Abstrak
Masyarakat di Kecamatan Tarakan Tengah khususnya di Kelurahan Selumit Pantai sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap pukat gondrong (Trammel Net). Nelayan memilih pukat gondrong karena harga produksi yang relatif murah dan mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut. Setelah produksi masih jarang nelayan menghitung detail usaha secara ekonomi sehingga nelayan tidak mengetahui seberapa besar pendapatan nelayan pukat gondrong yang ada di Kelurahan Selumit pantai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS), mengetahui pendapatan serta kelayakan usaha nelayan pukat gondrong (Trammel Net) di Selumit Pantai. Metode analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi yaitu melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan utama Udang putih (Litopenaeus vannamei) dan hasil tangkapan sampingan Gulama (Johnius trachycephalus P), Puput (Ilisha elongata), Senangin (Eleutheronema tetradactylum Shaw), Ikan layur (Trichirus savala), Ikan Kuwe (Carangoides sp), Ikan Ketang-ketang (Drepane sp.), Ekor Kuning (Caesio sp), Kepiting Bakau (Scylla serata), Rajungan Karang (Charybdis feriatus), Rajungan Biru (Portunus pelagicus), dan Ikan Tembang (Sardinella sp). Penelitian ini menggunakan pendekatan survei yaitu teknik wawancara dengan kuisioner. Hasil analisis pendapatan nelayan menghasilkan keuntungan sebesar Rp3.557.723 per bulan dan nilai B/C ratio pada nelayan pukat gondrong lebih dari 1 sehingga alat tangkap pukat gondrong ini menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.