ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Industri batik Kabupaten Malinau merupakan kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang menggabungkan nilai budaya dari lebih dari sebelas etnis asli Kalimantan Utara, khususnya suku Dayak, Kenyah, dan Lundayeh, ke dalam produk batik bermotif khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran industri batik dalam mendukung perekonomian daerah Kabupaten Malinau, dan (2) mengidentifikasi strategi pengembangan usaha industri batik yang relevan dan aplikatif bagi pelaku industri maupun pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah enam orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima pelaku usaha batik aktif dan satu perwakilan pemerintah daerah. Adapun strategi pengembangan usaha yang teridentifikasi mencakup lima prioritas utama: penguatan akses bahan baku lokal melalui pengembangan pewarna alami dari tanaman endemik Kalimantan Utara; penguatan kapasitas permodalan melalui skema KUR khusus pengrajin skala kecil; profesionalisasi pemasaran berbasis platform digital; regenerasi pengrajin melalui integrasi keterampilan membatik dalam kurikulum muatan lokal SMP dan SMK; serta pelembagaan kolaborasi multipihak dalam forum industri batik yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa industri batik Kabupaten Malinau memiliki potensi besar sebagai pilar ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan. Namun realisasi potensi tersebut membutuhkan kerja kolektif yang terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, didukung oleh kebijakan yang konsisten dan program pembinaan yang berkesinambungan dari pemerintah daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas dari keberadaan wisata Pantai Kelapa terhadap perekonomian Desa Mangkupadi. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi dan mengukur dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata tersebut pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan persentase. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan penduduk Desa Mangkupadi. Analisis dilakukan dengan menghitung skor dan persentase untuk setiap indikator eksternalitas, yang kemudian dikategorikan menjadi eksternalitas positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan wisata Pantai Kelapa memberikan eksternalitas positif sebesar 62% (kategori cukup tinggi) dan eksternalitas negatif sebesar 71% (kategori tinggi) terhadap perekonomian Desa Mangkupadi. Eksternalitas positif tertinggi terdapat pada indikator pendidikan (82%), yang ditandai dengan peningkatan minat dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Sementara itu, eksternalitas negatif tertinggi terdapat pada indikator kesejahteraan (84%), terutama terkait dengan meningkatnya kebutuhan air bersih. Analisis per indikator menunjukkan bahwa wisata Pantai Kelapa memberikan dampak positif signifikan pada sektor produksi, pendidikan, dan perlindungan pesisir dari abrasi. Namun, dampak negatif yang cukup besar juga teridentifikasi, terutama pada aspek konsumsi, kebutuhan air bersih, dan peningkatan jumlah sampah. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa meskipun wisata Pantai Kelapa memberikan manfaat ekonomi dan sosial, dampak negatif yang dirasakan masyarakat cenderung lebih tinggi. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan wisata yang lebih berkelanjutan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya strategi pengembangan wisata yang dapat memaksimalkan manfaat positif sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan Desa Mangkupadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pentingnya peran transportasi angkutan sungai sebagai salah satu roda penggerak perekonomian bangsa, membuat para pelaku usaha mulai mendirikan usaha di bidang jasa angkutan sungai yakni kapal cepat non reguler sehingga dapat memudahkan konsumen dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas sungai. Namun banyak konsumen merasa khawatir apabila pihak penyedia jasa kapal cepat tidak memberikan tanggung jawab apabila konsumen mengalami kecelakaan ataupun kerugian. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap pengguna jasa angkutan sungai kapal cepat non reguler. Pertama, bentuk perlindungan hukum pengguna jasa angkutan sungai kapal cepat non-reguler? Kedua, Tanggung jawab pengangkut terhadap konsumen? Tipe penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Yuridis Normatif, yaitu penelitian ini mengkaji data berdasarkan norma-norma yang ada terkait perlindungan hukum pengguna jasa angkutan sungai kapal cepat non reguler. Dianalisis berdasarkan hukum yang berlaku dan dengan menggunakan aturan hukum yang relevan dengan masalah. Konsumen tidak perlu khawatir karena pihak penyedia jasa telah menyediakan alat-alat keselamatan kelaiklautan kapal dan pihak penyedia jasa juga memberikan asuransi apabila konsumen mengalami kecelakaan saat menggunakan jasanya, dan konsumen akan merasa nyaman dan aman saat kapal beroperasi, sebelum kapal beroperasi penyedia jasa harus memenuhi syarat mengenai dokumen yang harus dilengkapi. Pelaksanaan penyedia jasa mengenai tanggung jawab dan kelengkapan dokumen seperti yang diatur pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah sesuai. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Kapal Cepat, Tanggung Jawab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KONTRIBUSI DAN PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PEREKONOMIAN KELUARGA KAWASAN KULINER SEBENGKOK KOTA TARAKAN Juliana Ernawati Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kontribusi dan Peran Ibu Rumah Tangga dalam Perekonomian Keluarga Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah Perempuan atau Ibu Rumah Tangga yang berada pada Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Hal ini di pilih karena dinilai dapat memahami kondisi di wilayah tersebut sehingga mudah untuk mendapatkan data yang diperlukan. Jumlah sample 53 orang. Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga terhadap Pendapatan Keluarga berada pada kategori rendah sebanyak 2 orang, pada kategori sedang sebanyak 7 orang, pada kategori tinggi, sebnyak 17 orang, dan pada kategori sangat tinggi sebanyak 27 orang. Tingginya kontribusi ibu rumah tangga terhadap pendapatan keluarganya menunjukkan bahwa ibu rumah tangga mempunyai keinginan yang tinggi dalam membantu suami dan anggota keluarga yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peranan ibu rumah tangga dalam keluarga terutama dalam bidang ekonomi, ibu rumah tangga tidak dipandang sebagai pengurus rumah tangga saja, tetapi dipandang sebagai partner dalam usaha ekonomi di dalam keluarga.