ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas dan biaya bahan baku terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah 177 unit usaha dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling, sampling kuota sehingga menghasilkan 30 sampel pada unit usaha industri roti di Kota Tarakan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji dengan beberapa tahapan pengujian yaitu, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis serta koefisien determinasi (R2) dengan bantuan aplikasi Statistical Package For Social Sciences (SPSS) versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas berpengaruh positif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Biaya bahan baku berpengaruh negatif terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Sementara itu, secara simultan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap total produksi pada industri roti di Kota Tarakan. Hasil uji statistik t secara parsial dari kedua variabel menghasilkan produktivitas dan biaya bahan baku berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel produktivitas dan biaya bahan baku secara simultan berpengaruh terhadap variabel total produksi sehingga Ha diterima. Produktivitas dan biaya bahan baku mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel total produksi sebesar 88,3%. Sementara 11,7% sisanya disebabkan faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan menjadi daerah dengan jumlah industri mikro dan kecil tertinggi di Kalimantan Utara, dengan proporsi usaha mencapai 37,98% dari total usaha di Kalimantan Utara. Industri mikro kecil, hingga saat ini masih dikategorikan sebagai usaha sektor informal dengan produktivitas dan penggunaan teknologi yang masih rendah, meskipun sudah mulai memiliki kemampuan berinovasi dan mengembangkan teknologi produksi. Adapun fenomena lain terkait keberhasilan usaha mikro yaitu masih terkendala sejumlah masalah klasik seperti akses permodalan, bahan baku, pemasaran, kemitraan, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal, tenaga kerja, kemampuan jejaring dan lokasi usaha terhadap keberhasilan usaha industri mikro di Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah 236 usaha industri mikro yang berlokasi di Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu sampel berjumlah 70 pelaku usaha. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dalam penelitian ini diuji dengan beberapa tahapan pengujian, di antaranya yaitu uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan pengujian seluruh hipotesis melalui uji parsial (uji t), uji simultan (uji f) dan uji koefisien determinasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh terhadap keberhasilan usaha dan lokasi usaha berpengaruh terhadap keberhasilan usaha industri mikro di Kota Tarakan, sementara tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap keberhasilan usaha dan kemampuan jejaring tidak berpengaruh terhadap keberhasilan usaha industri mikro di Kota Tarakan. Secara simultan modal, tenaga kerja, kemampuan jejaring dan lokasi usaha berpengaruh terhadap keberhasilan usaha industri mikro di Kota Tarakan.