ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tipe bifacial yang terintegrasi pada struktur atap parkir (carport) Rektorat Universitas Borneo Tarakan, sebagai solusi krusial dalam menghadapi keterbatasan energi fosil dan tingginya biaya listrik di wilayah tersebut, sekaligus memanfaatkan potensi energi surya Kalimantan Utara. PLTS bifacial dipilih karena kemampuan menyerap cahaya dari dua sisi (depan dan belakang) yang berpotensi meningkatkan produksi energi dibandingkan panel konvensional. Pendekatan yang digunakan adalah simulasi kuantitatif menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan data input meliputi luas lahan parkir, data cuaca historis Tarakan, dan spesifikasi komponen. Fokus utama desain terletak pada optimasi orientasi pemasangan, sudut kemiringan (tilt), dan arah (azimuth) yang optimal sesuai iklim tropis. Hasil simulasi menampilkan produksi energi listrik tahunan yang di hasilkan sebanyak 156588 kWh/tahun, Performance Ration yang mencapai 0,909, dan penghematan listri mencapai Rp. 174.554.907 pertahunya. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi teknis bagi UBT untuk mewujudkan kampus hijau serta menjadi model penerapan PLTS bifacial carpot di wilayah tropis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bandar Udara Juwata Tarakan merupakan pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah Kalimantan Utara dengan rata-rata volume penumpang yang tinggi setiap harinya. Kajian komprehensif mengenai kapasitas dan karakteristik parkir di bandara ini terakhir dilakukan pada tahun 2015, sehingga data yang tersedia sudah tidak relevan untuk menggambarkan kondisi eksisting maupun kebutuhan ruang parkir saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik parkir dan kebutuhan ruang parkir di Bandara Juwata Tarakan, baik pada kondisi eksisting maupun proyeksi 10 tahun mendatang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan selama 7 hari berturut-turut pada tiga zona parkir, yaitu area parkir kendaraan roda dua, area parkir umum roda empat, dan area parkir VIP. Data primer diperoleh melalui pencatatan kendaraan masuk dan keluar, sedangkan analisis dilakukan terhadap volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, indeks parkir, turnover, dan occupancy rate. Peramalan kebutuhan ruang parkir 10 tahun mendatang dilakukan dengan analisis faktor pertumbuhan berdasarkan data pergerakan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan akumulasi parkir puncak tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua sebesar 169 kendaraan, roda empat umum sebesar 115 kendaraan, dan roda empat VIP sebesar 27 kendaraan. Dibandingkan dengan kapasitas eksisting, ruang parkir roda dua (261 petak) dan roda empat umum (148 petak) masih mencukupi, sedangkan ruang parkir VIP (24 petak) mengalami kekurangan sebesar 3 petak. Berdasarkan proyeksi menggunakan laju pertumbuhan penumpang rata-rata 2,233% per tahun, kebutuhan ruang parkir pada tahun 2036 diperkirakan mencapai 211 petak untuk roda dua, 143 petak untuk roda empat umum, dan 34 petak untuk VIP, sehingga diperlukan penambahan kapasitas parkir VIP minimal 11 petak untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan hukum oleh kepolisian terhadap praktik juru parkir liar di Kota Tarakan serta untuk mengetahui tanggung jawab kepolisian sebagai hukum dalam menangani praktik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh terdiri atas data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara menguraikan, menggambarkan, dan menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan praktik juru parkir liar di Kota Tarakan. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum oleh kepolisian telah dilakukan melalui upaya preventif berupa patroli rutin, sosialisasi, dan koordinasi lintas instansi, serta upaya represif berupa penertiban dan penindakan terhadap juru parkir liar. Namun, efektivitas penegakan hukum tersebut belum optimal karena masih ditemukannya praktik parkir liar di sejumlah lokasi strategis, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan personel dan sarana pendukung. Selain penegakan hukum, tanggung jawab kepolisian sebagai penegakan hukum diwujudkan dalam upaya menjaga ketertiban lalu lintas, melindungi masyarakat dari pungutan liar, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perparkiran. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan perparkiran, masih lemahnya pengawasan dan penindakan yang berkelanjutan oleh aparat kepolisian, serta terbatasnya koordinasi antarinstansi terkait menjadi faktor utama yang menyebabkan praktik juru parkir liar masih terus berlangsung di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP JURU PARKIR ILEGAL DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap juru parkir ilegal di Kota Tarakan dan bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap juru parkir ilegal di Kota Tarakan. Pesatnya pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan mengakibatkan meningkatnya jumlah kendaraan sehingga menyebabkan tingginya infrastruktur yang harus disediakan oleh pemerintah kota, pada beberapa kasus di Kota Tarakan banyak di temukannya petugas parkir liar yang tidak sesuai peraturan yang berlaku sebagaimana yang di atur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Perparkiran. Metode penelitian dilakukan dengan hukum normatif yang berfokus pada norma hukum positif, sedangkan pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa penegakan hukum pidana cukup terbilang rendah dalam aturan ini sehingga tujuan daripada pelanggaran yang tergolong pidana kurang memberi kesan penderitaan berat terhadap akibat dari perbuatan pelanggaran sehingga para juru parkir ilegal ini tidak mendapat efek jera. Sehingga perlu adanya upaya penegakan hukum yang lebih masif dari Aparat Penegak Hukum serta peran serta masyarakat dalam memberantas juru parkir ilegal yang merugikan bagi masyarakat bahkan Pemerintah Kota Tarakan bagi Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi parkir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENERAPAN SANKSI ADMINISTRASI TERHADAP JURU PARKIR ILEGAL DI KOTA TARAKAN Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Penerapan Sanksi Administrasi terhadap juru parkir ilegal dan untuk mengetahui kendala hukum dalam penerapan Sanksi Administrasi terhadap juru parkir ilegal di Kota Tarakan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tarakan No 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggara Perparkiran. Munculnya juru parkir ilegal di Kota Tarakan menyebabkan beberapa permasalahan salah satunya seperti kemacetan di sejumlah ruas jalan. Permasalahan ini kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah Kota Tarakan dengan upaya penertiban yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan sebagai unsur pelaksana dan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai aparatur Pemerintah Daerah. Penerapan penertiban parkir yang kurang tentu akan berdampak pada arus lalu lintas. Masalah penertiban juru parkir ilegal masih menjadi tantangan bagi kebijakan pemerintah agar menciptakan peraturan yang tegas. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sanksi administrasi terhadap juru parkir ilegal sudah pernah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tarakan No 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggara Perparkiran. Namun terdapat kendala yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja terdapat pada kurangnya personil dan kendaraan saat melaksanakan penertiban dan minimnya tingkat kesadaran hukum, ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif, dan kurangnya motivasi untuk mengubah perilaku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Parkir menjadi salah satu hal yang krusial karena akan memberikan keamanan pada kendaraan yang akan di parkirkan. Pada perparkiran terdapat perjanjian yang diwujudkan dalam bentuk karcis parkir, namun dalam pelaksanaan perjanjian parkir masih terdapat pencantuman klausula eksonerasi sehingga akan menimbulkan kerugian dan tidak terlaksananya hak dan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan klausula eksonerasi pada karcis parkir di kota tarakan serta Tinjauan terhadap perjanjian parkir yang beredar di kota tarakan. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) dan konseptual (Conceptual Approach). Hasil dari penelitian ini pertama, penggunaan klausula eksonerasi pada karcis parkir tidak sejalan dengan KUHPerdata dan Peraturan daerah kota tarakan nomor 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan perparkiran. sebagai perjanjian penitipan barang kewajiban menjaga kendaraan ada pada pihak penyelenggara parkir sehingga penggunaan klausula eksonerasi dilarang penggunaanya dan klausula eksonerasi pada karcis parkir tidak memenuhi asas itikad baik dan syarat sah perjanjian pasal 1320 KUHPerdata suatu sebab yang halal, maka karcis parkir yang menggunakan klausula eksonerasi memiliki akibat hukum yaitu batal demi hukum. Kedua, Karcis parkir yang beredar di kota Tarakan tidak memunculkan hak dan kewajiban pada karcis parkir. penyelenggara parkir juga tidak menjalankan kewajiban sebagai penerima titipan dilihat dari adanya pencantuman klausula eksonerasi pada karcis parkir dan plang yang terpasang di dekat loket karcis parkir hal ini membuktikan bahwa perparkiran di kota tarakan tidak memberikan hak pengguna jasa parkir untuk mendapatkan keamanan terhadap kendaraan yang dititipkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengelolaan parkir di Tepi Jalan Umum di Kota Tarakan merupakan salah satu masalah umum dihadapi oleh masyarakat. Parkir di tepi jalan umum dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, kesulitan dalam bergerak, dan biaya lebih. Kurangnya kesadaran dari masyarakat serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari pemerintah menyebabkan pengelolaan parkir di tepi jalan umum kurang efektif. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui mekanisme serta faktor-faktor apa saja yang mempengatahui pengelolaan parkir di tepi jalan umum di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif yaitu penelitian menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Penelitian skripsi ini menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan karya ilmiah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pebgelolaan parkir di tepi jalan umum di atur dalam Keputusan Walikota Tarakan Nomor 003/HK-XII/495/2021 Tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum memberikan kewenangan kepada Dinas Perhubungan untuk mengelola parkir di tepi jalan umum, selanjutnya Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Perumda Tarakan Usaha melalui mekanime kerja sama. Kemudian Perumda Tarakan aneka usaha diberikan kewenangan untuk mengurus dan menunjuk juru parkir sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku. Juru parkir tersebut nantinya melaksanakan perparkiran sesuai dengan titik parkir yang telah ditentukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan parkir di tepi jalan umum adalah faktor regulasi, kurangnya kesadaran juru parkir atas tugas dan kewajibannya, kurangnya kesadaran pengguna parkir, dan fasilitas parkir yang masih belum memadai dalab penyelenggaraa parkir di tepi jalan umum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat di jalan RE Martadinata terdapat banyak sekali pertokoan dengan pengaturan lahan parkir yang kurang maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir. Penelitian ini di lakukan untuk menentukan berapakah satuan ruang parkir yang tersedia pada kawasan pertokoan yang ada di jalan RE Martadinata dan Menguraikan kondisi karakteristik parkir yang terdapat pada jalan RE Martadinata. Metode yang digunakan mengacu pada dasar - dasar MKJI dan Pedoman Teknik Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Dalam pengumpulan data tahap pertama yaitu dilakukan pengukuran luas lahan parkir, kemudian penelitian selanjutnya melakukan survei dengan mencatat jumlah kendaraan yang masuk atau keluar pada kawasan pertokoan di jalan RE Martadinata. Sehingga di dapatkan hasil satuan ruang parkir sebanyak 413 petak parkir untuk kendaraan sepeda motor dan 9 petak parkir untuk mobil. Karakteristik parkir menunjukkan bahwa Volume parkir sebesar 271 motor, 43 mobil. Durasi parkir terlama untuk motor 2,72 jam, mobil 2,49 jam. Pergantian parkir untuk motor sebanyak 2 kendaraan dan mobil 1 kendaraan. Indeks Parkir maksimum motor 128,95 %, mobil 222,22 %. Space Hours Occupancy maksimum motor dengan nilai 71.90 %, mobil 84,92 %. dari sepuluh lokasi titik parkir yang diteliti terdapat 3 lokasi yang tidak dapat menampung aktivitas parkir di kawasan pertokoan pada Jalan RE Martadinata yang sudah melebihi kapasitas yang tersedia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan mengenai Implementasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpakiran terkait parkir di badan jalan sebagai garasi di Kota Tarakan. Pertama, bagaimana implementasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 tahun 2017 tentang Penyelenggaran Perpakiran terkait parkir di badan jalan sebagai garasi di Kota Tarakan? Kedua, apa yang menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Perpakiran terkait parkir di badan jalan sebagai garasi di Kota Tarakan?. Skripsi ini merupakan penelitian empiris dengan objek kajian pada Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Satpol PP Kota Tarakan, Sat Lantas Polres Tarakan dan masyarakat yang memakirkan kendaraan bermotor roda empat di badan jalan sebagai garasi di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan ketentuan hukum yakni Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpakiran. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang didapatkan melalui wawancara, observasi dan pengamatan di lapangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan data-data pada internet. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa, penerapan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpakiran didalam masyarakat belum terlaksana secara optimal, di karenakan minimnya pengawasan dari pihak yang terkait, pembiaran dari aparat penegak hukum, tata kelola ruang dan ketersediaan lahan yang ada di Kota Tarakan terbatas, sumber daya dan sarana prasarana dalam melakukan penertiban maupun penindakan yang belum memadai, minim atau tidak tersedianya kantong-kantong parkir pada ruas jalan yang ada di Kota Tarakan, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketaatan hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu aktifitas penyebab kemacetan adalah parkir di badan jalan yang mempengaruhi kinerja ruas jalan, studi ini dilatarbelakangi kemacetan yang diakibatkan kegiatan parkir kendaraan pada badan jalan dikawasan jalan Kusuma bangsa. Di ruas jalan ini terjadi pengurangan lebar jalur lalu lintas akibat aktifitas parkir dibadan jalan (on-street parking), Pengaruh yang terjadi akibat aktifitas parkir dibadan jalan (on-street parking) membuat kecepatan menurun walaupun arus kecepatan masih stabil diangka 47km/jam, sedangkan untuk kapasitas ruas jalan menjadi berkurang diangka 2702,6 smp/jam, dan hambatan samping yang sangat tinggi yaitu, 929,7 kejadian/jam. Dengan ciri – ciri khusus Daerah Komersial, ada aktivitas pasar sisi jalan. Berdasarkan hasil data analisis yg ditelah dilakukan, nilai Tingkat pelayanan dijalan Kusuma bangsa dikategori B dengan kondisi jalan Arus stabil kecepatan sedikit terbatas oleh lalu lintas, volume pelayanan yang dipakai untuk design jalan luar kota. Dengan demikian dapat disimpulkan aktifitas parkir dibadan jalan mengakibatkan menurunnya kapasitas ruas jalan dan kinerja ruasa jalan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parkir merupakan masalah yang sering dijumpai dalam sistem transportasi perkotaan seperti Kota Tarakan dan sangat mempengaruhi pergerakan kendaraan, maka perlu diatur sedemikian agar lalu lintas dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak menimbulkan bahaya dan kemacetan. Sebaran parkir pada Kota Tarakan akan lebih efektif jika penyajian informasinya dilakukan secara grafis, salah satu teknologi komputer untuk pengolahan secara grafis yaitu dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi sebaran parkir di Kota Tarakan yang terintegritasi sesuai dengan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir dan penyajian informasi penyebarannya menggunakan sistem informasi geografis, dalam penelitian menganalisis karakteristik parkir pada salah satu pusat perbelanjaan Kota Tarakan yaitu THM. Metode yang diterapkan adalah dengan melakukan survei langsung untuk mendapatkan data koordinat lokasi parkir, daerah larangan parkir, jumlah SRP, jumlah kendaraan, waktu parkir dan tipe kendaraan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa permasalahan yang timbul adalah dari 232 parkir yang diidentifikasi terdapat 112 parkir di badan jalan yang tidak diperbolehkan dan hasil identifikasi tersebut diolah secara digital menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 sehingga menghasilkan 3 peta sebaran parkir, dan berdasarkan hasil analisis karakteristik parkir menunjukkan bahwa dari 8 lokasi yang diteliti pada area THM Kota Tarakan terdapat 2 lokasi yang tidak dapat menampung aktivitas parkir karena terbatasnya ruang parkir yang tersedia sehingga menyebabkan terjadinya aktivitas ganda dan parkir di badan jalan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah memiliki kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. Dalam menjalankan pemerintahan tersebut pemerintah akan mengupayakan pendanaan untuk mendukung kebijakan maupun program pemerintah. salah satunya dengan meningkatkan PAD yang terdiri atas pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, serta lain lain PAD yang sah, sebagai indikator untuk mengukur ketergantungan suatu daerah kepada pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh retribusi parkir terhadap PAD Kota Tarakan, pengaruh pajak restoran terhadap PAD Kota Tarakan, dan pajak sarang burung walet terhadap PAD Kota Tarakan. Dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode statistik untuk menganalisis data berupa uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap dependen, dengan hasil analisis yang diolah dengan bantuan SPSS. Retribusi parkir dan pajak restoran berpengaruh tidak signifikan, sedangkan pajak sarang burung walet tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD, hal ini dibuktikan dengan uji t. Kemudian hasil uji f menyatakan bahwa secara keseluruhan variabel independen berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas kebijakan retribusi parkir berbasis E-Parkir serta untuk mengetahui kontribusi retribusi parkir berbasis E-Parkir pada pendapatan asli daerah kota tarakan. Kebijakan retribusi parkir berbasis E-Parkir merupakan beijakan yang dikeluarkan pemerintah kota tarakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah kota tarakan serta kemudahan, keringan dalam pembayaran retribusi parkir bagi masyarakat kota tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan perhitungan efektivitas penerimaan retribusi parkir serta intrepetasi Efektvitas, persentase efektivitas dari kebijakan retribusi parkir berbasis E-Parkir pada tahun 2020 sebesar 81% dengan kriteria Tidak efektif serta tingkat efektivitas pada tahun 2021 yaitu 51% dengan kriteria Tidak efektif. dimana dalam dua tahun Kebijakan Retribusi E-Parkir Kota Tarakan mencapai efektivitas ratarata 66% dari target retribusi E-Parkir dengan kriteria Kurang efektif . Rasio kontribusi retribusi parkir berbasis E-Parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah yang hitung menurut rumus kontribusi pada tahun 2020 sebesar 0,30% serta pada tahun 2021 sebesar 0,17% diproleh nilai rata-rata sebesar 0,23%, dengan berdasarkan intrepetasi kriteria nilai kontribusi dikategorikan sangat kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kebutuhan lahan areal parkir dan kebutuhan ruang parkir kendaraan pada lahan parkir di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan. Kegiatan penelitian ini dimulai pada bulan Januari 2020 selama seminggu, lokasi penelitian di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil analisis karakteristik parkir maka didapatkan hasil seperti, Volume parkir tertinggi selama 10 jam pengamatan untuk kendaraan roda dua sebesar 1507 kendaraan, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 843 kendaraan, Akumulasi parkir tertinggi kendaraan roda dua sebanyak 70 kendaraan yang terjadi pada rentang waktu 11.00 s/d 12.00, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 38 kendaraan terjadi pada rentang waktu 13.00 s/d 14.00, durasi parkir rata-rata tertinggi untuk kendaraan roda dua sebesar 39,66 Jam/Kendaraan, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 22,25 Jam/Kendaraan, Tingkat pergantian parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 1 dan kendaraan roda empat sebesar 4, Indeks parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 35% dan kendaraan roda empat sebesar 95%, Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 119 petak, menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir kendaraan roda dua masih bisa menampung pengunjung untuk kendaraan roda empat adalah sebesar 39 menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir kendaraan roda empat masih bisa menampung pengunjung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak pelayanan parker di gusher plaza terhadap para pelanggan parker. Perlunya dilakukan kajian di gusher plaza mengacu dari latar belakang yang diangkat salah satunya mengenai keamanan dan kenyamanan stelahnya akan di lakukan, Analisa Distribusi Frekuensi, Deskriptif Kualitatif, Analisa IPA (Immportance-Performance Analysis) dan menggunakan satu metode lagi yaitu metode QFD (Quality Function Deployment). Meliputi luasan ruang parkir memadai sesuai jenis transportasi, Kesiapan petugas keamanan, Lokasi berjalan menuju area parker, kesesuaian tarif parkir dengan jenis kendaraan, tarif parkir berlaku flat/sama untuk semua area parkir yang ada, tarif parkir sesuai jenis kendaraan berlaku sama dengan tarif parkir di tempat lain atau diluar area pasar, tarif parkir sesuai jenis kendaraan yang berlaku relatif lebih rendah dibanding tarif parkir di tempat lain atau diluar area pasar, ada / tersedianya rambu pengaturan tempat parkir sesuai jenis kendaraan.