BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran sapi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp) serta mengetahui dikonsentrasi berapa yang sesuai dengan pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Media perlakuan terdiri dari perlakuan satu kotoran sapi 20% dan lumpur 80%, perlakuan dua kotoran sapi 30% dan lumpur 70%, perlakuan tiga kotoran sapi 40% dan lumpur 60%, kontrol negatif 100% lumpur, dan kontrol positif kotoran sapi hasil olahan biogas 20% dan lumpur 80%. Parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media kotoran sapi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan biomassa cacing sutra. Nilai populasi dan biomassa yang mengalami penaikan terdapat pada perlakuan 3 menghasilkan cacing sutra sebanyak 0,16 gram dan ±67 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 30-32 °C, nilai pH kisaran 5-7 dan nilai do kisaran 5-9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran sapi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp) serta mengetahui dikonsentrasi berapa yang sesuai dengan pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Media perlakuan terdiri dari perlakuan satu kotoran sapi 20% dan lumpur 80%, perlakuan dua kotoran sapi 30% dan lumpur 70%, perlakuan tiga kotoran sapi 40% dan lumpur 60%, kontrol negatif 100% lumpur, dan kontrol positif kotoran sapi hasil olahan biogas 20% dan lumpur 80%. Parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media kotoran sapi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan biomassa cacing sutra. Nilai populasi dan biomassa yang mengalami penaikan terdapat pada perlakuan 3 menghasilkan cacing sutra sebanyak 0,16 gram dan ±67 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 30-32 °C, nilai pH kisaran 5-7 dan nilai do kisaran 5-9.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 69 perusahaan non keuangan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis regresi variabel moderasi dengan menggunakan software SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel current ratio dan firm size tidak berpengaruh, debt to equity ratio secara signifikan berpengaruh negatif, dan return on asset secara signifikan berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Sedangkan kepemilikan asing (foreign ownership) secara signifikan mampu memoderasi hubungan current ratio dan debt to equity ratio terhadap dividend payout ratio, Akan tetapi kepemilikan asing tidak mampu memoderasi hubungan return on asset dan firm size terhadap dividend payout ratio.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 69 perusahaan non keuangan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis regresi variabel moderasi dengan menggunakan software SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel current ratio dan firm size tidak berpengaruh, debt to equity ratio secara signifikan berpengaruh negatif, dan return on asset secara signifikan berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Sedangkan kepemilikan asing (foreign ownership) secara signifikan mampu memoderasi hubungan current ratio dan debt to equity ratio terhadap dividend payout ratio, Akan tetapi kepemilikan asing tidak mampu memoderasi hubungan return on asset dan firm size terhadap dividend payout ratio.