Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kulit Pisang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DENGAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN Ipomoea aquatica

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok dalam menghasilkan POC dan menentukan pengaruh takaran yang berbeda pada media POC terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental berupa 4 perlakuan dari takaran limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan pengukuran suhu, pH, tekstur, warna, aroma, dan analisis unsur hara berupa C, N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan takaran kombinasi yang efektif yaitu pada sampel P2 (POC) berupa limbah air cucian beras 500 ml + limbah kulit pisang kepok 1000 gr. Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut telah sesuai dengan standarisasi pembuatan pupuk organik cair. Hasil analisis data pada sampel P2 menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pengamatan pada pertumbuhan Ipomoea aquatica.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus)

2024•

Meningkatnya produksi perikanan budidaya ikan lele di Kota Tarakan, maka permintaan akan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan semakin meningkat, Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor karena murah, berkualitas, dan berbahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kapok (Mussa paradisiaca L.) berbagai dosis sebagai pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariephenus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 30 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan dengan perbandingan tepung ikan 100% dan tepung kulit pisang kepok 0%. P1: pakan dengan perbandingan tepung ikan 90% dan tepung kulit pisang kepok 10%. P2: pakan dengan perbandingan tepung ikan 70% dan tepung kulit pisang kepok 30%. P3: pakan dengan perbandingan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. dari hasil penelitian ini yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan pajang dan berat ikan lele dengan nilai pertumbuhan panjang dan berat yang diperoleh P0 (0,6 cm 1,0 gr), P1 (0,8 cm, 1,1 gr), P2 (0,9 cm,1,3 gr) dan P3 (1,3cm, 2,7 gr) Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. Pemberian pakan selama 30 hari berturut-turut diperoleh kelangsungan hidup ikan tertinggi yaitu berada di perlakuan P3 dengan nilai 27,35%, disusul oleh P1 25,07% dan P3 24,22%, sedangkan nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P0 sebesar 23,36%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Limbah Kulit Pisang Kepok Terhadap Media Tumbuh Pakan Alami Jenis Maggot BSF (Hermetia illucens)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) telah banyak dimanfaatkan sebagai agen biokonversi berbagai limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah pisang kepok pada pertumbuhan larva Maggot BSF. Penelitian ini menggunakan eksperimental Rancngan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut: perlakuan A (dedak 100%), perlakuan B (Kulit pisang kepok 25%+dedak 75%), perlakuan C (Kulit pisang kepok 50%+dedak 50%), perlakuan D (Kulit pisang kepok 75%+dedak 25%) dan perlakuan E (kulit pisang kepok 100%). Parameter yang diukur yaitu populasi dan bobot serta data pendukung meliputi pengukuran suhu, pH dan C/N rasio. Dari Hasil penelitian ini berdasarkan pemeliharaan Maggot BSF selama 14 hari menunjukkan hasil yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan Maggot BSF terdapat pada perlakuan A dengan nilai rataan populasi sebesar 0,40 ekor/cm3 dan bobot sebesar 392,7 gram/media. Sedangkan suhu pada setiap media rata-rata berkisar antara 30-31˚C dan pH 6,4-6,8.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Nanas, Kulit Pisang dan Air Kelapa dalam Pembuatan Nata

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nata merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang dapat mengubah karbohidrat menjadi selulosa. Karbohidrat dibutuhkan oleh Acetobacter xylinum untuk berkembang dengan baik hingga menjadi nata. Kulit nanas, kulit pisang dan air kelapa memiliki kandungan karbohidrat yang cukup memadai dalam pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terhadap ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan vitamin C, untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan hasil paling optimum terhadap karakteristik nata. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan (3) perlakuan yaitu P1 ( kulit nanas), P2 (kulit pisang) dan P3 (air kelapa) dengan sembilan (9) pengulangan sehingga terdapat 27 satuan uni percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan kadar vitamin C, sedangkan kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap nata Yang dihasilkan, Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (air kelapa) sebesar 0,98 cm, rendemen nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 ( air kelapa) sebesar 72,44%, kadar air yang paling tinggi adalah P2 (kulit pisang) sebesar 98,72 dan vitamin C yang memiliki nilai tertinggi yaitu P1 (kulit nanas) sebesar 13,11. Sedangkan nata dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek aroma, warna dan tekstur namun kurang disukai pada aspek rasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Fitofarmaka Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2020•

Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN JARAK TANAM TERHDAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL)

2020•

POC limbah kulit pisang kepok meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Tanaman tomat merupakan salah satuh komoditas yang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga perlu upaya peningkatan produksi. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan dan produksi dengan cara pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang kepok dan mengatur jarak tanam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 samapi Mei, bertempat di pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Rencangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Faktor pertama POC kulit pisang kepok yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu (P0) kontrok, (P1) 250 ml, (P2) 350 ml, (P3) 450 ml. sedangkan faktor kedua yaitu jarak tanam yang terdiri dari 3 perlakuan (J1) 40x40 cm, (J2) 40x50 cm, (J3) 40x60 cm. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran parameter pengamatan dilakukan uji anova, data yang berbeda nyata dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok dan jarak tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dan interaksi antara kedua faktor memperoleh hasil yang tertinggi pertumbuhan, produksi tanaman tomat. Perlakuan P1J1 memiliki nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun. Perlakuan P3J1 memiliki nilai tertinggi berat batang, berat daun, berat akar sedangkan perlakuan P3J3 menghasilkan nilai tertinggi jumlah buah, berat buah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail