2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemilikan institusional dalam memoderasi pengaruh karakteristik perusahaan dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan pada perusahaan high profile yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan metode purposive sampling sampel yang diperoleh sebanyak 12 perusahaan sehingga diperoleh data sebanyak 60 observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji asumsi klasik dan uji regresi moderasi dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan Leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, firm size berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusional tidak memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional tidak memoderasi pengaruh firm size terhadap nilai perusahaan, sedangkan kepemilikan institusional memoderasi pengaruh CSR yang memperkuat hubungan terhadap nilai perusahaan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan firm size dan penerapan CSR yang didorong oleh kepemilikan institusional. Kata Kunci: Leverage, firm size, corporate social responsibility (CSR), kepemilikan institusional, dan nilai perusahaan