ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan komunitas penting sekaligus bahan pangan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, yang menjadi primadona sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah melalui rantai tata niaga. Namun, keberadaannya kini menjadi hal krusial mengingat terjadinya penurunan kualitas perairan akibat paparan sampah plastik hingga mikroplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran pada rumput laut K. alvarezii di Perairan Amal, Kota Tarakan. Sampel diambil dengan metode isolasi, yaitu mengambil sebagian rumput laut lalu memasukkannya ke dalam botol sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada seluruh sampel rumput laut, dengan bentuk yang teridentifikasi berupa fiber (106 partikel), film (64 partikel), fragmen (61 partikel), dan filamen (3 partikel), di mana fiber menjadi bentuk paling dominan. Teridentifikasi 8 ragam warna mikroplastik, didominasi warna hitam (85 partikel) dan terendah warna ungu (3 partikel). Ukuran partikel bervariasi dari 20–40 µm hingga lebih dari 5000 µm, dengan rentang 100–500 µm paling banyak dijumpai (105 partikel) terutama pada talus utama rumput laut, sedangkan rentang 40–60 µm ditemukan paling sedikit (1 partikel). Kelimpahan mikroplastik tertinggi mencapai 91 partikel dengan rata-rata sekitar 18,2 ± 5,76 partikel/gram, sementara kelimpahan terendah sekitar 60 ± 4,18 partikel dengan rata-rata sekitar 12 partikel/gram
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang yang digunakan oleh masyarakat di Amal Lama RT 04 Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang mayoritas berasal dari suku Bugis Pinrang dan masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai situasi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan masyarakat Bugis Pinrang yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik simak, rekam, dan catat. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang aktif menggunakan Bahasa Bugis Pinrang dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama menggunakan berbagai variasi bahasa sesuai dengan situasi dan hubungan sosial penutur. Variasi akrolek dan ken digunakan dalam situasi formal sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial tinggi. Variasi basilek dan kolokial digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai dan akrab. Variasi vulgar muncul sebagai ungkapan emosi dalam kondisi tertentu, sedangkan variasi slang banyak digunakan oleh kalangan remaja sebagai identitas kelompok. Selain itu, ditemukan penggunaan jargon pada komunitas nelayan dan petambak rumput laut serta argot sebagai bahasa khusus yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan variasi Bahasa Bugis Pinrang dipengaruhi oleh faktor usia, status sosial, profesi, dan situasi komunikasi sehingga mencerminkan identitas sosial serta budaya masyarakat Bugis Pinrang di Amal Lama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastropoda merupakan salah satu kelompok moluska yang memiliki peranan penting dalam ekosistem pesisir. Kandungan gastopoda lainnya yaitu adanya kandungan nutrisi tinggi, seperti karbohidrat, protein, asam lemak, dan vitamin. Salah satu jenis yang banyak ditemukan di perairan Pantai Amal adalah (Stramonita gradata). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis panjang–berat serta komposisi proksimat pada gastropoda (Stramonita gradata) yang berasal dari perairan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses penelitian meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, preparasi, serta analisis proksimat yang mencakup kadar air (SNI 01-2354.2-2006), abu (Furnance), protein (SNI 01-2354.4-2006), lemak (SNI 01-2354.3-2006), dan karbohidrat (SNI 01-2370-1991). Sebanyak 30 ekor sampel dikoleksi kemudian dianalisis di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Universitas Borneo Tarakan. Hasil pengukuran morfometrik menunjukkan panjang cangkang 3,0–4,0 cm dengan rata-rata 3,42 cm, berat 5,4–12,4 g dengan rata-rata 8,69 g, serta diameter 1,6–2,6 cm dengan rata-rata 2,23 cm. Analisis proksimat memperlihatkan bahwa pada sampel segar terkandung kadar air 80,66%, abu 3,00%, protein 49,91%, lemak 1,60%, dan karbohidrat 24,23%. Sedangkan pada sampel kering diperoleh kadar air 7,00%, abu 24,00%, protein 39,06%, lemak 0,70%, dan karbohidrat 21,48%. Kandungan protein yang tinggi disertai lemak yang rendah menunjukkan bahwa (Stramonita gradata) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani alternatif yang bergizi dan sehat. Temuan ini dapat dijadikan data dasar terkait kandungan gizi gastropoda sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan air bersih khususnya wilayah Tarakan dipasok oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih serta merancang pengembangan sistem jaringan pipa distribusi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode Aritmatika, perhitungan kebutuhan air domestic dan non-domestik, serta simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 dengan persamaan Hazen-Wiliams. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk meningkat dari 11.894 jiwa pada tahun 2024 menjadi 23.593 jiwa pada tahun 2033, dengan kebutuhan air bersih total yang terus meningkat. Simulasi jaringan eksisting tahun 2024 memperlihatkan masih terdapat node dengan tekanan dibawah standar minimal (0,5 atm) serta kecepatan aliran pada beberapa pipa kurang dari 0,3 m/s. Pada simulasi pengembangan tahun 2033 dengan penambahan dan penyesuaian pipa, distribusi tekanan menjadi lebih merata (1 - 6 atm) dan kecepatan aliran telah memenuhi kriteria teknis (0,3 - 2,5 m/s). Maka pengembangan jaringan distribusi sangat diperlukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga tahun 2033 serta dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah maupun PDAM dalam perencanaan sistem distribusi air bersih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Abrasi pantai merupakan permasalahan serius yang mengancam keberlanjutan wilayah pesisir, termasuk di Pantai Amal Baru Kota Tarakan, sehingga diperlukan kajian teknis terhadap efektivitas bangunan pelindung pantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain struktur revetment dengan lapis pelindung buis beton melalui perbandingan kondisi hidrodinamika berdasarkan dua periode data angin, yaitu 2008–2017 dan 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis keinsinyuran pantai, meliputi pembangkitan gelombang metode Wilson, prediksi gelombang jangka panjang dengan distribusi Weibull, transformasi gelombang, serta analisis stabilitas bangunan berdasarkan bilangan Irribaren. Subjek kajian adalah desain teknis revetment di sepanjang 390 meter garis Pantai Amal Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar 1,57–1,805 meter dengan periode gelombang 8,03–8,79 detik, menghasilkan desain revetment dengan tinggi 3,5 meter, lebar puncak 1,75 meter, serta lapis lindung utama, kedua, dan inti menggunakan buis beton seberat 792,7071 kg. Toe protection dirancang dengan berat butir 79,27 kg, lebar 1,28 meter, dan tinggi 0,86 meter. Kesimpulannya, desain revetment buis beton dinilai mampu menahan beban gelombang berdasarkan kedua periode data sehingga layak diterapkan sebagai solusi mitigasi abrasi di Pantai Amal Baru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pantai Amal merupakan area militer menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Tarakan. Berada di sisi timur kota dan berbatasan langsung dengan laut Sulawesi. Kondisi aspek sosial ekonomi dan budaya di pengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sumber daya alam pesisir yang rentan terhadap tingginya potensi bencana di wilayah pesisir. Oleh Karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis potensi bencana yang terjadi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, serta menganalisis tingkat potensi bencana di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis statistik, dan triangulasi data dengan pendekatan penelitaian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta analisis data sekunder terkait bencana di Kelurahan Pantai Amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Pantai Amal memiliki potensi diantaranya; bencana abrasi dengan kategori sedang, banjir rob kategori sedang, gelombang laut ekstrem memiliki potensi sedang, dan gempa bumi masuk dalam kategori rendah. Beberapa infrastruktur mitigasi bencana yang direkomendasikan untuk dibangun diantaranya; kawasan resapan air, pembangunan pemecah gelombang, pengadaan beach nourishment, pembangunan tanggul, dan penguatan struktur bangunan yang sudah ada. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana di wilayah pesisir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa potensi objek wisata Ratu Intan Pantai Amal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan dan persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal yang dilakukan melalui analisis nilai indeks dengan mempertimbangkan kriteria interpretasi skor yang didasarkan pada interval tertentu. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara peneliti secara langsung kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kota Tarakan, salah satu staf PDIP Dinas Pariwisata, dan UMKM pada objek wisata Ratu Intan Pantai Amal. Sedangkan data sekunder bersumber dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan berupa jumlah kunjungan wisatawan tahun 2023, Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berupa laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Tarakan tahun 2017-2023 (Rupiah). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis skala likert dan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Ratu Intan Pantai Amal memiliki keuntungan sebesar Rp 792.552.000 pada tahun 2023. Dari segi persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal menunjukkan bahwa indikator attraction (daya tarik), accessibilities (aksesibilitas), dan aminities (fasilitas) rata-rata wisatawan sangat puas terhadap ketiga indikator tersebut. Dengan demikian, objek wisata ini memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kredit non bank dalam usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner/angket dengan responden sebanyak 35 responden di Pantai Amal, dengan melihat umur pekerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah Incremantal Capital Output Rasio (ICOR). Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa nilai ICOR yang didapatkan berkisar antara 1 – 4, dimana nilai yang menunjukkan produktifitas investasi yang baik adalah antara 3–4. Semakin tinggi ICOR mengidentifikasikan kemungkinan terjadinya inefesiensi dalam penggunaan investasi. THE RESEARCH AIMS TO DETERMINE THE EFFECTIVENESS OF NON BANK CREDIT IN THE SEAWEED CULTIVATION BUSINESS AT PANTAI AMAL TARAKAN CITY.THE DATA USED IN THIS RESEACH ARE QUESTIONNAIRES TO 35 RESPONDENTS AT PANTAI AMAL BASED ON WORKERS AGE ADUCATION LEVEL,GENDER,AND INCOME.THE ANALITYCAL METHOD USED WAS INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO (ICOR). THE CALCULITION RESULT SHOW THAT THE ICOR VALUE OBTAINED RANGES FROM 1-5,WHERE THE VALUE INDICATING GOOG INVESTMEN PRODUKTIVITY IS BATWEEN 3-5 THE HIGHER THE ICOR IDENTIFIES THE POSSIBILITY OF INEFFICIENCY IN THE USE OF INVESTMENT
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan. Apabila anak-anak tidak melakukan personal hygiene dengan tepat maka mereka akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh anak-anak yang belum cukup kuat dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap serangan dan infeksi kuman dari luar tubuh. Kerentanan gangguan kesehatan ini akan lebih berdampak pada anak-anak terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, isu, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim pada daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal hygiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal hygiene anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah populasi sebanyak 64 anak nelayan usia 6-12 tahun dan jumlah sampelnya sebanyak 55 anak nelayan usia 6-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal hygiene pada anak-anak nelayan adalah personal hygiene tidak memenuhi syarat. Ini terlihat pada persentase tertinggi (56.4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor di Kelurahan Pantai Amal merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat guna keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu secara fisik air sumur bor masih berwarna merah kecoklatan sehingga meninggalkan noda disekitar sumur dan menyebabkan korosi terhadap wadah penampung atau pipa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal untuk kebutuhan higiene sanitasi yang mengacu pada Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 5 titik stasiun dan dengan 3 kali pengambilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua stasiun sampling sumur bor untuk keperluan higiene sanitasi tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Parameter fisika yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah warna, suhu, bau dan rasa, sedangkan parameter yang memenuhi stadar baku mutu adalah salinitas, kekeruhan dan TDS. Untuk parameter kimia yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah parameter pH dengan nilai berkisar 5,01-6,15, dan logam Fe pada stasiun 1 dengan nilai berkisar 3,732 - 4,005 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Plankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton yang ada di perairan Pantai Amal Lama Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, mulai bulan Juni sampai Agustus 2021, dilakukan pada 2 stasiun dimana stasiun 1 daerah muara Sungai Mambulua dan stasiun 2 kawasan mangrove. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriftif kuantitatif dengan mempelajari objek secara mendalam pada waktu, tempat serta populasi yang terbatas sehingga dapat memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-25.500 sel/L dan stasiun 2 berkisar 2000-50.000 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-13.500 ind/L dan stasiun 2 berkisar 1000-21.000 ind/L. Keanekaragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,67-2,40 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,56-2,31 sel/L. Keanekaragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,35-1,27 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,27 ind/L. Keseragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,39-1,00 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,38-0,83 sel/L. keseragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,16-1,00 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,00 ind/L. Dominansi fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,12-0,52 dan stasiun 2 berkisar 0,12-0,63. Dominansi zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,31-0,80 dan stasiun 2 berkisar 0,33-1,00. Kelimpahan yang dihasilkan menggambarkan tingkat kesuburan perairan tergolong tinggi dan termasuk perairan eutrofik. Keanekaragaman termasuk kategori sedang untuk jenis fitoplankton dan kategori rendah dari jenis zooplankton. Keseragaman fitoplankton tinggi tergolong stabil dan keseragaman zooplankton rendah dalam kategori tidak stabil. Dominansi fitoplankton tidak terdapat jenis yang mendominansi dan dominansi zooplankton terdapat jenis yang mendominansi disuatu perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Pantai Amal Baru Kota Tarakan dilakukan secara tradisonal dengan menggunakan metode tali betang (longline) sehingga hasil produksi rumput laut (K. alvarezii) tergantung dari kondisi alam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengunaan lahan adalah pemanfaatan lahan secara vertikal. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan produksi dan warna rumput laut di perairan Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari di perairan Pantai Amal Kota Tarakan. Data dianalisis dengan menggunakan Anova dan uji lanjut BNT. Hasil uji menunjukan pertumbuhan rumput laut berbeda nyata antar perlakuan 10 dan 30 cm. Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 109,22% dan terendah 39,38%. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 3,56 %/hari dan terendah 1,58 %/hari. Rerata produksi rumput laut tertinggi pada perlakuan 10 cm sebesar 36,407g/m dan terendah 13,130 g/m. Perbedaan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, kecerahan perairan dan padatan tersuspensi. Warna talus tampak lebih cerah pada kedalaman rendah dibandingkan dengan kedalaman tinggi. Intensitas cahaya dan unsur hara mempengaruhi konsentrasi pigmen rumput laut.