Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: Rumah Tangga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI RAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK TIRI SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi kasus putusan nomor : 47/Pid.Sus/2018/PN Pts)

•

Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anggota keluarga seperti pasangan ataupun anak. Beberapa orang tua beranggapan bahwa dengan kekerasan seperti memukul dapat memberikan efek jera pada perilaku anak. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan yaitu terkait Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts sebagai perlindungan hukum terhadap anak tiri sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan pertanggungjawaban pelaku (orang tua) terhadap korban. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual, serta bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian penulis bahwa, pertama Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts menggunakan undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga kurang adanya perwujudan aspek perlindungan terhadap korban dalam memutus suatu perkara pidana anak hal tersebut tentunya tidak memberikan efek jera terhadap pelaku. Kedua, tindakan pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak tirinya telah melanggar ketentuan pasal 76 C undang-undang perlindungan anak dan seharusnya mendapatkan pemberatan sanksi sesuai pasal 80 ayat (4) atau hakim dapat memberikan pidana tambahan sesuai pasal 50 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Perlu adanya penyederhanaan terhadap peraturan-peraturan hukum mengenai perlindungan anak agar penerapannya bisa lebih efektif dan efisien dan menjamin terwujudnya perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana yang tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan adanya relasi kuasa, ketidaksetaraan gender, dan kerentanan korban dalam hubungan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta pertimbangan hukum majelis hakim dalam menilai posisi korban dan pelaku berdasarkan perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan pendapat para ahli. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif yuridis dengan menghubungkan ketentuan hukum, fakta persidangan, dan pertimbangan hakim dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum telah menerapkan prinsip kesetaraan gender secara formal melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tanpa membedakan jenis kelamin pelaku maupun korban. Majelis hakim juga mempertimbangkan perdamaian, pemaafan korban, dan kepentingan anak sebagai faktor yang meringankan pidana. Namun, pertimbangan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keadilan substantif karena belum menguraikan secara mendalam relasi kuasa, konteks psikososial, dan pola kekerasan timbal balik yang melatarbelakangi perkara. Perbedaan pidana dalam putusan menunjukkan pentingnya penggunaan parameter pemidanaan yang konsisten, objektif, dan bebas dari stereotip gender. Penerapan keadilan restoratif dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga harus dilakukan secara selektif dengan tetap mengutamakan perlindungan korban, pencegahan keberulangan kekerasan, serta pemulihan bagi seluruh pihak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis kesejahteraan dan kontribusi pendapatan rumah tangga petani rumput laut di kelurahan pantai amal kecamatan tarakan timur kota tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KESEJAHTERAAN DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMA L KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut serta mengidentifikasi kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2026. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 petani rumput laut yang ditentukan dari populasi sebanyak 687 petani. Analisis data tingkat kesejahteraan dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan enam indikator, yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, serta kondisi tempat tinggal. Sementara itu, kontribusi pendapatan dianalisis dengan membandingkan pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut secara umum berada pada kategori sedang, dengan 57 responden atau 81,43% berada pada kategori sedang, 8 responden atau 11, 43% berada pada kategori tinggi, 5 responden atau 7, 14% berada pada kategori rendah. Adapun kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga tergolong tinggi. Sebanyak 68 responden atau 97% memiliki kontribusi pendapatan lebih dari 50%, sedangkan 2 responden atau 3% berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut merupakan sumber pendapatan utama dan memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal. Kata kunci: Kesejahteraan, kontribusi pendapatan, rumah tangga, petani rumput laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga dengan perilaku keuangan sebagai variabel mediasi pada masyarakat kecamatan tarakan timur dan tarakan barat

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga dengan perilaku keuangan sebagai variabel mediasi pada masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat. Pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, namun masih menghadapi berbagai permasalahan akibat rendahnya literasi dan perilaku keuangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat yang telah berumah tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta terhadap perilaku keuangan. Perilaku keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat membentuk perilaku keuangan yang lebih baik sehingga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan rumah tangga. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi keuangan untuk mendukung pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM PENYELESAIAN PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 yang di tinjau dari karakteristik serta dinamika internal konsep rumah tangga, sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif deskripif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pihak penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta para pihak yang terlibat dalam lingkup domestik, didukung oleh data sekunder berupa regulasi hukum dan dokumen pelaporan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik perkara KDRT yang dilaporkan sepanjang pertengahan tahun 2024 hingga akhir 2025 didominasi oleh jenis kekerasan fisik ringan di dalam hubungan perkawinan 8 laporan polisi. Penerapan keadilan restoratif dinilai efektif dalam menekan angka perkara yang naik ke jalur litigasi, dimana sebanyak 7 kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme damai formal demi mempertahankan keutuhan konsep rumah tangga. Namun, pelacakan jangka panjang menunjukkan kegagalan sistemik pada fungsi mitigasi pasca-damai dengan tingkat pengulangan kekerasan (Residivisme) di dalam rumah tangga mencapai 26 kasus. Kendala utama yang dihadapi meliputi hambatan struktural kedaruratan mediasi, ketimpangan relasi kuasa akibat ketergantungan ekonomi dan psikis korban di dalam ruang domestik, serta tekanan kultural patriarki yang melekat pada konsep rumah tangga tradisional. Tidak adanya regulasi hukum positif yang mewajibkan pengawasan klinis berkala maupun rehabilitasi psikologis (pengelolaan rasa marah) bagi pelaku menyebabkan pemulihan kondisi psikis keluarga tidak berjalan optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMERTAHANAN PADA BAHASA BULUNGAN DI KELURAHAN TANJUNG SELOR HILIR (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bulungan dalam ranah rumah tangga, pendidikan dan masyarakat serta faktor yang memengaruhi penggunaannya di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pewarisan bahasa antargenerasi. Data diperoleh melalui metode cakap dengan teknik pancing dan dokumentasi dari 14 informan yang terdiri atas orang tua, remaja dari keluarga bersuku Bulungan, serta pihak Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Bulungan sangat bergantung pada konsistensi penggunaannya dalam keluarga dan keberlanjutan pewarisan kepada generasi muda. Penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa dalam keluarga, lingkungan sosial, serta kecenderungan generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Bulungan dalam keluarga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah antargenerasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIDESA LIDUNG PAYAU KECAMATAN KAYAN SELATAN KABUPATEN MALINAU MELALUI ADAT DAYAK KENYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap korban, keluarga, dan tatanan sosial masyarakat. Di Indonesia, penanganan KDRT telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Namun, dalam masyarakat adat, khususnya di wilayah pedesaan, penyelesaian KDRT tidak selalu ditempuh melalui mekanisme hukum negara, melainkan melalui hukum adat yang hidup dan dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini mencerminkan adanya pluralisme hukum dalam praktik penegakan hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penyelesaian KDRT melalui Lembaga Adat Dayak Kenyah di Desa Lidung Payau, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, dengan ketentuan UU PKDRT, serta untuk mengkaji peran lembaga adat tersebut dalam menyelesaikan kasus KDRT. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur yang relevan dengan hukum adat dan perlindungan korban KDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian KDRT melalui adat Dayak Kenyah menekankan prinsip musyawarah, keseimbangan, keharmonisan, dan pemulihan hubungan sosial. Penyelesaian dilakukan secara bertahap, dimulai dari musyawarah keluarga besar, sidang adat yang dipimpin oleh tetua adat, hingga penjatuhan sanksi adat berupa denda adat, permintaan maaf terbuka, dan ritual pemulihan. Pendekatan ini mencerminkan keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan korban, tanggung jawab pelaku, dan terjaganya harmoni komunitas. Secara substantif, mekanisme adat tersebut sejalan dengan tujuan UU PKDRT dalam mencegah kekerasan berulang dan memulihkan korban. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penyelesaian adat memiliki keterbatasan, terutama dalam kasus KDRT berat seperti kekerasan fisik berat dan kekerasan seksual. Dalam kasus demikian, penyelesaian adat tidak dapat menggantikan kewajiban negara untuk melakukan penegakan hukum pidana demi menjamin perlindungan hukum yang optimal bagi korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian KDRT di Desa Lidung Payau idealnya dilakukan melalui harmonisasi antara hukum adat dan hukum negara. Lembaga adat berperan sebagai mekanisme pemulihan sosial dan budaya, sedangkan hukum negara menjamin perlindungan hak korban dan penegakan hukum. Sinergi kedua sistem hukum ini penting untuk mewujudkan keadilan substantif yang berlandaskan perlindungan korban dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA PENYELESAIAN PERSELINGKUHAN DALAM RUMAH TANGGA MELALUI MEKANISME HUKUM ADAT DI KECAMATAN KAYAN SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upaya Penyelesaian Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga Melalui Mekanisme Hukum Adat Di Kecamatan Kayan Selatan Tekuan Laing Penelitian ini membahas upaya penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga melalui mekanisme hukum adat di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Fokus penelitian tertuju pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran lembaga adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan, dan (2) bagaimana kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur kewenangan lembaga adat, sedangkan pendekatan konseptual digunakan untuk memahami prinsip-prinsip hukum adat dan nilai-nilai sosial budaya yang melandasi penyelesaian sengketa perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menyelesaikan konflik perselingkuhan, baik melalui mediasi maupun penerapan sanksi adat, sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan stabilitas sosial masyarakat. Namun, putusan lembaga adat memiliki kekuatan hukum yang terbatas dan cenderung bergantung pada kesadaran para pihak untuk mematuhi keputusan, karena belum semua putusan adat diakui secara formal dalam sistem peradilan negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi hukum adat sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa rumah tangga, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan hukum yang mengakui dan mendukung fungsi lembaga adat dalam konteks masyarakat Dayak di Kecamatan Kayan Selatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA PENYELESAIAN PERSELINGKUHAN DALAM RUMAH TANGGA MELALUI MEKANISME HUKUM ADAT DI KECAMATAN KAYAN SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upaya Penyelesaian Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga Melalui Mekanisme Hukum Adat Di Kecamatan Kayan Selatan Tekuan Laing Penelitian ini membahas upaya penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga melalui mekanisme hukum adat di Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Fokus penelitian tertuju pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran lembaga adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan, dan (2) bagaimana kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam menyelesaikan sengketa perselingkuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur kewenangan lembaga adat, sedangkan pendekatan konseptual digunakan untuk memahami prinsip-prinsip hukum adat dan nilai-nilai sosial budaya yang melandasi penyelesaian sengketa perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menyelesaikan konflik perselingkuhan, baik melalui mediasi maupun penerapan sanksi adat, sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan stabilitas sosial masyarakat. Namun, putusan lembaga adat memiliki kekuatan hukum yang terbatas dan cenderung bergantung pada kesadaran para pihak untuk mematuhi keputusan, karena belum semua putusan adat diakui secara formal dalam sistem peradilan negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi hukum adat sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa rumah tangga, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan hukum yang mengakui dan mendukung fungsi lembaga adat dalam konteks masyarakat Dayak di Kecamatan Kayan Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemertahanan Bahasa Tidung dalam Ranah Rumah Tangga di Desa Sepala Dalung Kabupaten Tana Tidung (Kajian Sosiolinguistik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUKUM PEMBUKTIAN TANPA PENGGUNAAN VISUM ET REPERTUM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

2025•

ANALISIS HUKUM PEMBUKTIAN TANPA PENGGUNAAN VISUM ET REPERTUM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Visum et repertum keterangan tertulis yang dibuat dokter atas permintaan tertulis (resmi) penyidik tentang pemeriksaan medis terhadap seseorang manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi visum et repertum terhadap kedudukan hukum tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta konsekuensi hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tanpa penggunaan visum et repertum terhadap putusan hakim. Seluruh data skripsi yang diperoleh dalam penelitian menggunakan teknik tipe penelitian normatif dengan analisis kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh perundang-undangan, data sekunder berasal dari dokumen hukum serta data non hukum berasal dari kamus hukum dan website internet resmi yang terkait. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa urgensi visum et repertum dalam tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga sangat penting karena selain dapat menunjukkan sebagai alat bukti yang sah, menjadi bukti penahanan tersangka, sebagai dasar pertimbangan hakim, juga mencakup aspek keterangan ahli dan peran ahli yang tidak dapat dipisahkan. Peran ahli kedokteran forensik melalui visum et repertum sangat membantu dalam kasus pidana, terutama saat bukti fisik tersedia minim. Pendapat dokter diperlukan karena pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia dapat membantu mengungkap kebenaran materiil dalam suatu perkara pidana. Serta konsekuensi hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tanpa penggunaan visum et repertum terhadap putusan hakim juga tidak secara otomatis membatalkan putusan karena masih ada alat bukti lain seperti keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk dan keterangan terdakwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Akibat Perkawinan Dibawah Umur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat perkawinan di bawah umur serta hambatan penegakan hukum dalam penyelesaian tindak pidana tersebut. Skripsi ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi di Pengadilan Negeri serta Kepolisian Kota Tarakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan dibawah umur berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus KDRT karena ketidakmatangan psikologis, ketidakstabilan ekonomi, dan minimnya pemahaman hak serta kewajiban suami istri. Bentuk kekerasan yang ditemukan meliputi kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Hambatan penegakan hukum antara lain rendahnya pelaporan korban, pengaruh budaya patriarkal, dan kurangnya sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Berdasarkan temuan tersebut, pencegahan perkawinan anak, edukasi masyarakat, dan penguatan mekanisme perlindungan korban menjadi langkah strategis untuk menekan angka KDRT akibat perkawinan di bawah umur. Penelitian ini menyimpulkan perkawinan anak menjadi faktor utama tingginya KDRT, sedangkan mekanisme perlindungan korban belum berjalan optimal karena keterbatasan pelaporan dan dukungan aparat. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan aparat penegak hukum perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi hukum, memperkuat pendampingan korban, serta mengintensifkan program pencegahan perkawinan anak melalui kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Rumah Tangga Sebagai Korban Kekerasaan Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Putusan Nomor 254/Pid.Sus/2023/Pn Jkt.Sel)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaturan Hukum Terhadap Pekerja Rumah Tangga Sebagai Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan rasio decidendi Terhadap Putusan Nomor 254/Pid.Sus/2023/Pn Jkt.Sel. Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, dan sekunder. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penilitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa bahwa pengaturan hukum terhadap pekerja rumah tangga (PRT) sebagai korban kekerasan di Indonesia masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Hal ini disebabkan belum adanya undang-undang khusus yang secara komprehensif mengatur perlindungan terhadap pekerja rumah tangg baik dari aspek pidana maupun normatif. Dengan demikian, perlindungan hukum terhadap pekerja rumah tangga sebagai korban kekerasan masih bersifat parsial dan memerlukan harmonisasi agar terwujud sistem perlindungan yang terpadu dan efektif. Pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 254/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Sel telah memenuhi aspek legalitas formal karena selaras dengan ketentuan dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Majelis Hakim menilai bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat (2) jo Pasal 5 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, jo Pasal 65 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN KETAHANAN PANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pengeluaran rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan dari 25 responden petani kelapa sawit menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan perhitungan pendapatan, pengeluaran pangan dan non pangan, serta proporsi pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 3.759.800 per bulan, yang mayoritas berasal dari usaha tani kelapa sawit. Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 1.833.440 per bulan, dengan komposisi 39% untuk pangan dan 61% untuk non pangan. Berdasarkan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit berstatus tahan pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendapatan petani belum optimal, sebagian besar rumah tangga di Desa Belayan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak, yang menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Produktivitas dan Biaya Bahan Baku Terhadap Total Produksi Pada Industri Roti Di Kota Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas dan biaya bahan baku terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah 177 unit usaha dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling, sampling kuota sehingga menghasilkan 30 sampel pada unit usaha industri roti di Kota Tarakan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji dengan beberapa tahapan pengujian yaitu, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis serta koefisien determinasi (R2) dengan bantuan aplikasi Statistical Package For Social Sciences (SPSS) versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas berpengaruh positif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Biaya bahan baku berpengaruh negatif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Sementara itu, secara simultan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Hasil uji statistik t secara parsial dari kedua variabel menghasilkan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel produktivitas dan biaya bahan baku secara simultan berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Produktivitas dan biaya bahan baku mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel total produksi sebesar 88,3%. Sementara 11,7% sisanya disebabkan faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVESTASI, KONSUMSI RUMAH TANGGA DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah secara parsial dan simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dari tahun 2017-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 12. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel investasi dan konsumsi rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel investasi, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu komponen utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang terdiri dari pengeluaran untuk makanan dan non-makanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan pendekatan OLS, berdasarkan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018-2023. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel menggunakan software Eviews 12 maka hasil yang di peroleh secara parsial variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dilihat dengan nilai thitung lebih kecil dibandingkan dengan ttabel (-1.520278 2.052), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel (0.987291 2.052). Adapun secara simultan dari variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat dari nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1.160293 3.35). Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 1.0934 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

VISUM ET REPERTUM PSIKIATRIKUM SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait implementasi visum et repertum psikiatrikum (VeRP) sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, penerapan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak pernah digunakannya VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan secara langsung di beberapa lokasi, serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik PPA Reskrim Polres Tarakan, Jaksa/Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, dan Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, implementasi penggunaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan tidak pernah atau belum pernah diterapkan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak digunakannya VeRP di Kota Tarakan ialah terutama terkait penegak hukum yang tidak menggunakan kewenangannya serta pemahaman masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana KDRT, hal ini terjadi karena tidak disosialisasikannya VeRP kepada masyarakat di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kontribusi usaha budidaya udang windu terhadap pendapatan rumah tangga di desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendapatan rumah tangga petani tambak merupakan pendapatan yang berasal dari semua anggota rumah tangga, pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan on farm dan non farm. Penelitian ini bertujuan untuk 1.) mengetahui besarnya kontribusi usaha budidaya udang windu terhadap pendapatan rumah tangga 2.) mengetahui budidaya udang windu di Pulau Mapat. Lokasi penelitian berada di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengan Kebupaten Bulungan dengan jumlah responden 20 orang. Analisis data menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian memperoleh pengeluaran sebesar Rp. 25.886.937,- dengan penerimaan sebesar Rp. 86.240.128,- sehingga pendapatan yang diterima oleh petani pemilik tambak satu periode yaitu sebesar Rp.60.353.191,- per 10 ha. Kontribusi usaha budidaya udang windu dari total pendapatan rumah tangga yaitu 30,93% (Rp. 60.353.191.) terhadap pendapatan rumah tangga sebesar Rp. 195.112.418.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail