ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tren penelitian adaptive leadership berdasarkan data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus menggunakan pendekatan bibliometrik. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi tren publikasi, sumber publikasi yang paling relevan, negara dan institusi yang berpengaruh, dokumen dan penulis dengan sitasi tertinggi, serta tema penelitian yang dominan dan berkembang dalam kajian adaptive leadership. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (literature review). Data diperoleh dari basis data Scopus melalui proses seleksi menggunakan metode PRISMA dengan kata kunci “Adaptive leadership”. Hasil penyaringan menghasilkan 223 artikel yang dianalisis menggunakan perangkat lunak R Studio melalui paket Bibliometrix dan Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai adaptive leadership mengalami peningkatan signifikan terutama pada periode 2020–2025. Leadership Quarterly menjadi sumber publikasi paling relevan, sementara penelitian tersebar pada berbagai bidang seperti kepemimpinan, manajemen, pendidikan, dan administrasi publik. Analisis bibliometrik juga menunjukkan tema penelitian berkembang pada isu transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan organisasi, dan keberlanjutan. Selain itu, pola publikasi yang tersebar mengindikasikan bahwa kajian adaptive leadership bersifat multidisipliner dan terus berkembang seiring meningkatnya dinamika organisasi modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan penelitian adaptive leadership serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Social Media Marketing periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 775 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software Bibliometrix (R Studio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi dalam bidang ini mengalami pertumbuhan signifikan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 15,57%, dari 24 artikel (2015) menjadi 102 artikel (2025). Topik-topik dominan yang teridentifikasi adalah "Social Media Marketing", "Marketing", "Digital Marketing", dan "Purchase Intention", dengan pergeseran fokus ke aspek strategi pemasaran kontemporer seperti "Influencer Marketing". Pola kolaborasi penulis dan institusi cenderung tersebar dalam kelompok-kelompok kecil, sementara pada tingkat negara, Amerika Serikat dan China berperan sebagai simpul penghubung sentral dalam jaringan kolaborasi global yang lebih menyatu. Amerika Serikat merupakan negara paling produktif (337 frekuensi), diikuti oleh India, Indonesia, dan China. Dampak penelitian tertinggi berasal dari artikel-artikel yang terbit pada periode 2015-2023 di jurnal bereputasi seperti International Journal of Advertising dan Journal of Business Research. Analisis mengungkapkan bahwa ekosistem publikasi didominasi oleh jurnal yang berfokus pada pemasaran interaktif dan ilmu data. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah memetakan tren publikasi ilmiah social media dan digital marketing pada artikel terindeks Scopus periode 2020–2025 berbasis perspektif Technology Acceptance Model (TAM). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode bibliometrik menggunakan perangkat lunak RStudio melalui paket Bibliometrix/BiblioShiny. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan kata kunci "social media" AND "digital marketing" melalui prosedur seleksi PRISMA, menghasilkan sampel akhir sebanyak 544 artikel. Hasil penelitian menunjukkan tujuh temuan utama. Pertama, jumlah publikasi meningkat dari 70 artikel pada tahun 2020 menjadi 138 artikel pada tahun 2025 dengan Compound Annual Growth Rate sebesar 14,5%. Kedua, penulis paling produktif adalah Carlson, Krishen, dan Kunkel dengan masing-masing empat artikel, sedangkan Hodson mencatatkan nilai kontribusi fraksional tertinggi sebesar 1,58. Ketiga, artikel paling berpengaruh adalah karya Dwivedi et al. (2021) dengan 1.526 total sitasi dan 254,33 sitasi per tahun. Keempat, Journal of Retailing and Consumer Services menjadi jurnal paling produktif dengan 22 artikel. Kelima, sebanyak 95,03% penulis hanya menghasilkan satu artikel, melampaui nilai teoritis Hukum Lotka sebesar 70,24%, yang mengindikasikan belum terbentuknya kelompok core authors yang stabil. Keenam, India menjadi negara paling produktif dengan 56 artikel, diikuti Amerika Serikat dengan 44 artikel dan Tiongkok dengan 31 artikel, sementara Indonesia menempati posisi ketujuh dengan 16 artikel. Ketujuh, thematic map analysis mengidentifikasi social networking, commerce, dan sales sebagai motor themes, dengan influencer marketing dan consumer decision-making sebagai topik yang menguat pada akhir periode.Disimpulkan bahwa riset social media dan digital marketing berkembang pesat secara global dengan agenda tematik yang semakin terfokus dan terintegrasi, serta memberikan implikasi teoritis dan praktis bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan literatur mengenai digital marketing dan Small and medium enterprises (SMEs) atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pendekatan bibliometrik berbasis data Scopus periode 2020–2025. Latar belakang penelitian didasarkan pada peran strategis dalam perekonomian serta meningkatnya adopsi digital marketing sebagai upaya meningkatkan daya saing bisnis di era transformasi digital. Namun, literatur yang ada masih terfragmentasi dan belum dipetakan secara sistematis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis bibliometrik melalui software R Studio (Bibliometrix dan Biblioshiny). Data diperoleh dari database Scopus sebanyak 233 artikel yang telah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria tertentu. Analisis meliputi tren publikasi, kontributor utama (penulis, institusi, dan negara), pola kolaborasi, serta tema penelitian dominan dan identifikasi research gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami peningkatan signifikan dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 31,95%. Indonesia menjadi kontributor utama dalam produksi ilmiah, sementara kolaborasi penulis masih bersifat terfragmentasi. Tema penelitian didominasi oleh digital marketing, SMEs, dan social media, dengan perkembangan menuju digital transformation dan business performance. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan penelitian, terutama terkait kurangnya model integratif yang menghubungkan digital marketing, kapabilitas digital, dan kinerja SMEs secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memetakan struktur pengetahuan serta arah pengembangan riset di masa depan, sekaligus menjadi dasar bagi penguatan strategi digital marketing dalam mendukung keberlanjutan SMEs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Service Quality and Sustainable Marketing pada periode 2015–2025 melalui pendekatan analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis sebanyak 848 dokumen ilmiah terindeks Scopus yang diolah menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (RStudio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi ilmiah pada bidang ini mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 1,21%, yang mengindikasikan peningkatan minat akademik secara konsisten. Topik dominan yang teridentifikasi meliputi service quality, marketing, dan customer satisfaction, dengan pergeseran tema terkini yang mengarah pada aspek perilaku konsumen dan integrasi keberlanjutan dalam praktik pemasaran. China dan Amerika Serikat teridentifikasi sebagai pusat kolaborasi global, dengan China sebagai negara paling produktif dalam jumlah publikasi. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel yang diterbitkan pada periode 2016–2019 di jurnal bereputasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, serta dampak penelitian dalam bidang promotional strategy marketing periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 630 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software Bibliometrix (R Studio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,18%. Topik dominan meliputi "Marketing", "Social Media", dan "Advertising", dengan pergeseran terkini ke arah digital marketing dan perilaku konsumen. Amerika Serikat dan China menjadi pusat kolaborasi global, dengan Amerika Serikat sebagai negara paling produktif. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2019 di jurnal bereputasi. Analisis terhadap pola kolaborasi menunjukkan bahwa kerja sama pada tingkat penulis dan institusi masih terbatas pada kelompok-kelompok kecil yang tidak saling terhubung, namun pada tingkat negara terbentuk jaringan yang lebih terstruktur. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur promotional strategy marketing serta mengidentifikasi celah riset yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Service Quality and Sustainable Marketing pada periode 2015–2025 melalui pendekatan analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis sebanyak 848 dokumen ilmiah terindeks Scopus yang diolah menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (RStudio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi ilmiah pada bidang ini mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 1,21%, yang mengindikasikan peningkatan minat akademik secara konsisten. Topik dominan yang teridentifikasi meliputi service quality, marketing, dan customer satisfaction, dengan pergeseran tema terkini yang mengarah pada aspek perilaku konsumen dan integrasi keberlanjutan dalam praktik pemasaran. China dan Amerika Serikat teridentifikasi sebagai pusat kolaborasi global, dengan China sebagai negara paling produktif dalam jumlah publikasi. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel yang diterbitkan pada periode 2016–2019 di jurnal bereputasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai content marketing menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari database Scopus periode 2015–2025 sebanyak 751 dokumen dan dianalisis menggunakan Biblioshiny pada R Studio melalui performance analysis, co-word analysis, network analysis, dan citation analysis. Hasil menunjukkan bahwa publikasi content marketing mengalami pertumbuhan pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan 23,49% serta didominasi kolaborasi penulis dengan rata-rata 3,56 penulis per dokumen dan kolaborasi internasional sebesar 28,1%. Tema penelitian berfokus pada social media, customer engagement, dan digital strategy yang mencerminkan sifat interdisipliner. Selain itu, rata-rata sitasi sebesar 22,85 menunjukkan dampak ilmiah yang kuat. Secara keseluruhan, content marketing merupakan bidang riset yang dinamis, relevan, dan berpotensi untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, serta dampak penelitian dalam bidang Marketing Innovation periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 788 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software RStudio dengan paket Bibliometrix dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan signifikan sebesar 14,87% dengan puncak produktivitas 116 artikel pada tahun 2024. Topik dominan meliputi "Innovation", "Marketing", "Sustainability", dan "Sustainable Development", dengan pergeseran terkini ke arah Artificial Intelligence, digital technologies, dan competitiveness yang berkembang pesat pada tahun 2024-2025. Pola kolaborasi peneliti dan institusi cenderung terbatas pada kelompok kecil yang terpisah, sementara kolaborasi tingkat negara menunjukkan integrasi lebih kuat dengan United Kingdom, China, dan Amerika Serikat sebagai pusat penghubung global. China menjadi negara paling produktif dengan 192 frekuensi kemunculan, diikuti Indonesia yang menempati peringkat kelima dengan 95 frekuensi. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2021 di jurnal bereputasi seperti Environmental Innovation and Societal Transitions, dengan artikel Bocken dkk. (2016) sebagai yang paling berpengaruh (415 sitasi). Jurnal Sustainability (Switzerland) menjadi sumber publikasi utama dengan 204 artikel. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur Marketing Innovation serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis dalam menghadapi era digital dan tuntutan keberlanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan memetakan tren perkembangan, mengidentifikasi topik dan negara paling produktif, menganalisis pola kolaborasi, serta mengevaluasi dampak penelitian di bidang marketing media and sustainable berdasarkan literatur Scopus periode 2015–2025. Penelitian menggunakan metode bibliometrik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data bersumber dari Scopus melalui kata kunci "marketing AND media AND sustainable" dan disaring menggunakan protokol PRISMA, menghasilkan 648 artikel dari 304 jurnal. Analisis dilakukan dengan RStudio menggunakan paket Bibliometrix dan antarmuka Biblioshiny. Temuan menunjukkan pertumbuhan publikasi yang signifikan sebesar 28,63% per tahun, dari 10 artikel pada 2015 menjadi 126 artikel pada 2024. Topik yang paling sering muncul adalah marketing (186 kemunculan), sustainability (178), dan social media (177), mencerminkan sifat interdisipliner bidang ini. Tingkat kolaborasi tergolong tinggi, dengan rata-rata 9,65 penulis per dokumen dan 28,55% di antaranya merupakan kolaborasi internasional. China (232 artikel) dan Indonesia (231 artikel) tercatat sebagai negara paling produktif, disusul India (117), Amerika Serikat (111), dan Malaysia (109). Dampak ilmiah bidang ini ditandai dengan rata-rata 17,94 sitasi per dokumen. Studi ini menyimpulkan bahwa marketing media and sustainable merupakan bidang riset yang dinamis dan berdimensi global, dengan potensi pengembangan yang masih luas terutama pada tema pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pemasaran berkelanjutan dan dampak greenwashing di era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dan dampak penelitian pada bidang branding dan brand image dengan menganalisis 1.075 artikel terindeks Scopus (2015–2025) melalui pendekatan bibliometrik menggunakan R Studio (Bibliometrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat secara konsisten dengan puncak pada tahun 2024 (129 artikel), topik dominan meliputi branding, brand image, marketing, social media, serta isu terkini seperti sustainability dan personal branding. Kolaborasi penulis cenderung tersebar dalam klaster-klater kecil, sementara kolaborasi negara membentuk jaringan global yang terpusat pada Amerika Serikat dan Inggris. Amerika Serikat sebagai kontributor terbesar dengan 368 artikel dan Indonesia menempati peringkat kedelapan dengan 101 artikel. Dampak penelitian ditunjukkan oleh dominasi Journal of Business Research dan artikel Godey et al. sebagai yang paling banyak dikutip, merefleksikan landasan intelektual yang kokoh dalam perkembangan bidang ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai arah dan peluang penelitian di masa mendatang dan menjadi referensi bagi peneliti dalam mengembangkan kajian dan strategi terkait branding dan brand image.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya pengguna internet di Indonesia menunjukkan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Salah satu dampak signifikan dari kemajuan ini adalah munculnya perdagangan elektronik (e-commerce) dan pemasaran digital (digital marketing). E-commerce dan pemasaran digital menjadi strategi utama bisnis digital, yang ditandai dengan meningkatnya pengguna E-commerce di Indonesia dan meningkatnya publikasi ilmiah dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan memetakan tren dan perkembangan penelitian e-commerce dan pemasaran digital melalui analisis bibliometrik menggunakan data Scopus dengan kata kunci E-commerce and Digital Marketing periode 2015-2025 sebanyak 433 publikasi. Analisis dilakukan dengan R Studio (biblioshiny) untuk mengidentifikasi tren, topik dominan, serta kontribusi negara, institusi, dan sumber jurnal. Hasil menunjukkan jumlah publikasi meningkat dengan topik utama e-commerce, digital marketing, social media, consumer behavior, dan digital transformation. China menjadi negara paling produktif. Yuri Kondratyuk Poltava Polytechnic sebagai institusi paling produktif, serta Emerald Emerging Markets Case Studies dan Sustainability (Switzerland) sebagai sumber jurnal paling dominan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dan memberikan gambaran arah penelitian di masa mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Green Marketing dan Sustainable Marketing periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 898 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software Bibliometrix (R Studio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan signifikan sebesar 20,37%. Topik dominan meliputi "Marketing" dan "Sustainability", dengan pergeseran terkini ke arah perilaku konsumen. China dan AS menjadi pusat kolaborasi global, dan China sebagai negara paling produktif. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2019 di jurnal bereputasi. Peta tematik mengidentifikasi "sustainable tourism" sebagai tema yang sedang berkembang. Namun, belum terbentuknya motor themes (tema penggerak) dalam peta tematik yang mengindikasikan perlunya integrasi lebih kuat antar tema untuk mendorong bidang penelitian ini ke fase perkembangan berikutnya. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis yang berkelanjutan.