ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu jenis komoditas ikan air tawar bernilai ekonomis dengan kandungan protein yang tinggi. Hal ini selaras dengan meningkatnya permintaan benih ikan nila untuk proses pembesaran. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan nila adalah kualitas air yang dapat mempengaruhi ikan nila sehingga dapat mengalami kematian pada fase benih. Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan solusi alternatif teknologi dalam menjaga kualitas air. Kelebihan penerapan teknologi ini adalah penggunaan air lebih hemat, kepadatan tebar tinggi, kemudahan dalam mempertahankan kualitas air tetap baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dinamika kualitas air sesuai standar baku mutu serta korelasinya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) pada sistem resirkulasi selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Parameter pengukuran antara lain suhu, DO, pH, amonia, nitrit, nitrat, pertumbuhan bobot mutlak, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian diproleh bahwa dinamika kualitas air masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila yaitu Suhu rata-rata 29-31°C, Oksigen terlarut (DO) 5,2 mg/L, Derajat keasaman (pH) dengan rata-rata 7,2, Amonia (NH3) 0,008 mg/L, Nitrit 0,1 mg/L dan Nitrat dengan rata-rata 0,6-0,7 mg/L. Titik sampel pada inlet dan outlet menghasilkan grafik yang cukup stabil, sedangkan grafik pada sampel outlet cenderung kurang stabil. Hasil analisis korelasi nitrogen terhadap pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup memiliki berbagai macam tingkatan yaitu berkolerasi kuat, sedang, rendah dan tidak berkolerasi serta berkolerasi searah dan tidak searah. Selama 42 hari pemeliharaan menunjukkan penerapan sistem resirkulasi mampu menjaga kualitas air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot yang mencapai 9,89 gram dan kelangsungan hidup ikan nila sebesar 97,57%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan bagian penting dalam budidaya perairan, namun berbagai aktivitas seperti metabolisme ikan yang menghasilkan limbah menyebabkan air menjadi tercemar. Hal tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Sistem resirkulasi menjadi solusi tepat untuk diterapkan, karena adanya filter yang berfungsi menjaga kualitas air tetap optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas variasi susunan filter sistem resirkulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dan variasi susunan terbaik filter sistem resirkulasi. Rancangan penelitian terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : Kontrol (tanpa filter), perlakuan 2 (sabut kelapa + zeolit + bioball), perlakuan 3 (zeolit + bioball + sabut kelapa), perlakuan 4 (bioball + sabut kelapa + zeolit). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dengan susunan terbaik pada perlakuan P2. Pertumbuhan bobot mutlak P2 adalah 1,66 g, dan panjang mutlak P2 adalah 1,23 cm. Laju pertumbuhan spesifik pada P2 adalah 2,54% dan kelangsungan hidup pada P2 adalah 67%. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan susunan filter tidak berbeda nyata antar perlakuan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun susunan filter terbaik ditunjukan pada perlakuan P2 (sabut kelapa + zeolit + bioball).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pengembangan kegiatan budidaya untuk meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan air, lahan dan polusi terhadap lingkungan, sistem resirkulasi adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas air tetap optimal selama pemeliharaan ikan dengan kepadatan yang tinggi, oleh karena itu air merupakan hal yang penting dalam kegiatan budidaya, maka perlu dilakukan metode yang tepat dalam manajemen kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sistem resirkulasi dengan menggunakan filter yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, (P1) kontrol tanpa filter, (P2) filter spons, kerikil, ijuk dan bioball, (P3) filter spons, kerikil, arang dan zeolite, (P4) spons, cangkang kerang, ijuk, zeolite, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pretumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus), kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan nila pada perlakuan bobot mutlak terendah (P1) 1,26gr, dan tertinggi (P3) 1,77gr dengan panjang mutlak terendah (P1) 3,0cm, dan tertinggi pada (P3) 3,58cm. Hasil kelangsungan hidup (SR), (P1) 53%, presentase terendah sedangkan tertinggi yaitu (P3) 95%. Hasil laju pertumbuhan spesifik (SGR), nilai terendah pada (P1) 0,81 dan (P2) 0,81 sedangkan yang tertinggi pada (P3) 1,02. Hasil kualitas air pada suhu 28-29oC, pada pH 6-7, pada Amoniak 0,13 – 1,60, pada nitrit 0,9 – 2,00, pada nitrat 0,13 – 1,09, dan pada DO 4,1 – 6,6. Kesimpulan yang dapat di ambil dalam penelitian ini yaitu, pada setiap perlakuan yang dilakukan menggunakan RAS dengan penggunaan filter yang berbeda pada setiap perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Formula Oil crab berperan dalam proses percepatan matang ovari kepiting bakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari (TKO) kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan formula oil crab pada sistem sirkulasi tertutup. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakun yaitu perlakuan A: perlakuan tanpa formula oil crab (Kontrol) dan B: perlakuan penyuntikan formula oil crab dengan dosis 0,4 ml. Berdasarkan Hasil penelitian dari perlakuan A (Kontrol) tidak mengalami perkembangan ovari hingga berried, sedangkan perlakuan (B) Penambahan formula Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi perkembangan ovari hingga berried pada rata-rata hari ke 41. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 60 hari memberikan hasil yang berbeda nyata (F 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 27-31 ℃, salinitas 15-18 ppt, DO 6,7-7,8 mg/L, dan pH 7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia merupakan ikan budidaya yang menjadi salah satu komoditas ekspor. Padat tebar yang tinggi dalam budidaya ikan nila dapat menurunkan kualitas air oleh karena itu digunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh padat tebar terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif dengan 3 perlakuan, yaitu perlakuan A (20 ekor/20 liter), perlakuan B (30 ekor/20 liter), dan perlakuan C (40 ekor/20 liet). Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 14,1 gram dan yang terendah pada perlakuan C 11,3 gram. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 4,9 cm dan terendah pada perlakuan C 3,5 cm. Hasil dari kelangsungan hidup ikan nila yang paling tinggi yaitu pada perlakuan A yaitu 100%, sedangkan yang paling rendah pada perlakuan C yaitu 92%. Namun dari ketiga perlakuan pertumbuhan yang paling berpengaruh pada padat tebar yaitu perlakuan A dan tingkat kelangsungan (SR) tidak berpengaruh pada ikan nila dari tiga perlakuan menghasilkan yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Silkworms (Tubifex tubifex) are natural fish feed that used in the maintenance of ornamental fish and consumption, particularly on the phase of the juvenile. The study aimed to determine the effect of the utilization of the waste of cow and catfish in silkworm cultivation with a recirculation system to increase productivity and biomass of silkworm. The research method used was experimental, consisting of two treatments, such as the waste of cow and catfish with four replications. The results showed the highest productivity and biomass of the silkworm obtained in the treatment of the catfish waste was 170 g and for the treatment of the cow waste, it showed a lower biomass rate was 76 g. The results of water quality measurements during the study showed temperatures ranging from 24.7 to 29.7 C °, pH was in the range of 7, ammonia levels (NH3) ranged from 0.557-3 mg / L, nitrate levels ranged from 0.235 to 0.391 mg / L, and dissolved oxygen (DO) ranged from 2.01 to 4.49 ppm. The conclusion showed that treatment with catfish wastes has a significant effect on the increase of the silkworm biomass (Tubifex tubifex), The final total weight was 170 g with the average weight of 27.5 g and the nutrient content was