BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Hiu sungai Glyphis fowlerae merupakan spesies hiu yang sangat langka dan memiliki nilai konservasi tinggi. Informasi mengenai aspek reproduksi spesies ini di Indonesia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mendukung upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek reproduksi Glyphis fowlerae yang meliputi Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan nisbah kelamin di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga April 2026 menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 40 ekor hiu yang merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan rawai dijadikan sampel penelitian. Parameter yang diamati meliputi panjang total, berat tubuh, berat gonad, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15 ekor hiu yang gonadnya dapat diamati secara makroskopis, terdiri atas 12 ekor jantan dan 3 ekor betina, sedangkan 25 ekor lainnya tidak ditemukan gonad. Seluruh sampel yang memiliki gonad berada pada Tingkat Kematangan Gonad I (immature). Nilai Indeks Kematangan Gonad jantan sebesar 0,68 ± 0,35%, sedangkan betina sebesar 0,82 ± 0,26%, yang menunjukkan bahwa gonad masih dalam tahap perkembangan awal dan belum memasuki fase reproduksi aktif. Nisbah kelamin keseluruhan adalah 1:1, yaitu masing-masing 20 ekor jantan dan 20 ekor betina. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hiu sungai yang tertangkap di Perairan Sungai Sesayap didominasi oleh individu juvenil, sehingga penelitian ini menjadi informasi dasar mengenai aspek reproduksi Glyphis fowlerae di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu sungai Glyphis fowlerae merupakan spesies hiu yang sangat langka dan memiliki nilai konservasi tinggi. Informasi mengenai aspek reproduksi spesies ini di Indonesia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mendukung upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek reproduksi Glyphis fowlerae yang meliputi Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan nisbah kelamin di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga April 2026 menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 40 ekor hiu yang merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan rawai dijadikan sampel penelitian. Parameter yang diamati meliputi panjang total, berat tubuh, berat gonad, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15 ekor hiu yang gonadnya dapat diamati secara makroskopis, terdiri atas 12 ekor jantan dan 3 ekor betina, sedangkan 25 ekor lainnya tidak ditemukan gonad. Seluruh sampel yang memiliki gonad berada pada Tingkat Kematangan Gonad I (immature). Nilai Indeks Kematangan Gonad jantan sebesar 0,68 ± 0,35%, sedangkan betina sebesar 0,82 ± 0,26%, yang menunjukkan bahwa gonad masih dalam tahap perkembangan awal dan belum memasuki fase reproduksi aktif. Nisbah kelamin keseluruhan adalah 1:1, yaitu masing-masing 20 ekor jantan dan 20 ekor betina. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hiu sungai yang tertangkap di Perairan Sungai Sesayap didominasi oleh individu juvenil, sehingga penelitian ini menjadi informasi dasar mengenai aspek reproduksi Glyphis fowlerae di wilayah tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tren penelitian adaptive leadership berdasarkan data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus menggunakan pendekatan bibliometrik. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi tren publikasi, sumber publikasi yang paling relevan, negara dan institusi yang berpengaruh, dokumen dan penulis dengan sitasi tertinggi, serta tema penelitian yang dominan dan berkembang dalam kajian adaptive leadership. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (literature review). Data diperoleh dari basis data Scopus melalui proses seleksi menggunakan metode PRISMA dengan kata kunci “Adaptive leadership”. Hasil penyaringan menghasilkan 223 artikel yang dianalisis menggunakan perangkat lunak R Studio melalui paket Bibliometrix dan Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai adaptive leadership mengalami peningkatan signifikan terutama pada periode 2020–2025. Leadership Quarterly menjadi sumber publikasi paling relevan, sementara penelitian tersebar pada berbagai bidang seperti kepemimpinan, manajemen, pendidikan, dan administrasi publik. Analisis bibliometrik juga menunjukkan tema penelitian berkembang pada isu transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan organisasi, dan keberlanjutan. Selain itu, pola publikasi yang tersebar mengindikasikan bahwa kajian adaptive leadership bersifat multidisipliner dan terus berkembang seiring meningkatnya dinamika organisasi modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan penelitian adaptive leadership serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tren penelitian adaptive leadership berdasarkan data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus menggunakan pendekatan bibliometrik. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi tren publikasi, sumber publikasi yang paling relevan, negara dan institusi yang berpengaruh, dokumen dan penulis dengan sitasi tertinggi, serta tema penelitian yang dominan dan berkembang dalam kajian adaptive leadership. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (literature review). Data diperoleh dari basis data Scopus melalui proses seleksi menggunakan metode PRISMA dengan kata kunci “Adaptive leadership”. Hasil penyaringan menghasilkan 223 artikel yang dianalisis menggunakan perangkat lunak R Studio melalui paket Bibliometrix dan Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai adaptive leadership mengalami peningkatan signifikan terutama pada periode 2020–2025. Leadership Quarterly menjadi sumber publikasi paling relevan, sementara penelitian tersebar pada berbagai bidang seperti kepemimpinan, manajemen, pendidikan, dan administrasi publik. Analisis bibliometrik juga menunjukkan tema penelitian berkembang pada isu transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan organisasi, dan keberlanjutan. Selain itu, pola publikasi yang tersebar mengindikasikan bahwa kajian adaptive leadership bersifat multidisipliner dan terus berkembang seiring meningkatnya dinamika organisasi modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan penelitian adaptive leadership serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.