Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Spodoptera litura
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PADAT POPULASI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DAN BELALANG (Valanga nigricornis) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Gulma Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Sebagai Pestisida Nabati Pengendali Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Beberapa Tanaman Sayuran.

2026•

Penggunaan pestisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) yang sering menyerang tanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jenis tanaman terhadap mortalitas hama S. litura serta intensitas kerusakan daun. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kirinyuh (P) yang terdiri dari 5 taraf (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dan faktor kedua adalah jenis tanaman (T) yang terdiri dari 3 taraf (Sawi, Kangkung, dan Bayam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak gulma kirinyuh berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama dan intensitas kerusakan daun. Konsentrasi P4 (80%) merupakan perlakuan faktor tunggal terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi mencapai 16,39% pada akhir pengamatan dan secara efektif mampu menekan intensitas kerusakan daun di tingkat yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Faktor jenis tanaman (T) memberikan pengaruh nyata terhadap kerusakan daun hanya pada awal pengamatan (H1 sampai H3), namun tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas serangan hama ulat grayak. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dan jenis tanaman terhadap intensitas kerusakan daun, dengan kombinasi perlakuan (P3T1) menghasilkan kerusakan daun terendah 37,60% pada akhir pengamatan. Sebaliknya, tidak terdapat interaksi yang nyata pada parameter mortalitas hama yang mengindikasikan bahwa daya bunuh ekstrak kirinyuh bersifat mandiri, stabil dan berspektrum luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Penambahan Beberapa Jenis Surfaktan terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) dengan Penambahan Beberapa Jenis Surfaktan terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

2026•

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma Domestica Val) PADA MORTALITAS LARVA Spodoptera litura F. ( Lepidoptera : Noctuudae )

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan serangga polifag yang menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Produksi tanaman Hortikultura pada tahun 2016 sekitar 2.111,47 kuintal/hari dan mengalami penurunan sebesar 685,12 kuintal/hari pada tahun 2019, sehingga perlu dilakukannya pengendalian. Penelitian ini menggunakan Insektisida nabati yang senyawa bioaktifnya berasal dari ekstrak tanaman. Bahan insektisida nabati yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestica Val), khususnya pada bagian rimpangnya. Curcuma domestica adalah salah satu tumbuhan dari Famili Zingiberaceae yang mengandung curcumin, senyawa fenolik yang bertanggung jawab atas warna pada rimpangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang kunyit pada mortalitas dan aktivitas makan larva instar kedua dan ketiga Spodoptera litura F. Data mortalitas dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Friedman, Aktivitas makan dianalisis dengan menggunakan ANOVA selanjutnya uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan Gejala kematian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang kunyit berpengaruh pada konsentrasi dan instar pada mortalitas larva S.litura. Perlakuan terbaik perlakuan K3I2 (ekstrak rimpang kunyit 8gr/1L aquades) karena dapat menurunkan aktivitas makan dibandingkan dengan perlakuan K1I2 dan K1I3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail