Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Serbuk Gergaji Pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku serbuk gergaji pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah ketidakefisienan dalam pembelian bahan baku tanpa perhitungan kuantitatif yang tepat, seperti pembelian berlebihan pada Maret 2025 yang menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kuantitatif untuk menghitung EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi. Data meliputi pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan waktu tunggu selama periode Juni 2024-Mei 2025. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh jumlah pemesanan optimal (EOQ) adalah 6.108 kg dengan biaya persediaan sebesar Rp476.412. Namun, karena keterbatasan kapasitas pengiriman pemasok hanya 1.020 kg, pola pemesanan praktis sebesar 1.020 kg menghasilkan total biaya lebih efisien, yaitu Rp1.466.251. Persediaan pengaman (Safety Stock) ditetapkan sebesar 18 kg, dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) sebesar 99 kg. Penerapan ketiga metode tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya persediaan dan menjaga kelancaran produksi.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Serbuk Gergaji Pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku serbuk gergaji pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah ketidakefisienan dalam pembelian bahan baku tanpa perhitungan kuantitatif yang tepat, seperti pembelian berlebihan pada Maret 2025 yang menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kuantitatif untuk menghitung EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi. Data meliputi pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan waktu tunggu selama periode Juni 2024-Mei 2025. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh jumlah pemesanan optimal (EOQ) adalah 6.108 kg dengan biaya persediaan sebesar Rp476.412. Namun, karena keterbatasan kapasitas pengiriman pemasok hanya 1.020 kg, pola pemesanan praktis sebesar 1.020 kg menghasilkan total biaya lebih efisien, yaitu Rp1.466.251. Persediaan pengaman (Safety Stock) ditetapkan sebesar 18 kg, dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) sebesar 99 kg. Penerapan ketiga metode tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya persediaan dan menjaga kelancaran produksi.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP PUKAT GONDRONG (TRAMMEL NET) DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI KECAMATAN TARAKAN TENGAH
Masyarakat di Kecamatan Tarakan Tengah khususnya di Kelurahan Selumit Pantai sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap pukat gondrong (Trammel Net). Nelayan memilih pukat gondrong karena harga produksi yang relatif murah dan mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut. Setelah produksi masih jarang nelayan menghitung detail usaha secara ekonomi sehingga nelayan tidak mengetahui seberapa besar pendapatan nelayan pukat gondrong yang ada di Kelurahan Selumit pantai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS), mengetahui pendapatan serta kelayakan usaha nelayan pukat gondrong (Trammel Net) di Selumit Pantai. Metode analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi yaitu melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan utama Udang putih (Litopenaeus vannamei) dan hasil tangkapan sampingan Gulama (Johnius trachycephalus P), Puput (Ilisha elongata), Senangin (Eleutheronema tetradactylum Shaw), Ikan layur (Trichirus savala), Ikan Kuwe (Carangoides sp), Ikan Ketang-ketang (Drepane sp.), Ekor Kuning (Caesio sp), Kepiting Bakau (Scylla serata), Rajungan Karang (Charybdis feriatus), Rajungan Biru (Portunus pelagicus), dan Ikan Tembang (Sardinella sp). Penelitian ini menggunakan pendekatan survei yaitu teknik wawancara dengan kuisioner. Hasil analisis pendapatan nelayan menghasilkan keuntungan sebesar Rp3.557.723 per bulan dan nilai B/C ratio pada nelayan pukat gondrong lebih dari 1 sehingga alat tangkap pukat gondrong ini menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP PUKAT GONDRONG (TRAMMEL NET) DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI KECAMATAN TARAKAN TENGAH
Masyarakat di Kecamatan Tarakan Tengah khususnya di Kelurahan Selumit Pantai sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap pukat gondrong (Trammel Net). Nelayan memilih pukat gondrong karena harga produksi yang relatif murah dan mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut. Setelah produksi masih jarang nelayan menghitung detail usaha secara ekonomi sehingga nelayan tidak mengetahui seberapa besar pendapatan nelayan pukat gondrong yang ada di Kelurahan Selumit pantai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS), mengetahui pendapatan serta kelayakan usaha nelayan pukat gondrong (Trammel Net) di Selumit Pantai. Metode analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi yaitu melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan utama Udang putih (Litopenaeus vannamei) dan hasil tangkapan sampingan Gulama (Johnius trachycephalus P), Puput (Ilisha elongata), Senangin (Eleutheronema tetradactylum Shaw), Ikan layur (Trichirus savala), Ikan Kuwe (Carangoides sp), Ikan Ketang-ketang (Drepane sp.), Ekor Kuning (Caesio sp), Kepiting Bakau (Scylla serata), Rajungan Karang (Charybdis feriatus), Rajungan Biru (Portunus pelagicus), dan Ikan Tembang (Sardinella sp). Penelitian ini menggunakan pendekatan survei yaitu teknik wawancara dengan kuisioner. Hasil analisis pendapatan nelayan menghasilkan keuntungan sebesar Rp3.557.723 per bulan dan nilai B/C ratio pada nelayan pukat gondrong lebih dari 1 sehingga alat tangkap pukat gondrong ini menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.