Analisa Pembuatan Arang Dari Kayu Limbah Mebel Menggunakan Alat Pembuat Arang
*Limbah kayu adalah sisa-sisa kayu atau bagian-bagian kayu yang dianggap tidak lagi bernilai ekonomis dari sebuah proses kegiatan industri maupun ekonomi. Salah satu penghasil limbah kayu adalah industri mebel. Limbah kayu mebel akan kembali bermanfaat apabila diubah menjadi arang. Arang adalah bahan padat dan berpori yang dibuat oleh proses pirolisi (karbonisasi) bahan yang mengandung karbon. Limbah kayu hasil industri mebel yang ada di kota Tarakan adalah jenis kayu meranti dan kempas. Dengan menggunakan alat pembuat arang yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dari limbah kayu meranti dan kempas. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat arang berbahan dasar limbah kayu mebel dengan menggunakan alat pembuat arang dan mengetahui seberapa efektif hasil proses pembuatan arang tersebut. Pembuatan dilakukan menggunakan bahan dasar limbah mebel berupa masing-masing 8 kg kayu meranti dan kampas. Proses awal pembuatan arang dengan meninjau kadar air menggunakan alat Moisteure Meter, dimana hasilnya menunjukan kadar air kayu meranti lebih tinggi dibandingkan kayu kempas. Kadar air meranti dan kempas masing-masing 16% dan 12%. Hasil akhir pembuatan arang menunjukan bahwa dengan menggunakan alat pembuat arang maka diperoleh hasil arang kayu meranti dan kempas berturut-turut adalah 43% dan 50%.