Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Air Kelapa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMK JURUSAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah agroindustri yang mengandung bahan organik dan unsur hara cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan POC melalui fermentasi, menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman di SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu kontrol dan empat perlakuan, masing-masing enam ulangan. Fermentasi dilakukan selama dua minggu menggunakan EM4 dan molase. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis karena tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi limbah cair kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap kandungan N, P, dan K (Sig 0,05). Perlakuan 250 ml menghasilkan kandungan unsur hara tertinggi. POC dari limbah cair kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Nanas, Kulit Pisang dan Air Kelapa dalam Pembuatan Nata

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nata merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang dapat mengubah karbohidrat menjadi selulosa. Karbohidrat dibutuhkan oleh Acetobacter xylinum untuk berkembang dengan baik hingga menjadi nata. Kulit nanas, kulit pisang dan air kelapa memiliki kandungan karbohidrat yang cukup memadai dalam pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terhadap ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan vitamin C, untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan hasil paling optimum terhadap karakteristik nata. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan (3) perlakuan yaitu P1 ( kulit nanas), P2 (kulit pisang) dan P3 (air kelapa) dengan sembilan (9) pengulangan sehingga terdapat 27 satuan uni percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan kadar vitamin C, sedangkan kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap nata Yang dihasilkan, Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (air kelapa) sebesar 0,98 cm, rendemen nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 ( air kelapa) sebesar 72,44%, kadar air yang paling tinggi adalah P2 (kulit pisang) sebesar 98,72 dan vitamin C yang memiliki nilai tertinggi yaitu P1 (kulit nanas) sebesar 13,11. Sedangkan nata dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek aroma, warna dan tekstur namun kurang disukai pada aspek rasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh zat pengatur tumbuhan dan air panas terhadap benih bibit padi (oryza sativa)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman padi ( Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Zat pengatur tumbuh (ZPT) mutlak dibutuhkan tanaman, karena tanpa ZPT tidak akan terjadi pertumbuhan walaupun unsur hara memadai. Maka dapat diberikan ZPT eksogen sebagai perlakuan terutama pada perkecambahan. Sejumlah bahan hayati diketahui memiliki potensi sebagai sumber ZPT alami baik dari tumbuhan maupun hewan. Beberapa bahan-bahan hayati tersebut adalah: Bawang merah, Air kelapa. Bawang merah diketahui juga mengandung hormon auksin. Selain itu, pada bawang merah yang telah dihancurkan akan terbentuk senyawa allithiamin yang berperan melancarkan metabolisme pada jaringan tumbuhan dan dapar bersifat fungisida dan bakterisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi terbaik dari ZPT dan air panas dalam menjaga viabilitas benih padi dari infeksi A.Besseyi selama penyemaian. Rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: U1 Kontrol (tanpa zpt) ; U2 Bawang Merah; U3 Air Kelapa; U4 Rootone F. berdasarkan hasil analisis sidik ragam yang dilakukan, pemberian perlakuan kombinasi air panas dan ZPT berpengaruh nyata terhadap parameter persentase bibit bergejala dan panjang gejala namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase benih berkecambah dan tinggi bibit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail