Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kedelai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PADAT POPULASI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DAN BELALANG (Valanga nigricornis) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PERIMENOPAUSE DENGAN PEMBERIAN MINUMAN SARI KEDELAI PADA NY. D USIA 46 TAHUN DENGAN HOT FLASHES DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan Kebidanan Perimenopause Dengan Pemberian Minuman Sari Kedelai Pada Ny. D Usia 46 Tahun Dengan Hot Flashes Di Puskesmas Malinau Seberang ABSTRAK Hot Flashes merupakan gejala vasomotor yang paling umum dialami wanita pada masa perimenopause, ditandai dengan rasa panas mendadak pada wajah dan tubuh bagian atas yang disertai keringat berlebih. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup, terutama tidur dan aktivitas harian. Terapi hormon sering digunakan namun memiliki efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami seperti minuman sari kedelai yang mengandung isoflavon sebagai fitoestrogen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny. D yang mengalami hot Flashes dengan intervensi minuman sari kedelai. Desain penelitian menggunakan studi kasus pada satu responden perimenopause dengan keluhan hot Flashes. Intervensi berupa pemberian sari kedelai 250 ml per hari selama 7 hari, dengan pengukuran keluhan hot Flashes menggunakan instrumen Daily Diary of Hot Flashes (DDHF). Hasil menunjukkan adanya penurunan skor DDHF dari kategori parah menjadi ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian minuman sari kedelai efektif dalam mengurangi keluhan hot Flashes pada ibu perimenopause. Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, hot Flashes, wanita perimenopause, sari kedelai

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kuota Impor Harga Kedelai dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Produksi Tempe (Studi Kasus Industri Tempe Bapak H. Sofian di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi kedelai nasional terus diupayakan meningkat, indonesia masih menghadapi defisit produksi yang cukup besar. Impor kedelai indonesia untuk memenuhi defisit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh kuota impor harga kedelai dan nilai tukar rupiah terhadap produksi tempe (2) menganalisis variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap produksi industri tempe bapak h. Sofian di kelurahan karang anyar kota tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan key infoman, key informan yang di pilih adalah pemilik usaha industri tempe bapak h. Sofian. Data analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Y=-6.755+1.616X1+0.422X2-0.345X3+e. Koefisien regresi (R2) sebesar 0,967 mengindikasikan model mampu menjelaskan sekitar 96,7% variasi yang terjadi pada produksi tempe. Nilai F sebesar 314,722 dengan nilai signifikansi 0,005. Variabel yang paling dominan mempengaruhi produksi tempe (Y) adalah kuota impor(X1) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan harga kedelai impor (X2) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI ORGANOLEPTIK TEMPE KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN DAUN SENGKUBAK "PYCHARRHENA CAULIFLORA (MIERS) DIELS" BESERTA POTENSINYA TERHADAP SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempe merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) merupakan tumbuhan yang banyak ditemui salah satunya di daerah Kalimantan Utara yang dapat digunakan sebagai pengganti MSG. penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels); dan 2) Untuk mengetahui potensi tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) sebagai sumber belajar biologi SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Analisis data dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skorsing setiap jawaban dari panelis untuk mengetahui kualitas produk (organoleptik). Hasil penelitian kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum untuk mengetahui potensinya terhadap pembelajaran biologi SMA. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa tempe kedelai dengan penambahan MSG mendapatkan nilai 81,1, tempe kedelai dengan penambahan 40 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 67,5, tempe kedelai dengan penambahan 50 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 62,5, dan tempe kedelai dengan penambahan 60 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 60,6. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada materi bioteknologi konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI (Glycine max L.) MENJADI TAHU “TAPONG DJOERAGAN” DI UD SUMBER MULYA KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kedelai merupakan salah satu produk hasil pertanian yang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk dijadikan usaha khususnya di Kota Tarakan. Kedelai yang diolah menjadi tahu tapong djoeragan agar memperoleh harga jual yang lebih tinggi di pasaran. Dengan adanya kegiatan usaha pengolahan kedelai menjadi tahu tapong djoeragan yang mengubah bentuk primer menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya setelah melalui proses produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah karena dikeluarkan biaya-biaya sehingga terbentuk harga yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan tanpa melalui proses produksi. Untuk mengetahui besar nilai tambah yang diberikan oleh tahu tapong djoeragan pada kedelai sebagai bahan baku maka diperlukan analisis nilai tambah sehingga bisa diketahui apakah usaha yang dijalankan tersebut efisien dan memberikan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengelolahan kacang kedelai menjadi tahu tapong djoeragan (2) Menganalisis pendapatan pada olahan tahu tapong djoeragan yang ada pada umkm UD Sumber Mulya di Kota Tarakan (3) Mengetahui nilai bep pada tahu tapong djoeragan yang ada di umkm UD Sumber Mulya di Kota Tarakan (4) Mengetahui nilai tambah dari bahan baku kedelai menjadi tahu tapong djoeragan. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pendiri umkm UD Sumber Mulya. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis bep dan analisis nilai tambah dengan menggunakan metode hayami. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tambah yang diperoleh pengusaha untuk produksi tahu tapong djoeragan sebesar Rp. 27.320 per kg sehingga rasio nilai tambah tahu tapong djoeragan tergolong tinggi (66,63% ≥ 50%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail