ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini melakukan desain simulasi inverter on grid menggunakan metode current controlled dengan software PSIM. Rangkain inverter yang digunakan adalah rangkaian inverter fullbridge dengan sistem kendali menggunakan metode current controlled. Rangkaian filter yang digunakan adalah filter low pass (LC) dengan nilai L adalah 0.0113H dan nilai C adalah 100nF. Rangkaian kendali yang digunakan adalah rangkaian SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Keluaran arus inverter diatur sebesar 6 A (rms) dengan variasi pembebanan dan sudut fasa antara tegangan dan arus berubah. Sudut fasa antara arus dan tegangan berpengaruh terhadap daya yang disuplai inverter ke grid. Pada saat inverter memiliki sudut fasa yang sama dengan grid maka daya yang disuplai sesuai dengan referensi yang diberikan oleh sistem kontrol. Kelebihan daya dari inverter akan disuplai ke grid, begitu pula kekurangan daya akan disuplai dari grid. Pada saat arus inverter lagging 90° dari tegangan maka inverter menyuplai daya reaktif ke sistem dan memkonsumsi daya aktif dari sistem. Daya reaktif yang dikirim ke sistem jauh lebih besar dari daya aktif yang dikonsumsi oleh inverter. Pada saat arus inverter leading 90° dari tegangan maka inverter menyerap baik daya aktif maupun daya reaktif dari sistem. Frekuensi pada sistem konstan dengan nilai 50Hz.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Inverter merupakan perangkat elektronika daya yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Salah satu permasalahan pada Inverter adalah ketidakstabilan tegangan keluaran akibat perubahan beban dan variasi tegangan input DC. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) pada Inverter Pure Sine Wave berbasis Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) menggunakan pendekatan komputasi numerik. Model simulasi disusun dalam bentuk skrip simulasi dengan pendekatan matematis yang melibatkan tegangan input DC, modulation index, rasio transformasi, beban resistif, tegangan keluaran RMS, dan kontroler Proportional-Integral (PI). Sistem AVR dirancang sebagai sistem closed-loop dengan membandingkan tegangan keluaran terhadap tegangan referensi 220 V. Error tegangan yang dihasilkan diproses oleh kontroler PI untuk mengatur modulation index pada generator SPWM. Pengujian dilakukan pada kondisi tanpa AVR dan dengan AVR. Variasi pengujian meliputi beban resistif 100 Ω, 200 Ω, dan 300 Ω, serta tegangan input DC 10 V, 11 V, 12 V, dan 13 V. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan AVR mampu meningkatkan tegangan keluaran Inverter. Pada variasi beban dengan input 12 V, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 184,75–193,85 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 205,80–214,20 V. Pada variasi tegangan input dengan beban 200 Ω, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 158,65–206,21 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 176,26–219,48 V. Hasil terbaik diperoleh pada tegangan input 13 V dengan beban 200 Ω, yaitu tegangan keluaran sebesar 219,48 V dengan error 0,24% terhadap tegangan referensi. Respon transien menunjukkan bahwa sistem mencapai kondisi stabil pada kisaran 0,15–0,20 s. Berdasarkan hasil tersebut, AVR berbasis kontrol PI mampu memperbaiki kestabilan tegangan keluaran Inverter Pure Sine Wave secara simulasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi yang ada saat ini, Sebagian besar terpenuhi oleh energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.Namun persediaan energi yang ada saat ini semakin berkurang Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti matahari, air, angin, panas bumi dan bioenergi. PLTS Atap merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan energi Listrik yang semakin meningkat. Desain PLTS Atap di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Listrik. Hasil Analisa diperoleh jumlah panel yang digunakan sebanyak 675 unit dan 5 unit inverter dengan sudut putar 12°C dan azimuth 0°C. Energi yang dihasilkan 1.922,6 kWh/tahun. Pengurangan energi yang diterima sebesar 0.66%. Kerugian IAM dari sistem sebesar 2.31%, dan efisiensi pada pengukuran sebesar 21.71%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari terutama energi listrik dalam bentuk AC. Pembangkit listrik sekarang masih banyak menggunakan bahan bakar fosil yang sekian lama ketersediaannya semakin menipis. Untuk mengatasi hal tersebut energi terbarukan bisa dimanfaatkan, namum tegangan yang dihasilkan kebanyakan masih dalam bentuk DC dan kebutuhan listrik dimasyarakat mayoritas berbentuk tegangan AC, sehingga diperlukan alat yang dapat merubah tegangan DC tersebut menjadi tegangan AC. Peralatan yang bisa digunakan yaitu inverter pure sine wave menggunakan teknik SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Inverter pure sine wave menggunakan tegangan sumber DC yang berasal dari battery yang diubah tegangannya menjadi tegangan 220 Volt AC, dengan frekuensi 50 Hz. untuk membuat inverter ini diperlukan osilator sebagai pembangkit sinyal gelombang SPWM. Osilator yang dipakai dapat berupa mikrokontroler, mikrokontroler sendiri dapat membangkitkan sinyal SPWM dengan cara memasukkan program. Dengan begitu dapat dirancang desain osilator SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) pada inverter pure sine wave secara digital dengan mikrokontroler. Tujuan dari perancangan alat ini ialah dapat merubah tegangan DC menjadi tegangan AC dan memiliki output gelombang yang berbentuk sinus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber listrik arus bolak-balik bertegangan 220 V sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk menghidupakan peralatan listrik rumah tangga yang dimana membantu kehidupan sehari-hari dalam melakukan pekerjaan, sumber aliran listrik tersebut berasal dari pasokan jaringan listrik melalui Negara (PLN). Ketika aliran listrik tersebut terjadi pemadaman mendadak, maka seluruh peralatan listrik rumah tangga pun tidak dapat difungsikan sebagai mana mestinya, untuk mengatasi hal tersebut diatas perlu adanya sumber listrik alternative sebagai pengganti penyediaan aliran listriknya. Salah satunya pembangkit Listrik Tenaga Surya, namun keluaran dari PLTS masih berupa tegangan DC, perlu adanya pengubah tegangan DC menjadi AC salah satunya inverter dengan menggunakan sumber arus DC berasal dari battery 12 V yang diubah tegangannya menjadi AC sebesar 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Inverter menggunakan teknik SPWM (sinusoidal pulse widt modulation) sebagai proses switching. Dalam hasil pengujian inverter di dapat tengangan output sebesar 220 VAC frekuensi 50 Hz dengan gelombang keluaran sinus dan dapat menjalankan beban-beban rumah tangga seperti lampu, kipas. Pemasangan filter pasif berhasil meredam ripple pada keluaran inverter sehingga mengghasilkan gelombang sinusoidal, dan Gelombang output yang di hasilkan inverter sinusoidal sama dengan gelombang output dari PLN.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak. Motor induksi tiga fasa banyak digunakan di berbagai bidang industri. Mesin induksi tiga fasa yang digunakan memiliki kecepatan yang tetap sesuai dengan kapasitas pabrik tanpa bisa diatur kecepatannya. Inverter merupakan sebuah alat pengatur kecepatan motor dengan mengubah nilai frekuensi yang masuk ke motor. Pengaturan nilai frekuensi ini dimaksudkan untuk memperolah kecepatan putaran yang diinginkan atau sesuai kebutuhan. Namun dalam inverter itu sendiri perlu ditambahkan sebuah kontroler sehingga nilai kontrol terhadap motor dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Kontroler PID merupakan sebuah pengontrol yang paling banyak digunakan dalam bidang sistem kontrol di dunia industri. penggabungan ketiga konstanta PID secara pararel dapat menutupi setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing konstanta sehingga didapatkan suatu kontroler yang baik. Berdasarkan hasil dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan kecepatan motor induksi tiga fasa dapat bekerja dengan baik. Ketika dilakukan pengujian dengan memberikan nilai Kp=02, Ki=0 dan Kd=3,7 didapatkan respon kecepatan motor memilki nilai Time Constan = 1,5 detik, Rise time = 2,2 detik dan Settling time = 2,7 detik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.PENGGUNAAN METODE PULSE WITDH MODULATION (PWM) UNTUK MENGATUR TORSI MOTOR INDUKSI 3 FASA ABSTRAK Motor induksi 3 fasa secara umum diterapkan sebagai konversi untuk menjalankan alat-alat tertentu atau secara umum membantu manusia dalam melakukan tugasnya sehari-hari. Meskipun memiliki banyak keunggulan, motor induksi juga mempunyai kelemahan antara lain, motor ini bersifat tidak linier, sehingga rumit dalam melakukan pengaturan kecepatan dan torsi. Untuk melakukan pengendali motor induksi 3 fasa diperlukan adanya sebuah inverter. Inverter merupakan rangkaian Elektronika daya yang digunakan untuk mengkonversikan tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Inverter yang dirancang pada penelitian memiliki bentuk gelombang Square wave. Dapat mengontrol keluaran inverter dengan masukkan PWM. Dengan kemampuan inverter mengoperasikan motor tiga fasa dengan pemberian nilai torsi 0.00 sampai 0.1 kg/s dengan dutycycle 100-80%.