ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh modal fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis pengaruh kehilangan waktu produktif akibat sakit, kehilangan tahun produktif akibat kecelakaan lalu lintas, tingkat kriminalitas, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan, dengan dummy COVID-19 sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada empat kabupaten/kota (Malinau, Bulungan, Nunukan, dan Tarakan) periode 2015–2024 (40 observasi). Kehilangan produktivitas akibat sakit dihitung dengan Human Capital Approach dalam kerangka Cost of Illness, sedangkan akibat kecelakaan dihitung dengan Years of Potential Productive Life Lost (YPPLL). Data dianalisis dengan regresi data panel model Common Effect Model (CEM). Hasil menunjukkan secara parsial, kehilangan waktu produktif akibat sakit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan kecelakaan, kriminalitas, dan pengangguran terbuka tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel bersama dummy COVID-19 berpengaruh signifikan, dengan R² sebesar 0,7179. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara menyeluruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alokasi belanja pegawai yang jauh lebih besar dibanding belanja bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara memunculkan keraguan atas efektivitas belanja daerah dalam menekan kemiskinan dan pengangguran periode 2018–2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas belanja modal, belanja pegawai, dan belanja bantuan sosial terhadap kemiskinan dan pengangguran di lima Kabupaten/Kota beserta Provinsi Kalimantan Utara, secara parsial maupun simultan, melalui regresi data panel dengan aplikasi EViews 14. Hasil uji spesifikasi model menetapkan Fixed Effect Model (FEM) untuk kemiskinan dan Random Effect Model (REM) untuk pengangguran. Efektivitas belanja bantuan sosial terbukti paling konsisten mendorong kesejahteraan, berpengaruh negatif terhadap kemiskinan meski belum signifikan, dan berpengaruh negatif signifikan terhadap pengangguran. Efektivitas belanja modal signifikan menekan pengangguran namun belum signifikan terhadap kemiskinan, sementara efektivitas belanja pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan maupun pengangguran, dengan model menjelaskan variasi sebesar 94,52% dan 29,35%. Temuan ini menegaskan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial serta pengalihan belanja modal ke program padat karya agar belanja daerah lebih efektif menekan kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maharika Putri (NIM: 2240402105) ”PENGARUH BELANJA MODAL, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA”. Skripsi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Borneo Tarakan, 2026. Pembimbing Dr. Zakaria Basran, S.E., M.Si Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara masih menjadi persoalan penting meskipun daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja modal, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahun 2019-2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Provinsi Kalimantan Utara, dianalisis menggunakan regresi data panel dengan program E-views 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu mengoptimalkan belanja modal yang tepat sasaran dan menekan tingkat pengangguran guna mendukung penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Belanja pemerintah yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal merupakan instrumen fiskal untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pengangguran, dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara 2015–2024. Hasil analisis regresi data panel menggunakan Eviews.14. Model 1 (PDRB) dengan model FEM Y₁it=184.636,6+0,8391X₁it+0,9440X₂it−0,2844X₃it+εit dan Adjusted R²=0,9962. Hasil analisis cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan menambah nilai PDRB sebesar 911.289,4. Sedangkan KTT (-215.108,7), Malinau (-251.161,1), Nunukan (-232.369,5), dan Kota Tarakan (-212.650,1) mengurangi nilai PDRB. Model 2 (Pengangguran) dengan model CEM Y₂it= 4,7102+0,0035X₁it−0,0068X₂it+0,0023X₃it+εit dan Adjusted R²=0,1805. Belanja pegawai berpengaruh positif signifikan, belanja barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan, sedangkan belanja modal tidak signifikan. Model 3 (Kemiskinan) dengan model REM Y₃it=17,3514−1,2152X₁it−0,6071X₂it+ 0,03371X₃it εit dan Adjusted R²=0,0534. Hasil Cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan meningkatkan nilai kemiskinan sebesar 2,5943 dan Malinau 0,7540. Sebaliknya, KTT mengurangi nilai kemiskinan (-1,9209), Nunukan (-0,4937), dan Kota Tarakan (-0,9337). Belanja pemerintah berkontribusi terhadap peningkatan PDRB, namun tidak berpengaruh signifikan dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan dua indikator utama keberhasilan pembangunan daerah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kinerja keuangan daerah, kemiskinan, dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dan IPM di Provinsi Kalimantan Utara secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017-2024. Analisis data dengan metode regresi data panel melalui pendekatan CEM untuk pertumbuhan ekonomi dan FEM untuk IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar -0,029. Apabila nilai adjusted R² negatif maka diperlakukan sebagai nol, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara lebih ditentukan oleh faktor struktural di luar model. Sebaliknya, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap IPM baik secara parsial maupun simultan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9833 atau 98,33 persen, di mana kinerja keuangan daerah berpengaruh positif, sedangkan kemiskinan dan pengangguran berpengaruh negatif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan IPM di Kalimantan Utara dapat didorong secara efektif melalui penguatan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengangguran merupakan permasalahan penting dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara yang dipengaruhi oleh dinamika upah, pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP), Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel pada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil uji Chow dan Hausman, Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil penelitian variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran dengan koefisien sebesar -0,067076 dan probabilitas 0,0475. Sementara itu, variabel UMP dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai probabilitas masing-masing sebesar 0,8543 dan 0,5412 serta variabel UMP, PDRB, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,961363 menunjukkan bahwa 96,14% variasi pengangguran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil analisis wilayah berdasarkan nilai intersep Fixed Effect Model menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengangguran antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Tarakan memiliki nilai intersep terendah sebesar -9.605,507, diikuti Kabupaten Malinau sebesar -8.662,995, Kabupaten Bulungan sebesar -6.352,022, dan Kabupaten Tana Tidung sebesar -4.616,448, sedangkan Kabupaten Nunukan memiliki nilai intersep sebesar -1.886,214. Perbedaan nilai intersep tersebut menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, aktivitas ekonomi, dan kondisi sosial ekonomi daerah memengaruhi dinamika pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan serta mengkaji hubungan keduanya dalam kerangka Hukum Okun pada periode 2026–2030. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis tren dan proyeksi berbasis data time series berupa data sekunder dari instansi resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran diproyeksikan menurun secara konsisten dari 2,20% pada tahun 2026 menjadi 1,88% pada tahun 2030, sementara pertumbuhan ekonomi meningkat bertahap dari 3,65% menjadi 3,97%. Hal ini mencerminkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Analisis hubungan keduanya menunjukkan adanya hubungan negatif sesuai Hukum Okun, di mana peningkatan pertumbuhan ekonomi diikuti penurunan pengangguran. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Tanpa peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi kurang optimal dalam menciptakan lapangan kerja. Implikasinya, pembangunan SDM menjadi faktor kunci dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, kebijakan perlu diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta penguatan sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pengangguran di Indonesia, dengan fokus pada pengaruh investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi terhadap pengangguran di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia tahun 2015-2024. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) investasi secara parsial berpengaruh positif terhadap pengangguran di Indonesia; (2) industri besar sedang secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (3) industri mikro kecil secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (4) kredit modal kerja secara parsial berpengaruh negatif; (5) inflasi secara parsial berpengaruh negatif dan (6) investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap pengangguran di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap jumlah pengangguran, peningkatan investasi serta penguatan industri besar sedang tetap memiliki peran penting dalam menurunkan pengangguran di Indonesia. Selain itu, kebijakan yang mendukung ekspansi usaha dan menjaga stabilitas makroekonomi perlu menjadi fokus utama dalam merumuskan strategi untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Belanja modal merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas belanja modal dalam mencapai tujuan tersebut masih menjadi permasalahan, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki tingkat ketergantungan fiskal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas dan efektivitas belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kemiskinan, dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2015-2024, serta memproyeksikan kebutuhan belanja modal pada periode 2025-2029. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta teknik proyeksi tren untuk memperkirakan kebutuhan belanja modal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan sumber resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas PDRB terhadap belanja modal bersifat inelastis, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya direspons secara proporsional oleh pertumbuhan output ekonomi. Elastisitas belanja modal terhadap kemiskinan dan pengangguran menunjukkan hubungan negatif, namun dampaknya masih relatif terbatas, dengan pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan pengangguran dibandingkan kemiskinan. Analisis ICOR menunjukkan bahwa efektivitas belanja modal bersifat fluktuatif dan belum konsisten secara ekonomi makro. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belanja modal memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, namun diperlukan peningkatan kualitas perencanaan, ketepatan sasaran, serta sinergi kebijakan agar belanja modal mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara selama periode 2018-2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadup pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara. Secara simultan, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas pengeluaran pemerintah terhadap pengangguran dan Produk Domestik Regional Bruto di Kota Tarakan periode 2017–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran daerah. metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik dokumentasi terhadap data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas untuk melihat persentase perubahan pengangguran dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap perubahan pengeluaran pemerintah setiap tahun. hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas pengeluaran pemerintah terhadap pengangguran bersifat inelastis dengan nilai rata-rata –5,95, yang berarti peningkatan pengeluaran belum mampu menekan pengangguran secara signifikan. Sedangkan elastisitas terhadap Produk Domestik Regional Bruto juga inelastis dengan rata-rata –1,38, menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah belum efektif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan fiskal yang lebih produktif dan tepat sasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan. Permasalahan pengangguran dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya melalui alokasi anggaran pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap perubahan tingkat pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan bersifat fluktuatif. Pada beberapa tahun, anggaran pelatihan kerja menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, namun pada tahun-tahun tertentu efektivitasnya menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan anggaran pelatihan kerja belum sepenuhnya konsisten dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan kerja agar alokasi anggaran dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara pada periode 2015 hingga 2024. Fokus utama penelitian ini adalah rasio PAD terhadap total pendapatan daerah, rasio PAD terhadap total belanja daerah, serta pengangguran sebagai variabel kontrol yang dianalisis terhadap kemiskinan sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan DJPK Kementerian Keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio PAD terhadap total pendapatan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan rasio PAD terhadap total belanja daerah berpengaruh negatif namun tidak signifikan, dan pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengarahkan peningkatan kemandirian pendapatan yang disertai perbaikan kualitas belanja agar kebijakan fiskal daerah lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran dan pertumbuhan ekonomi terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Kalimantan Utara, khususnya pada aspek pendidikan (diukur dari indeks gabungan Rata-rata Lama Sekolah/RLS dan Harapan Lama Sekolah/HLS) dan kesehatan (diwakili Angka Harapan Hidup/AHH). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara periode 2014–2024, serta melalui Uji asumsi klasik dipenuhi sebelum analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas SDM baik pada aspek pendidikan maupun kesehatan; (2) Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan pada kedua aspek; (3) Secara simultan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan, dengan pengangguran sebagai variabel dominan. Implikasi penelitian menyoroti pentingnya: (1) Reformasi kebijakan ketenagakerjaan untuk mengurangi pengangguran terdidik; (2) Optimalisasi alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan sesuai standar internasional; (3) Pemerataan layanan dasar guna memutus hubungan negatif pengangguran-SDM. Pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam terbukti gagal meningkatkan kualitas SDM tanpa kebijakan inklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memproyeksikan inflasi, pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data sekunder yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan selama periode 2015–2024. Estimasi inflasi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu PDRB Deflator dan Indeks Harga Konsumen (IHK), serta dianalisis menggunakan metode rata-rata aritmetika dan tren kuadratik. Proyeksi ke depan (2025–2030) juga dilakukan terhadap tingkat inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi dengan model kuadratik sebagai alat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi Kota Tarakan mengalami fluktuasi dengan puncak tertinggi sebesar 7,69% pada tahun 2022, dan turun drastis menjadi 1,97% pada 2024. Proyeksi menunjukkan tren inflasi yang stabil dan menurun hingga 1,79% pada tahun 2030. Pengangguran diproyeksikan turun dari 5,21% pada 2025 menjadi 4,79% pada 2030, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, meningkat dari 5,63% menjadi 8,45% pada periode yang sama. Fenomena ekonomi ini tidak sepenuhnya mengikuti teori Kurva Phillips, karena inflasi dan pengangguran menurun secara bersamaan. Namun, hubungan negatif antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi selaras dengan Hukum Okun. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis data, memperkuat sektor ekonomi riil, serta merancang kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran dan bantuan sosial terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi Indeks Pembangunan Manusia, pengangguran dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 12 menunjukkan bahwa secara parsial, IPM berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Sementara itu, bantuan sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, ketiga variabel yaitu IPM, tingkat pengangguran, dan bantuan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.