Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: ICOR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PADAT POPULASI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DAN BELALANG (Valanga nigricornis) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Elastisitas Dan Efektivitas Belanja Modal Pemerintah Terhadap Produk Domestik Regional Bruto, Kemiskinan, Serta Pengangguran Di Provinsi Kalimantan Utara

2026•

Belanja modal merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas belanja modal dalam mencapai tujuan tersebut masih menjadi permasalahan, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki tingkat ketergantungan fiskal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas dan efektivitas belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kemiskinan, dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2015-2024, serta memproyeksikan kebutuhan belanja modal pada periode 2025-2029. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta teknik proyeksi tren untuk memperkirakan kebutuhan belanja modal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan sumber resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas PDRB terhadap belanja modal bersifat inelastis, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya direspons secara proporsional oleh pertumbuhan output ekonomi. Elastisitas belanja modal terhadap kemiskinan dan pengangguran menunjukkan hubungan negatif, namun dampaknya masih relatif terbatas, dengan pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan pengangguran dibandingkan kemiskinan. Analisis ICOR menunjukkan bahwa efektivitas belanja modal bersifat fluktuatif dan belum konsisten secara ekonomi makro. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belanja modal memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, namun diperlukan peningkatan kualitas perencanaan, ketepatan sasaran, serta sinergi kebijakan agar belanja modal mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (APLIKASI COR DAN ICOR DALAM PEREKONOMIAN KALIMANTAN UTARA)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara dengan menggunakan pendekatan Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Data yang digunakan merupakan data investasi PMDN dan PMA serta data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara periode 2016-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis COR dan ICOR untuk mengukur efisiensi investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai COR dan ICOR di Kalimantan Utara masih berada pada tingkat yang relatif rendah, yang menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan tergolong efisien. Namun, beberapa kabupaten/kota seperti Bulungan dan Tana Tidung memiliki nilai ICOR yang cukup tinggi pada beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan kurang optimalnya penggunaan modal di wilayah tersebut. Penelitian pertumbuhan ekonomi sebesar 4%, 7%, dan 9% untuk periode 2024-2030. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan investasi akan terus meningkat setiap tahunnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam perencanaan investasi yang lebih efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN INVESTASI DALAM PEMBENTUKAN OUTPUT DI KALIMANTAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi investasi terhadap pembentukan output ekonomi di wilayah Kalimantan selama periode 2018–2023. Metode yang digunakan meliputi Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur kontribusi investasi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur memiliki efisiensi tertinggi berdasarkan nilai COR masing-masing sebesar 0,10 dan 0,09 mencerminkan pemanfaatan investasi yang optimal. Sebaliknya, Kalimantan Utara memiliki nilai COR tertinggi sebesar 0,15, menunjukkan efisiensi yang lebih rendah. Dari sisi ICOR Kalimantan Barat mencatat nilai terendah 0,87, mengindikasikan efektivitas investasi yang tinggi. Sedangkan Kalimantan Utara mencatat nilai ICOR sebesar 2,01, menunjukkan efektivitas investasi yang lebih rendah. Rata-rata ICOR Kalimantan secara keseluruhan adalah 1,58 yang mencerminkan efektif investasi pada kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun investasi di Kalimantan berkontribusi terhadap peningkatan output, dibutuhkan strategi kebijakan yang lebih optimal untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta pemerataan investasi guna mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh provinsi Kalimantan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO (ICOR) SEKTOR JASA KEUANGAN DAN ASURANSI DI INDONESIA

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pinjaman dan perencanaan kebutuhan kapital pada sektor jasa keuangan dan asuransi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efisien adalah Kawasan Sulawesi dengan nilai 0,69. Kemudian paling inefisiensi adalah pulau Jawa dengan nilai 30,30. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan kapital sebesar Rp3.422.861.930.000, selanjutnya target pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp5.456.421.140.000, sementara target pertumbuhan 8% dibutuhkan kapital sebesar Rp7.733.700.990.000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

efektivitas investasi terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS KREDIT NON BANK DALAM USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kredit non bank dalam usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner/angket dengan responden sebanyak 35 responden di Pantai Amal, dengan melihat umur pekerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah Incremantal Capital Output Rasio (ICOR). Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa nilai ICOR yang didapatkan berkisar antara 1 – 4, dimana nilai yang menunjukkan produktifitas investasi yang baik adalah antara 3–4. Semakin tinggi ICOR mengidentifikasikan kemungkinan terjadinya inefesiensi dalam penggunaan investasi. THE RESEARCH AIMS TO DETERMINE THE EFFECTIVENESS OF NON BANK CREDIT IN THE SEAWEED CULTIVATION BUSINESS AT PANTAI AMAL TARAKAN CITY.THE DATA USED IN THIS RESEACH ARE QUESTIONNAIRES TO 35 RESPONDENTS AT PANTAI AMAL BASED ON WORKERS AGE ADUCATION LEVEL,GENDER,AND INCOME.THE ANALITYCAL METHOD USED WAS INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO (ICOR). THE CALCULITION RESULT SHOW THAT THE ICOR VALUE OBTAINED RANGES FROM 1-5,WHERE THE VALUE INDICATING GOOG INVESTMEN PRODUKTIVITY IS BATWEEN 3-5 THE HIGHER THE ICOR IDENTIFIES THE POSSIBILITY OF INEFFICIENCY IN THE USE OF INVESTMENT

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM PEMBENTUKAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kriteria efektifitas investasi infrastruktur jalan dan infrastruktur pelabuhan dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Bulungan. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu investasi infrastruktur transportasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR, nilai rata-rata ICOR di Kabupaten Bulungan untuk investasi infrastruktur jalan dengan menggunakan PDRB sektor transportasi atas dasar harga berlaku sebesar 7,18 dan 0,28 untuk investasi infrastrukur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan tidak efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB sektor transportasi Kabupaten Bulungan. Kemudian untuk nilai rata-rata ICOR di Kabupaten Bulungan untuk investasi infrastruktur jalan dengan menggunakan PDRB sektor transportasi atas dasar harga konstan sebesar 0,02 dan 0,06 untuk investasi infrastrukur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB sektor transportasi Kabupaten Bulungan. Untuk investasi infrastruktur jalan dan pelabuhan dengan menggunakan PDRB atas dasar harga berlaku rata-rata nilai ICOR sebesar 27,09 dan 1,70, artinya untuk meningkatkan 1 unit output maka dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.27,09 untuk investasi infrastruktur jalan dan Rp.1,70 untuk investasi infrastruktur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan tidak efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB Kabupaten Bulungan. Kemudian untuk investasi infrastruktur jalan dan pelabuhan dengan menggunakan PDRB atas dasar harga konstan rata-rata nilai ICOR sebesar -102,93 dan -1,65. Artinya, kemungkinan penanaman modal yang terjadi pada tahun 2020 belum menghasilkan output secara optimal, atau bisa dikatakan penanaman investasi yang ditanamkan belum/tidak efektif dalam pembentukan PDRB Kabupaten Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Belanja Pemerintah Dalam Pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suku bunga acuan dan inflasi terhadap investasi di Indonesia, untuk mengetahui efektivitas investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan untuk mengetahui kebutuhan investasi di Indonesia tahun 2021-2030. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua puluh tahun, mulai dari tahun 2000-2019. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Regresi Linear Berganda dan Incremental Capital Output Ratio. Hasil penelitian ini adalah variabel suku bunga acuan secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap investasi di Indonesia, sementara variabel inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi di Indonesia. Variabel suku bunga acuan dan inflasi secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap investasi di Indonesia. Adapun hasil analisis Incremental Capital Output Ratio menunjukkan nilai rata-rata ICOR Indonesia selama tahun 2020-2019 sebesar 1,37 yang berarti investasi di Indonesia efisien. Artinya bahwa untuk meningkatkan Rp 1 unit ouput dibutuhkan tambahan modal sebesar 1,37 unit. Adapun hasil proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kebutuhan investasi Indonesia tahun 2021-2030 berdasarkan ICOR dan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan lima persen dapat diperkirakan kebutuhan investasi Indonesia selama sepuluh tahun kedepan sebesar 9.238.302,64 miliar rupiah, berdasarkan proyeksi tujuh persen dapat diperkirakan kebutuhan investasi Indonesia selama sepuluh tahun kedepan sebesar 14.207.208,26 miliar rupiah, dan bedasarkan proyeksi sepuluh persen dapat diperkirakan kebutuhan investasi Indonesia selama sepuluh tahun kedepan sebesar 23.411.672,72 miliar rupiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail