ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Inverter merupakan perangkat elektronika daya yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Salah satu permasalahan pada Inverter adalah ketidakstabilan tegangan keluaran akibat perubahan beban dan variasi tegangan input DC. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) pada Inverter Pure Sine Wave berbasis Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) menggunakan pendekatan komputasi numerik. Model simulasi disusun dalam bentuk skrip simulasi dengan pendekatan matematis yang melibatkan tegangan input DC, modulation index, rasio transformasi, beban resistif, tegangan keluaran RMS, dan kontroler Proportional-Integral (PI). Sistem AVR dirancang sebagai sistem closed-loop dengan membandingkan tegangan keluaran terhadap tegangan referensi 220 V. Error tegangan yang dihasilkan diproses oleh kontroler PI untuk mengatur modulation index pada generator SPWM. Pengujian dilakukan pada kondisi tanpa AVR dan dengan AVR. Variasi pengujian meliputi beban resistif 100 Ω, 200 Ω, dan 300 Ω, serta tegangan input DC 10 V, 11 V, 12 V, dan 13 V. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan AVR mampu meningkatkan tegangan keluaran Inverter. Pada variasi beban dengan input 12 V, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 184,75–193,85 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 205,80–214,20 V. Pada variasi tegangan input dengan beban 200 Ω, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 158,65–206,21 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 176,26–219,48 V. Hasil terbaik diperoleh pada tegangan input 13 V dengan beban 200 Ω, yaitu tegangan keluaran sebesar 219,48 V dengan error 0,24% terhadap tegangan referensi. Respon transien menunjukkan bahwa sistem mencapai kondisi stabil pada kisaran 0,15–0,20 s. Berdasarkan hasil tersebut, AVR berbasis kontrol PI mampu memperbaiki kestabilan tegangan keluaran Inverter Pure Sine Wave secara simulasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengisian baterai dengan cara mengaliri arus listrik secara terus menerus. Pengisian dihentikan ketika tegangan baterai telah sampai pada tegangan maksimal. Jika baterai telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi tetap dilakukan pengisian maka akan menimbulkan kerugian yaitu pemborosan energi listrik untuk mencegah kerusakan pada baterai, dibutuhkan sebuah alat pengendali yang dikenal dengan charger controller. Fungsi utama dari charger controller adalah mempertahankan keadaan baterai dengan mencegah terjadinya distribusi arus dan tegangan yang berlebihan. Penelitian ini menghasilkan sistem yang dapat menaikkan dan menurukan tegangan sesuai yang diinginkan dengan menggunakan rangkaian buck-boost converter sebagai alat untuk menstabilkan tegangan keluaran yang disuplai dengan tegangan yang terukur sebesar 13 V untuk aki dan Arus 3,64 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa merupakan salah satu mesin listrik yang banyak digunakan di berbagai bidang industri. Motor induksi tiga fasa yang digunakan memiliki arus lonjakan yang besarnya lima hingga tujuh kali lipat dari arus nominalnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengasutan motor induksi tiga fasa yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa adalah Variable Speed Drive (VSD). Penelitian ini menghasilkan sistem pengasutan motor induksi menggunakan VSD yang dapat meminimalisir arus lonjakan pada motor induksi 3 fasa dengan melakukan pengujian variasi frekuensi dan variasi duty cycle. Pada pengujian variasi frekuensi dengan mengatur nilai frekuensi dari 25 sampai 75 Hz dengan tegangan output 220 dari VSD, diketahui bahwa arus yang terukur mengalami penurunan sebesar 0,74 A sedangkan pada pengujian variasi duty cycle dengan mengatur nilai duty cycle dari 10 sampai 100 % dengan frekuensi 50 Hz. Didapatkan bahwa arus yang terukur mengalami kenaikan sebesar 1,136 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari terutama energi listrik dalam bentuk AC. Pembangkit listrik sekarang masih banyak menggunakan bahan bakar fosil yang sekian lama ketersediaannya semakin menipis. Untuk mengatasi hal tersebut energi terbarukan bisa dimanfaatkan, namum tegangan yang dihasilkan kebanyakan masih dalam bentuk DC dan kebutuhan listrik dimasyarakat mayoritas berbentuk tegangan AC, sehingga diperlukan alat yang dapat merubah tegangan DC tersebut menjadi tegangan AC. Peralatan yang bisa digunakan yaitu inverter pure sine wave menggunakan teknik SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Inverter pure sine wave menggunakan tegangan sumber DC yang berasal dari battery yang diubah tegangannya menjadi tegangan 220 Volt AC, dengan frekuensi 50 Hz. untuk membuat inverter ini diperlukan osilator sebagai pembangkit sinyal gelombang SPWM. Osilator yang dipakai dapat berupa mikrokontroler, mikrokontroler sendiri dapat membangkitkan sinyal SPWM dengan cara memasukkan program. Dengan begitu dapat dirancang desain osilator SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) pada inverter pure sine wave secara digital dengan mikrokontroler. Tujuan dari perancangan alat ini ialah dapat merubah tegangan DC menjadi tegangan AC dan memiliki output gelombang yang berbentuk sinus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemamfaatan energi matahari menjadi energi listrik, di buat dengan sebuah peralatan pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang dikenal dengan modul surya. Dalam proses pemamfaatan energi ini daya listrik yang dihasilkan modul surya biasanya disimpan pada baterai. Dalam proses penyimpanan sering terjadi kendala yaitu rendahnya intensitas matahari sehingga proses penyimpanan energi listrik dari modul surya mengalami penurunan dan memerlukan waktu pengisian yang lama pada baterai. Dengan merancang sebuah sistem kontrol charging dengan tipe boost konverter yang merupakan sebuah tipe konverter yang bekerja menaikkan tegangan menggunakan metode pengontrolan PID. Kontrol ini akan bekerja memonitoring tegangan baterai tetap pada posisi maksimum kapaitas baterai. Penelitian ini menggunakan modul surya 50 wp dan aki 24V. Hasil penelitian menunjukkan tegangan yang dihasilkan modul surya berkisar 19-20V maka boost converter akan menaikkan tegangan sesuai dengan kapasitas baterai yaitu 24V. Dalam pengukuran yang dilakukan pada proses pengisian baterai boost converter bekerja pada duty cyle 15%, 15%, 14%, 15%, 16%, 16%, 17%, 16%. Proses pengisian berlangsung selama 3 jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber listrik arus bolak-balik bertegangan 220 V sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk menghidupakan peralatan listrik rumah tangga yang dimana membantu kehidupan sehari-hari dalam melakukan pekerjaan, sumber aliran listrik tersebut berasal dari pasokan jaringan listrik melalui Negara (PLN). Ketika aliran listrik tersebut terjadi pemadaman mendadak, maka seluruh peralatan listrik rumah tangga pun tidak dapat difungsikan sebagai mana mestinya, untuk mengatasi hal tersebut diatas perlu adanya sumber listrik alternative sebagai pengganti penyediaan aliran listriknya. Salah satunya pembangkit Listrik Tenaga Surya, namun keluaran dari PLTS masih berupa tegangan DC, perlu adanya pengubah tegangan DC menjadi AC salah satunya inverter dengan menggunakan sumber arus DC berasal dari battery 12 V yang diubah tegangannya menjadi AC sebesar 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Inverter menggunakan teknik SPWM (sinusoidal pulse widt modulation) sebagai proses switching. Dalam hasil pengujian inverter di dapat tengangan output sebesar 220 VAC frekuensi 50 Hz dengan gelombang keluaran sinus dan dapat menjalankan beban-beban rumah tangga seperti lampu, kipas. Pemasangan filter pasif berhasil meredam ripple pada keluaran inverter sehingga mengghasilkan gelombang sinusoidal, dan Gelombang output yang di hasilkan inverter sinusoidal sama dengan gelombang output dari PLN.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak. Motor induksi tiga fasa banyak digunakan di berbagai bidang industri. Mesin induksi tiga fasa yang digunakan memiliki kecepatan yang tetap sesuai dengan kapasitas pabrik tanpa bisa diatur kecepatannya. Inverter merupakan sebuah alat pengatur kecepatan motor dengan mengubah nilai frekuensi yang masuk ke motor. Pengaturan nilai frekuensi ini dimaksudkan untuk memperolah kecepatan putaran yang diinginkan atau sesuai kebutuhan. Namun dalam inverter itu sendiri perlu ditambahkan sebuah kontroler sehingga nilai kontrol terhadap motor dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Kontroler PID merupakan sebuah pengontrol yang paling banyak digunakan dalam bidang sistem kontrol di dunia industri. penggabungan ketiga konstanta PID secara pararel dapat menutupi setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing konstanta sehingga didapatkan suatu kontroler yang baik. Berdasarkan hasil dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan kecepatan motor induksi tiga fasa dapat bekerja dengan baik. Ketika dilakukan pengujian dengan memberikan nilai Kp=02, Ki=0 dan Kd=3,7 didapatkan respon kecepatan motor memilki nilai Time Constan = 1,5 detik, Rise time = 2,2 detik dan Settling time = 2,7 detik.