ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bulungan dalam ranah rumah tangga, pendidikan dan masyarakat serta faktor yang memengaruhi penggunaannya di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pewarisan bahasa antargenerasi. Data diperoleh melalui metode cakap dengan teknik pancing dan dokumentasi dari 14 informan yang terdiri atas orang tua, remaja dari keluarga bersuku Bulungan, serta pihak Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Bulungan sangat bergantung pada konsistensi penggunaannya dalam keluarga dan keberlanjutan pewarisan kepada generasi muda. Penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa dalam keluarga, lingkungan sosial, serta kecenderungan generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Bulungan dalam keluarga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah antargenerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang yang digunakan oleh masyarakat di Amal Lama RT 04 Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang mayoritas berasal dari suku Bugis Pinrang dan masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai situasi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan masyarakat Bugis Pinrang yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik simak, rekam, dan catat. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang aktif menggunakan Bahasa Bugis Pinrang dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama menggunakan berbagai variasi bahasa sesuai dengan situasi dan hubungan sosial penutur. Variasi akrolek dan ken digunakan dalam situasi formal sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial tinggi. Variasi basilek dan kolokial digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai dan akrab. Variasi vulgar muncul sebagai ungkapan emosi dalam kondisi tertentu, sedangkan variasi slang banyak digunakan oleh kalangan remaja sebagai identitas kelompok. Selain itu, ditemukan penggunaan jargon pada komunitas nelayan dan petambak rumput laut serta argot sebagai bahasa khusus yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang dipengaruhi oleh faktor usia, status sosial, profesi, dan situasi komunikasi sehingga mencerminkan identitas sosial serta budaya masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahasa Tidung sebagai salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara menghadapi tantangan serius akibat dominan bahasa Indonesia, terutama dalam ranah rumah tangga yang seharusnya menjadi pusat utama pewarisan bahasa antargenerasi. Kondisi ini menimbulkan kepentingan untuk mengkaji bagaimana bahasa Tidung dipertahankan dalam lingkungan keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga di Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, serta menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung dalam keluarga dan faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pemertahanannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sosiolinguistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas generasi orang tua dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori pemertahanan dan pergeseran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung masih berlangsung, namun melemah. Generasi orang tua secara konsisten menggunakan bahasa Tidung dalam interaksi keluarga dan kegiatan adat, sedangkan generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia akibat pengaruh pendidikan, pergaulan, dan media digital. Faktor sikap bahasa dan kebanggaan etnis mendukung pemertahanan, tetapi tekanan eksternal terbukti lebih kuat dalam mendorong pergeseran bahasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Tidung dalam ranah rumah tangga bersifat terbatas. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat fungsi bahasa Tidung agar tetap hidup dan berdaguna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena menurunnya penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja suku Tidung di Strat Buntu, Kota Tarakan, menunjukkan adanya urgensi untuk mengkaji dinamika pergeseran bahasa yang terjadi dalam masyarakat multibahasa. Dominasi bahasa Indonesia dalam ranah pendidikan, pergaulan, dan aktivitas publik memengaruhi pola pemilihan bahasa remaja serta melemahkan posisi bahasa Tidung sebagai bahasa warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Tidung pada remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergeseran tersebut. Pertanyaan utama penelitian mencakup bagaimana pola penggunaan bahasa Tidung di kalangan remaja dan faktor apa saja yang memengaruhi perubahan itu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan teknik simak libat bebas cakap, melibatkan remaja suku Tidung berusia 10–24 tahun sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran bahasa berlangsung melalui pola bilingual setara, bilingual bawahan, hingga monolingual bahasa Indonesia, khususnya dalam ranah sosial dan interaksi sebaya. Faktor penyebab utama mencakup heterogenitas interaksi sosial, dominasi bahasa Indonesia di sekolah, sikap bahasa negatif terhadap bahasa Tidung, serta melemahnya transmisi bahasa dalam keluarga. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Tidung berada pada fase melemah dan membutuhkan strategi pemertahanan melalui keluarga, komunitas budaya, dan institusi pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register percakapan driver ojek online grab dan maxim di Kota Tarakan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dan menganalisis data. Instrumen penelitian yang digunakan adalah hasil percakapan driver ojek online grab dan maxim, yaitu istilah khusus yang digunakan dalam percakapan sehari-hari driver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk register dalam beberapa jenis kata yang ditemukan peneliti dalam percakapan yang digunakan anggota komunitas driver ojek online grab dan maxim di Kota Tarakan, hal ini menunjukkan bahwa variasi linguistik sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ragam bahasa dalam percakapan yang digunakan oleh komunitas driver ojek online grab dan maxim di Kota Tarakan termasuk salah satu bentuk register bahasa yang berkembang dalam masyarakat, khususnya dalam konteks kajian sosiolinguistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul penggunaan ragam bahasa jargon dilingkungan mahasiswa universitas borneo tarakan dalam kajian sosiolinguistik. Penelitian ini untuk mendapatkan deskripsi penggunaan sosiolinguistik, variasi bahasa jargon dilingkungan mahasiswa universitas borneo tarakan. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik catat. Data yang dihimpun di lapangan kemudian diklasifikasikan. Data penelitian berupa istilah-istilah serta kalimat. Dalam menganalisis data, peneliti mengaitkan kajian teori dengan data yang terhimpun, mengenai makna penggunaan data tersebut. Selama waktu penelitian peneliti mendapatkan data tersebut dari hasil penelitian lapangan dengan cara wawancara narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan variasi bahasa jargon dilingkungan mahasiswa universitas Borneo Tarakan. Penggunaan bahasa jargon yang ditemukan peneliti sebanyak 31 bahasa jargon. Penggunaan bahasa jargon sendiri bertujuan agar anggota kelompok berkomunikasi dengan cepat dan efisien karena mereka memiliki pemahaman yang sama terhadap istilah-istilah yang digunakan. Dari kesimpulan hasil analisis yang telah dilakukan, Bahasa jargon yang digunakan mahasiswa universitas borneo tarakan menggunakan bahasa yang mengandung arti dan merupakan bagian penting dari identitas dan kegiatan komunitas mahasiswa. Bahasa jargon dikalangan mahasiswa bukan hanya sekedar gaya bahasa, tetapi juga merupakan alat komunikasi yang penting dalam membentuk identitas kelompok, mengekspresikan kreativitas, dan memfasilitasi interaksi sosial di lingkungan kampus. This research was to obtain a description of sociolinguistics use and variations of jargon in the area of Universitas Borneo Tarakan. The research data was collected through note-taking techniques and the data was classified in the form of terms and sentences. in analyzing data, the researcher linked to the previous theoretical studies with the data collected regarding the interpretation of the data. During the research, the researcher gained the data through interviewing the participants. the research results described that there were 31 variations of jargon were discovered among the students in Universitas Borneo Tarakan. the jargon was used to ensure that group members communicate quickly and efficiently because they have the same understanding of the terms in their conversation, as a conclusion, the jargon used by students at Universitas Borneo Tarakan brings meaning and is an integral part of the identity and activities of the certain groups of students. it is not only a language style but also an essential communication tool in forming group identity, expressing creativity, and facilitating social interaction within the campus area.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Penggunaan Bahasa Prokem pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Objek penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan cara menyimak, merekam, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan terdapat 50 data yang dimana data ini telah diklasifikasikan sesuai 5 jenis Bahasa Prokem diantaranya Bahasa Prokem Akronim, Bahasa Prokem Singkatan, Bahasa Prokem Fonem, Bahasa Prokem Metatesis dan Bahasa Prokem Pengaruh Bahasa Asing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang faktor-faktor pemertahanan bahasa dan penggunaan Bahasa Jawa yang dilakukan oleh penutur remaja yang tinggal di Desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden sebanyak 30 orang yang merupakan remaja berusia 12-21 tahun serta penduduk asli dari Desa Panca Agung. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket/kuesioner, rekam dan catat dalam kartu data. Data dalam penelitian ini berupa komunikasi yang digunakan oleh penutur remaja yang tinggal di Desa Panca Agung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa sebagian besar remaja di Desa Panca Agung masih aktif dalam menggunakan bahasa Jawa sebagai komunikasi mereka sehari-hari. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanan bahasa Jawa ini adalah keluarga, lingkungan pertemanan, kebiasaan dari kecil, kesadaran diri sendiri, dan adanya rasa bangga saat berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kategori larangan masyarakat suku Toraja. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan kajian sosiolinguistik yang berbentuk kalimat yang berkaitan dengan kategori larangan suku Toraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik reduksi data, teknik penyajian data, dan teknik kesimpulan. Sumber data penelitian ini adalah informan asli suku Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori larangan masyarakat suku Toraja di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara ini yaitu berisikan mengenai sembilan kategori larangan yaitu 1) kategori larangan menjelang pernikahan atau pernikahan, 2) kategori larangan dalam masa hamil dan melahirkan, 3) kategori larangan obat-obatan rakyat, 4) kategori larangan membangun rumah, 5) kategori larangan mata pencaharian, 6) kategori larangan perjalanan, 7) kategori larangan berpacaran, 8) kategori larangan hal gaib/mistis, dan 9) kategori larangan kematian. Makna larangan dalam penelitian yaitu menganalisis makna atau arti yang terkandung dalam larangan. Dalam penelitian ini terdapat lima fungsi larangan yaitu 1) sebagai fungsi penebal emosi keagamaan atau kepercayaan, 2) sebagai fungsi sistem proyeksi khayalan, 3) fungsi mendidik, 4)fungsi melarang, dan 5) fungsi menyuruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini berjudul Variasi Bahasa dalam Bahasa Toraja (Kajian Sosiolinguistik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi bahasa dalam bahasa Toraja. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitiam ini berbentuk kata yang berkaitan dengan variasi bahasa dalam bahasa Toraja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik formal dan teknik informal. Sumber data penelitian ini adalah informan asli suku Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variasi Bahasa dalam Bahasa Toraja ini bukan hanya dua kata melainkan ada empat yaitu ron’no, tobang, melenten, dan melolin. adapun juga beda pengucapan tetapi artinya sama saja seperti kata tempat cuci tangan dalam bahasa Toraja itu bukan hanya dua kata melainkan ada tiga yaitu pembasean, pessomokan, dan pembanuan. Dan berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan data dari kosakata sesuai konteks lebih sedikit dibandingkan dengan kosakata bebas dikarenakan data kosakata bebas yang sudah bercampur/pencampuran dengan suku lain ataupun perbedaan tempat tinggal masyarakat.Tempat wadah penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan cara wawancara informan tokoh adat Toraja mengenai variasi bahasa dalam bahasa Toraja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sapaan dalam bahasa Dayak Tana’ Lun di Desa Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan dengan menggunakan kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapaan berdasarkan nama diri, kekerabatan, dan sapaan berdasarkan kata ganti. Dan sumber data dari penelitian ini ialah masyarakat suku Dayak Tana’ Lun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah teknik observasi dan teknik simak libat cakap. Adapun hasil dari penelitian ini ialah: sapaan nama diri terdapat 4 data, sapaan dalam kekerabatan terdapat 24 data dan sapaan dalam kata ganti terdapat 7 data. Data keseluruhan dari penelitian ini ialah terdapat 35 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan Variasi Bahasa Bugis Bone di Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei. Menggaris Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Kajian Sosiolinguistik ABSTRAK Muhammad Safwan. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa bugis bone di desa tabur lestari di tinjau dari latar belakang geografis dan sosial penutur serta fungsi di variasi bahasa di masyarakat tabur lestari dan relevansinya dalam pembelajaran sosiolinguistik Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif serta kajian yang digunuakan yaitu kajian sosiolinguistik. Adapun sumber data yang diperoleh dari masyarakat yang terdapat di desa tabur lestari. Data penelitian ini berbentuk dua kosakata yang terdapat di dalamnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam, teknik catat dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi bahasa bugis bone di masyarakat desa tabur lestari kecamatan sei.menggaris data yang di peroleh dari hasil klasifikasi sebanyak lima puluh tiga data yang terdiri dari klasifikasi anggota tubuh, katakerja, kata sifat, kata benda, kata buah, waktu dan hewan. Berdasarkan kategori tingkat pendidikan dan tingkat usia. Dari kedua kategori tersebut dapat dilihat data yang diperoleh yaitu data yang berupa kosakata yang dimana kosakata tersebut terdapat dua kosakata berbeda namun tidak merubah artinya dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu sangat jelas bahwa keadaan geografis dan latar belakang budaya menjadi faktor utama adanya variasi bahasa serta berkembang di setiap daerah yang ada di Indonesia. Kata Kunci : Variasi Bahasa, Sosiolinguistik, Bahasa Bugis Bone
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS VARIASI BAHASA SLANG PADA KOMUNITAS BIKERS DALAM MEDIA SOSIAL GRUP FACEBOOK “KELUARGA BIKERS” (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi bahasa slang pada komunitas bikers dalam media sosial grup facebook “keluarga bikers” (kajian sosiolinguistik). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran penggunaan sosiolinguistik di lingkungan komunitas bikers. Penelitian ini merupakan jenis penilitian yang menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data yang telah ditemukan kemudian diklasifikasi berdasarkan jenis-jenis bahasa slang. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, ungkapan maupun istilah yang terdapat dalam komunitas bikers. Pada analisis data peneliti mengaitkan kajian teori dengan data yang terkumpul mengenai arti atau maksud penggunaan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan bahasa slang pada komunitas bikers dalam media sosial grup facebook “keluarga bikers”. Data yang diperoleh sebanyak 45 data yang diklasifikasi menjadi 42 data bahasa slang jenis jargon dan 4 data bahasa slang jenis prokem. Jargon yang ditemukan dalam komunitas bikers ada yang menggunakan istilah-istilah dari bahasa Indonesia, ada yang mengalami pemendekan atau akronim, ada yang berasal dari bahasa asing, serta ada jargon yang tidak memiliki makna dalam bahasa Indonesia. Selain jargon terdapat beberapa bahasa prokem yang digunakan dalam komunitas bikers. Prokem yang digunakan tersebut berupa kata-kata yang dibalik, kata-kata yang mengalami pemendekan atau akronim serta kata yang mengalami penambahan atau sisipan tertentu. ANALYSIS OF SLANG VARIATIONS AMONG BIKER COMMUNITY IN FACEBOOK GROUP "BIKERS COMMUNITY" (A SOSIOLINGUISTIC STUDY) Abstract This Study aimed to describe the use of slang variations among bikers community in the facebook group "Bikers Family" based on a sosiolinguistic perspective. The purpose of this study was to get an overview of the use of sociolinguistic in the biker community. This research used descriptive qualitative data analysisi techniques. The optained data were then classified based on the types of slang. The data were in the from of words, expression and terms contained in the biker community. In data analysis, the researcher related theoretical study to the collected data regarding the meaning or purpose of slang use. The result showed that the use of slang language were found among the bikers community in the facebook group "Bikers Family". There were 46 usage of slangs which were classiified into 42 jargon and 4 prokem. The jargons found in the biker community mostly used terms from the Indonesian language, some were shortened or acronymes, some came from foreign languages, and some jargons had no meaning in Indonesian. In addition, there were saveral prokem language used in the bikers community. the words used were in the from of reversed words, shortened words or acronyms and words that had certain addition or insertions.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Analisis Alih Kode dan Campur Kode Pada Siswa Kelas VII-1 Di MTs DDI Tarakan Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan landasan teori kajian Sosiolinguistik. Kajian sosiolinguistik yang dikaitkan dengan pnelitian, yaitu alih kode dan campur kode. penulis menggunakan jenis penelitian seskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data-data berdasarkan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan rekam. Data yang ada kemudian diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar serta dianalisis, diinterpretasikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1, yaitu bahasa Bugis, bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Keempat kode bahasa tersebut diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar. Pada alih kode imtern terdapat dua kode bahasa, yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa dan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sedangkan campur kode ke dalam terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa. Sedangkan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Penyebab terjadinya alih kode dan campur kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1 adalah (a) identifikasi peran (penutur), (b) identifikasi ragam, (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, (d) Kesantaian penutur, (e) kebiasaan, (f) tidak adanya ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai, (g) hadirnya penutur ketiga, (h) perubahan topik pembicaraan antara penutur dengan lawan tutur, (i) perubahan situasi berbicara dari tidak formal menjadi formal, (j) mengimbangi kemampuan berbahasa lawan tuturnya, (k) untuk membangkitkan rasa humor, dan (l) untuk sekedar bergengsi.