Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pergeseran Bahasa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemertahanan Bahasa Tidung dalam Ranah Rumah Tangga di Desa Sepala Dalung Kabupaten Tana Tidung (Kajian Sosiolinguistik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERGESERAN BAHASA TIDUNG PADA REMAJA SUKU TIDUNG DI STRAT BUNTU KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena menurunnya penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja suku Tidung di Strat Buntu, Kota Tarakan, menunjukkan adanya urgensi untuk mengkaji dinamika pergeseran bahasa yang terjadi dalam masyarakat multibahasa. Dominasi bahasa Indonesia dalam ranah pendidikan, pergaulan, dan aktivitas publik memengaruhi pola pemilihan bahasa remaja serta melemahkan posisi bahasa Tidung sebagai bahasa warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Tidung pada remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergeseran tersebut. Pertanyaan utama penelitian mencakup bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja dan faktor apa saja yang memengaruhi perubahan itu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan teknik simak libat bebas cakap, melibatkan remaja suku Tidung berusia 10–24 tahun sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran bahasa berlangsung melalui pola bilingual setara, bilingual bawahan, hingga monolingual bahasa Indonesia, khususnya dalam ranah sosial dan interaksi sebaya. Faktor penyebab utama mencakup heterogenitas interaksi sosial, dominasi bahasa Indonesia di sekolah, sikap bahasa negatif terhadap bahasa Tidung, serta melemahnya transmisi bahasa dalam keluarga. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Tidung berada pada fase melemah dan membutuhkan strategi pemertahanan melalui keluarga, komunitas budaya, dan institusi pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail