Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Organoleptik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Mutu Nugget Ayam Substitusi Mocaf dan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Alternatif Makanan Cepat Saji

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nugget ayam substitusi mocaf dan daun kelor merupakan sebuah inovasi dalam pengolahan pangan yang mampu menambah kualitas mutu produk. Dalam rangka menyeimbangkan kebutuhan pangan cepat saji dengan memperoleh gizi yang baik yaitu dengan melakukan penambahan sumber zat gizi pada pangan berupa mocaf dan daun kelor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi mocaf dan kelor terhadap mutu organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0 = 0% mocaf + 0% kelor, P1 = 25% mocaf + 5% kelor, P2 = 50% mocaf + 10% kelor, P3 = 75% mocaf + 15% kelor. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadat protein, dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air dan kadar protein terbaik yaitu perlakuan P1 (25% mocaf + 5% kelor) dengan nilai kadar air 52,83% dan nilai kadar protein 21,46%. Mutu organoleptik yang paling unggul dalam penelitian ini yaitu P1 dengan warna kehijauan, rasa agak gurih, aroma agak langu dan tekstur agak lembut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI ORGANOLEPTIK TEMPE KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN DAUN SENGKUBAK "PYCHARRHENA CAULIFLORA (MIERS) DIELS" BESERTA POTENSINYA TERHADAP SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempe merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) merupakan tumbuhan yang banyak ditemui salah satunya di daerah Kalimantan Utara yang dapat digunakan sebagai pengganti MSG. penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels); dan 2) Untuk mengetahui potensi tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) sebagai sumber belajar biologi SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Analisis data dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skorsing setiap jawaban dari panelis untuk mengetahui kualitas produk (organoleptik). Hasil penelitian kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum untuk mengetahui potensinya terhadap pembelajaran biologi SMA. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa tempe kedelai dengan penambahan MSG mendapatkan nilai 81,1, tempe kedelai dengan penambahan 40 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 67,5, tempe kedelai dengan penambahan 50 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 62,5, dan tempe kedelai dengan penambahan 60 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 60,6. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada materi bioteknologi konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh subtitusi tepung sukun (arthocarpus communis) dalam pembuatan cookies

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Nanas, Kulit Pisang dan Air Kelapa dalam Pembuatan Nata

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nata merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang dapat mengubah karbohidrat menjadi selulosa. Karbohidrat dibutuhkan oleh Acetobacter xylinum untuk berkembang dengan baik hingga menjadi nata. Kulit nanas, kulit pisang dan air kelapa memiliki kandungan karbohidrat yang cukup memadai dalam pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terhadap ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan vitamin C, untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan hasil paling optimum terhadap karakteristik nata. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan (3) perlakuan yaitu P1 ( kulit nanas), P2 (kulit pisang) dan P3 (air kelapa) dengan sembilan (9) pengulangan sehingga terdapat 27 satuan uni percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan kadar vitamin C, sedangkan kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap nata Yang dihasilkan, Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (air kelapa) sebesar 0,98 cm, rendemen nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 ( air kelapa) sebesar 72,44%, kadar air yang paling tinggi adalah P2 (kulit pisang) sebesar 98,72 dan vitamin C yang memiliki nilai tertinggi yaitu P1 (kulit nanas) sebesar 13,11. Sedangkan nata dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek aroma, warna dan tekstur namun kurang disukai pada aspek rasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengamatan Organoleptik dan Mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang di daratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan

2023•

Bandeng (Chanos chanos) salah satu komoditas yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan protein karena harganya relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia. Banyak faktor yang menentukan kecepatan penurunan kesegaran ikan, diantaranya suhu penyimpanan serta penanganan yang kasar dapat memperpendek daya awet dan menurunkan mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Organoleptik dan mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan. Parameter yang diamati uji Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode (pour plate), uji Escherichia coli dan organoleptik. Terlihat hasil uji (ALT) ikan bandeng (cahanos chanos) terdapat nilai (ALT) pada B1 sebanyak 1,104 Cfu/ml, B2 3,1.103 Cfu/ml, B3 2,8.104 Cfu/ml, B4 1,9.104 Cfu/ml dan B5 terdapat sebanyak 1,7.104 Cfu/ml. Setelah dilakukan pengujian E.coli kelima sampel tidak menunjukkan adanya cemaran Escherichia coli. Sedangkan untuk nilai rata-rata organolpetik mata 7,6, insang 7,9 lendir 7,8, daging 7,7, bau 7,5 dan tekstur 7,5. Berdasarkan dari ketiga pengujian yang sudah saya lakukan ikan bandeng yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Beringin II Kota Tarakan memenuhi standar ikan segar dan ikan layak untuk dikomsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Aspek Mikrobiologis dan Uji Organoleptik Pada Dua Jenis Abon Ikan Bandeng Sebagai Olahan Lokal di Kota Tarakan dan Penerapannya Pada Pembelajaran Biologi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menguji cemaran mikroorganisme; 2). Melakukan uji organoleptik pada dua jenis produk abon ikan bandeng yang merupakan olahan lokal di Kota Tarakan; dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya dalam Pembelajaran Biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, lembar dokumen hasil eksperimen, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan perhitungan Colony forming units untuk menguji mikrobiologi dan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skorsing setiap jawaban dari responden untuk mengetahui kualitas produk (organoleptik). Kajian hasil penelitian kedalam pembelajaran biologi dianalisis melalui silabus dengan kurikulum biologi SMA. Objek dalam penelitian ini adalah analisis aspek mikrobiologis dan uji organoleptik. Subjek dari penelitianya yaitu dua jenis abon ikan bandeng sebagai potensi lokal di kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 1). Aspek mikrobiologis pada sampel AK didapatkan 17.000 (1.7 × 104) koloni bakteri dan pada sampel AC 14.000 (1.4 × 104) koloni bakteri; 2). Hasil uji organoleptik pada sampel AK menunjukkan nilai pada aspek rasa 74,5 yang berarti gurih dan manis; warna 88 yang berarti menarik; tekstur 87.5 yang berarti kering dan sedikit berminyak; aroma 85 yang berarti beraroma ikan dan rempah. Sedangkan pada sampel AC menunjukkan nilai pada aspek rasa 73,5 yang berarti gurih dan manis; warna 86 yang berarti menarik; tekstur 69 yang berarti sedikit lembab dan berminyak; aroma 85,5 yang berarti beraroma ikan dan rempah, dan 3). Hasil identifikasi keterkaitannya dalam pembelajaran biologi dapat dikaitkan pada materi Archaebacteria dan Eubacteria di kelas X SMA.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail