BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, Kondisi lahan dapat menjadi faktor pembatas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kalapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas lahan serta mengidentifikasi faktor pembatas produksi kelapa sawit pada lokus Sei Menggaris dan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Landasan penelitian mengacu pada konsep evaluasi kualitas dan kesesuaian lahan berdasarkan FAO serta metode matching dengan prinsip simple limitation, yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 menggunakan metode survei. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, penentuan titik pengamatan, pengukuran karakteristik fisik lahan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0–60 cm, pengumpulan data iklim, serta analisis sifat kimia tanah di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada lima unit lahan, terdiri atas dua unit di Sebatik dan tiga unit di Sei Menggaris, dengan empat sampel tanah pada setiap titik pengamatan yang dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim wilayah penelitian tergolong sesuai bagi pertumbuhan kelapa sawit, dengan rata-rata curah hujan 2.419 mm tahun⁻¹ dan rata-rata bulan kering 0,4 bulan. Karakteristik fisik lahan secara umum berada pada kelas sesuai, dengan tekstur agak halus hingga halus, kedalaman tanah 105–115 cm, serta kondisi lereng, drainase, erosi, genangan, batuan permukaan, dan singkapan batuan yang tidak menjadi faktor pembatas. Sifat kimia tanah menunjukkan pH H₂O 5,58–6,06, N-total 0,08–0,18%, P tersedia 5,80-8,22 ppm, K tersedia 5,29–9,63 ppm, dan C-organik 0,74–1,17%. Hasil evaluasi menunjukkan Sebatik 1, Sebatik 2, dan Sei Menggaris 2 termasuk kelas S1 (sangat sesuai), sedangkan Sei Menggaris 1 dan Sei Menggaris 3 termasuk S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas utama berupa rendahnya C-organik. Produktivitas Sebatik mencapai 1.690 kg ha⁻¹, lebih tinggi dibandingkan Sei Menggaris sebesar 1.305 kg ha⁻¹. Dengan demikian, peningkatan bahan organik dan pemupukan berimbang diperlukan untuk memperbaiki kualitas lahan dan mendukung peningkatan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, Kondisi lahan dapat menjadi faktor pembatas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kalapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas lahan serta mengidentifikasi faktor pembatas produksi kelapa sawit pada lokus Sei Menggaris dan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Landasan penelitian mengacu pada konsep evaluasi kualitas dan kesesuaian lahan berdasarkan FAO serta metode matching dengan prinsip simple limitation, yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 menggunakan metode survei. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, penentuan titik pengamatan, pengukuran karakteristik fisik lahan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0–60 cm, pengumpulan data iklim, serta analisis sifat kimia tanah di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada lima unit lahan, terdiri atas dua unit di Sebatik dan tiga unit di Sei Menggaris, dengan empat sampel tanah pada setiap titik pengamatan yang dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim wilayah penelitian tergolong sesuai bagi pertumbuhan kelapa sawit, dengan rata-rata curah hujan 2.419 mm tahun⁻¹ dan rata-rata bulan kering 0,4 bulan. Karakteristik fisik lahan secara umum berada pada kelas sesuai, dengan tekstur agak halus hingga halus, kedalaman tanah 105–115 cm, serta kondisi lereng, drainase, erosi, genangan, batuan permukaan, dan singkapan batuan yang tidak menjadi faktor pembatas. Sifat kimia tanah menunjukkan pH H₂O 5,58–6,06, N-total 0,08–0,18%, P tersedia 5,80-8,22 ppm, K tersedia 5,29–9,63 ppm, dan C-organik 0,74–1,17%. Hasil evaluasi menunjukkan Sebatik 1, Sebatik 2, dan Sei Menggaris 2 termasuk kelas S1 (sangat sesuai), sedangkan Sei Menggaris 1 dan Sei Menggaris 3 termasuk S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas utama berupa rendahnya C-organik. Produktivitas Sebatik mencapai 1.690 kg ha⁻¹, lebih tinggi dibandingkan Sei Menggaris sebesar 1.305 kg ha⁻¹. Dengan demikian, peningkatan bahan organik dan pemupukan berimbang diperlukan untuk memperbaiki kualitas lahan dan mendukung peningkatan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai sarana pendidikan lingkungan. Namun, pengelolaan kawasan di tengah wilayah perkotaan ini dihadapkan pada berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan tantangan pengelola KKMB Kota Tarakan, serta menganalisis potensi kawasan tersebut sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama informan pengelola kawasan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengelola dalam menjaga kelestarian KKMB telah berjalan melalui manajemen kawasan secara rutin, yang mencakup pemeliharaan vegetasi mangrove dari sampah, perlindungan populasi bekantan (Nasalis larvatus) melalui pemantauan bulanan dan pemberian pakan tambahan, pengawasan aktivitas pengunjung, serta pelaksanaan edukasi lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengelola menghadapi tantangan berupa gangguan dari luar seperti tumpukan sampah plastik yang masuk ke kawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa tumpang tindih status kepemilikan lahan yang menghambat perbaikan aset fisik. Meskipun demikian, KKMB memiliki potensi dan keselarasan yang kuat untuk diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran biologi yang kontekstual. Kawasan ini sangat relevan untuk mendukung materi ekosistem, keanekaragaman hayati, interaksi makhluk hidup, dan pelestarian lingkungan. Disimpulkan bahwa pengelola telah menjalankan fungsi manajemen konservasi dengan baik di tengah berbagai tantangan, dan kawasan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai laboratorium alam bagi dunia pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Partisipasi masyarakat dianggap sebagai elemen krusial untuk memastikan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan peraturan desa yang disusun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa partisipasi masyarakat menjadi hal yang urgen dalam pembentukan Peraturan Desa di wilayah Kecamatan Kayan Selatan, dan (2) bagaimana bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan dalam proses pembentukan Peraturan Desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa didasarkan pada kebutuhan untuk menjamin keterwakilan aspirasi masyarakat, kesesuaian materi muatan peraturan dengan kondisi sosial dan kearifan lokal, serta peningkatan legitimasi hukum Peraturan Desa. Partisipasi masyarakat menjadi sarana kontrol sosial terhadap pemerintah desa agar proses pembentukan peraturan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan di Kecamatan Kayan Selatan meliputi konsultasi publik, musyawarah desa, serta pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam proses perumusan dan pembahasan rancangan Peraturan Desa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipasi masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, antara lain melalui peningkatan akses informasi, penguatan forum musyawarah desa, serta penjaminan ruang partisipasi yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, pembentukan Peraturan Desa tidak hanya memenuhi aspek formal yuridis, tetapi juga mampu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif di Kecamatan Kayan Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Partisipasi masyarakat dianggap sebagai elemen krusial untuk memastikan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan peraturan desa yang disusun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa partisipasi masyarakat menjadi hal yang urgen dalam pembentukan Peraturan Desa di wilayah Kecamatan Kayan Selatan, dan (2) bagaimana bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan dalam proses pembentukan Peraturan Desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Desa didasarkan pada kebutuhan untuk menjamin keterwakilan aspirasi masyarakat, kesesuaian materi muatan peraturan dengan kondisi sosial dan kearifan lokal, serta peningkatan legitimasi hukum Peraturan Desa. Partisipasi masyarakat menjadi sarana kontrol sosial terhadap pemerintah desa agar proses pembentukan peraturan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Bentuk partisipasi masyarakat yang diterapkan di Kecamatan Kayan Selatan meliputi konsultasi publik, musyawarah desa, serta pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam proses perumusan dan pembahasan rancangan Peraturan Desa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipasi masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, antara lain melalui peningkatan akses informasi, penguatan forum musyawarah desa, serta penjaminan ruang partisipasi yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, pembentukan Peraturan Desa tidak hanya memenuhi aspek formal yuridis, tetapi juga mampu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif di Kecamatan Kayan Selatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penghitungan manual benih udang windu (Penaeus monodon) memiliki kelemahan berupa ketidakakuratan, durasi proses yang lama dengan rentang 15–20 menit per 500–700 larva, serta risiko mortalitas benih yang tinggi akibat penanganan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem penghitungan otomatis real-time berbasis computer vision menggunakan algoritma YOLOv8 dan pelacak BoT-SORT. Dataset yang digunakan setelah melalui tahapan augmentasi berjumlah 780 citra dengan pembagian proporsi 92% data latih, 4% data validasi, dan 4% data uji. Kemudian dataset dilatih menggunakan lima varian arsitektur YOLOv8, di mana model YOLOv8s dipilih sebagai arsitektur paling optimal karena mencapai mAP@0,50 sebesar 91,59%, precision 90,67%, recall 84,76%, dan F1-score 87,04% terhadap data uji dari dataset. Selanjutnya pengujian dilakukan terhadap video (di luar dataset) dengan 16 kombinasi kepadatan (50, 75, 100, dan 150 benur) dan frame rate (120, 60, 30, dan 24 FPS) menunjukkan akurasi rata-rata tertinggi pada kepadatan 150 benur sebesar 93,83% (RMSE 14,72 ekor), dengan konfigurasi terbaik (60 FPS) mencapai 99,33%. Model YOLOv8s yang telah terevaluasi kemudian diintegrasikan ke dalam Graphical User Interface (GUI) berbasis PyQt5 dengan fitur visualisasi deteksi real-time, log waktu inferensi, jumlah hitungan, serta pemantauan beban CPU dan GPU secara bersamaan. Seluruh fitur tersebut telah melalui pengujian black-box dengan persentase keberhasilan 100%. Pengujian real-time menggunakan kamera langsung melalui GUI dilaksanakan dalam 8 sesi yang mencakup 4 kelompok kepadatan, menghasilkan rata-rata FPS sistem 22,11 dengan waktu inferensi 45,28 ms per frame, memenuhi dan melebihi ekspektasi FPS sistem sebesar 15 FPS, serta penggunaan GPU yang efisien (37,7%) dan CPU (25,6%). Namun, akurasi penghitungan pada skenario real-time menurun menjadi rata-rata 54,92% akibat pola kesalahan karena faktor variabilitas kondisi lingkungan yang tidak terkontrol penuh. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem mampu mendeteksi dan menghitung benih udang windu secara real-time dan otomatis, sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai sarana pendidikan lingkungan. Namun, pengelolaan kawasan di tengah wilayah perkotaan ini dihadapkan pada berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan tantangan pengelola KKMB Kota Tarakan, serta menganalisis potensi kawasan tersebut sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama informan pengelola kawasan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengelola dalam menjaga kelestarian KKMB telah berjalan melalui manajemen kawasan secara rutin, yang mencakup pemeliharaan vegetasi mangrove dari sampah, perlindungan populasi bekantan (Nasalis larvatus) melalui pemantauan bulanan dan pemberian pakan tambahan, pengawasan aktivitas pengunjung, serta pelaksanaan edukasi lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengelola menghadapi tantangan berupa gangguan dari luar seperti tumpukan sampah plastik yang masuk ke kawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa tumpang tindih status kepemilikan lahan yang menghambat perbaikan aset fisik. Meskipun demikian, KKMB memiliki potensi dan keselarasan yang kuat untuk diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran biologi yang kontekstual. Kawasan ini sangat relevan untuk mendukung materi ekosistem, keanekaragaman hayati, interaksi makhluk hidup, dan pelestarian lingkungan. Disimpulkan bahwa pengelola telah menjalankan fungsi manajemen konservasi dengan baik di tengah berbagai tantangan, dan kawasan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai laboratorium alam bagi dunia pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penghitungan manual benih udang windu (Penaeus monodon) memiliki kelemahan berupa ketidakakuratan, durasi proses yang lama dengan rentang 15–20 menit per 500–700 larva, serta risiko mortalitas benih yang tinggi akibat penanganan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem penghitungan otomatis real-time berbasis computer vision menggunakan algoritma YOLOv8 dan pelacak BoT-SORT. Dataset yang digunakan setelah melalui tahapan augmentasi berjumlah 780 citra dengan pembagian proporsi 92% data latih, 4% data validasi, dan 4% data uji. Kemudian dataset dilatih menggunakan lima varian arsitektur YOLOv8, di mana model YOLOv8s dipilih sebagai arsitektur paling optimal karena mencapai mAP@0,50 sebesar 91,59%, precision 90,67%, recall 84,76%, dan F1-score 87,04% terhadap data uji dari dataset. Selanjutnya pengujian dilakukan terhadap video (di luar dataset) dengan 16 kombinasi kepadatan (50, 75, 100, dan 150 benur) dan frame rate (120, 60, 30, dan 24 FPS) menunjukkan akurasi rata-rata tertinggi pada kepadatan 150 benur sebesar 93,83% (RMSE 14,72 ekor), dengan konfigurasi terbaik (60 FPS) mencapai 99,33%. Model YOLOv8s yang telah terevaluasi kemudian diintegrasikan ke dalam Graphical User Interface (GUI) berbasis PyQt5 dengan fitur visualisasi deteksi real-time, log waktu inferensi, jumlah hitungan, serta pemantauan beban CPU dan GPU secara bersamaan. Seluruh fitur tersebut telah melalui pengujian black-box dengan persentase keberhasilan 100%. Pengujian real-time menggunakan kamera langsung melalui GUI dilaksanakan dalam 8 sesi yang mencakup 4 kelompok kepadatan, menghasilkan rata-rata FPS sistem 22,11 dengan waktu inferensi 45,28 ms per frame, memenuhi dan melebihi ekspektasi FPS sistem sebesar 15 FPS, serta penggunaan GPU yang efisien (37,7%) dan CPU (25,6%). Namun, akurasi penghitungan pada skenario real-time menurun menjadi rata-rata 54,92% akibat pola kesalahan karena faktor variabilitas kondisi lingkungan yang tidak terkontrol penuh. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem mampu mendeteksi dan menghitung benih udang windu secara real-time dan otomatis, sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai content marketing menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari database Scopus periode 2015–2025 sebanyak 751 dokumen dan dianalisis menggunakan Biblioshiny pada R Studio melalui performance analysis, co-word analysis, network analysis, dan citation analysis. Hasil menunjukkan bahwa publikasi content marketing mengalami pertumbuhan pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan 23,49% serta didominasi kolaborasi penulis dengan rata-rata 3,56 penulis per dokumen dan kolaborasi internasional sebesar 28,1%. Tema penelitian berfokus pada social media, customer engagement, dan digital strategy yang mencerminkan sifat interdisipliner. Selain itu, rata-rata sitasi sebesar 22,85 menunjukkan dampak ilmiah yang kuat. Secara keseluruhan, content marketing merupakan bidang riset yang dinamis, relevan, dan berpotensi untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai content marketing menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari database Scopus periode 2015–2025 sebanyak 751 dokumen dan dianalisis menggunakan Biblioshiny pada R Studio melalui performance analysis, co-word analysis, network analysis, dan citation analysis. Hasil menunjukkan bahwa publikasi content marketing mengalami pertumbuhan pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan 23,49% serta didominasi kolaborasi penulis dengan rata-rata 3,56 penulis per dokumen dan kolaborasi internasional sebesar 28,1%. Tema penelitian berfokus pada social media, customer engagement, dan digital strategy yang mencerminkan sifat interdisipliner. Selain itu, rata-rata sitasi sebesar 22,85 menunjukkan dampak ilmiah yang kuat. Secara keseluruhan, content marketing merupakan bidang riset yang dinamis, relevan, dan berpotensi untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Semut rangrang, khususnya kroto merupakan salah satu sumberdaya hayati yang dimanfaatkan sebagai pakan, pangan, dan manfaat lainnya. Pulau Tarakan memiliki potensi semut rangrang, yang saat ini dikelola melalui hasil perburuan atau pemanenan kroto di alam. Hal tersebut dapat berdampak bagi keberlangsungan semut rangrang di alam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dari aspek ekologi, aspek teknologi, dan sosal ekonomi pengelolaan semut rangrang (O. smaragdina). Serta, strategi pengelolaan berkelanjutan di Pulau Tarakan. Penelitian menggunakan metode survey dan wanwancara. Adapaun data yang dikumpulkan aspek ekologi yakni karekteristik habitat, karakteristik pohon, iklim mikro, sarang dan koloni. Selanjutnya, aspek teknologi yakni alat, bahan, dan metode pemanenan kroto. Serta, aspek sosial ekonomi meliputi karakteristik pengumpul dan pedangang kroto, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan (1) pinggiran hutan, permukiman, dan daerah pertanian merupakan ekosistem bagi semut rangrang. Sedangkan, jenis tumbuhan terdiri dari Akasia, Beringin, Kelapa, Ketapang, Mangga, Mengkudu, Sukun, Waru, dan Nyiri Abang, dan rata-rata jumlah sarang ± 8–12 sarang per lokasi per area lokasi Pengumpul. Selain itu, Struktur pohon (tinggi dan luas kanopi), kondisi mikrohabitat (intensitas cahaya), serta keberadaan pohon inang tertentu berpengaruh terhadap distribusi sarang dan produksi kroto; (2) aspek teknologi pemanfaatan kroto menggunakan peralatan sederhana, tanpa standar operasional panen yang baku. Penentuan lokasi dan pohon yang memiliki sarang umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman individu pengumpul; (3) aspek sosial–ekonomi menunjukkan hanya terdapat 5 (lima) pengumpul yang aktif, dan 3 (tiga) pedangag kroto. Nilai ekonomi kroto yang relatif tinggi dengan harga berkisar Rp180.000 – 220.000/kg serta permintaan pasar yang meningkat, dan masih kategori layak untuk kegiatan usaha; (4) hasil analisis strategi menggunakan SWOT yang dipertajam dengan matriks IFAS–EFAS dan evaluasi kuadran Internal–Eksternal menunjukkan bahwa pengelolaan kroto berada pada Kuadran I (+,+). Kondisi ini menandakan bahwa pengelolaan kroto memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang dominan. Strategi yang tepat adalah strategi progresif–agresif yang memanfaatkan kekuatan ekologis dan peluang pasar, namun tetap mengendalikan ancaman utama berupa eksploitasi berlebihan dan alih fungsi lahan. Strategi prioritas meliputi penerapan SOP panen berkelanjutan, pengembangan semi-budidaya berbasis pohon inang, perlindungan habitat, peningkatan kapasitas pengumpul, serta penguatan kemitraan pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Semut rangrang, khususnya kroto merupakan salah satu sumberdaya hayati yang dimanfaatkan sebagai pakan, pangan, dan manfaat lainnya. Pulau Tarakan memiliki potensi semut rangrang, yang saat ini dikelola melalui hasil perburuan atau pemanenan kroto di alam. Hal tersebut dapat berdampak bagi keberlangsungan semut rangrang di alam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dari aspek ekologi, aspek teknologi, dan sosal ekonomi pengelolaan semut rangrang (O. smaragdina). Serta, strategi pengelolaan berkelanjutan di Pulau Tarakan. Penelitian menggunakan metode survey dan wanwancara. Adapaun data yang dikumpulkan aspek ekologi yakni karekteristik habitat, karakteristik pohon, iklim mikro, sarang dan koloni. Selanjutnya, aspek teknologi yakni alat, bahan, dan metode pemanenan kroto. Serta, aspek sosial ekonomi meliputi karakteristik pengumpul dan pedangang kroto, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan (1) pinggiran hutan, permukiman, dan daerah pertanian merupakan ekosistem bagi semut rangrang. Sedangkan, jenis tumbuhan terdiri dari Akasia, Beringin, Kelapa, Ketapang, Mangga, Mengkudu, Sukun, Waru, dan Nyiri Abang, dan rata-rata jumlah sarang ± 8–12 sarang per lokasi per area lokasi Pengumpul. Selain itu, Struktur pohon (tinggi dan luas kanopi), kondisi mikrohabitat (intensitas cahaya), serta keberadaan pohon inang tertentu berpengaruh terhadap distribusi sarang dan produksi kroto; (2) aspek teknologi pemanfaatan kroto menggunakan peralatan sederhana, tanpa standar operasional panen yang baku. Penentuan lokasi dan pohon yang memiliki sarang umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman individu pengumpul; (3) aspek sosial–ekonomi menunjukkan hanya terdapat 5 (lima) pengumpul yang aktif, dan 3 (tiga) pedangag kroto. Nilai ekonomi kroto yang relatif tinggi dengan harga berkisar Rp180.000 – 220.000/kg serta permintaan pasar yang meningkat, dan masih kategori layak untuk kegiatan usaha; (4) hasil analisis strategi menggunakan SWOT yang dipertajam dengan matriks IFAS–EFAS dan evaluasi kuadran Internal–Eksternal menunjukkan bahwa pengelolaan kroto berada pada Kuadran I (+,+). Kondisi ini menandakan bahwa pengelolaan kroto memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang dominan. Strategi yang tepat adalah strategi progresif–agresif yang memanfaatkan kekuatan ekologis dan peluang pasar, namun tetap mengendalikan ancaman utama berupa eksploitasi berlebihan dan alih fungsi lahan. Strategi prioritas meliputi penerapan SOP panen berkelanjutan, pengembangan semi-budidaya berbasis pohon inang, perlindungan habitat, peningkatan kapasitas pengumpul, serta penguatan kemitraan pasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan terhadap anak oleh ayah kandung merupakan kejahatan berat yang tidak hanya melanggar hukum pidana tetapi juga nilai-nilai moral dan perlindungan anak sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Tidung serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dilakukan dalam dua bentuk, yaitu preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan kerja sama lintas sektor, serta represif melalui proses hukum dan pendampingan korban. Namun, hambatan dalam pelaksanaan perlindungan masih terjadi, seperti tekanan keluarga terhadap korban dan lemahnya efek jera bagi pelaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana ini meliputi lemahnya pengawasan keluarga, rendahnya pendidikan, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum berbasis komunitas, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan untuk menjamin pemulihan dan keadilan bagi korban. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Tindak Pidana, Persetubuhan Ayah Kandung, Kepolisian Resor Tana Tidung
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Pengaruh Disiplin, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan metode survey yaitu teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 pegawai dengan menggunakan teknik sampling jenuh yang artinya semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji F dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS Versi 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Pengaruh Disiplin, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan metode survey yaitu teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 pegawai dengan menggunakan teknik sampling jenuh yang artinya semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji F dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS Versi 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan terhadap anak oleh ayah kandung merupakan kejahatan berat yang tidak hanya melanggar hukum pidana tetapi juga nilai-nilai moral dan perlindungan anak sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Tidung serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dilakukan dalam dua bentuk, yaitu preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan kerja sama lintas sektor, serta represif melalui proses hukum dan pendampingan korban. Namun, hambatan dalam pelaksanaan perlindungan masih terjadi, seperti tekanan keluarga terhadap korban dan lemahnya efek jera bagi pelaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana ini meliputi lemahnya pengawasan keluarga, rendahnya pendidikan, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum berbasis komunitas, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan untuk menjamin pemulihan dan keadilan bagi korban. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Tindak Pidana, Persetubuhan Ayah Kandung, Kepolisian Resor Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
STUDI PERTUMBUHAN BIBIT MANGROVE JENIS (Rhizhopora mucronata) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Hutan mangrove di definisikan sebagai hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara yang terpengaruh oleh pasang surut air laut, tergenang air laut, tetapi tidak terpengaruhi oleh iklim hutan mangrove. Hutan mangrove terdapat pada tanah berlumpur, berpasir, atau tanah berpasir. Rhizophora mucronata adalah salah satu jenis mangrove. Salah satu alasan yang membuat jenis ini banyak dipilih untuk rehabilitasi hutan mangrove karena buahnya yang mudah diperoleh, mudah disemai serta dapat tumbuh pada daerah ge-nangan pasang yang tinggi maupun genangan rendah,Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pertumbuhan bibit mangrove jenis (Rhizophora mucronata) di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2024 yang meliputi persiapan bahan penelitian pengukuran data pertumbuhan di lapangan dan pengolahan data. Lokasi penelitian berada di pembibitan mangrove KKMK Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Pada tahap awal penelitian, dilakukan persiapan dengan mengumpulkan kecambah benih Rhizophora mucronata yang akan diteliti yaitu sebanyak 120 buah pada masing – masing lokasi penelitian. Agar mendapatkan kondisi buah yang memiliki umur yang sama, maka penentuan bibit dilakukan dengan mempertimbang induk pohon yang sama. Pengamatan juga dilakukan secara visual terhadap buah mangrove yang ditemukan dengan memperhatikan ukuran dan kondisi buah mangrove. Pada tahap persiapan berikutnya adalah mendapatkan data awal benih mangrove dengan mengukur panjang kecambah awal dan panjang tunas awal yang telah didapatkan,Jenis bibit yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis Rhizophora mucronata. Sumber bibit berasal pohon induk Rhizophora mucronata dari KKMK. Jumlah bibit yang dgunakan sebanyak 120 bibit mangrove siap tanam. Adapun ukuran panjang kecambah bibit mangrove Rhizhopora. mucronate antara 49, cm sampai dengan 80 cm.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
-