ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas
rumah tangga, komersial, dan industri. Peningkatan kebutuhan energi listrik akibat
pertumbuhan wilayah menuntut sistem distribusi yang andal dan efisien. Salah satu
tantangan dalam sistem distribusi adalah penambahan beban baru yang dapat
mempengaruhi stabilitas sistem pembangkitan melalui perubahan profil tegangan,
rugi-rugi daya, dan jatuh tegangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk
mengevaluasi kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas setelah penambahan
beban tanpa melanggar standar teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan studi aliran daya berbantuan perangkat lunak
Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1. Data yang digunakan
meliputi data pembangkit, saluran, transformator, beban, serta diagram segaris
sistem distribusi 20 kV PT PLN Persero Tarakan. Simulasi dilakukan untuk
menganalisis kondisi sistem sebelum dan setelah penambahan beban sebesar 3.294
kVA dari PT Phoenix dan PT Krist pada Feeder 10. Hasil simulasi divalidasi
melalui perhitungan manual dan dibandingkan dengan standar SPLN 1:2015 dan
SPLN 72:1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan beban,
sistem tetap stabil dengan tegangan bus terendah 97,05% pada Bus89 dan jatuh
tegangan tertinggi 1,83% pada saluran F10 Bus 5. Validasi perhitungan manual
pada saluran F10 Bus 4 menunjukkan rugi-rugi daya aktif meningkat dari 9,2 kW
menjadi 20,0 kW dan jatuh tegangan meningkat dari 0,98% menjadi 1,44%. Seluruh
parameter masih memenuhi standar SPLN sehingga sistem pembangkitan PT PLN
Persero Tarakan mampu menjaga stabilitas setelah penambahan beban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.