ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini melakukan desain simulasi inverter on grid menggunakan metode current controlled dengan software PSIM. Rangkain inverter yang digunakan adalah rangkaian inverter fullbridge dengan sistem kendali menggunakan metode current controlled. Rangkaian filter yang digunakan adalah filter low pass (LC) dengan nilai L adalah 0.0113H dan nilai C adalah 100nF. Rangkaian kendali yang digunakan adalah rangkaian SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Keluaran arus inverter diatur sebesar 6 A (rms) dengan variasi pembebanan dan sudut fasa antara tegangan dan arus berubah. Sudut fasa antara arus dan tegangan berpengaruh terhadap daya yang disuplai inverter ke grid. Pada saat inverter memiliki sudut fasa yang sama dengan grid maka daya yang disuplai sesuai dengan referensi yang diberikan oleh sistem kontrol. Kelebihan daya dari inverter akan disuplai ke grid, begitu pula kekurangan daya akan disuplai dari grid. Pada saat arus inverter lagging 90° dari tegangan maka inverter menyuplai daya reaktif ke sistem dan memkonsumsi daya aktif dari sistem. Daya reaktif yang dikirim ke sistem jauh lebih besar dari daya aktif yang dikonsumsi oleh inverter. Pada saat arus inverter leading 90° dari tegangan maka inverter menyerap baik daya aktif maupun daya reaktif dari sistem. Frekuensi pada sistem konstan dengan nilai 50Hz.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan kontaminan yang dapat ditemukan pada lingkungan perairan dan berpotensi masuk ke dalam sistem budidaya melalui media termasuk pakan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan membran biofilter berbahan klekap yang dikombinasikan dengan polyvinyl alcohol (PVA) dalam menahan mikroplastik dari pakan alami ikan bandeng di tambak tradisional Kota Tarakan. Membran dibuat dalam lima formulasi, yaitu klekap:PVA 3:7, 4:6, 4,5:5,5, 5:5, serta kontrol PVA 0:10. Setiap formulasi diuji sebanyak tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah mikroplastik yang tertahan pada membran, retensi mikroplastik estimasi, dan koefisien variasi (CV). Nilai mikroplastik awal yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 79,6 partikel per 20 L, berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi membran mampu menahan partikel yang diidentifikasi sebagai mikroplastik. Formulasi 3:7 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 25,67 ± 7,23 partikel dengan retensi estimasi 32,24 ± 9,09% dan CV 28,19%. Formulasi 4:6 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,67 ± 8,39 partikel dengan retensi estimasi 43,55 ± 10,54% dan CV 24,19%. Formulasi 4,5:5,5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,00 ± 10,44 partikel dengan retensi estimasi 42,71 ± 13,12% dan CV 30,71%. Formulasi 5:5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 35,00 ± 7,55 partikel dengan retensi estimasi 43,97 ± 9,48% dan CV 21,57%. Di antara formulasi yang mengandung klekap, formulasi 5:5 menunjukkan jumlah mikroplastik tertahan tertinggi, retensi estimasi tertinggi, dan konsistensi terbaik dengan CV terendah sebesar 21,57%. Kontrol PVA 0:10 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 57,33 ± 27,50 partikel dengan retensi estimasi 72,03 ± 34,55% dan CV 47,97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran berbasis klekap-PVA berpotensi sebagai media filtrasi untuk menahan mikroplastik, meskipun penambahan klekap belum menunjukkan retensi yang lebih tinggi dibandingkan PVA tanpa klekap. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan pengukuran jumlah mikroplastik secara langsung sebelum dan sesudah filtrasi serta karakterisasi sifat fisik dan struktur membran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan salah satu pencemar perairan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ekosistem akuatik, sehingga diperlukan teknologi penyisihan yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran biofilter berbahan rumput laut Kappaphycus alvarezi dan polivinil alkohol (PVA) serta mengevaluasi kemampuan berbagai formulasi membran dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2026 menggunakan metode eksperimental dengan lima formulasi rumput laut:PVA, yaitu 0:5, 1:3, 1:4, 1,5:3,5, dan 2:3, masing-masing dengan tiga ulangan. Jumlah mikroplastik awal ditetapkan secara estimatif sebesar 79,6 partikel per 20 L berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan jumlah mikroplastik yang tertahan, retensi estimasi, jumlah mikroplastik pada filtrat, efisiensi penyisihan estimasi, dan koefisien variasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 0:5 menghasilkan efisiensi penyisihan estimasi tertinggi sebesar 87,02 +/- 3,84%, tetapi menunjukkan variasi retensi yang relatif tinggi. Formulasi 1:3 merupakan formulasi paling prospektif di antara membran yang mengandung rumput laut, dengan rata-rata mikroplastik tertahan sebesar 56,67 +/- 6,11 partikel, retensi estimasi 71,19 +/- 7,68%, efisiensi penyisihan estimasi 82,83 +/- 2,62%, serta koefisien variasi terendah sebesar 10,78%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antarformulasi belum signifikan pada taraf alpha = 0,05. Dengan demikian, formulasi rumput laut:PVA 1:3 memiliki potensi paling baik secara deskriptif sebagai membran biofilter berbasis rumput laut untuk penyisihan mikroplastik, meskipun masih diperlukan optimasi komposisi dan karakterisasi struktur membran lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan awal, air sumur bor memiliki nilai pH sebesar 5,5 yang menunjukkan kondisi asam sehingga diperlukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas air, khususnya pada parameter pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media filter termodifikasi yang dikombinasikan dengan kitosan dalam meningkatkan pH air sumur bor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan koagulasi dan filtrasi. Kitosan digunakan sebagai bahan koagulan dengan variasi dosis 1 mL, 2 mL, dan 3 mL, sedangkan media filtrasi terdiri atas cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil. Pengukuran pH dilakukan sebelum perlakuan, setelah proses koagulasi, dan setelah proses filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pH awal pada perlakuan kontrol sebesar 5,53. Setelah proses koagulasi menggunakan kitosan, rata-rata pH meningkat menjadi 6,29 dengan efektivitas sebesar 51,51%. Setelah proses filtrasi menggunakan media filter termodifikasi, rata-rata pH meningkat menjadi 6,89 dengan efektivitas sebesar 92,42%. Perlakuan kontrol memiliki efektivitas sebesar 0% karena tidak diberikan proses pengolahan. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 5,918 dengan nilai signifikansi 0,038 (p 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan terhadap nilai pH air sumur bor. Berdasarkan hasil penelitian, filtrasi menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan koagulasi dalam meningkatkan pH menuju target 7,0. Dengan demikian, kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi berpotensi digunakan sebagai metode alternatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat Kelurahan Mamburungan RT 07 Kota Tarakan. Berdasarkan hasil pengujian, air sumur bor di lokasi penelitian mengandung kadar besi (Fe) sebesar 2,2 mg/L yang melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi koagulasi kitosan, filtrasi, dan kombinasi koagulasi-filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tiga perlakuan, yaitu koagulasi menggunakan kitosan, filtrasi menggunakan media cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil, serta kombinasi koagulasi-filtrasi. Pengujian kadar Fe dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) berdasarkan SNI 6989.4:2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Fe setelah perlakuan koagulasi sebesar 0,827 ± 0,059 mg/L, filtrasi sebesar 0,350 ± 0,110 mg/L, dan kombinasi koagulasi-filtrasi sebesar 0,190 ± 0,105 mg/L. Efisiensi penurunan kadar Fe pada masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 62,42%, 84,09%, dan 91,36%. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar Fe (Fhitung = 30,59 > Ftabel = 5,14). Perlakuan kombinasi koagulasi-filtrasi merupakan metode yang paling efektif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Sumur gali yang berada di Karungan RT. 08 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan adalah air baku yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan uji pendahuluan kandungan logam besi pada air sumur didapatkan hasil 1,2 mg/L artinya tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kandungan logam besi pada air sumur gali setelah dilakukan pengolahan menggunakan adsorben kitosan dan filter termodifikasi. Filter termodifikasi merupakan kombinasi ijuk, pasir silika, cangkang kapah, kerikil dan arang aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Tahapan pengolahan air sumur yaitu sedimentasi, adsorpsi dan filtrasi. Parameter yang diuji yaitu logam Fe dan parameter kualitas air lainnya. Hasil pengujian kandungan Fe setelah sedimentasi adalah 0,21 mg/L dan setelah filtrasi menggunakan filter termodifikasi yaitu 0,09 mg/L. Hasil pengujian parameter fisika untuk TDS awal yaitu 297 mg/L, nilai TDS setelah sedimentasi 262 mg/L dan nilai TDS setelah filtrasi 248 mg/L. Hasil pengukuran untuk parameter fisika kekeruhan air sumur 12,64 NTU, setelah sedimentasi 12,20 NTU, setelah filtrasi 12,25 NTU. Hasil pengukuran parameter warna air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5 TCU. Nilai pH air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5,2-5,8. Parameter kimia nitrat air sumur awal 0,100 mg/L, nilai nitrat setelah sedimentasi 0,098 mg/L dan nilai nitrat setelah filtrasi 0,084 mg/L. Nilai nitrit air sumur dan setelah sedimentasi 0,012 mg/L, nilai nitrit setelah filtrasi 0,012 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan air sumur setelah di filtrasi mengalami peningkatan kualitas air untuk parameter logam besi sehingga media tersebut efektif untuk pengolahan air baku. Namun secara keseluruhan parameter kualitas air sumur belum memenuhi baku mutu untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat Karungan RT 08 dan 09 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah air sumur galian karena tergolong praktis serta ekonomis untuk kehidupan sehari-hari. Namun sumur terletak di tengah pemukian warga dengan kondisi terbuka dan berada ditepi jalan sehingga rentan terhadap kontaminasi dari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian adalah uji filtrasi air sumur gali menggunakan filter termodifikasi dan kombinasi kitosan dalam mengoptimalkan kualitas air sumur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan penerapan kitosan dan filter termodifikasi berupa ijuk, pasir silika, cangkang kerang kapah, kerikil dan arang aktif. serta uji yang diaplikasikan pada air suur ntuk menentukan parameter kualitas air. Tahapan penelitian yaitu persiapan media filtrasi, pembuatan kitosan, aplikasi kitosan dan filter termodifikasi pada air sumur dengan tahapan sedimentasi, koagulasi dan filtrasi serta uji kualitas air hasil filtrasi. Parameter fisika yang diuji adalah suhu, total dissolved solid (TDS), kekeruhan, warna, bau. Parameter kimia yaitu pH, nitrat dan nitrit. Hasil penelitian menunjukkan beberapa parameter belum memenuhi baku mutu yaitu kekeruhan dan pH. parameter suhu air sumur 29℃, sedimentasi 29℃, filtrasi 30,6℃. Hasil parameter TDS air baku 297 mg/L, sedimentasi 267 mg/L, filtrasi 261 mg/L. hasil parameter kekeruhan air baku 12,64 NTU, sedimentasi 12,20 NTU, filtrasi 12,31 NTU. Hasil parameter warna 5 TCU. Hasil parameter pH 5,2 sedimentasi 5,3 filtrasi 5,58. Kadar nitrat air baku 0,100 mg/L, sedimentasi 0,098 mg/L, filtrasi 0,102 mg/L. Kadar nitrit sebelum perlakuan 0,012 mg/L, filtrasi 0,012 mg/L. Hasil pnelitisn edia filtrasi belum efektif menurunkan mengoptialkan air sumur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan bagian penting dalam budidaya perairan, namun berbagai aktivitas seperti metabolisme ikan yang menghasilkan limbah menyebabkan air menjadi tercemar. Hal tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Sistem resirkulasi menjadi solusi tepat untuk diterapkan, karena adanya filter yang berfungsi menjaga kualitas air tetap optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas variasi susunan filter sistem resirkulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dan variasi susunan terbaik filter sistem resirkulasi. Rancangan penelitian terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : Kontrol (tanpa filter), perlakuan 2 (sabut kelapa + zeolit + bioball), perlakuan 3 (zeolit + bioball + sabut kelapa), perlakuan 4 (bioball + sabut kelapa + zeolit). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dengan susunan terbaik pada perlakuan P2. Pertumbuhan bobot mutlak P2 adalah 1,66 g, dan panjang mutlak P2 adalah 1,23 cm. Laju pertumbuhan spesifik pada P2 adalah 2,54% dan kelangsungan hidup pada P2 adalah 67%. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan susunan filter tidak berbeda nyata antar perlakuan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun susunan filter terbaik ditunjukan pada perlakuan P2 (sabut kelapa + zeolit + bioball).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tanaman air berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dalam sistem akuaponik. Tanaman air yang digunakan meliputi kangkung (Ipomoea aquatica F.), sawi (Brassica rapa L.), dan kombinasi keduanya. Pertumbuhan ikan diamati melalui panjang mutlak, berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelangsungan hidup (SR) selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kangkung sebagai media biofilter menghasilkan pertumbuhan tertinggi, dengan panjang mutlak rata-rata 8,44 cm dan berat mutlak rata-rata 15,46 gram. SGR mencapai 8,48%. Sawi juga memberikan hasil yang baik, dengan panjang mutlak rata-rata 6,08 cm, berat mutlak rata-rata 9,69 gram, dan SGR 7,26%. Kombinasi kangkung dan sawi menghasilkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan kangkung tunggal, namun masih lebih baik daripada kontrol. Penggunaan kontrol tanpa media biofilter tanaman air memberikan hasil yang paling rendah. Kesimpulannya, penggunaan kangkung sebagai media biofilter dalam budidaya akuaponik dapat meningkatkan pertumbuhan bibit ikan lele dumbo secara signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Temberungun ( Telescopium telescopium). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan Cangkang Kerang Temberungun sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang temberungun dengan level filter 30, 60 dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 94%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 49, 41 dan 8%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 31, 71 dan 13%. Penggunaan kerang tembungurun sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Perlakuan dalam pengolahan air diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini untuk studi efektifitas dari penggunaan cangkang kepiting sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Bahan yang digunakan adalah cangkang kepiting dengan level filter 30, 60 dan 100 cm. Cangkang kepiting dikombinasikan dengan penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, besi (Fe) dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas cangkang kepiting sebagai filter sangat kecil. Untuk parameter pH, nilai efektifitasnya meningkat berturut berdasarkan level filter 30, 60 dan 100 cm yaitu 54, 71, 80% dan parameter Mn berturut-turut adalah 74, 92, 81%. Sementara parameter kekeruhan, warna, TDS, TSS, nitrit, nitrat dan besi justru menurunkan nilai kualitas air, bila dibandingkan dengan nilai air baku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi, dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang darah (Anadara granosa). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan cangkang Kerang darah (Anadara granosa) sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali pengulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang Kerang darah (Anadara granosa) dengan level filter 30 cm,60 cm, dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, logam berat Fe dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas filter untuk masing-masing parameter berbeda- beda. Filter level 100 cm efektif meningkatkan nilai pH dan menurunkan kadar logam beratMn berturutturut yaitu 54% dan 83%. Filter level 60 cm efektif menurunkan kadar nitrit, TDS, kekeruhan dan warna yaitu berturut-turut 31%, 44%, 26% dan 54%. Sedangkan level filter 30 cm efektif menurunkan kadar TSS yaitu 75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air adalah elemen yang sangat penting dalam proses budidaya perairan, akan tetapi media air dalam budidaya rentang tercemar oleh berbagai aktivitas. Salah satu alternatif yang digunakan adalah Resirkulasi Akuakultur Sistem (RAS) yaitu filter kitosan yang berasal dari zat kitin limbah perikanan seperti cangkang kepiting dan kulit udang, yang ramah lingkungan serta efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan dalam filter RAS dan untuk mengetahui konsentrasi kitosan yang optimal sebagai filter terhadap kualitas air dan pertumbuhan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan air tawar yang mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah yang diharapkan dapat menyumbang peningkatan produksi, ikan nila juga mendapat perhatian dari masyarakat dunia, yang menitik beratkan pada peningkatan gizi masyarakat berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakukan dan tiga ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari variasi konsentrasi kitosan yaitu kontrol, kitosan 0 mg, kitosan 50 mg, kitosan 100 mg. Hasil penelitian menunjukan setiap perlakuan berpengaruh nyata pada panjang mutlak dan bobot mutlak, serta tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) dan laju pertumbuhan spesifik (SGR). Perlakuan P3 dengan konsentrasi kitosan 50 mg merupakan konsentrasi yang optimal pada filter dalam sistem RAS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kualitas daya berkaitan erat dengan kualitas sistem tenaga, dengan demikian permasalahan yang muncul dalam kualitas daya listrik dapat sangat mempengaruhi suatu sistem tenaga. Salah satu persoalan yang muncul adalah harmonisa atau cacat gelombang. Persoalan harmonisa khususnya pada Unit Penyelenggara Bandar Udara UPBU Kelas 1 Utama Juwata Tarakan perlu diperhatikan agar sistem dapat bekerja dengan maksimal dan penggunaan alat proteksi dapat bekerja dengan umur yang panjang. Atas dasar itu maka peneliti melakukan studi filter harmonisa dengan menambahkan filter pasif jenis single tuned sehingga kandungan harmonisa tersebut dapat diminimalisasi. Pemasangan filter harmonisa jenis single tuned dapat meminimalisasi besar harmonisa arus dari 3.37 % menjadi 3.31 %, dan untuk harmonisa tegangan dari 2.64 % menjadi 0.74 %, Dan dapat memperbaiki nilai rugi-rugi daya aktif dari 10.9 kW turun menjadi 9.1 kW, dan untuk rugi-rugi daya reaktif dari 29.4 kVar turun menjadi 24.4 kVar.