ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketidakpastian pasokan bahan baku dan belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara sistematis menjadi permasalahan yang dihadapi CV. Raja Rani Jaya dalam menjalankan usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri, meskipun volume produksinya mencapai 717.200 kg pada tahun 2025 dan lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerjanya menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mencakup data 10 petambak (pemasok), pihak perusahaan, dan pedagang. Seluruh data bersumber dari data sekunder perusahaan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi, serta diukur menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petambak, perusahaan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Aliran keuangan dan informasi telah berjalan terintegrasi sehingga mendukung kelancaran transaksi dan koordinasi antarpelaku, sedangkan aliran produk masih terkendala ketidakpastian pasokan bahan baku. Pengukuran kinerja SCOR menunjukkan nilai Perfect Order Fulfillment 98,7%, fleksibilitas 10 hari, Cash to Cash Cycle Time 9 hari, dan Inventory Days of Supply 0 hari yang seluruhnya berada pada kategori superior. Order Fulfillment Cycle Time sebesar 7,6 hari berada pada kategori parity, sedangkan Total Supply Chain Cost sebesar 64,97% berada pada kategori gap-parity. Disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok CV. Raja Rani Jaya secara umum sudah baik, namun masih memerlukan perbaikan pada efisiensi biaya dan percepatan proses pengadaan bahan baku (source).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi. Objek penelitian berfokus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan tahun 2020-2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 18 perusahaan sampel dengan periode observasi selama 5 tahun (2020-2024), menghasilkan total 90 observasi data panel seimbang. Metode analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dengan pendekatan Random Effect Model (REM) terpusat (mean centering) melalui bantuan software Eviews 12. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa Green Accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Retur on Assets / ROA), sedangkan Kinerja Lingkungan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Lebih lanjut, hasil estimasi interaksi membuktikan bahwa Good Corporate Governance yang diproksikan melalui proporsi komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh Green Accounting maupun Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan. Berdasarkan tipologi moderasi, variabel GCG dalam model ini diklasifikasikan sebagai Homologiser Moderator (moderasi homogen).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keselamatan jalan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi, terutama pada ruas jalan yang digunakan oleh berbagai jenis pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometrik, fasilitas keselamatan, dan lingkungan pada ruas Jalan Amal Lama Kota Tarakan serta menganalisis tingkat keselamatan jalan menggunakan metode Star Rating dari International Road Assessment Programme (iRAP). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Amal Lama sepanjang 700 meter yang dibagi menjadi 7 segmen dengan panjang masing-masing 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kondisi aktual jalan, survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, serta pengumpulan atribut keselamatan jalan. Data volume lalu lintas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan atribut jalan dikodekan dan dianalisis menggunakan iRAP Demonstrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume jam puncak tertinggi sebesar 248 smp/jam pada hari Minggu pukul 17.45–18.00, dengan estimasi LHR sebesar 2.756 smp/hari dan kecepatan operasional persentil ke-85 sebesar 40–45 km/jam. Hasil analisis iRAP menunjukkan bahwa kendaraan penumpang memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Pengendara sepeda motor memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, dan 4, serta 2 bintang pada segmen 3, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Nilai SRS tertinggi terdapat pada segmen 5, yaitu 26,6698 untuk kendaraan penumpang dan 44,6791 untuk sepeda motor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa segmen 5 memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama terkait kondisi perkerasan, ketahanan selip, marka jalan, tikungan, jarak pandang, dan objek sisi jalan. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan atau rehabilitasi perkerasan, peningkatan ketahanan selip, perbaikan marka, pengamanan objek sisi jalan, serta peningkatan penerangan dan fasilitas bagi pengguna jalan rentan sesuai kebutuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cadangan devisa merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal suatu negara, termasuk Indonesia. Namun, tingginya ketergantungan terhadap utang luar negeri serta fluktuasi kegiatan ekspor dan impor berpotensi memengaruhi cadangan devisa nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang luar negeri, ekspor, dan impor terhadap cadangan devisa Indonesia, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series periode 1990-2024 yang bersumber dari publikasi World Bank, dan dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sebaliknya, impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa dalam kedua jangka waktu tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan utang luar negeri yang hati-hati serta penguatan kinerja ekspor penting untuk menjaga stabilitas cadangan devisa Indonesia, sementara pengendalian impor diperlukan agar cadangan devisa tidak tertekan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN NON TUNAI DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL ECM Santi Kartini, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran non tunai yang meliputi nilai transaksi kartu ATM/debit, kartu kredit, dan e-money, serta jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia periode Januari 2020 hingga Desember 2025. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) dengan data runtun waktu bulanan sebanyak 72 observasi. Hasil uji stasioneritas menunjukkan seluruh variabel terintegrasi pada ordo I(1), dan uji kointegrasi Johansen mengonfirmasi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antar variabel. Hasil estimasi jangka panjang menunjukkan bahwa kartu ATM/debit berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 0,9506 p=0,0011), e-money berpengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,7698 p=0,0320), serta jumlah uang beredar M2 berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien −3,6074 p=0,0204). Kartu kredit tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang (p=0,3268). Dalam jangka pendek, hanya kartu ATM/debit yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 1,1438 p=0,0222), sedangkan kartu kredit, e-money, dan M2 tidak signifikan. Koefisien ECT(−1) sebesar −0,9926 yang signifikan mengindikasikan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang sebesar 99,26% per bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Learning interest is an important internal factor that can enhance students' scientific literacy skills by fostering active engagement, curiosity, and perseverance throughout the learning process. This study aimed to examine the relationship between learning interest and scientific literacy skills and to determine the extent to which learning interest contributed to the scientific literacy skills of junior high school students. A quantitative approach with a correlational research design was employed. The study involved 127 students from SMP Negeri 8 Tarakan, selected using simple random sampling. Learning interest was measured using indicators of enjoyment, attention, interest, and engagement, while scientific literacy skills were assessed through a scientific literacy test focusing on the scientific competency dimension. The results show that the mean score for learning interest was 67, indicating a high level of learning interest among students, whereas the mean score for scientific literacy skills was 41 70. Pearson's correlation analysis produced a significance value of 0.695 (p>0.05) and a correlation coefficient of 0.035, indicating a very weak relationship between the two variables. Furthermore, linear regression analysis yielded a coefficient of determination (R) of 0.001 (0.1%), indicating that learning interest accounted for only 0.1% of the variance in students' scientific literacy skills. These findings imply that learning interest is not a significant predictor of scientific literacy skills among the participants. Therefore, it can be concluded that no statistically significant relationship exists between learning interest and the scientific literacy skills of junior high school students in this study.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh utang luar negeri, investasi asing langsung (FDI), kurs, dan ekspor terhadap cadangan devisa Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Data yang digunakan merupakan data sekunder triwulan dari kuartal pertama tahun 2016 hingga kuartal keempat tahun 2025, yang bersumber dari Trading Economics dan Satu Data Kemendag. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM), dengan pengujian stasioneritas menggunakan uji Phillips-Perron serta uji kointegrasi Johansen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, utang luar negeri dan investasi asing langsung (FDI) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, sedangkan kurs dan ekspor tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek hanya utang luar negeri yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Temuan ini dapat diinterpretasikan sejalan dengan Two Gap Theory Chenery dan Strout (1966), khususnya mengenai peran pembiayaan eksternal dalam perekonomian negara berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Lilitan tali pusat (Nuchal Cord) merupakan kondisi melingkarnya tali pusat di sekitar leher janin yang berisiko menyumbat aliran darah umbilikalis. Kondisi klinis ini sering kali membutuhkan tindakan terminasi kehamilan darurat melalui operasi Sectio Caesarea (SC) demi keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi tali pusat terlilit (Nuchal Cord). Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien nifas pasca-SC di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengeluhkan nyeri pada luka insisi, keterbatasan mobilisasi fisik, serta kendala dalam memproduksi ASI. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 jam berupa perawatan pasca-SC, latihan mobilisasi dini, edukasi laktasi, dan pijat oksitosin, kedua pasien menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan. Skala nyeri melahirkan menurun dari 6 menjadi 2 pada pasien 1, dan dari 4 menjadi 2 pada pasien 2. Produksi ASI pada kedua pasien menjadi lancar serta kesiapan peran orang tua terpenuhi. Kesimpulan: Pemberian asuhan keperawatan maternitas yang komprehensif dan terarah terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pasca-SC, mengoptimalkan keberhasilan proses menyusui, serta meningkatkan kesiapan psikologis adaptasi menjadi orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecurangan laporan keuangan (Financial Statement Fraud) merupakan masalah serius yang dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan. Seiring perkembangan teknologi, metode konvensional dinilai belum optimal sehingga diperlukan pendekatan Machine Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Random Forest dalam mendeteksi Financial Statement Fraud serta mengidentifikasi variabel yang paling berkontribusi berdasarkan Fraud Triangle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri atas 73 perusahaan dengan 292 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Deteksi fraud dilakukan menggunakan Beneish M-Score dengan variabel Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, dan Change in Auditor. Data diolah melalui pre-processing, SMOTE, dan pemodelan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu mendeteksi fraud dengan nilai accuracy sebesar 0,7627. Variabel yang paling dominan adalah Nature of Industry, diikuti Financial Target dan External Pressure, sedangkan Change in Auditor memiliki kontribusi paling kecil. Kesimpulannya, Random Forest dapat digunakan sebagai metode dalam mendeteksi Financial Statement Fraud, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Financial statement fraud is a serious issue that can harm investors and users of financial statements. By advancement of technology, conventional methods are considered suboptimal, necessitating a Machine Learning approach. This study aims to determine the ability of Random Forest to detect financial statement fraud and to identify the variables that contribute most significantly based on the Fraud Triangle. This study employed a quantitative approach on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2024. The research sample consisted of 73 companies with 292 observations selected using purposive sampling. Fraud detection was performed using the Beneish M-Score with the variables Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, and Change in Auditor. The data was processed through pre-processing, SMOTE, and Random Forest modeling. The results showed that Random Forest is capable of detecting fraud with an accuracy of 0.7627. The most dominant variable is Nature of Industry, followed by Financial Target and External Pressure, while Change in Auditor has the smallest contribution. In conclusion, Random Forest can be used as a method for detecting Financial Statement Fraud, although further development is still needed.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purpose sampling yang memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan subsektor perbankan, sehingga data observasi yang didapatkan sebanyak 220. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memilki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh antara struktur modal terhadap profitabilitas maupun pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purpose sampling yang memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan subsektor perbankan, sehingga data observasi yang didapatkan sebanyak 220. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur modal memilki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh antara struktur modal terhadap profitabilitas maupun pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate governance (GCG) terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode penelitian yang digunakan adalah 2018–2024. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan subsektor makanan dan minuman di BEI, dengan sampel sebanyak 15 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling, sehingga diperoleh 105 observasi. Variabel GCG diukur menggunakan indikator jumlah direksi dan komisaris independen, kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Assets (ROA) dan Tobin’s Q, sedangkan ukuran perusahaan diukur menggunakan logaritma natural total aset. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCG berpengaruh negative signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan serta tidak mampu memoderasi hubungan antara GCG dan kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai peran GCG dan ukuran perusahaan dalam konteks industri makanan dan minuman di Indonesia, serta menegaskan bahwa kualitas implementasi tata kelola perusahaan lebih menentukan kinerja keuangan dibandingkan skala perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba dengan good corporate governance sebagai variabel mediasi pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik manajemen laba pada perusahaan yang dapat memengaruhi kredibilitas laporan keuangan dan menurunkan tingkat kepercayaan investor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 10 perusahaan yang memenuhi kriteria sehingga total sampel untuk empat tahun periode penelitian yaitu 40 sampel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari kualitas audit sebagai variabel independen, manajemen laba sebagai variabel dependen, serta good corporate governance yang diproksikan dengan komite audit sebagai variabel mediasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan aplikasi (SPSS) Statistical Proudct and Service Solution, Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap manajemen laba. Kualitas audit juga tidak berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance. Sementara itu, good corporate governance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Selain itu, good corporate governance belum mampu memediasi pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kebijakan ekonomi internasional, meningkatkan risiko kesulitan keuangan (financial distress) pada berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, analisis terhadap potensi financial distress menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan potensi financial distress pada perusahaan BUMN di sektor keuangan, energi, dan industri selama periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Pengukuran potensi financial distress dilakukan menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis perbedaan antar sektor dilakukan menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor energi memiliki nilai Z-Score yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sektor keuangan, yang mengindikasikan kesehatan keuangan yang lebih baik dengan risiko financial distress yang relatif rendah. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sektor keuangan dan sektor industri dalam tingkat potensi financial distress. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi keuangan antar sektor yang diteliti. Di mana sektor energi memiliki kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pihak internal dan eksternal perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan serta mengantisipasi potensi risiko financial distress pada perusahaan sektor keuangan, energi, dan industri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penerapan good corporate governance merupakan salah satu mekanisme penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2023. Dari total 27 perusahaan dalam populasi penelitian, sebanyak 21 perusahaan memenuhi kriteria sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dalam metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa good corporate governance memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, ukuran perusahaan terbukti memoderasi hubungan antara good corporate governance dan kinerja keuangan dengan arah negatif, yang menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, semakin lemah pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan.