Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Subjek: Pantai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan komunitas penting sekaligus bahan pangan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, yang menjadi primadona sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah melalui rantai tata niaga. Namun, keberadaannya kini menjadi hal krusial mengingat terjadinya penurunan kualitas perairan akibat paparan sampah plastik hingga mikroplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran pada rumput laut K. alvarezii di Perairan Amal, Kota Tarakan. Sampel diambil dengan metode isolasi, yaitu mengambil sebagian rumput laut lalu memasukkannya ke dalam botol sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada seluruh sampel rumput laut, dengan bentuk yang teridentifikasi berupa fiber (106 partikel), film (64 partikel), fragmen (61 partikel), dan filamen (3 partikel), di mana fiber menjadi bentuk paling dominan. Teridentifikasi 8 ragam warna mikroplastik, didominasi warna hitam (85 partikel) dan terendah warna ungu (3 partikel). Ukuran partikel bervariasi dari 20–40 µm hingga lebih dari 5000 µm, dengan rentang 100–500 µm paling banyak dijumpai (105 partikel) terutama pada talus utama rumput laut, sedangkan rentang 40–60 µm ditemukan paling sedikit (1 partikel). Kelimpahan mikroplastik tertinggi mencapai 91 partikel dengan rata-rata sekitar 18,2 ± 5,76 partikel/gram, sementara kelimpahan terendah sekitar 60 ± 4,18 partikel dengan rata-rata sekitar 12 partikel/gram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pulau Bunyu Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami perubahan garis pantai akibat interaksi antara energi gelombang Laut Sulawesi, suplai sedimen daratan, dinamika muara, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai secara multitemporal serta faktor pengendali dinamika pesisir berupa abrasi dan akresi di Pulau Bunyu, khususnya pada kawasan Pantai TPI. Data utama berupa citra satelit multitemporal tahun 2016, 2022, 2024, dan 2026 yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter perubahan dihitung menggunakan End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR), serta interpretasi spasial terhadap sebaran abrasi dan akresi. Analisis didukung oleh data gelombang, angin, fetch, pasang surut, dan arus perairan. Hasil menunjukkan bahwa 66 transek (68,04%) mengalami abrasi yang terkonsentrasi pada segmen timur–tenggara yang terpapar langsung gelombang Laut Sulawesi, sedangkan 31 transek (31,96%) mengalami akresi yang terkonsentrasi di wilayah muara akibat suplai sedimen fluvial. Nilai EPR berkisar antara −2,99 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,59 m/tahun, sedangkan LRR berkisar antara −2,54 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,80 m/tahun. Gelombang swell dari arah utara menjadi pengendali utama dinamika sedimen, didukung oleh fetch panjang ke arah timur–tenggara. Studi ini menegaskan pentingnya pemantauan garis pantai berbasis citra satelit dan DSAS untuk mendukung pengelolaan pesisir Pulau Bunyu secara adaptif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR PERAIRAN DI PANTAI TPI (TEMPAT PELELANGAN IKAN) PULAU BUNYU KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang terletak di Desa Bunyu Selatan, Pulau Bunyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimen dasar perairan, dan menganalisis arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi di perairan Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel sedimen dasar perairan pada 5 titik pengamatan dengan tiga kali ulangan dan sediment trap untuk pengukuran arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi, pengukuran kecepatan dan arah arus menggunakan layang-layang arus, serta analisis parameter statistik ukuran butir menggunakan perangkat lunak Gradistat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan memiliki tekstur Slightly Gravelly Sand (pasir sedikit berkerikil) dengan dominasi fraksi pasir berkisar antara 97,9%–100,0%. Nilai rata-rata ukuran butir berkisar antara 150–165 µm yang seluruhnya termasuk kategori pasir halus (fine sand). Nilai sortasi seluruh titik pengamatan tergolong terpilah sangat baik (very well sorted), nilai kecondongan didominasi kategori fine skewed, serta nilai keruncingan sebagian besar tergolong mesokurtik dan platikurtik dengan satu titik termasuk kategori extremely leptokurtik. Faktor hidrodinamika, khususnya arus pasang surut, diindikasikan sebagai agen dominan dalam seleksi, transportasi, dan pengendapan material sedimen di perairan Pulau Bunyu.Transportasi sedimen menunjukkan bahwa arah dominan transportasi bervariasi antar titik pengamatan. Titik 1 dan 2 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Timur, Titik 3, 4, dan 5 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Utara. Laju sedimentasi rata-rata sebesar 5,417 gr/cm2/hari tergolong dalam kategori sangat berat hingga katastropik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN VARIASI BAHASA BUGIS PINRANG DI AMAL LAMA KECAMATAN TARAKAN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang yang digunakan oleh masyarakat di Amal Lama RT 04 Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang mayoritas berasal dari suku Bugis Pinrang dan masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai situasi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan masyarakat Bugis Pinrang yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik simak, rekam, dan catat. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang aktif menggunakan Bahasa Bugis Pinrang dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama menggunakan berbagai variasi bahasa sesuai dengan situasi dan hubungan sosial penutur. Variasi akrolek dan ken digunakan dalam situasi formal sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial tinggi. Variasi basilek dan kolokial digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai dan akrab. Variasi vulgar muncul sebagai ungkapan emosi dalam kondisi tertentu, sedangkan variasi slang banyak digunakan oleh kalangan remaja sebagai identitas kelompok. Selain itu, ditemukan penggunaan jargon pada komunitas nelayan dan petambak rumput laut serta argot sebagai bahasa khusus yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang dipengaruhi oleh faktor usia, status sosial, profesi, dan situasi komunikasi sehingga mencerminkan identitas sosial serta budaya masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PANJANG BERAT SERTA KANDUNGAN PROKSIMAT GASTROPODA (Stramonita gradata) DARI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda merupakan salah satu kelompok moluska yang memiliki peranan penting dalam ekosistem pesisir. Kandungan gastopoda lainnya yaitu adanya kandungan nutrisi tinggi, seperti karbohidrat, protein, asam lemak, dan vitamin. Salah satu jenis yang banyak ditemukan di perairan Pantai Amal adalah (Stramonita gradata). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis panjang–berat serta komposisi proksimat pada gastropoda (Stramonita gradata) yang berasal dari perairan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, preparasi, serta analisis proksimat yang mencakup kadar air (SNI 01-2354.2-2006), abu (Furnance), protein (SNI 01-2354.4-2006), lemak (SNI 01-2354.3-2006), dan karbohidrat (SNI 01-2370-1991). Sebanyak 30 ekor sampel dikoleksi kemudian dianalisis di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Universitas Borneo Tarakan. Hasil pengukuran morfometrik menunjukkan panjang cangkang 3,0–4,0 cm dengan rata-rata 3,42 cm, berat 5,4–12,4 g dengan rata-rata 8,69 g, serta diameter 1,6–2,6 cm dengan rata-rata 2,23 cm. Analisis proksimat memperlihatkan bahwa pada sampel segar terkandung kadar air 80,66%, abu 3,00%, protein 49,91%, lemak 1,60%, dan karbohidrat 24,23%. Sedangkan pada sampel kering diperoleh kadar air 7,00%, abu 24,00%, protein 39,06%, lemak 0,70%, dan karbohidrat 21,48%. Kandungan protein yang tinggi disertai lemak yang rendah menunjukkan bahwa (Stramonita gradata) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani alternatif yang bergizi dan sehat. Temuan ini dapat dijadikan data dasar terkait kandungan gizi gastropoda sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KELURAHAN PANTAI AMAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan air bersih khususnya wilayah Tarakan dipasok oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih serta merancang pengembangan sistem jaringan pipa distribusi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode Aritmatika, perhitungan kebutuhan air domestic dan non-domestik, serta simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 dengan persamaan Hazen-Wiliams. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk meningkat dari 11.894 jiwa pada tahun 2024 menjadi 23.593 jiwa pada tahun 2033, dengan kebutuhan air bersih total yang terus meningkat. Simulasi jaringan eksisting tahun 2024 memperlihatkan masih terdapat node dengan tekanan dibawah standar minimal (0,5 atm) serta kecepatan aliran pada beberapa pipa kurang dari 0,3 m/s. Pada simulasi pengembangan tahun 2033 dengan penambahan dan penyesuaian pipa, distribusi tekanan menjadi lebih merata (1 - 6 atm) dan kecepatan aliran telah memenuhi kriteria teknis (0,3 - 2,5 m/s). Maka pengembangan jaringan distribusi sangat diperlukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun 2033 serta dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah maupun PDAM dalam perencanaan sistem distribusi air bersih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.Studi Analisis Desain Struktur Revetment dengan Lapis Pelindung Buis Beton di Pantai Amal Baru Kota Tarakan

2025•

.Abrasi pantai merupakan permasalahan serius yang mengancam keberlanjutan wilayah pesisir, termasuk di Pantai Amal Baru Kota Tarakan, sehingga diperlukan kajian teknis terhadap efektivitas bangunan pelindung pantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain struktur revetment dengan lapis pelindung buis beton melalui perbandingan kondisi hidrodinamika berdasarkan dua periode data angin, yaitu 2008–2017 dan 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis keinsinyuran pantai, meliputi pembangkitan gelombang metode Wilson, prediksi gelombang jangka panjang dengan distribusi Weibull, transformasi gelombang, serta analisis stabilitas bangunan berdasarkan bilangan Irribaren. Subjek kajian adalah desain teknis revetment di sepanjang 390 meter garis Pantai Amal Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar 1,57–1,805 meter dengan periode gelombang 8,03–8,79 detik, menghasilkan desain revetment dengan tinggi 3,5 meter, lebar puncak 1,75 meter, serta lapis lindung utama, kedua, dan inti menggunakan buis beton seberat 792,7071 kg. Toe protection dirancang dengan berat butir 79,27 kg, lebar 1,28 meter, dan tinggi 0,86 meter. Kesimpulannya, desain revetment buis beton dinilai mampu menahan beban gelombang berdasarkan kedua periode data sehingga layak diterapkan sebagai solusi mitigasi abrasi di Pantai Amal Baru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POTENSI BENCANA DI WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS: DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Pantai Amal merupakan area militer menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Tarakan. Berada di sisi timur kota dan berbatasan langsung dengan laut Sulawesi. Kondisi aspek sosial ekonomi dan budaya di pengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sumber daya alam pesisir yang rentan terhadap tingginya potensi bencana di wilayah pesisir. Oleh Karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis potensi bencana yang terjadi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, serta menganalisis tingkat potensi bencana di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis statistik, dan triangulasi data dengan pendekatan penelitaian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta analisis data sekunder terkait bencana di Kelurahan Pantai Amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Pantai Amal memiliki potensi diantaranya; bencana abrasi dengan kategori sedang, banjir rob kategori sedang, gelombang laut ekstrem memiliki potensi sedang, dan gempa bumi masuk dalam kategori rendah. Beberapa infrastruktur mitigasi bencana yang direkomendasikan untuk dibangun diantaranya; kawasan resapan air, pembangunan pemecah gelombang, pengadaan beach nourishment, pembangunan tanggul, dan penguatan struktur bangunan yang sudah ada. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana di wilayah pesisir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI BANGUNAN PELINDUNG PANTAI TIPE REVETMENT SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN ABRASI DI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diketahui bahwa di pantai Amal Baru, Kota Tarakan telah mengalami 72% fenomena abrasi dan 28% fenomena akresi dengan kondisi perubahan garis pantai akibat abrasi adalah 2,59 meter per tahun, yang menyebabkan kerusakan berat pada daerah pantai. Salah satu pemicu yang menyebabkan adanya fenomena abrasi ini adalah perubahan pada karakterisitik gelombang. Salah satu solusi untuk melindungi pantai dari abrasi dan akresi adalah dengan membuat bangunan pelindung pantai tipe Revetment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tinggi gelombang yang dibangkitkan dan nilai ketebalan lapis lindung sebagai acuan dalam mendesain bangunan pelindung pantai tipe Revetment dengan menggunakan beberapa metode yaitu, Metode Wilson digunakan untuk menganalisis pembangkitan gelombang, Metode Admiralty digunakan dalam analisis pasang surut, Metode Weibull digunakan untuk menganalisis prediksi gelombang jangka panjang. Hasil perhitungan dari tinggi gelombang dan pasang surut air laut yang telah dilakukan di Pantai Amal Baru Kota Tarakan untuk bangunan pantai tipe Revetment yaitu, untuk lapis lindung utama diketahui lebar puncak bangunan 1,76 meter dan tebal lapis lindung 1,17 meter. Lapis lindung kedua digunakan quarrystone dengan berat butir 2,435 meter dan memiliki tebal lapis lindung 0,21 meter. Lapis lindung inti digunakan quarrystone dengan berat butir 0,12 kg dan memiliki tebal lapis lindung 0,08 meter. Toe protection (pelindung kaki) digunakan quarrystone dengan berat butir 48,7 kg dan memiliki lebar pelindung kaki 0,85 meter serta tebal lapis lindung 0,57 meter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ANALISIS BANGUNAN PELINDUNG PANTAI TIPE DETACHED BREAKWATER SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN ABRASI DI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN

2024•

.Pantai Amal Baru telah mengalami kerusakan berupa abrasi dan akresi yang terjadi akibat dari karakteristik gelombang yang bersifat merusak atau destruktif. Salah satu solusi untuk melindungi Pantai Amal Baru dari kerusakan yang terjadi adalah bangunan pelindung pantai tipe Detached Breakwater. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder yang akan digunakan dalam perencanaan Detached Breakwater yang direncanakan pada 25 tahun kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi arah angin bersumber dari arah Timur Pulau Tarakan dengan tinggi gelombang pada kala ulang 25 tahun sebesar 2,85 meter dengan periode 9,40 detik. Struktur Detached Breakwater yang direncanakan adalah bangunan sisi miring dengan lapis lindung utama menggunakan tetrapod yang direkomendasikan ada dua, yaitu W = 0,5 ton dan W = 0,084 ton, dengan lebar puncak bangunan (B) sebesar 1,76 meter, tebal lapis lindung utama (t) sebesar 1,17 meter, tebal lapis lindung kedua (t) sebesar 0,21 meter, dan tinggi pelindung kaki (toe protection) sebesar 0,58 meter. Panjang bangunan (Ls) sebesar 250 meter, lebar celah bangunan (Lg) sebesar 100 meter dan jarak pemecah gelombang dari garis pantai (Y) sebesar 100 meter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Eksternalitas Keberadaan Wisata Pantai Kelapa Terhadap Perekonomian Desa mangkupadi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas dari keberadaan wisata Pantai Kelapa terhadap perekonomian Desa Mangkupadi. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi dan mengukur dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata tersebut pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan persentase. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan penduduk Desa Mangkupadi. Analisis dilakukan dengan menghitung skor dan persentase untuk setiap indikator eksternalitas, yang kemudian dikategorikan menjadi eksternalitas positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan wisata Pantai Kelapa memberikan eksternalitas positif sebesar 62% (kategori cukup tinggi) dan eksternalitas negatif sebesar 71% (kategori tinggi) terhadap perekonomian Desa Mangkupadi. Eksternalitas positif tertinggi terdapat pada indikator pendidikan (82%), yang ditandai dengan peningkatan minat dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Sementara itu, eksternalitas negatif tertinggi terdapat pada indikator kesejahteraan (84%), terutama terkait dengan meningkatnya kebutuhan air bersih. Analisis per indikator menunjukkan bahwa wisata Pantai Kelapa memberikan dampak positif signifikan pada sektor produksi, pendidikan, dan perlindungan pesisir dari abrasi. Namun, dampak negatif yang cukup besar juga teridentifikasi, terutama pada aspek konsumsi, kebutuhan air bersih, dan peningkatan jumlah sampah. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa meskipun wisata Pantai Kelapa memberikan manfaat ekonomi dan sosial, dampak negatif yang dirasakan masyarakat cenderung lebih tinggi. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan wisata yang lebih berkelanjutan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya strategi pengembangan wisata yang dapat memaksimalkan manfaat positif sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan Desa Mangkupadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU K 250 (STUDI KASUS PASIR PANTAI AMAL DI KOTA TARAKAN)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton sebagai bahan bangunan yang sudah lama digunakan masyarakat sebagai bahan kostruksi sebab memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta mudah dalam melakukan perawatan, dan relatif mudah dalam pengerjaannya dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Pada penelitian ini digunakan pasir pantai amal kota tarakan sebagai penyusun beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kuat tekan beton. penelitian ini dibuat sampel kubus beton berukuran 15cm x 15cm x 15cm sebanyak 80 sampel dengan setiap variasinya masing-masing 10 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 21 dan 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi-t hingga memperoleh hasil pada umur beton 21 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 10,34% dengan nilai kuat tekan 304,2 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 13,46% dengan nilai kuat tekan 312,8 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 22,16% dengan nilai kuat tekan 336,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 21 hari. Sedangkan pada umur 28 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 8,07% dengan nilai kuat tekan 321,5 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 10,69% dengan nilai kuat tekan 329,3 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 14,21% dengan kuat tekan 339,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 28 hari. Dengan demikian, presentase optimum penggunaan pasir pantai pada campuran beton dari variasi yang diuji adalah 30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Objek Wisata Ratu Intan Pantai Amal Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa potensi objek wisata Ratu Intan Pantai Amal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan dan persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal yang dilakukan melalui analisis nilai indeks dengan mempertimbangkan kriteria interpretasi skor yang didasarkan pada interval tertentu. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara peneliti secara langsung kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kota Tarakan, salah satu staf PDIP Dinas Pariwisata, dan UMKM pada objek wisata Ratu Intan Pantai Amal. Sedangkan data sekunder bersumber dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan berupa jumlah kunjungan wisatawan tahun 2023, Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berupa laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Tarakan tahun 2017-2023 (Rupiah). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis skala likert dan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Ratu Intan Pantai Amal memiliki keuntungan sebesar Rp 792.552.000 pada tahun 2023. Dari segi persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal menunjukkan bahwa indikator attraction (daya tarik), accessibilities (aksesibilitas), dan aminities (fasilitas) rata-rata wisatawan sangat puas terhadap ketiga indikator tersebut. Dengan demikian, objek wisata ini memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS KREDIT NON BANK DALAM USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kredit non bank dalam usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner/angket dengan responden sebanyak 35 responden di Pantai Amal, dengan melihat umur pekerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah Incremantal Capital Output Rasio (ICOR). Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa nilai ICOR yang didapatkan berkisar antara 1 – 4, dimana nilai yang menunjukkan produktifitas investasi yang baik adalah antara 3–4. Semakin tinggi ICOR mengidentifikasikan kemungkinan terjadinya inefesiensi dalam penggunaan investasi. THE RESEARCH AIMS TO DETERMINE THE EFFECTIVENESS OF NON BANK CREDIT IN THE SEAWEED CULTIVATION BUSINESS AT PANTAI AMAL TARAKAN CITY.THE DATA USED IN THIS RESEACH ARE QUESTIONNAIRES TO 35 RESPONDENTS AT PANTAI AMAL BASED ON WORKERS AGE ADUCATION LEVEL,GENDER,AND INCOME.THE ANALITYCAL METHOD USED WAS INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO (ICOR). THE CALCULITION RESULT SHOW THAT THE ICOR VALUE OBTAINED RANGES FROM 1-5,WHERE THE VALUE INDICATING GOOG INVESTMEN PRODUKTIVITY IS BATWEEN 3-5 THE HIGHER THE ICOR IDENTIFIES THE POSSIBILITY OF INEFFICIENCY IN THE USE OF INVESTMENT

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSONAL HYGIENE PADA ANAK-ANAK NELAYAN DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan. Apabila anak-anak tidak melakukan personal hygiene dengan tepat maka mereka akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh anak-anak yang belum cukup kuat dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap serangan dan infeksi kuman dari luar tubuh. Kerentanan gangguan kesehatan ini akan lebih berdampak pada anak-anak terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, isu, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim pada daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal hygiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal hygiene anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah populasi sebanyak 64 anak nelayan usia 6-12 tahun dan jumlah sampelnya sebanyak 55 anak nelayan usia 6-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal hygiene pada anak-anak nelayan adalah personal hygiene tidak memenuhi syarat. Ini terlihat pada persentase tertinggi (56.4%) dari total responden/pihak anak nelayan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi petani rumput Laut terhadap peran kelembagaan pada kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi pengembangan objek wisata pantai cemara desa mangkupadi kabupaten bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai Cemara terletak di Desa Mangkupadi Kabupaten Bulungan dan memiliki berbagai macam permasalahan yaitu: pantai cemara belum berkembang secara optimal sebagaimana diharapkan. Bahkan hasil survey lapangan kondisi eksisting beberapa fasilitas dalam keadaan rusak akibat terbengkalai dan kurangnya upaya pemeliharaan, Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat kunjungan wisatawan sehingga pengelola tidak terlalu memperhatikan kondisi fasilitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk: merumuskan alternatif-alternatif strategi yang dapat digunakan dalam mengembangkan potensi wisata Pantai Cemara Desa Mangkupadi kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktriptif kualitatif dan analisis SWOT sebagai alat perumusan strategi. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: menentukan potensi objek wisata Pantai Tanah Cemara dengan beberapa indikator berikut: (1) atraksi Dimana atraksi terdiri dari: (a) pemanfataan lahan (b) Kebersihan air laut (c) keamanan disekitar objek wisata (d) Kondisi kebersihan lingkungan objek wisata (e) keindahan lingkungan alam disekitar objek wisata (f) ketersediaan air bersih dan (g) kuliner, (2) Aktivitas yaitu diadakannya kegiatan event kepariwisataan, (3) Aksesbility adalah sarana yang memberikan kemudahan kepada wisatawan untuk mencapai daerah tujuan objek wisata, (4) Amenitas adalah fasilitas sarana dan prasarana penunjang objek wisata. Rekomendasi strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif yang terdiri dari: (1) penyusunan master plan, (2) meningkatkan promosi Pantai Cemara yang masif melalui media sosial, (3) bekerja sama dengan perusahaan yang ada disekitar Desa Mangkupadi, (4) membangun fasilitas dan penataan Pantai Cemara sebaik dan semenarik mungkin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Sosial Ekonomi Nelayan Yang Bermukim Dipesisir Pantai Amal Kota Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kondisi sosial yang terdiri dari Pendidikan dan Kesehatan nelayan yang bermukim di daerah pesisir pantai amal Kota Tarakan. (2) Untuk mengetahui kondisi ekonomi yang terdiri dari tingkat pendapatan usaha nelayan, Penelitian ini di laksanakan di pantai amal, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yaitu memilih salah satu wilayah yang termasuk dalam permukiman daerah pesisir. Untuk aspek sosial digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk aspek ekonomi digunakan analisis pendapatan untuk menghitung pendapatan responden. Hasil penelitian antara lain. (1) Kondisi sosial nelayan yang bermukim di pesisir pantai dilihat dari hasil persentase kajian sosial dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial masyarakat dilihat dari aspek pendidikan rata-rata tingkat pendidikan responden, SD ( 8 % ) SMP (21 %) SMA (71 %) serta mendapatkan bantuan pemerintah berupa KIP dimana responden yang menerima (46,67 %). Sedangkan kesehatan, akses puskesmas responden yang memanfaatkan puskesmas lebih banyak daripada yang belum memanfaatkan, responden yang mendapatkan kesehatan gratis sebanyak (73,33 %). (2) Kondisi ekonomi nelayan yang bermukim di pesisir pantai. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan nelayan, Yang rata-rata penerimaan dari responden sebesar Rp. 339.744.000 perbulan dan biayanya Rp. 241.580.000 perbulan, pendapatan bersih nelayan dalam perbulan sebesar Rp.98.164.000 dibagi dengan 76 responden nelayan maka perorang pendapatan bersih Rp. 1.291.631 perbulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail