlimpah dengan beberapa jenis, selain itu ada beberapa jenis ikan yang menghuni perairan tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga nelayan menjadikan ikan tersebut sebagai tangkapan target. Penelitian bertujuan menganalisis hasil pendapatan dan keutungan para nelayan di Kecamatan Peso Khususnya di lima desa yaitu Desa Long Bia, long Peso, Muara Pangean, Long Lejuh dan Long Pleban. Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode pendekatan menggunakan analisis keuntungan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap pancing, pukat dan jala lempar tangkapan berupa Pangasius sp, Tor soro, Hemibagrus, Lutjanus sp, Barbonymus dan Kriptopterus apogon. Jumlah hasil tangkapan berkisar 5-50 kg/hari dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 12.746.341 per bulan dan keuntungan yang diterima rata-rata sebasar Rp11,021.000 per bulan, Keuntungan tersebut terbilang cukup jika dibandingkan dengan Biaya Hidup Layak di Kabupaten Bulungan Tahun 2022 sebesar Rp 2.200.000 per bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KELIMPAHAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN TUGU (TRAP NET) DI RAWA BANJIRAN PERAIRAN KECAMATAN SEMBAKUNG Abstrak Kecamatan Sembakung memiliki ekosistem lahan perairan air tawar berbentuk sungai, danau dan rawa banjiran, yang di manfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu daerah perikanan tangkap dengan berbagai bermacam alat tangkap. Salah satu alat tangkap yang di gunakan yaitu trap net. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif dan frekuensi relatif hasil tangkapan. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari Maret sampai dengan April 2021, di perairan rawa banjiran Kecamatan Sembakung, menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini di dapat kelimpahan jenis dengan persentase berkisar antara 0,02 – 63,55%, dan frekuensi relatif hasil tangkapan 6 jenis 100%, Cryptopterus sp, Cyclocheilichthys apogon, Macrobrachium rosenbergii, Barbodes altus, Rasbora dusonensis, Hemibagrus nemurus, 4 jenis 75%, Stenogobius hawaiiensis, Oxyeleotris marmorata, Ompok hypophthalmus, Ompok pabda, 1 jenis 50%, Hampala macrolepidato dan 4 jenis 25%, Barbonymus gonionotus, Labiobarbus leptocheilus, Monopterus albus, Amyda cartilaginea.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Semakin berkurangnya ketersediaan energi listrik di dearah pedesaan Kecamatan Batu Putih mengharuskan kita untuk mencari alternatif pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat. Peningkatan jumlah kebutuhan energi listrik ini tidak di imbangi dengan ketersediaan bahan bakar berupa fosil. Dengan demikian kita perlu mengembangkan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Salah satu pembangkit listrik yang akan di kembangkan adalah PLTMH, melihat kondisi pedesaan yang memiliki beberapa aliran sungai yang berpotensi untuk mengembangkan PLTMH. Dari hasil pengukuran dilapangan serta analisa perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai daya yang dihasilkan selama satu hari pada saat musim kemarau sebesar 47,76 kW sedangkan nilai daya pada saat musim penghujan selama satu hari sebesar 53,28 kW. Dari hasil tersebut, dapat di katakan bahwa sungai Pancakaria memiliki potensi untuk dibangunnya Pembangkit LIstrik Tenaga Mikrohidro.