2025 · Book ·
Ruam popok termasuk tiga masalah kulit paling umum pada bayi secara global, terutama akibat maraknya penggunaan popok sekali pakai yang tidak tembus udara. Ruam popok tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan seperti rewel dan gangguan tidur tetapi juga mengganggu proses pemberian ASI yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang bayi. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sangat rentan mengalami ruam popok akibat kulitnya yang imatur, dengan lapisan epidermis tipis dan fungsi skin barrier yang belum optimal. Maka, perlu adanya perhatian ekstra pada kebersihan kulit bayi, terutama di area tertutup popok. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah perawatan perineal dengan virgin coconat oil (VCO). Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk menerapkan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO) terhadap bayi yang mengalami ruam popok. Penulis menggunakan metode case report dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien yaitu bayi M dan bayi S dirawat sesuai SPO RS dengan pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Sebelum dilakukan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO), kedua pasien mengalami derajat ruam popok 1 dengan kulit yang kering. Setelah dilakukan terapi selama 5 hari, terdapat perubahan penurunan derajat ruam popok pada kedua bayi secara bertahap. Asuhan keperawatan telah diberikan kepada pasien bayi dengan ruam popok yang memiliki diagnosis keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan dengan intervensi pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Setelah 5 hari dilakukan terapi virgin coconat oil (VCO) didapatkan hasil adanya penurunan derajat ruam popok pada bayi M yaitu 0,5 sedangkan pada bayi sudah tidak mengalami ruam popok yaitu derajat 0.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruam popok termasuk tiga masalah kulit paling umum pada bayi secara global, terutama akibat maraknya penggunaan popok sekali pakai yang tidak tembus udara. Ruam popok tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan seperti rewel dan gangguan tidur tetapi juga mengganggu proses pemberian ASI yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang bayi. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sangat rentan mengalami ruam popok akibat kulitnya yang imatur, dengan lapisan epidermis tipis dan fungsi skin barrier yang belum optimal. Maka, perlu adanya perhatian ekstra pada kebersihan kulit bayi, terutama di area tertutup popok. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah perawatan perineal dengan virgin coconat oil (VCO). Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk menerapkan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO) terhadap bayi yang mengalami ruam popok. Penulis menggunakan metode case report dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien yaitu bayi M dan bayi S dirawat sesuai SPO RS dengan pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Sebelum dilakukan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO), kedua pasien mengalami derajat ruam popok 1 dengan kulit yang kering. Setelah dilakukan terapi selama 5 hari, terdapat perubahan penurunan derajat ruam popok pada kedua bayi secara bertahap. Asuhan keperawatan telah diberikan kepada pasien bayi dengan ruam popok yang memiliki diagnosis keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan dengan intervensi pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Setelah 5 hari dilakukan terapi virgin coconat oil (VCO) didapatkan hasil adanya penurunan derajat ruam popok pada bayi M yaitu 0,5 sedangkan pada bayi sudah tidak mengalami ruam popok yaitu derajat 0.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan. Apabila anak-anak tidak melakukan personal hygiene dengan tepat maka mereka akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh anak-anak yang belum cukup kuat dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap serangan dan infeksi kuman dari luar tubuh. Kerentanan gangguan kesehatan ini akan lebih berdampak pada anak-anak terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, isu, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim pada daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal hygiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal hygiene anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah populasi sebanyak 64 anak nelayan usia 6-12 tahun dan jumlah sampelnya sebanyak 55 anak nelayan usia 6-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal hygiene pada anak-anak nelayan adalah personal hygiene tidak memenuhi syarat. Ini terlihat pada persentase tertinggi (56.4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan. Apabila anak-anak tidak melakukan personal hygiene dengan tepat maka mereka akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh anak-anak yang belum cukup kuat dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap serangan dan infeksi kuman dari luar tubuh. Kerentanan gangguan kesehatan ini akan lebih berdampak pada anak-anak terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, isu, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim pada daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal hygiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal hygiene anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah populasi sebanyak 64 anak nelayan usia 6-12 tahun dan jumlah sampelnya sebanyak 55 anak nelayan usia 6-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal hygiene pada anak-anak nelayan adalah personal hygiene tidak memenuhi syarat. Ini terlihat pada persentase tertinggi (56.4%) dari total responden/pihak anak nelayan.