Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: jatuh tegangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN TRAFO DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISA JATUH TEGANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR Nama : Riyan NPM : 14.301020.030 Dosen Pembimbing : Achmad Budiman, S.T., M.T. ABSTRAK Listrik saat ini merupakan kebutuhan yang saat ini bisa dikatakan salah satu bahan pokok masyarakat. Energi listrik yang tersalurkan kekosumen melewati proses pendistribusian aliran daya listrik yang terdiri dari pembangkit, saluran transmisi, saluran distribusi, dan konsumen. Secara umum baik buruknya sistem penyaluran dan distribusi tenaga listrik terutama adalah dari kualitas daya yang tersalurkan dari pembangkit sampai kekosumen. Pada penelitian ini penulis melakukan analisa yang berfokus pada transformator distribusi 20 kV penyulang 3 PT. PLN Tanjung Selor untuk menganalisis besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran yang dipengaruhi oleh jarak antar transformator distribusi pada penyulang 3. Jatuh tegangan yang terjadi pada transformator distribusi 20 kV pada penyulang 3 PT. PLN Tanjung selor masih dalam keadaan baik atau tidak melebihi batas toleransi yang ada sehingga tidak perlu adanya perbaikan dari segi tata letak jarak antar transformator. Jatuh tegangan bisa terjadi oleh beberapa sebab salah satunya dari jarak antar trafo yang terlalu jauh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penempatan Penutup Balik Otomatis Terhadap Penurunan Jatuh Tegangan Pada Penyulang 3 Sistem Distribusi 20 Kv Di PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan

2026•

Gangguan pada jaringan distribusi dapat menurunkan keandalan penyaluran tenaga listrik dan menyebabkan jatuh tegangan. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui penambahan Penutup Balik Otomatis (PBO) pada lokasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penempatan penambahan Penutup Balik Otomatis terhadap koordinasi proteksi, tingkat keandalan, dan kualitas tegangan pada Penyulang Nunukan 3 PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penempatan Penutup Balik Otomatis di Jalan Sei Apok memberikan peningkatan kinerja sistem. Nilai SAIDI berkurang dari 17,04 menjadi 7,91 jam/pelanggan/tahun (53,6%), sedangkan SAIFI turun dari 3,12 menjadi 1,66 kali/pelanggan/tahun (46,8%). Selain itu, jatuh tegangan menurun dari 151,96 Volt (0,75%) menjadi 143,24 Volt (0,71%) atau membaik sebesar 5,74%. Koordinasi OCR dan GFR pada Penutup Balik Otomatis juga mampu mengisolasi gangguan secara selektif sehingga kontinuitas pelayanan menjadi lebih baik. Dengan demikian, melalui penambahan Penutup Balik Otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memperbaiki kualitas tegangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Akibat Penambahan Beban Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Pembangkitan di PT. PLN (Persero) Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas rumah tangga, komersial, dan industri. Peningkatan kebutuhan energi listrik akibat pertumbuhan wilayah menuntut sistem distribusi yang andal dan efisien. Salah satu tantangan dalam sistem distribusi adalah penambahan beban baru yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem pembangkitan melalui perubahan profil tegangan, rugi-rugi daya, dan jatuh tegangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas setelah penambahan beban tanpa melanggar standar teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi aliran daya berbantuan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1. Data yang digunakan meliputi data pembangkit, saluran, transformator, beban, serta diagram segaris sistem distribusi 20 kV PT PLN Persero Tarakan. Simulasi dilakukan untuk menganalisis kondisi sistem sebelum dan setelah penambahan beban sebesar 3.294 kVA dari PT Phoenix dan PT Krist pada Feeder 10. Hasil simulasi divalidasi melalui perhitungan manual dan dibandingkan dengan standar SPLN 1:2015 dan SPLN 72:1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan beban, sistem tetap stabil dengan tegangan bus terendah 97,05% pada Bus89 dan jatuh tegangan tertinggi 1,83% pada saluran F10 Bus 5. Validasi perhitungan manual pada saluran F10 Bus 4 menunjukkan rugi-rugi daya aktif meningkat dari 9,2 kW menjadi 20,0 kW dan jatuh tegangan meningkat dari 0,98% menjadi 1,44%. Seluruh parameter masih memenuhi standar SPLN sehingga sistem pembangkitan PT PLN Persero Tarakan mampu menjaga stabilitas setelah penambahan beban.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) Rayon Tanjung Selor

2025•

STUDI ALIRAN DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 kV PT. PLN (PERSERO) RAYON TANJUNG SELOR ABSTRAK Kebutuhan energi listrik selalu meningkat setiap tahunnya, hal tersebut harus dapat diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang andal dan memadai. Agar dapat memenuhi kriteria tersebut, maka perusahaan penyedia energi listrik dalam hal ini adalah PT. PLN (Persero) harus dapat menyediakan dan mendistribusikan energi listrik ke pelanggan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini sistem kelistrikan pada PT. PLN (Persero) Rayon Tanjung Selor disimulasikan menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan di setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk mengetahui apakah hasil simulasi valid. Didapatkan hasil simulasi aliran daya untuk total rugi-rugi daya kondisi beban siang sebesar 6,29% dan kondisi beban malam 6,64%. Sedangkan untuk tegangan terendah baik pada kondisi siang maupun malam terletak pada bus simpang berau dengan nilai 18,52 kV pada kondisi siang dan 18,39 kV pada kondisi malam. Berdasarkan SPLN, nilai tegangan terendah tersebut masih sesuai standar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Koneksi Sistem Tenaga Listrik Desa Sekikilan dan Desa Sebulu dengan Integrasi PLTS Terpusat Desa Sebulu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi listrik mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang bergantung pada teknologi. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah perencanaan penyediaan energi listrik menggunakan PLTS untuk solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang dilakukan melaui interkoneksi Desa Sebulu dengan jaringan PLN terdekat yaitu: Desa Sekikilan, adapun perencanaan tersebut disimulasikan menggunakan software ETAP Powerstation. Berdasarkan hasil survei jumlah beban di Desa Sebulu sebesar 19.800 kW yang merupakan beban dari 43 rumah dan 1 fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan tiga skenario simulasi yaitu: skenario 1 kondisi existing PT PLN Tulin Onsoi, skenario 2 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu dan skenario 3 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu yang terpasang PLTS. Hasil simulasi aliran daya sebagai berikut: beban siang pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 58,0 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,3 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 59,0 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sesbesar 58,0 kW. Selanjutnya, hasil simulasi aliran daya beban malam pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,8 kW dan rugi rugi daya reaktif sebesar 67,2 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 39,2 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 68,5 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 40,6 kW dan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 71,0 kVAr. Adapun jatuh tegangan pada beban siang skenario 1 dan 3 adalah 7,77 kV dan skenario 2 adalah 7,9 kV. Sedangkan pada beban malam pada skenario 1 adalah 6,7 kV, skenario 2 adalah 6,89 kV dan skenario 3 adalah 9,45 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Aliran Daya Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) ULP Nunukan Dengan Integrasi PV Skala Besar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisa aliran daya adalah analisa yang digunakan untuk menentukan dan menghitung tegangan, arus, daya, dan faktor daya yang terdapat pada seluruh busbar serta aliran daya aktif dan reaktif pada saluran dalam suatu jaringan listrik dalam keadaan pengoperasian normal. Penelitian ini dilakukan di PT. PLN (Persero) ULP Nunukan dengan data-data yang diperlukan yaitu: Single Line Diagram, data pembangkit, data beban dan data saluran. Data-data tersebut selanjutnya diinput kedalam software ETAP Powerstation 19.0.1 untuk dilakukan analisa aliran daya. Penelitian ini menggunakan dengan empat skenario, yaitu: tanpa PV (kondisi riil), penetrasi PV 10%, PV 20% dan PV 30%. Metode yang digunakan untuk analisa aliran daya adalah metode Newton Rapshon. Penelitian ini menghasilkan perhitungan nilai rugi-rugi daya aktif untuk masing-masing skenario sebagai berikut: tanpa PV sebesar 281 kW, dengan PV 10% sebesar 248 kW, PV 20% sebesar 227 kW dan PV 30% sebesar 212 kW. Sehingga instalasi PV pada sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Nunukan berhasil mengurangi rugi-rugi daya aktif sebagai berikut: untuk PV 10% berkurang sebesar 33 kW (11,74%), PV 20% berkurang sebesar 54 kW (19,21%) dan PV 30% berkurang sebesar 69 kW (24,56%). Instalasi PV juga berhasil meningkatkan tegangan terendah pada sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Nunukan. Pada kondisi tanpa PV tegangan terendah sebesar 20,296 kV sedangkan pada kondisi PV 10% sebesar 20,433 kV, PV 20% sebesar 20,542 kV dan PV 30% sebesar 20,649 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Rugi-rugi Daya dan Jatuh Tegangan pada Sistem Distribusi PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Untuk mengetahui kondisi suatu sistem tenaga listrik umumnya dilakukan melalui simulasi aliran daya. Melalui aliran daya dapat diketahui paramater-parameter yang terdapat pada sistem tenaga listrik termasuk rugi-rugi daya dan jatuh tegangan. Pada penelitian ini simulasi aliran daya dilakukan pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk menghetahui apakah hasil simulasi valid. Dari hasil simulasi aliran daya didapatkan total nilai rugi-rugi daya aktif juga reaktif pada beban siang sebesar 49 kW dan 50 kVAr, dan pada beban malam sebesar 47 kW dan 54 kVAr. Sedangkan untuk nilai tegangan terbesar pada beban siang terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c sebesar 13,69 kV (13,71%) dan nilai tegangan terendah terdapat distasiun 13 dari bus 2 ke bus malam terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c dengan nilai 10,09 kV (10.02%) sedangkan jatuh tegangan terendah terdapat di stasiun 8 dari bus stasiun 7 ke bus stasiun 8 sebesar 0,09 kV (0,07%). Sehingga hasil tersebut masih masuk dalam batas toleransi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Perbaikan Jatuh Tegangan Akibat Penambahan Beban Pada Jaringan Distribusi di PT PLN (Persero) Tarakan

2024•

Penambahan beban pada jaringan distribusi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tegangan yang signifikan, sehingga kondisi jaringan distribusi yang tidak optimal dapat mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki jatuh tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi kota Tarakan akibat penambahan beban. Untuk mencapai sistem kelistrikan yang handal dilakukan simulasi aliran daya untuk mengetahui nilai jatuh tegangan yang terjadi pada sistem kelistrikan kota tarakan dengan menggunakan ETAP 19. Sebelum penambahan beban, jatuh tegangan terjadi di dua titik feeder 4 yaitu pada bus 8 dan bus 9 dengan nilai tegangan yang diperoleh 18,68 kV dan 18,66 kV. Setelah penambahan beban, tegangan pada titik feeder yang sama mengalami penurunan tegangan yang drastis sebesar 18,46 kVdan 18,44 kV. Dan juga terjadi jatuh tegangan di feeder 10 pada titik penambahan beban baru yaitu pada bus 5 sebesar 18,74 kV. Pada ketetapan SPLN No.72 : 1987 bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja. Sehingga dilakukan perbaikan tegangan dengan penambahan kapasitor bank menggunakan OCP dan diperoleh yaitu feeder 4 pada bus 8 dan bus 9 mengalami perbaikan sebesar 0,59 kV dengan tegangan 19,05 kV dan 0,65 kV dengan tegangan 19,09 kV dan pada feeder 10 bus 5 mengalami perbaikan sebesar 0,43 kV dengan tegangan 19,17 kV . Sehingga tegangan yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penambahan beban telah memenuhi standar SPLN No.72 :1987.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Jaringan Kabel Bawah Laut Tarakan-Pulau Sadau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Sadau merupakan pulau yang jaraknya cukup dekat dengan kota Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia. Mengingat jarak yang cukup dekat antara kota Tarakan dan pulau Sadau, serta untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat pulau tersebut yang selama ini belum merasakan listrik dari PLN, maka dalam skripsi ini diusulkan mengenai Perencanaan Jaringan Kabel Bawah Laut antara kota Tarakan dan pulau Sadau. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana menentukan spesifikasi dan tegangan kabel bawah laut serta bagaimana melakukan analisa aliran daya pada sistem distribusi 20 kV PT. PLN Tarakan dengan mempertimbangkan masuknya beban pulau Sadau melalui kabel bawah laut. Untuk menentukan parameter pada sistem tenaga listrik, maka dalam penelitian ini menggunakan studi aliran daya dengan metode Newton-Raphson. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data sistem distribusi 20 kV yang didapatkan dari hasil observasi pada PT. PLN Tarakan serta data beban pulau Sadau yang didapatkan dari hasil survei kebutuhan beban di pulau Sadau. Penelitian ini menghasilkan spesifikasi saluran yang menghubungkan antara kota Tarakan dan pulau Sadau dengan rincian saluran udara dari bus existing ke landing point Tarakan dengan spesifikasi jenis penghantar AAAC, diameter 35 mm2 dan panjang saluran 2,32 km dan saluran bawah laut dari landing point Tarakan ke landing point Sadau dengan spesifikasi jenis penghantar XLPE, diameter 70 mm2 dan panjang saluran 0,88 km. Sedangkan untuk tegangan yang digunakan adalah tegangan menengah 20 kV. Selanjutnya, berdasarkan hasil simulasi aliran daya pada sistem PT. PLN Tarakan yang sudah terhubung dengan pulau Sadau didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 1392 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 3269 kVAr. Sedangkan untuk tegangan paling rendah terdapat pada bus339 dengan nilai sebesar 18,841 kV. Hasil tersebut masih memenuhi standar PLN (SPLN) tentang tegangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Interkoneksi Sistem PT. PLN Tarakan Dan PT. PLN Bunyu Melalui Jaringan Kabel Bawah Laut

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tarakan dan Pulau Bunyu memiliki jarak yang relatif dekat yaitu kurang lebih 22 km. Masing-masing Pulau tersebut memiliki sistem tenaga listrik yang beroperasi melayani masyarakat masing-masing. Penelitian ini mengusulkan pemasangan kabel bawah laut untuk menghubungkan (interkoneksi) kedua sistem tenaga listrik tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas penyaluran dan pelayanan daya listrik antara kedua Pulau. Pada penelitian ini, spesifikasi kabel bawah laut seperti: jenis kabel, diameter, panjang dan tegangan saluran ditentukan berdasarkan perhitungan terhadap kemampuan hantar arus yang didapatkan dari perhitungan arus maksimum yang dapat melewati kabel bawah laut tersebut. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Jenis penghantar Alumunium, isolasi XLPE, diameter 70 mm2 dan panjang saluran 22,5 km. Selanjutnya simulasi aliran daya dilakukan untuk melihat parameter sistem tenaga listrik setelah dilakukan interkoneksi sistem tenaga listrik antara PT. PLN Tarakan dan PT. PLN Bunyu. Hasil simulasi didapatkan nilai rugi-rgi daya aktif sebesar 1476 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 3384 kVAr. Sedangkan untuk nilai tegangan paling rendah terdapat pada bus 198 dan 200 dengan nilai sebesar 18,51 kV. Nilai rugi-rugi daya dan tegangan tersebut masih sesuai dengan Standar PLN (SPLN).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Aliran Daya Pada Sistem Distribusi 20 KV PT.PLN KP Sebatik Dengan Integrasi PV Skala Besar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisa aliran daya adalah analisa yang digunakan untuk menentukan dan menghitung tegangan ,arus,daya dan faktor daya yang terdapat pada seluruh bus bar serta aliran daya aktif dan reaktif pada saluran dalam suatu jaringan listrik dalam keadaan pengoperasian normal. Penelitian ini dilakukan di PT.PLN KP Sebatik dengan data-data yang diperlukan yaitu:single line diagram ,data pembangkit, data beban dan data saluran. Data-data tersebut selanjutnya diinput kedalam software ETAP Powerstation 19.0.1 untuk dilakukan analisa aliran daya. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga skenario,yaitu: tanpa PV, PV 25% dan PV 50%. Metode yang digunakan untuk analisa aliran daya adalah metode Newton Raphson. Penelitian ini menghasilkan perhitungan nilai rugi-rugi daya dan tegangan pada saluran distribusi PT.PLN KP Sebatik tanpa PV diperoleh daya aktif sebesar 65,1 kW, daya reaktif sebesar 172,7 kVAr dengan tegangan paling rendah sebesar 19,44 kV. Kemudian untuk nilai rugi-rugi daya dan tegangan pada saluran distribusi dengan presentase PV 25% diperoleh daya aktif 58,1 kW, daya reaktif sebesar 122,6 kVAr, terjadi penurunan rugi-rugi daya aktif sebesar 7 kW (10,75%) dan daya reaktif sebesar 50,1 kVAr (29,01%) dengan tegangan terendah sebesar 19,43 kV. Selanjutnya untuk nilai rugi-rugi daya dan tegangan pada saluran distribusi dengan presentase PV 50% diperoleh nilai daya aktif sebesar 27,4 kW, daya reaktif sebesar 62,8 kVAr, terjadi penurunan rugi-rugi daya aktif sebesar 57,91% dan daya reaktif sebesar 63,63% dengan tegangan terendah sebesar 19,83 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Aliran Daya Pada Jaringan Distribusi 20 kV PT. PLN Bunyu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisa aliran daya adalah operasi perhitungan untuk mencari nilai tegangan, arus, daya aktif maupun daya reaktif pada suatu sistem tenaga listrik dalam keadaan beroperasi normal. Dengan melakukan analisa aliran daya dapat diketahui apakah sistem tenaga listrik dalam keadaan baik atau tidak. Penelitian ini dilakukan di PT. PLN Bunyu, dengan data yang digunakan berupa diagram segaris, data beban, data pembangkit dan data saluran. Selanjutnya, data-data tersebut diinputkan ke dalam Software Etap Powerstation 19.0.1 untuk dilakukan analisa aliran daya. Metode yang digunakan untuk analisa aliran daya adalah metode Newton Raphson, sedangkan untuk analisa aliran daya dilakukan pada dua periode, yaitu: periode beban dasar dan periode beban puncak. Simulasi aliran daya pada beban dasar menghasilkan daya aktif sebesar 1.120 kW, daya reaktif sebesar 842 kVAr dan daya kompleks sebesar 1.401 kVA serta rugi-rugi daya aktif sebesar 1 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 2 kVAr. Sedangkan simulasi aliran daya pada beban puncak menghasilkan daya aktif sebesar 1660 kW, daya reaktif sebesar 1245 kVAr dan daya kompleks sebesar 2075 kVA. Selanjutnya, untuk tegangan terendah terdapat pada bus 28 dan bus 29 dengan nilai 19,95 kV pada beban dasar dan 19,93 kV pada beban puncak. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kondisi sistem tenaga listrik PT PLN Bunyu secara keseluruhan sudah baik dan sesuai dengan Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi jatuh tegangan pada transformator distribusi sisi tegangan rendah Feeder 5 Out Going amal di PT PLN Tarakan

2023•

Dimasa sekarang ini, energi listrik merupakan energi yang bisa dikatakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari pesatnya perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Beban yang cukup jauh dari pusat pembangkit akan mengalami jatuh tegangan, jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik rumah tangga. Penyebab jatuh tegangan bermacam-macam, oleh karena itu suplai energi listrik yang dikirim dari trafo distribusi harus energi yang berkualitas untuk melayani kebutuhan energi listrik konsumen atau industri. Pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai hasil pengukuran tegangan jatuh di lapangan dan nilai hasil software simulasi degan metode MAPE. Pada pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo GNA 243, UNB 433, PAL 122, PAL 181, PAL 193, PAL 132, PAL 133 dan PAL 309, Dimana rata-rata jatuh tegangan adalah 3 volt. Sedangkan pada simulasi jatuh tegangan rata-rata 1 volt. Pada perhitungan jatuh tegangan beban 1 Fasa terjadi jatuh tegangan, untuk data pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo PAL 142 pada Fasa R sebesar 2,362 volt, pada Fasa S sebesar 2,252 dan PAL 123 pada Fasa T sebesar 2,287 volt. Sedangkan untuk data simulasi jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo PAL 142 pada Fasa R sebesar 1,493 volt, PAL 149 fasa S sebesar 1,490 volt dan UNB 262 Fasa T sebesar 1,466 volt. Berdasarkan hasil perhitungan MAPE yaitu : MAPER sebesar 42,16, MAPES sebesar 49,02 dan MAPET sebesar 34,31. Dimana jika dilihat pada tabel. 4.8 interpretasi MAPE, maka hasil MAPE keseluruhan adalah cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI JATUH TEGANGAN PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI SISI TEGANGAN RENDAH FEEDER 5 OUT GOING KAMPUNG 4 DAN KAMPUNG 6 DI PT. PLN TARAKAN

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jatuh tegangan yang terjadi pada sisi pengirim dan sisi konsumen. Penyebab jatuh tegangan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: hambatan saluran, arus saluran, faktor daya, dan panjang saluran. Mengingat kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada jaringan juga semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan di lokasi PT. PLN Tarakan pada feeder 5 out going kampung 4 dan kampung 6. Data penelitian adalah data pengukuran tegangan pada sisi pengirim dan konsumen. Penelitian ini menerapkan perhitungan analitik dengan metode deskriptif kuantitatif yang dibandingkan dengan perhitungan berbasis software ETAP. Jatuh tegangan pada perhitungan terbesar terdapat di trafo KPE 166 pada Fasa R sebesar 8 volt, Fasa S sebesar 2 volt dan Fasa T sebesar 3 volt, namun masih dibatas toleransi SPLN (Fasa R 221 volt, Fasa S 2 volt dan Fada T 3 volt). Sedangkan untuk Trafo KPE 62 terjadi jatuh tegangan sebesar 2 volt untuk Fasa R, S, T sudah melebihi batas toleransi SPLN sebesar 5%. Sedangkan pada simulasi, trafo KPE 166 hanya terjadi jatuh tegangan sebesar 1 volt untuk Fasa R, S, T. Jatuh tegangan beban 1 Fasa terjadi pada trafo KPE 62 pada Fasa R sebesar 2,150 volt, TJP 126 pada Fasa S sebesar 2,065 dan KPE 165 pada Fasa R sebesar 2,010 volt. Sedangkan pada simulasi jatuh tegangan tersebesar terjadi pada trafo TJP 126 pada Fasa S sebesar 1,472 volt, Fasa T sebesar 1,468 volt dan Fasa R sebesar 1,463 volt. Untuk membandingkan hasil pengukuran dan simulasi menggunakan metode MAPE, perhitungan MAPE yaitu : (MAPER = 44,22043, MAPES = 42,47312 dan MAPET = 44,08602). Hasil MAPE keseluruhan adalah cukup baik. Jatuh tegangan yang diijinkan oleh SPLN adalah 5% dari tegangan nominal. Hasil analisis menunjukkan bahwa jatuh tegangan yang terjadi di out going kampung 4 dan kampung 6 rata-rata masih dalam batas yang diizinkan oleh SPLN yaitu 5% dari tegangan nominal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGARUH SUHU PENGHANTAR JARINGAN TEGANGAN MENENGAH TERHADAP JATUH TEGANGAN PADA FEEDER 04 PT. PLN (PERSERO) UP3 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seiring dengan perkembangan semua kegiatan pembangunan maupun industri khususnya di Kota Tarakan dari berbagai sektor menggunakan energi listrik sebagai salah satu infrastruktur penunjang kegiatan masyarakat Tarakan. Sistem tenaga listrik yang ada diharapkan merupakan sistem yang handal dan berkualitas tinggi berkaitan dengan suplai energi listriknya. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mendapatkan penghantar yang mempunyai kuat hantar arus maksimum, guna mengoptimalkan saluran udara tegangan menengah dengan ketepatan pemilihan penghantar sesuai kemampuan kuat hantar arusnya dengan memperhitungkan pengaruh perubahan suhu. Perubahan suhu pada penghantar dapat mengakibatkan terjadinya jatuh tegangan yang dapat menyebabkan ketidakmaksimalan dalam menghantarkan arus listrik ke beban konsumen, Dikarenakan panjangnya luas penampang serta jarak yang terlalu panjang sehingga menyebanbkan suhu yang meningkat di antara trafo.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI JATUH TEGANGAN PADA FEEDER 3 PT. PLN RAYON NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten di kalimantan utara yang memiliki luas wilayah 14.493 km2 dan berpenduduk 140.842 jiwa sangat memerlukan energi listrik. PT. PLN Rayon Nunukan telah mengarahkan peningkatan efisiensi dalam penyaluran energi listrik. Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi untuk mengevaluasi sistem yang mempunyai masalah pada jatuh tegangan. Pada penelitian ini penulis menganalisis besar jatuh tegangan yang terjadi pada feeder 3 PT. PLN Rayon Nunukan yang dipengaruhi jarak antar transformator distribusi. Didapatkan jatuh tegangan yang terjadi pada feeder 3 PT. PLN Rayon Nunukan dapat dikatakan dalam keadaan baik atau tidak melebihi batas toleransi yang telah ditentukan oleh SPLN no.72 1987. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mengukur jarak pembangkit hingga ke tiap-tiap trafo pada feeder 3 menggunakan mapsource lalu melakukan analisa perhitungan untuk mendapat nilai persentase jatuh tegangan. Persentase jatuh tegangan yang paling tinggi terjadi pada kode trafo BNS 133 dan BNS 134 sedangkan yang paling rendah adalah SBL 13 pada feeder 3 PT. PLN Rayon Nunukan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail