Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Perjanjian Baku
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Hukum Pengelolaan Jasa Parkir di Kota Tarakan

2024•

Parkir menjadi salah satu hal yang krusial karena akan memberikan keamanan pada kendaraan yang akan di parkirkan. Pada perparkiran terdapat perjanjian yang diwujudkan dalam bentuk karcis parkir, namun dalam pelaksanaan perjanjian parkir masih terdapat pencantuman klausula eksonerasi sehingga akan menimbulkan kerugian dan tidak terlaksananya hak dan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan klausula eksonerasi pada karcis parkir di kota tarakan serta Tinjauan terhadap perjanjian parkir yang beredar di kota tarakan. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) dan konseptual (Conceptual Approach). Hasil dari penelitian ini pertama, penggunaan klausula eksonerasi pada karcis parkir tidak sejalan dengan KUHPerdata dan Peraturan daerah kota tarakan nomor 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan perparkiran. sebagai perjanjian penitipan barang kewajiban menjaga kendaraan ada pada pihak penyelenggara parkir sehingga penggunaan klausula eksonerasi dilarang penggunaanya dan klausula eksonerasi pada karcis parkir tidak memenuhi asas itikad baik dan syarat sah perjanjian pasal 1320 KUHPerdata suatu sebab yang halal, maka karcis parkir yang menggunakan klausula eksonerasi memiliki akibat hukum yaitu batal demi hukum. Kedua, Karcis parkir yang beredar di kota Tarakan tidak memunculkan hak dan kewajiban pada karcis parkir. penyelenggara parkir juga tidak menjalankan kewajiban sebagai penerima titipan dilihat dari adanya pencantuman klausula eksonerasi pada karcis parkir dan plang yang terpasang di dekat loket karcis parkir hal ini membuktikan bahwa perparkiran di kota tarakan tidak memberikan hak pengguna jasa parkir untuk mendapatkan keamanan terhadap kendaraan yang dititipkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH ATAS PENERAPAN PERJANJIAN BAKU DALAM PEMBUKAAN REKENING BANK

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembukaan rekening yang dilakukan oleh nasabah di bank menggunakan Perjanjian baku sebagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi konsumen. Tujuan dari diterapkannya perjanjian tersebut adalah agar transaksi dapat menjadi lebih efisien, menghemat waktu dan tidak memakan banyak biaya. Dikarenakan perjanjian tersebut telah ditetapkan sebelumnya dan secara sepihak oleh pihak bank, maka nasabah tidak memiliki kesempatan untuk melakukan negosiasi mengenai isi dari perjanjian tersebut. hal ini mengakibatkan posisi nasabah menjadi lebih lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Kesimpulan yang didapat, dalam pembukaan rekening di bank, terdapat beberapa klausul yang melanggar Peraturan perundang-undangan. Klausul yang tidak sesuai dengan Undang-Undang perlindungan konsumen dinyatakan batal demi hukum dan terdapat sanksi pidana. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, sanksi yang diberikan adalah sanksi administratif. Dalam hal penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank, maka BPSK dan OJK menyediakan pelayanan untuk pengaduan dari nasabah. Terakhir, diadakannya pengawasan oleh BPSK dalam hal penerapan perjanjian baku tersebut. Peraturan perundang-undangan tidak melarang secara keseluruhan penggunaan perjanjian baku. Meskipun tidak dilarang namun terdapat pembatasan yang terdapat di Pasal 18 UUPK dan Pasal 22 POJK 2013. Berdasarkan asas perjanjian, maka penerapan perjanjian baku dibatasi oleh asas konsensualitas yang dapat dilihat dari pasal 1494 KUHPerdata

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail