Abstrak
.Abrasi pantai merupakan permasalahan serius yang mengancam keberlanjutan wilayah pesisir, termasuk di Pantai Amal Baru Kota Tarakan, sehingga diperlukan kajian teknis terhadap efektivitas bangunan pelindung pantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain struktur revetment dengan lapis pelindung buis beton melalui perbandingan kondisi hidrodinamika berdasarkan dua periode data angin, yaitu 2008–2017 dan 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis keinsinyuran pantai, meliputi pembangkitan gelombang metode Wilson, prediksi gelombang jangka panjang dengan distribusi Weibull, transformasi gelombang, serta analisis stabilitas bangunan berdasarkan bilangan Irribaren. Subjek kajian adalah desain teknis revetment di sepanjang 390 meter garis Pantai Amal Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar 1,57–1,805 meter dengan periode gelombang 8,03–8,79 detik, menghasilkan desain revetment dengan tinggi 3,5 meter, lebar puncak 1,75 meter, serta lapis lindung utama, kedua, dan inti menggunakan buis beton seberat 792,7071 kg. Toe protection dirancang dengan berat butir 79,27 kg, lebar 1,28 meter, dan tinggi 0,86 meter. Kesimpulannya, desain revetment buis beton dinilai mampu menahan beban gelombang berdasarkan kedua periode data sehingga layak diterapkan sebagai solusi mitigasi abrasi di Pantai Amal Baru.