Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: Bank
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawaban Bank Atas Hilangnya Dana Nasabah Dalam Transaksi Elektronik (Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/Pn Kpg)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg terhadap hilangnya dana nasabah, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban bank terhadap hilangnya dana dan kebocoran data nasabah. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach), yang bahan hukumnya dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg telah memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah atas hilangnya dana dalam transaksi elektronik yang tidak diotorisasi oleh nasabah dengan menempatkan tanggung jawab keamanan sistem elektronik pada bank dan menghukum Tergugat membayar ganti rugi materiil serta immaterial. Selain itu, bentuk pertanggungjawaban bank atas hilangnya dana dan kebocoran data nasabah dapat dikonstruksikan melalui tiga pendekatan yang saling berkaitan, yaitu perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, prinsip strict liability dan doktrin respondeat superior, serta pertanggungjawaban atas kebocoran data nasabah berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum yang tidak dapat dielakkan melalui klausula eksonerasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBIAYAAN PERBANKAN TERHADAP PRODUKSI SEKTOR REAL ESTATE (Studi Empiris 34 Provinsi di Indonesia)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan relatif pembiayaan perbankan, produktivitas pembiayaan, pengaruh pembiayaan perbankan terhadap produksi sektor Real Estate, pengaruh penyerapan relatif pembiayaan terhadap efisiensi relatif produksi, serta pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan Marginal Product of Capital (MPK) pada sektor Real Estate di 34 provinsi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan transformasi Location Quotient (LQ), Marginal Product of Capital (MPK), Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi tertinggi terdapat di Wilayah Jawa sebesar 1,46 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Penyerapan relatif pembiayaan tertinggi juga berada di Wilayah Jawa sebesar 1,08 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi sektor Real Estate, sedangkan regresi cross section menunjukkan bahwa penyerapan relatif pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi relatif produksi. Nilai MPK tertinggi terdapat di Wilayah Kalimantan sebesar 5,92, sedangkan terendah di Wilayah Maluku dan Papua sebesar −0,60. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan MPK menunjukkan bahwa Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat relatif dominan berada pada kategori unggul, sedangkan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Maluku Utara secara konsisten berada pada kategori gagal selama periode 2020–2024.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kinerja pembiayaan perbankan terhadap sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Intellectual Capital diukur menggunakan metode Value Added Intellectual Coefficient (VAIC), profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 31 perusahaan dengan total 107 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear dan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas mampu memediasi hubungan antara Intellectual Capital dan nilai Perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) Periode 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dinamika industri perbankan di Indonesia yang menerapkan dual banking system menuntut bank konvensional dan bank syariah menjaga tingkat kesehatan sebagai cerminan kinerja serta kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) berdasarkan PBI No. 13/1/PBI/2011, melalui indikator NPL/NPF, LDR/FDR, Self-Assessment, ROA, dan CAR serta menguji perbedaannya selama periode 2020-2024. Sampel terdiri dari sepuluh bank yang dipilih secara purposive, meliputi lima bank umum konvensional dan lima bank umum syariah yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Uji beda dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test dan Mann-Whitney test. Hasil analisis menunjukkan bank konvensional dominan berada dalam kondisi sangat sehat dengan rata-rata nilai komposit 90,08%, sedangkan bank syariah berada dalam kondisi sehat hingga sangat sehat dengan rata-rata 79,52% serta variasi kinerja yang lebih tinggi. Meskipun secara deskriptif kinerja bank konvensional lebih unggul, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada seluruh indikator RGEC antara kedua kelompok bank. Temuan ini menandakan kinerja keduanya relatif sebanding. Dalam perspektif Signaling Theory, hasil RGEC kedua jenis bank memberikan sinyal positif kepada pemangku kepentingan. Namun beberapa indikator masih memerlukan perhatian strategis. Bank konvensional perlu memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga untuk menjaga stabilitas likuiditas, sedangkan bank syariah perlu mengoptimalkan fungsi intermediasi serta efisiensi operasional guna memperbaiki FDR dan profitabilitas yang masih bervariasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN LITERASI KEUANGAN, KEMUDAHAN AKSES DAN FITUR KEAMANAN MOBILE BANKING DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA: Studi Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini, tujuan yang ditetapakan adalah untuk meninjau peranan literasi keuangan, kemudahan akses, dan fitur keamanan mobile banking dalam meningkatkan pengelolaan keuangan mahasiswa. Pada riset penelitian ini, subjek yang digunakan yaitu mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2020–2024. Metode purposive sampling diterapkan sebagai teknik pengambilan sampel dengan jumlah responden sebanyak 217. Data dihasilkan dengan instrumen kuesioner yang kemudian data diolah dengan menggunakan regresi linier berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Penelitian ini menginterpretasikan hasil bahwa literasi mengenai keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, Kemudahan akses serta fitur keamanan mobile banking juga terbukti memberikan pengaruh secara signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan. Implikasi teoritis dalam penelitian ini mendukung penerapan Theory of Planned Behavior dan Technology Acceptance Model, dalam menjelaskan sebab-sebab yang mempengaruhi pengelolaan keuangan melalui layanan digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN DATA PRIBADI PADA TRANSAKSI PERBANKAN DI ERA DIGITAL

2025•

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan sistem transaksi dalam sektor perbankan, namun juga membawa risiko terhadap keamanan data pribadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum serta pertanggungjawaban bank dalam melindungi data pribadi nasabah pada transaksi perbankan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus, termasuk insiden kebocoran data di Bank Syariah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi seperti Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta sejumlah peraturan teknis dari OJK dan Kominfo, implementasi perlindungan data masih belum optimal. Ditemukan kelemahan pada aspek substansi hukum, struktur pengawasan, dan budaya hukum masyarakat yang cenderung permisif. Selain itu, belum terbentuknya lembaga otoritatif pelindung data serta minimnya harmonisasi regulasi menyebabkan ketidakpastian hukum. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi secara terintegrasi, pembentukan lembaga pengawas independen, serta peningkatan literasi hukum dan digital kepada masyarakat. Saran yang diajukan adalah perlunya sinergi antar-lembaga dan penerapan standar keamanan digital yang lebih ketat oleh perbankan guna memberikan perlindungan hukum yang efektif terhadap data pribadi nasabah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MEMITIGASI RISIKO KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS KEUANGAN PERBANKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MEMITIGASI RISIKO KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS KEUANGAN PERBANKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit terhadap stabilitas keuangan perbankan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 47 perusahaan, dengan metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling menghasilkan 38 perusahaan sebagai sampel penelitian, sehingga mendapatkan 190 data observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas keuangan perbankan, kepemilikan institusional memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan, dan dewan komisaris independen memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang mendukung validitas teori fragilitas keuangan dan teori agensi sebagai kerangka dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi nilai stabilitas keuangan perbankan. Kata Kunci: Risiko Kredit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen dan Stabilitas Keuangan Perbankan 

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH NIM, BOPO, PENYALURAN KREDIT, DAN RISIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK KALTIMTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh rasio keuangan yang terdiri dari Net Interest Margin (NIM), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap profitabilitas perbankan yang diukur dengan Return On Assets (ROA) pada Bank Katimtara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan Bank Kaltimtara periode 2008-2023, dengan jumlah sampel sebanyak 16 data yang dipilih menggunakan Purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji t, NIM berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, LDR berpengeruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA dan NPL berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA. Nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,906, menunjukkan bahwa 90,6% variasi dalam ROA dapat dijelaskan oleh variabel NIM, BOPO, LDR, dan NPL, sementara sisanya sebesar 9,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Pembiayaan Perbankan terhadap Kinerja Transportasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan terhadap sektor transportasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 1,41, sementara kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi rendah ialah kawasan Jawa dengan nilai 1,07. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor transportasi tertinggi ialah kawasan Kalimantan dengan nilai 0,99, sementara kawasan yang penyerapan pembiayaan perbankan rendah ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 0,40. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif ialah kawasan Papua dengan nilai 0,97, sedangkan kawasan dengan nilai kurang efektif ialah kawasan Jawa dengan nilai 5,41. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang konsisten dikategori progresif inovatif ialah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Kemudian provinsi yang konsisten dikategori gagal ialah provinsi Kepulauan Riau. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.295.171.990.000 triliun, selanjutnya target pertumbuhan 9% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.942.757.990.000 triliun, sementara target pertumbuhan 12% dibutuhkan kapital sebesar Rp2.590.343.990.000 triliun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PINJAMAN PEER-TO-PEER LENDING TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN DI KALIMANTAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran dan outstanding pinjaman P2P, dana pihak ketiga, serta pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan, yang mencakup kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan total kredit perbankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode kuartal III tahun 2023 hingga kuartal III tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, outstanding pinjaman P2P dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit investasi. Outstanding pinjaman P2P juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit modal kerja, sementara penyaluran pinjaman P2P berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi. Baik penyaluran maupun outstanding pinjaman P2P secara signifikan memengaruhi total kredit perbankan. Secara simultan, seluruh variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kredit investasi, konsumsi, dan total kredit, tetapi tidak signifikan terhadap kredit modal kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Sektor Perdagangan di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi relatif produksi di sektor perdagangan, penyerapan pembiayaan, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan, dan perencanaan kebutuhan kapital untuk sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari situs web Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023 dengan alat analisis Location Quotient (LQ) yang di transformasi ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi relatif produksi wilayah yang memiliki nilai rata-rata yang tergolong basis adalah wilayah Jawa sebesar 1,01. Sedangkan nilai rata-rata tergolong non basis berada di wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 0.74. Penyerapan pembiayaan relatif wilayah yang memiliki nilai rata-rata tertinggi berada di wilayah Nusa Tenggara & Bali sebesar 1,76. Sedangkan nilai rata-rata terendah berada di Wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 1,00, namun tergolong netral. Efektivitas pembiayaan dengan nilai efektivitas terendah adalah Kawasan Sumatera dengan nilai 4,5 tergolong efektif, sementara yang tertinggi adalah kawasan Jawa dengan nilai 13,3 yang dikatakan tidak efektif. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan bahwa provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah DKI Jakarta, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung,Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, dan Papua Barat. Perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan yang ada di Indonesia tahun 2024 hingga 2030 dengan pertumbuhan 3% dibutuhkan kapital sebesar 2,959 trilliun, untuk pertumbuhan 4,5% dibutuhkan kapital sebesar 4,646 trilliun, dan untuk pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar 6,484 trilliun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pinjaman Rupiah dan Valas Terhadap Peningkatan Output Pertanian di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PINJAMAN RUPIAH DAN VALAS TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PERTANIAN DI INDONESIA Sarmita Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan sektor pertanian terdapat output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2021, 2024. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis produktivitas, Incremental Capital Output Rasio, Tipologi Klassen, perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi Riau dengan nilai rata-rata Rp.34,61 tahun 2021 dan 2024 provinsi Kaltara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp.38,93 – Rp.26,68. Sedangkan produktivitas terendah dari tahun 2018 sampai tahun 2024 adalah DKI Jakarta dengan nilai Rp.0,03-0,00. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata nilai Rp.-88,62. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp.6159,44. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas diklasifikasi progresif dan inoatif adalah Riau, Jambi, Aceh, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi Kalimantan Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. 4. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal setiap provinsi di Indonesia tahun 2025-2030 pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan pijaman sebesar Rp. 325.994.909,07. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 667.549.324,01 yang terakhir untuk skenario III dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 831.946.350,15. Kata kunci : Produktivitas, Efektivitas, Pembiayaan Perbankan, PDRB

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas dan Produktivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Sektor Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dan produktivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan terhadap sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Produktivitas, Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor yang paling efektif adalah sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata sebesar 0,01 dan sektor yang paling tidak efektif adalah sektor pengadaan listrik dan gas dengan nilai rata-rata sebesar 38,76 dan sektor jasa lainnya tang memiliki nilai -26,15. Kemudian berdasarkan hasil analisis produktivitas, sektor yang memiliki nilai produktivitas yang tinggi adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp 7.143,53 dan sektor dengan nilai produktivitas yang rendah adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp. 0,25. Pada hasil analisi Tipologi Kalssen, pemetaan efektivitas dan produktivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 5 tahun terakhir adalah sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa keuangan dan asuransi; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta pertambangan dan penggalian sedangkan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor pengadaan listrik dan gas; serta sektor jasa lainnya. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 5% dibutuhkan modal sebesar Rp 432 Miliar. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp 759 Miliar. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp 1,01 Triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Kredit Perbankan terhadap Industri Pengolahan di Indonesia

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, efektivitas kredit, pola keterkaitan, serta kebutuhan kapital terhadap industri pengolahan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan alat analisis Locatient Quantient (LQ) yang di transformasikan ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi sektor industri pengolahan periode 2018-2023 yang basis yakni Jawa dengan nilai rata-rata 1,13, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara adalah non basis dengan nilai rata-rata 0,13. Hasil penelitian penyerapan kredit sektor industri pengolahan Jawa tertinggi dengan nilai rata-rata 1,26 dan yang terendah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai rata-rata 0,18. Efektivitas kredit dengan nilai terendah adalah Jawa dengan rata-rata nilai Rp 4,1 sedangkan Bali dan Nusa Tenggara nilai efektivitas tinggi dengan nilai rata-rata Rp 39,83. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan penyerapan kredit menunjukkan provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif inovatif adalah Kepulauan Riau dan Riau berturut-turut selama tahun 2019, 2021, dan 2023. Sedangkan provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Kemudian kebutuhan kapital dengan target pertumbuhan sebesar 4,6% dibutuhkan kapital sebesar 8.39 ribu triliun. Selanjutnya proyeksi kebutuhan kapital sebesar 7% membutuhkan tambahan kapital kredit secara keseluruhan sebesar 13.73 ribu triliun. Kemudian proyeksi kebutuhan kapital sebesar 9% mampu menghasilkan kebutuhan kapital hingga sebesar 18.77 ribu triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kinerja Pembiayaan perbankan terhadap Produksi Pertanian di Indonesia

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan pada sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi adalah kawasan Sulawesi dengan nilai efisiensi 2,19 yang tergolong basis, sementara Jawa menjadi satu-satunya kawasan dengan tingkat efisiensi relatif produksi dengan nilai 0,60 yang tergolong non basis. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor pertanian tertinggi adalah kawasan Sulawesi dengan nilai penyerapan 2,61. Sementara di kawasan Kalimantan penyerapannya terendah dengan nilai 1,08. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif adalah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai 1,1. Kemudian paling tidak efektif adalah pulau Jawa dengan nilai 14,9. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah provinsi Riau, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah provinsi Jawa Timur, Papua Barat, dan DI Yogyakarta. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 3% dibutuhkan kapital sebesar 2.337 triliun. Kemudian target pertumbuhan 4.5% dibutuhkan kapital sebesar 3.668 triliun Sementara untuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar 5.120 triliun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Bank Tabungan Negara Cabang Tarakan)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT Bank Tabungan Negara Cabang Tarakan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Pendekatan ini mengevaluasi kinerja perusahaan dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui laporan keuangan dan kuesioner yang disebarkan kepada nasabah dan pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang diukur menggunakan rasio ROA, NIM, dan NPL berada dalam kategori sangat sehat. Perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang baik, yang diukur berdasarkan pangsa pasar, akuisisi pelanggan, retensi pelanggan, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas pelanggan. Kemudian perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil sangat baik melalui pengukuran indikator layanan, efisiensi, kualitas, dan tingkat inovasi. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan juga menunjukkan hasil sangat baik berdasarkan indikator kepuasan pegawai, peluang pelatihan, pengembangan, kemampuan dan motivasi karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail