Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memproyeksikan inflasi, pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data sekunder yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan selama periode 2015–2024. Estimasi inflasi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu PDRB Deflator dan Indeks Harga Konsumen (IHK), serta dianalisis menggunakan metode rata-rata aritmetika dan tren kuadratik. Proyeksi ke depan (2025–2030) juga dilakukan terhadap tingkat inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi dengan model kuadratik sebagai alat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi Kota Tarakan mengalami fluktuasi dengan puncak tertinggi sebesar 7,69% pada tahun 2022, dan turun drastis menjadi 1,97% pada 2024. Proyeksi menunjukkan tren inflasi yang stabil dan menurun hingga 1,79% pada tahun 2030. Pengangguran diproyeksikan turun dari 5,21% pada 2025 menjadi 4,79% pada 2030, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, meningkat dari 5,63% menjadi 8,45% pada periode yang sama. Fenomena ekonomi ini tidak sepenuhnya mengikuti teori Kurva Phillips, karena inflasi dan pengangguran menurun secara bersamaan. Namun, hubungan negatif antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi selaras dengan Hukum Okun. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis data, memperkuat sektor ekonomi riil, serta merancang kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat di Kota Tarakan.