Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: mortalitas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Gulma Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Sebagai Pestisida Nabati Pengendali Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Beberapa Tanaman Sayuran.

2026•

Penggunaan pestisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) yang sering menyerang tanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jenis tanaman terhadap mortalitas hama S. litura serta intensitas kerusakan daun. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kirinyuh (P) yang terdiri dari 5 taraf (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dan faktor kedua adalah jenis tanaman (T) yang terdiri dari 3 taraf (Sawi, Kangkung, dan Bayam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak gulma kirinyuh berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama dan intensitas kerusakan daun. Konsentrasi P4 (80%) merupakan perlakuan faktor tunggal terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi mencapai 16,39% pada akhir pengamatan dan secara efektif mampu menekan intensitas kerusakan daun di tingkat yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Faktor jenis tanaman (T) memberikan pengaruh nyata terhadap kerusakan daun hanya pada awal pengamatan (H1 sampai H3), namun tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas serangan hama ulat grayak. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dan jenis tanaman terhadap intensitas kerusakan daun, dengan kombinasi perlakuan (P3T1) menghasilkan kerusakan daun terendah 37,60% pada akhir pengamatan. Sebaliknya, tidak terdapat interaksi yang nyata pada parameter mortalitas hama yang mengindikasikan bahwa daya bunuh ekstrak kirinyuh bersifat mandiri, stabil dan berspektrum luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras (Sitophilus oryzae)

2025•

PENGARUH BENTUK INSEKTISIDA BERBAHAN SERAI DAN JENIS WADAH PENYIMPANAN TERHADAP HAMA KUMBANG BERAS (Sitophilus oryzae) Abstrak Hama gudang kumbang beras merupakan hama pasca panen yang mampu menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Pemanfaatan bahan alami sebagai insektisida dan jenis wadah penyimpanan yang tepat merupakan upaya alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras dan mengetahui perbedaan pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan bentuk insektisida (tanaman serai) yang terdiri dari kontrol/tanpa tanaman serai (P1), serai berbentuk bubuk (P2), serai berbentuk padatan (P3), dan serai berbentuk batang (P1). Sedangkan, faktor kedua yaitu wadah penyimpanan yang terdiri wadah plastik (W1), wadah karung (W2), dan wadah kaleng (W3). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 5 (lima) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk insektisida serai dan jenis wadah penyimpanan berpengaruh terhadap mortalitas serangga, kerusakan bulir, dan kehilangan berat beras pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan. Insektisida bentuk batang (P4) dan bubuk (P2) memberikan efek terbaik dalam meningkatkan mortalitas dan menekan kerusakan serta kehilangan berat. Wadah kaleng (W3) menjadi jenis wadah penyimpanan paling efektif dibanding plastik dan karung, Kombinasi perlakuan P4 W3 secara konsisten menunjukkan hasil terbaik, dengan mortalitas tertinggi (28% pada 7 HSP dan 36% pada 14 HSP), kerusakan bulir terendah (1,08% dan 2,23%), serta kehilangan berat paling rendah. Dengan demikian, kombinasi bentuk batang dengan wadah kaleng direkomendasikan sebagai formulasi optimal insektisida nabati dalam pengendalian Sitophilus oryzae pada penyimpanan beras. Kata Kunci: Bubuk, Mortalitas, Kaleng, Kerusakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma Domestica Val) PADA MORTALITAS LARVA Spodoptera litura F. ( Lepidoptera : Noctuudae )

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan serangga polifag yang menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Produksi tanaman Hortikultura pada tahun 2016 sekitar 2.111,47 kuintal/hari dan mengalami penurunan sebesar 685,12 kuintal/hari pada tahun 2019, sehingga perlu dilakukannya pengendalian. Penelitian ini menggunakan Insektisida nabati yang senyawa bioaktifnya berasal dari ekstrak tanaman. Bahan insektisida nabati yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestica Val), khususnya pada bagian rimpangnya. Curcuma domestica adalah salah satu tumbuhan dari Famili Zingiberaceae yang mengandung curcumin, senyawa fenolik yang bertanggung jawab atas warna pada rimpangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang kunyit pada mortalitas dan aktivitas makan larva instar kedua dan ketiga Spodoptera litura F. Data mortalitas dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Friedman, Aktivitas makan dianalisis dengan menggunakan ANOVA selanjutnya uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan Gejala kematian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang kunyit berpengaruh pada konsentrasi dan instar pada mortalitas larva S.litura. Perlakuan terbaik perlakuan K3I2 (ekstrak rimpang kunyit 8gr/1L aquades) karena dapat menurunkan aktivitas makan dibandingkan dengan perlakuan K1I2 dan K1I3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Toksisitas Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L) Sebagai Pestisida Nabati Pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Uji toksisitas ekstrak daun ketepeng cina sebagai pestisida nabati pada ikan mujair, pestisida nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) untuk menanggulangi hama ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini dilaksanaan dari bulan Januari hingga bulan Oktober 2020 yang berlokasi di Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan dan 1 control, dengan kepadatan 1 ekor/liter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat mortalitas ekstrak daun ketepeng cina yang di uji pada ikan mujair yang terbaik diperoleh pada konsentrasi 400 ppm dengan kematian 100% pada menit ke-90.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail