ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang yang digunakan oleh masyarakat di Amal Lama RT 04 Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang mayoritas berasal dari suku Bugis Pinrang dan masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai situasi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan masyarakat Bugis Pinrang yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik simak, rekam, dan catat. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang aktif menggunakan Bahasa Bugis Pinrang dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama menggunakan berbagai variasi bahasa sesuai dengan situasi dan hubungan sosial penutur. Variasi akrolek dan ken digunakan dalam situasi formal sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial tinggi. Variasi basilek dan kolokial digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai dan akrab. Variasi vulgar muncul sebagai ungkapan emosi dalam kondisi tertentu, sedangkan variasi slang banyak digunakan oleh kalangan remaja sebagai identitas kelompok. Selain itu, ditemukan penggunaan jargon pada komunitas nelayan dan petambak rumput laut serta argot sebagai bahasa khusus yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang dipengaruhi oleh faktor usia, status sosial, profesi, dan situasi komunikasi sehingga mencerminkan identitas sosial serta budaya masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini berjudul Variasi Bahasa dalam Bahasa Toraja (Kajian Sosiolinguistik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi bahasa dalam bahasa Toraja. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitiam ini berbentuk kata yang berkaitan dengan variasi bahasa dalam bahasa Toraja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik formal dan teknik informal. Sumber data penelitian ini adalah informan asli suku Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variasi Bahasa dalam Bahasa Toraja ini bukan hanya dua kata melainkan ada empat yaitu ron’no, tobang, melenten, dan melolin. adapun juga beda pengucapan tetapi artinya sama saja seperti kata tempat cuci tangan dalam bahasa Toraja itu bukan hanya dua kata melainkan ada tiga yaitu pembasean, pessomokan, dan pembanuan. Dan berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan data dari kosakata sesuai konteks lebih sedikit dibandingkan dengan kosakata bebas dikarenakan data kosakata bebas yang sudah bercampur/pencampuran dengan suku lain ataupun perbedaan tempat tinggal masyarakat.Tempat wadah penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan cara wawancara informan tokoh adat Toraja mengenai variasi bahasa dalam bahasa Toraja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGGUNAAN VARIASI BAHASA DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) ABSTRAK Penelitian ini berjudul Penggunaan Variasi Bahasa dalam Media Sosial Instagram (Kajian Sosiolinguistik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan variasi bahasa yang digunakan dalam media sosial instagram. Tempat atau wadah penelitian dilakukan pada media sosial instagram. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah postingan pengguna akun Instagram yang difollow dan yang memfollow peneliti saja dalam kurun waktu 1 November sampai dengan 30 November 2022. Variasi bahasa yang diteliti berjumlah lima yaitu menurut Martin Joos dalam (Chaer dan Agustina,2010:70) variasi dari segi keformalan ada ragam beku, ragam formal, ragam usaha, ragam santai dan ragam akrab. Teknik analisis data dilakukan dengan cara metode kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis. Hasil dari penelitian ini memperoleh data ragam santai berjumlah 243 data, ragam formal 54 data, ragam akrab 28 data, ragam beku 43 data dan ragam usaha 31 data. Dapat disimpulkan media sosial Instagram cukup berpengaruh bagi kehidupan sosial masyarakat dan sudah membudaya pada keseharian lingkup Indonesia. Tuturan maupun ragam bahasa yang digunakan pada media sosial Instagram cukup beragam tetapi yang cukup sering digunakan oleh para pengguna Instagram merupakan ragam santai atau kasual, hal ini dikarenakan kosa kata dalam ragam santai sangat tepat apabila digunakan dalam lingkungan media sosial Instagram dengan ciri tidak terlalu baku maupun formal dan juga tidak terkesan terlalu akrab. Sehingga apabila terjadi interaksi antara orang baru tidak akan timbul rasa canggung dengan menggunakan ragam santai ini. Kata Kunci: Variasi Bahasa, Media Sosial Instagram, Kajian sosiolinguisitk
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan Variasi Bahasa Bugis Bone di Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei. Menggaris Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Kajian Sosiolinguistik ABSTRAK Muhammad Safwan. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa bugis bone di desa tabur lestari di tinjau dari latar belakang geografis dan sosial penutur serta fungsi di variasi bahasa di masyarakat tabur lestari dan relevansinya dalam pembelajaran sosiolinguistik Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif serta kajian yang digunuakan yaitu kajian sosiolinguistik. Adapun sumber data yang diperoleh dari masyarakat yang terdapat di desa tabur lestari. Data penelitian ini berbentuk dua kosakata yang terdapat di dalamnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam, teknik catat dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi bahasa bugis bone di masyarakat desa tabur lestari kecamatan sei.menggaris data yang di peroleh dari hasil klasifikasi sebanyak lima puluh tiga data yang terdiri dari klasifikasi anggota tubuh, katakerja, kata sifat, kata benda, kata buah, waktu dan hewan. Berdasarkan kategori tingkat pendidikan dan tingkat usia. Dari kedua kategori tersebut dapat dilihat data yang diperoleh yaitu data yang berupa kosakata yang dimana kosakata tersebut terdapat dua kosakata berbeda namun tidak merubah artinya dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu sangat jelas bahwa keadaan geografis dan latar belakang budaya menjadi faktor utama adanya variasi bahasa serta berkembang di setiap daerah yang ada di Indonesia. Kata Kunci : Variasi Bahasa, Sosiolinguistik, Bahasa Bugis Bone