Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: panel surya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Reflektor Aluminium Foil dan Seng Aluminium Terhadap Daya Keluaran Panel Surya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan reflektor aluminium foil dan seng aluminium terhadap kinerja panel surya monokristalin berkapasitas 50 Wp. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan pengujian selama 30 hari pada pukul 06.00–18.00 WITA. Pengujian dilakukan menggunakan panel yang sama dengan membandingkan tujuh kondisi, yaitu tanpa reflektor serta penggunaan reflektor aluminium foil dan seng aluminium pada sudut 30°, 60°, dan 90°. Untuk menjaga konsistensi pengukuran, posisi panel dipertahankan dan alat ukur intensitas radiasi ditempatkan sejajar dengan bidang permukaan panel surya. Parameter yang diamati meliputi intensitas radiasi matahari, suhu permukaan panel, tegangan, arus, daya keluaran, dan efisiensi. Daya keluaran dihitung berdasarkan hasil pengukuran tegangan dan arus, sedangkan efisiensi ditentukan dari perbandingan daya keluaran terhadap daya masukan matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya rata-rata panel tanpa reflektor sebesar 13,80 W. Penggunaan aluminium foil menghasilkan daya rata-rata sebesar 14,56 W pada sudut 30°, 15,61 W pada sudut 60°, dan 13,55 W pada sudut 90°. Sementara itu, penggunaan seng aluminium menghasilkan daya rata-rata sebesar 14,60 W, 15,58 W, dan 13,58 W pada sudut 30°, 60°, dan 90°. Peningkatan daya terbesar diperoleh pada aluminium foil 60°, yaitu sebesar 13,12% dibandingkan kondisi tanpa reflektor. Efisiensi tertinggi diperoleh pada seng aluminium 60° sebesar 10,46%, sedangkan aluminium foil 60° menghasilkan efisiensi sebesar 10,44%. Berdasarkan kondisi dan konfigurasi pengujian yang digunakan, sudut 60° menunjukkan kinerja paling baik dibandingkan variasi sudut lainnya. Hasil penelitian ini terbatas pada jenis panel, konfigurasi reflektor, lokasi, waktu, dan kondisi lingkungan selama pengujian sehingga tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh kondisi pengoperasian panel surya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN POWER BANK DENGAN SISTEM DUAL CHARGING BERBASIS PANEL SURYA DAN LISTRIK PLN DENGAN MONITORING IoT MENGGUNAKAN ESP32

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service (QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219 menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak 15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif, dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Solar Tracker Axis Pada PLTS Berbasis IoT Dengan Metode Real Time Clock

2025•

Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun pemanfaatan panel surya konvensional yang bersifat statis masih belum optimal karena tidak mampu mengikuti pergerakan matahari, sehingga mengurangi efisiensi konversi energi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun sistem solar tracker satu sumbu berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan metode Real time clock (RTC) sebagai input. Sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 dan menggunakan motor servo untuk menggerakkan panel. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perancangan alat, pemrograman sistem kontrol, dan pengujian kinerja panel surya selama 14 hari. Data pengukuran mencakup tegangan, arus, daya, dan sudut orientasi panel tracker, kemudian dibandingkan dengan panel surya statis yang diposisikan pada sudut tetap 10°. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem solar tracker mampu meningkatkan daya keluaran panel surya, dengan nilai peningkatan 5,1%-10,8% dengan rata-rata efisiensi sebesar 7,0% dibandingkan sistem statis. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi RTC dan ESP32 pada sistem pelacak matahari dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan energi Surya sebagai sumber penghasil energi listrik untuk sistem pompa akuaponik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat efisiensi penggunaan energi surya dalam sistem pompa akuaponik. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, persiapan alat dan bahan, perakitan sel surya pada sistem akuaponik, pengujian, pengolahan data, analisis, dan penyusunan laporan. Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif pada pompa akuaponik telah terbukti efektif dalam mendukung sirkulasi air pada sistem akuaponik. Daya yang dihasilkan dari panel surya mampu memenuhi kebutuhan daya beban, terutama untuk pompa air dalam kolam ikan. Efisiensi pemanfaatan energi surya pada sistem akuaponik dapat dihitung dan dipantau secara berkala untuk memastikan kinerja sistem yang optimal. Penggunaan panel surya polikristalin yang terkoneksi dengan modul boost converter dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi surya dalam sistem akuaponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya dapat menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan dalam menjalankan sistem pompa akuaponik. Dengan tingkat efisiensi yang baik, energi surya mampu menyuplai kebutuhan energi pompa untuk akuaponik secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan energi surya sebagai sumber energi alternatif pada pompa akuaponik memiliki potensi yang besar dalam mendukung keberlanjutan sistem akuaponik secara keseluruhan. Dalam pengembangan selanjutnya, disarankan untuk menggunakan sel surya dengan kapasitas yang lebih besar agar dapat menyuplai energi pada baterai untuk memenuhi kebutuhan pompa akuaponik selama 24 jam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA PERENCANAAN PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF DI SMK NEGERI 2 TARAKAN.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan sel surya ini akan lebih diminati karena dapat dirancang untuk pemenuhan listrik dari yang kecil sampai besar. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat seperti perkantoran, pabrik, perumahan, sekolahan. Skema pembangkit listrik terbarukan ini digunakan untuk membantu sistem kelistrikan yaitu dengan cara membangun sistem PLTS untuk mengurangi penggunaan listrik produksi PLN di atau bahkan menggatikan energy listrik dari PLN jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. SMK Negeri 2 Tarakan merupakan salah satu bidang pendidikan dikota Tarakan yang memiliki kebutuhan listrik yang cukup tinggi. Pada pengujian ini mendapatkan Kapasitas Baterai yang akan digunakan adalah 12.300 Ah. Dengan jumlah baterai sebanyak 30 buah, dengan menggunakan rating Ah baterai 500 Ah. Kapasitas Panel Surya yang digunakan adalah 46.000 Wp, sebanyak 92 buah panel dengan masing – masing panel 500 Wp. Kapasitas Charge Controller dari hasil perhitungan adalah 1.045,12 A. Tetapi kapasitas yang dipilih tidak lebih rendah dari perhitungan. Maka total kapasitas charge controller yang dipakai adalah 250 A.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) DENGAN METODE FUZZY LOGIC PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) MENGGUNAKAN BUCK CONVERTER

2022•

.Produksi energi listrik berbahan bakar fosil, telah menimbulkan dampak pemanasan global pada level yang sangat mengkhawatirkan, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah dan pihak swasta untuk bersinergi mencari solusinya, seperti mengembangkan energi terbarukan, salah satunya tenaga surya. Pada sistem panel surya, selain mengkonversi energi surya ke energi listrik, energi surya juga mengakibatkan kenaikan suhu pada panel surya dan ini akan mengurangi efisiensi panel surya tersebut. Salah satu cara meningkatkan efisiensi panel surya adalah menggunakan MPPT (Maximum Power Point Tracking). Ada beberapa algoritma kendali MPPT yang dapat digunakan untuk mempertahankan panel surya pada titik daya maksimumnya, sebagai contoh, algoritma Perturb and Observe (P&O, Incremental Conductance (IC), Fuzzy Logic, dan lain-lain. Penggunaan fuzzy logic lebih sesuai untuk MPPT dibandingkan dengan algoritma konvensional seperti P&O dan IC dikarenakan dapat dapat langsung menghasilkan duty cycle yg sesuai dengan Pmax (daya maksimum) panel surya dibandingkan dengan MPPT konvensional yang harus melakukan iterasi terus menerus hingga mencapai Pmax. Penelitian ini melakukan implementasi berbasis fuzzy logic pada sistem modul surya 50 WP menggunakan buck converter. Hasil efisiensi tertinggi yang didapatkan pada sistem buck converter dengan MPPT sebesar 94% sedangkan tanpa MPPT dengan sistem open loop sebesar 61%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN BOOST CONVERTER UNTUK PROSES CHARGING BATERAI PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN METODE KONTROL PID

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemamfaatan energi matahari menjadi energi listrik, di buat dengan sebuah peralatan pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang dikenal dengan modul surya. Dalam proses pemamfaatan energi ini daya listrik yang dihasilkan modul surya biasanya disimpan pada baterai. Dalam proses penyimpanan sering terjadi kendala yaitu rendahnya intensitas matahari sehingga proses penyimpanan energi listrik dari modul surya mengalami penurunan dan memerlukan waktu pengisian yang lama pada baterai. Dengan merancang sebuah sistem kontrol charging dengan tipe boost konverter yang merupakan sebuah tipe konverter yang bekerja menaikkan tegangan menggunakan metode pengontrolan PID. Kontrol ini akan bekerja memonitoring tegangan baterai tetap pada posisi maksimum kapaitas baterai. Penelitian ini menggunakan modul surya 50 wp dan aki 24V. Hasil penelitian menunjukkan tegangan yang dihasilkan modul surya berkisar 19-20V maka boost converter akan menaikkan tegangan sesuai dengan kapasitas baterai yaitu 24V. Dalam pengukuran yang dilakukan pada proses pengisian baterai boost converter bekerja pada duty cyle 15%, 15%, 14%, 15%, 16%, 16%, 17%, 16%. Proses pengisian berlangsung selama 3 jam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESAIN SIMULASI MAKSIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) METODE P&O PADA PANEL SURYA STUDY KASUS AZAHRA HIDROPONIK JUATA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Di Indonesia panel surya banyak digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik, dimana kebutuhan listrik bermacam-macam seperti penerangan lampu, pompa air dan lain-lain. Panel surya ini merupakan pembangkit listrik memanfaatkan energi terbarukan berupa cahaya matahari. Salah satunya di panel surya AZZAHRA HIDROPONIK dengan kapasitas 200 Wp yang juga mempunyai keluaran yang non-linear. Menurut Amri, (2015) hal ini disebabkan oleh kondisi matahari yang berubah-ubah. Untuk menyelesaikan masalah non-linear dari panel surya terdapat 2 jenis controller yaitu PWM dan MPPT.Pada penelitian ini menggunakana algoritma metode Perturb & Observe (P&O) di karenakan metode P&O lebih sederhana memiliki efisiensi yang tinggi dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan metode lainnya (Kesler, 2016). Berdasarkan dari hasil simulasi yang dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa desain simulasi maksimum power point tracking (MPPT) menggunakan metode perturb and observe (P&O) pada software PSIM berhasil dan MPPT dapat men-track daya maksimum pada panel surya. Pada saat pengaturan kondisi dengan intensitas S= 1000 dan suhu T = 40� didapatkan Pmax 201,5 W, Po 201,1 W dan waktu yang dibutuhkan MPPT untuk men-track adalah 0,003 detik, pada saat S=500 T=25 maka didapatkan Pmax= 97,7 W dan Po = 96,4 W dan waktu yang dibutuhkan adalah 0,006 detik. Dan pada kondisi S=100 T=10 didapatkan Pmax = 9,4 W,Po = 9,3 W dan waktu yang dibutuhkan MPPT untuk men-track adalah 0,04 detik.Setelah di dapatkan Hasil Desain Simulasi MPPT metode P&0 Pada Sel Surya Azzahra Hidroponik maka di dapatkan nilai tegangan,arus, dan daya yang di hasilkan oleh panel surya Azzahra Hidroponik dalam kondisi intensitas dan suhu yang berbeda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGGUNAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI CADANGAN DAYA LISTRIK PADA SISTEM BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK DI JUATA, KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail