Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Visum Et Repertum
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUKUM PEMBUKTIAN TANPA PENGGUNAAN VISUM ET REPERTUM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

2025•

ANALISIS HUKUM PEMBUKTIAN TANPA PENGGUNAAN VISUM ET REPERTUM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Visum et repertum keterangan tertulis yang dibuat dokter atas permintaan tertulis (resmi) penyidik tentang pemeriksaan medis terhadap seseorang manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi visum et repertum terhadap kedudukan hukum tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta konsekuensi hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tanpa penggunaan visum et repertum terhadap putusan hakim. Seluruh data skripsi yang diperoleh dalam penelitian menggunakan teknik tipe penelitian normatif dengan analisis kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh perundang-undangan, data sekunder berasal dari dokumen hukum serta data non hukum berasal dari kamus hukum dan website internet resmi yang terkait. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa urgensi visum et repertum dalam tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga sangat penting karena selain dapat menunjukkan sebagai alat bukti yang sah, menjadi bukti penahanan tersangka, sebagai dasar pertimbangan hakim, juga mencakup aspek keterangan ahli dan peran ahli yang tidak dapat dipisahkan. Peran ahli kedokteran forensik melalui visum et repertum sangat membantu dalam kasus pidana, terutama saat bukti fisik tersedia minim. Pendapat dokter diperlukan karena pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia dapat membantu mengungkap kebenaran materiil dalam suatu perkara pidana. Serta konsekuensi hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tanpa penggunaan visum et repertum terhadap putusan hakim juga tidak secara otomatis membatalkan putusan karena masih ada alat bukti lain seperti keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk dan keterangan terdakwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

VISUM ET REPERTUM PSIKIATRIKUM SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait implementasi visum et repertum psikiatrikum (VeRP) sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, penerapan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak pernah digunakannya VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan secara langsung di beberapa lokasi, serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik PPA Reskrim Polres Tarakan, Jaksa/Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, dan Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, implementasi penggunaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan tidak pernah atau belum pernah diterapkan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak digunakannya VeRP di Kota Tarakan ialah terutama terkait penegak hukum yang tidak menggunakan kewenangannya serta pemahaman masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana KDRT, hal ini terjadi karena tidak disosialisasikannya VeRP kepada masyarakat di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail