Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AMELIA SULEHA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) Periode 2020-2024

2026 · Book ·

Dinamika industri perbankan di Indonesia yang menerapkan dual banking system menuntut bank konvensional dan bank syariah menjaga tingkat kesehatan sebagai cerminan kinerja serta kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) berdasarkan PBI No. 13/1/PBI/2011, melalui indikator NPL/NPF, LDR/FDR, Self-Assessment, ROA, dan CAR serta menguji perbedaannya selama periode 2020-2024. Sampel terdiri dari sepuluh bank yang dipilih secara purposive, meliputi lima bank umum konvensional dan lima bank umum syariah yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Uji beda dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test dan Mann-Whitney test. Hasil analisis menunjukkan bank konvensional dominan berada dalam kondisi sangat sehat dengan rata-rata nilai komposit 90,08%, sedangkan bank syariah berada dalam kondisi sehat hingga sangat sehat dengan rata-rata 79,52% serta variasi kinerja yang lebih tinggi. Meskipun secara deskriptif kinerja bank konvensional lebih unggul, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada seluruh indikator RGEC antara kedua kelompok bank. Temuan ini menandakan kinerja keduanya relatif sebanding. Dalam perspektif Signaling Theory, hasil RGEC kedua jenis bank memberikan sinyal positif kepada pemangku kepentingan. Namun beberapa indikator masih memerlukan perhatian strategis. Bank konvensional perlu memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga untuk menjaga stabilitas likuiditas, sedangkan bank syariah perlu mengoptimalkan fungsi intermediasi serta efisiensi operasional guna memperbaiki FDR dan profitabilitas yang masih bervariasi.

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) Periode 2020-2024

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dinamika industri perbankan di Indonesia yang menerapkan dual banking system menuntut bank konvensional dan bank syariah menjaga tingkat kesehatan sebagai cerminan kinerja serta kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesehatan bank konvensional dan bank syariah menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) berdasarkan PBI No. 13/1/PBI/2011, melalui indikator NPL/NPF, LDR/FDR, Self-Assessment, ROA, dan CAR serta menguji perbedaannya selama periode 2020-2024. Sampel terdiri dari sepuluh bank yang dipilih secara purposive, meliputi lima bank umum konvensional dan lima bank umum syariah yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Uji beda dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test dan Mann-Whitney test. Hasil analisis menunjukkan bank konvensional dominan berada dalam kondisi sangat sehat dengan rata-rata nilai komposit 90,08%, sedangkan bank syariah berada dalam kondisi sehat hingga sangat sehat dengan rata-rata 79,52% serta variasi kinerja yang lebih tinggi. Meskipun secara deskriptif kinerja bank konvensional lebih unggul, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada seluruh indikator RGEC antara kedua kelompok bank. Temuan ini menandakan kinerja keduanya relatif sebanding. Dalam perspektif Signaling Theory, hasil RGEC kedua jenis bank memberikan sinyal positif kepada pemangku kepentingan. Namun beberapa indikator masih memerlukan perhatian strategis. Bank konvensional perlu memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga untuk menjaga stabilitas likuiditas, sedangkan bank syariah perlu mengoptimalkan fungsi intermediasi serta efisiensi operasional guna memperbaiki FDR dan profitabilitas yang masih bervariasi.