ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan relatif pembiayaan perbankan, produktivitas pembiayaan, pengaruh pembiayaan perbankan terhadap produksi sektor Real Estate, pengaruh penyerapan relatif pembiayaan terhadap efisiensi relatif produksi, serta pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan Marginal Product of Capital (MPK) pada sektor Real Estate di 34 provinsi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan transformasi Location Quotient (LQ), Marginal Product of Capital (MPK), Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi tertinggi terdapat di Wilayah Jawa sebesar 1,46 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Penyerapan relatif pembiayaan tertinggi juga berada di Wilayah Jawa sebesar 1,08 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi sektor Real Estate, sedangkan regresi cross section menunjukkan bahwa penyerapan relatif pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi relatif produksi. Nilai MPK tertinggi terdapat di Wilayah Kalimantan sebesar 5,92, sedangkan terendah di Wilayah Maluku dan Papua sebesar −0,60. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan MPK menunjukkan bahwa Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat relatif dominan berada pada kategori unggul, sedangkan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Maluku Utara secara konsisten berada pada kategori gagal selama periode 2020–2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Intellectual Capital diukur menggunakan metode Value Added Intellectual Coefficient (VAIC), profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 31 perusahaan dengan total 107 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear dan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas mampu memediasi hubungan antara Intellectual Capital dan nilai Perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan sistem transaksi dalam sektor perbankan, namun juga membawa risiko terhadap keamanan data pribadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum serta pertanggungjawaban bank dalam melindungi data pribadi nasabah pada transaksi perbankan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus, termasuk insiden kebocoran data di Bank Syariah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi seperti Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta sejumlah peraturan teknis dari OJK dan Kominfo, implementasi perlindungan data masih belum optimal. Ditemukan kelemahan pada aspek substansi hukum, struktur pengawasan, dan budaya hukum masyarakat yang cenderung permisif. Selain itu, belum terbentuknya lembaga otoritatif pelindung data serta minimnya harmonisasi regulasi menyebabkan ketidakpastian hukum. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi secara terintegrasi, pembentukan lembaga pengawas independen, serta peningkatan literasi hukum dan digital kepada masyarakat. Saran yang diajukan adalah perlunya sinergi antar-lembaga dan penerapan standar keamanan digital yang lebih ketat oleh perbankan guna memberikan perlindungan hukum yang efektif terhadap data pribadi nasabah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MEMITIGASI RISIKO KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS KEUANGAN PERBANKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit terhadap stabilitas keuangan perbankan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 47 perusahaan, dengan metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling menghasilkan 38 perusahaan sebagai sampel penelitian, sehingga mendapatkan 190 data observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas keuangan perbankan, kepemilikan institusional memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan, dan dewan komisaris independen memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang mendukung validitas teori fragilitas keuangan dan teori agensi sebagai kerangka dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi nilai stabilitas keuangan perbankan. Kata Kunci: Risiko Kredit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen dan Stabilitas Keuangan Perbankan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan terhadap sektor transportasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 1,41, sementara kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi rendah ialah kawasan Jawa dengan nilai 1,07. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor transportasi tertinggi ialah kawasan Kalimantan dengan nilai 0,99, sementara kawasan yang penyerapan pembiayaan perbankan rendah ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 0,40. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif ialah kawasan Papua dengan nilai 0,97, sedangkan kawasan dengan nilai kurang efektif ialah kawasan Jawa dengan nilai 5,41. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang konsisten dikategori progresif inovatif ialah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Kemudian provinsi yang konsisten dikategori gagal ialah provinsi Kepulauan Riau. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.295.171.990.000 triliun, selanjutnya target pertumbuhan 9% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.942.757.990.000 triliun, sementara target pertumbuhan 12% dibutuhkan kapital sebesar Rp2.590.343.990.000 triliun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran dan outstanding pinjaman P2P, dana pihak ketiga, serta pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan, yang mencakup kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan total kredit perbankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode kuartal III tahun 2023 hingga kuartal III tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, outstanding pinjaman P2P dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit investasi. Outstanding pinjaman P2P juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit modal kerja, sementara penyaluran pinjaman P2P berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi. Baik penyaluran maupun outstanding pinjaman P2P secara signifikan memengaruhi total kredit perbankan. Secara simultan, seluruh variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kredit investasi, konsumsi, dan total kredit, tetapi tidak signifikan terhadap kredit modal kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi relatif produksi di sektor perdagangan, penyerapan pembiayaan, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan, dan perencanaan kebutuhan kapital untuk sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari situs web Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023 dengan alat analisis Location Quotient (LQ) yang di transformasi ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi relatif produksi wilayah yang memiliki nilai rata-rata yang tergolong basis adalah wilayah Jawa sebesar 1,01. Sedangkan nilai rata-rata tergolong non basis berada di wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 0.74. Penyerapan pembiayaan relatif wilayah yang memiliki nilai rata-rata tertinggi berada di wilayah Nusa Tenggara & Bali sebesar 1,76. Sedangkan nilai rata-rata terendah berada di Wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 1,00, namun tergolong netral. Efektivitas pembiayaan dengan nilai efektivitas terendah adalah Kawasan Sumatera dengan nilai 4,5 tergolong efektif, sementara yang tertinggi adalah kawasan Jawa dengan nilai 13,3 yang dikatakan tidak efektif. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan bahwa provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah DKI Jakarta, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung,Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, dan Papua Barat. Perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan yang ada di Indonesia tahun 2024 hingga 2030 dengan pertumbuhan 3% dibutuhkan kapital sebesar 2,959 trilliun, untuk pertumbuhan 4,5% dibutuhkan kapital sebesar 4,646 trilliun, dan untuk pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar 6,484 trilliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PINJAMAN RUPIAH DAN VALAS TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PERTANIAN DI INDONESIA Sarmita Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan sektor pertanian terdapat output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2021, 2024. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis produktivitas, Incremental Capital Output Rasio, Tipologi Klassen, perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi Riau dengan nilai rata-rata Rp.34,61 tahun 2021 dan 2024 provinsi Kaltara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp.38,93 – Rp.26,68. Sedangkan produktivitas terendah dari tahun 2018 sampai tahun 2024 adalah DKI Jakarta dengan nilai Rp.0,03-0,00. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata nilai Rp.-88,62. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp.6159,44. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas diklasifikasi progresif dan inoatif adalah Riau, Jambi, Aceh, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi Kalimantan Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. 4. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal setiap provinsi di Indonesia tahun 2025-2030 pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan pijaman sebesar Rp. 325.994.909,07. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 667.549.324,01 yang terakhir untuk skenario III dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 831.946.350,15. Kata kunci : Produktivitas, Efektivitas, Pembiayaan Perbankan, PDRB
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dan produktivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan terhadap sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Produktivitas, Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor yang paling efektif adalah sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata sebesar 0,01 dan sektor yang paling tidak efektif adalah sektor pengadaan listrik dan gas dengan nilai rata-rata sebesar 38,76 dan sektor jasa lainnya tang memiliki nilai -26,15. Kemudian berdasarkan hasil analisis produktivitas, sektor yang memiliki nilai produktivitas yang tinggi adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp 7.143,53 dan sektor dengan nilai produktivitas yang rendah adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp. 0,25. Pada hasil analisi Tipologi Kalssen, pemetaan efektivitas dan produktivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 5 tahun terakhir adalah sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa keuangan dan asuransi; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta pertambangan dan penggalian sedangkan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor pengadaan listrik dan gas; serta sektor jasa lainnya. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 5% dibutuhkan modal sebesar Rp 432 Miliar. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp 759 Miliar. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp 1,01 Triliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, efektivitas kredit, pola keterkaitan, serta kebutuhan kapital terhadap industri pengolahan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan alat analisis Locatient Quantient (LQ) yang di transformasikan ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi sektor industri pengolahan periode 2018-2023 yang basis yakni Jawa dengan nilai rata-rata 1,13, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara adalah non basis dengan nilai rata-rata 0,13. Hasil penelitian penyerapan kredit sektor industri pengolahan Jawa tertinggi dengan nilai rata-rata 1,26 dan yang terendah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai rata-rata 0,18. Efektivitas kredit dengan nilai terendah adalah Jawa dengan rata-rata nilai Rp 4,1 sedangkan Bali dan Nusa Tenggara nilai efektivitas tinggi dengan nilai rata-rata Rp 39,83. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan penyerapan kredit menunjukkan provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif inovatif adalah Kepulauan Riau dan Riau berturut-turut selama tahun 2019, 2021, dan 2023. Sedangkan provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Kemudian kebutuhan kapital dengan target pertumbuhan sebesar 4,6% dibutuhkan kapital sebesar 8.39 ribu triliun. Selanjutnya proyeksi kebutuhan kapital sebesar 7% membutuhkan tambahan kapital kredit secara keseluruhan sebesar 13.73 ribu triliun. Kemudian proyeksi kebutuhan kapital sebesar 9% mampu menghasilkan kebutuhan kapital hingga sebesar 18.77 ribu triliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan pada sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi adalah kawasan Sulawesi dengan nilai efisiensi 2,19 yang tergolong basis, sementara Jawa menjadi satu-satunya kawasan dengan tingkat efisiensi relatif produksi dengan nilai 0,60 yang tergolong non basis. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor pertanian tertinggi adalah kawasan Sulawesi dengan nilai penyerapan 2,61. Sementara di kawasan Kalimantan penyerapannya terendah dengan nilai 1,08. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif adalah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai 1,1. Kemudian paling tidak efektif adalah pulau Jawa dengan nilai 14,9. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah provinsi Riau, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah provinsi Jawa Timur, Papua Barat, dan DI Yogyakarta. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 3% dibutuhkan kapital sebesar 2.337 triliun. Kemudian target pertumbuhan 4.5% dibutuhkan kapital sebesar 3.668 triliun Sementara untuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar 5.120 triliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Efisiensi Bank Umum Syariah Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis – Discriminant Analysis ( studi pada bank umum syariah periode 2013-2023) ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efisiensi Bank Umum Syariah serta mengklasifikasikanya dalam kategori efisien dan tidak efisien. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari rasio keuangan meliputi Return On Asset (ROA), Capital Adequency Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Ukuran perusahaan (Size) terhadap efisiensi Bank Umum Syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang termasuk dalam non probability sampling. Sampel yang digunakan adalah data tahunan Bank Umum Syariah tahun 2013 sampai 2023. Jumlah sampel yang digunakan selama periode penelitian adalah sebanyak 110 data laporan keuangan keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan. Teknik analisis data yang digunakan yakni Data Envelopment Analysis (DEA) dan Discriminant Analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Umum Syariah belum berada dalam kondisi yang efisien dilihat dari rata-rata nilai efisiensi sebesar 0,33. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel Non-Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Ukuran perusahaan (Size) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi Bank Umum Syariah, sedangkan variabel Return On Asset (ROA), Capital Adequency Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap efisiensi Bank Umum Syariah. Kata Kunci: Data Envelopment Analysis, Discriminant Analysis, Efisiensi Perbankan Syariah, Rasio Keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Produktivitas, Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah sektor jasa pendidikan dengan nilai rata rata Rp. 13.985,38 dan produktivitas terendah yaitu sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 0,09. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, bahwa sektor paling efektif adalah sektor jasa pendidikan dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata Rp. 0,00 dan sektor paling tidak efektif adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata Rp. 148,29. Pada hasil analisisi Tipologi Klassen pemetaaan produktivitas dan efektivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 6 tahun terakhir adalah sektor pertambangan dan penggalin, sektor informasi dan komonikasi, sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor jasa pendidikan dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor jasa lainnya dan sektor jasa perusahaan selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 6% dibutuhkan modal sebesar Rp. 32,77 Triliyun. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp. 46,44 Triliyun. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp. 61,73 Triliyun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan berupa Kredit perbankan dalam pembentukan output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2014,2019,2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2014 adalah provinsi riau dengan nilai rata-rata Rp.10,073 , tahun 2019 dan 2023 provinsi Kalimantan utara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp. 9,498 – Rp. 8,061. Sedangkan produktivitas terendah tahun 2014 adalah provinsi Kalimantan utara dengan niali Rp. 0, sedangkan tahun 2019 dan 2023 provinsi D.K.I Jakarta yang memiliki nilai terendah dengan nilai Rp. 1,574 – Rp. 1,581. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi papua dengan rata-rata nilai Rp.0,14. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah provinsi D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp. 6,88. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif dan inoatif adalah provinsi lampung, kepulauan riau, jawa timur, sulawesi tenggara, dan sulawesi barat selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi banten, bali, D.K.I Jakarta, Kalimantan selatan, Kalimantan tengah, dan nusa tenggara barat. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan modal sebesar Rp. 31.527. 301,33. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 65.767.492,21 yang terakhir untuk skenario III dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 82.291.206,99.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas, efektivitas dan kebutuhan modal pembiayaan perbankan pada sektor-sektor ekonomi di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tahun 2017-2022. Metode analisis data yang digunakan adalah produktivitas, efektivitas, tipologi klassen dan kebutuhan modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah Sektor Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 7.432,03 dan produktivitas terendah yaitu Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 2,3. Hasil analisis efektivitas, sektor paling efektif adalah Sektor Jasa Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 0,02 dan sektor paling tidak efektif adalah Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 6,79. Analisis tipologi klassen tahun 2022, pada posisi Kuadran I sebagai sektor inovatif terdapat 6 sektor ekonomi, Kuadran II terdapat 7 sektor ekonomi sebagai sektor potensial, Kuadran III tidak terdapat sektor ekonomi dan Kuadran IV terdapat 4 sektor sebagai sektor tertinggal. Hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I membutuhkan modal sebesar Rp 762 Miliar. Pada skenario II membutuhkan modal sebesar Rp 1,4 Triliun. Adapun pada skenario III membutuhkan modal sebesar Rp 2,2 Triliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mekanisme good corporate governance dalam meningkatkan kesehatan keuangan pada perusahaan perbankan di bursa efek indonesia. Pemilihan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling yang memperoleh 20 perusahaan perbankan sehingga diperoleh 100 data observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset, dewan direksi berpengaruh positif signifikan terhadap return on asset, komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap capital adequacy ratio, dewan direksi berpengaruh negatif signifikan terhadap capital adequacy ratio, komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap capital adequacy ratio. Hasil penelitian ini mendukung teori agensi bahwa mekanisme good corporate governance dapat digunakan dalam meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan.