ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2015–2022. Latar belakang penelitian didasarkan pada fluktuasi realisasi belanja dan pendapatan daerah yang memerlukan evaluasi agar anggaran dapat digunakan secara optimal sesuai dengan prinsip otonomi daerah. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah. Analisis efektivitas dihitung dengan membandingkan realisasi belanja terhadap target belanja, sedangkan analisis efisiensi dilakukan dengan membandingkan realisasi belanja terhadap realisasi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas APBD selama periode tersebut berfluktuasi, dengan rentang nilai antara 81% hingga 102%, sehingga kinerja pengelolaan belanja tergolong “cukup efektif” sampai “sangat efektif” pada beberapa tahun tertentu. Rata-rata efektivitas keseluruhan berada pada kisaran 88%, masuk kategori cukup efektif. Sementara itu, efisiensi anggaran juga berfluktuasi, dengan nilai antara 78% hingga 107%, sehingga kriteria berkisar dari “tidak efisien” hingga “efisien”. Pada 2021 dan 2022, nilai efisiensi mencapai 79% dan 78%, sehingga masuk kategori efisien, sedangkan rata-rata efisiensi selama delapan tahun adalah 89%, tergolong cukup efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan dan realisasi pendapatan serta target belanja perlu terus diperbaiki agar kinerja keuangan daerah menjadi lebih stabil dan optimal. Penelitian diharapkan menjadi masukan untuk pemerintah daerah dalam meningkatkan akurasi perencanaan anggaran, optimalisasi pendapatan asli daerah, dan pengawasan pengeluaran agar arah kebijakan keuangan lebih berorientasi pada hasil
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perekonomian di provinsi Kalimantan Utara tidak dapat dipungkiri sebagian di topang oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk mengatasi kemiskinan UMKM dianggap sebagai cara yang efektif karena, dapat memberikan banyak peluang kerja dalam negeri yang sangat membantu dalam mengurangi pengangguran. Provinsi Kalimantan Utara memiliki berbagai jenis usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menguntungkan yang berpeluang terus berkembang dan terus meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran UMKM dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan matode yang digunakan yaitu analisis regresi data panel tahun 2017-2022. Analisis Regresi Data Panel yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan antara variabel independen (X) dengan variable Dependen (Y) . Terdapat beberapa jenis data yang tersedia untuk dianalisis pada date panel secara statistik antara lain data runtut waktu (time series), data silang waktu (cross section). untuk mengolah datanya menggunakan bantuan aplikasi E-Views 10. Variabel UMKM dan Pengangguran berrdasarkan pengolahandata uji parsial (uji-t), dari hasil tersebut diperoleh nilai prob. lebih kecil dari taraf signifikan (0.00480.05). Sehinggga dapat disimpulkan bahwa UMKM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan variabel UMKM dan Kemiskinan, dari hasil tersebut diperoleh bahwa nilai prob. lebih kecil dari taraf signifikan (0.00030.05). Sehinggga dapat disimpulkan bahwa UMKM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Variabel UMKM (X) dan Pengangguran (Y1) dan Kemiskinan (Y2) disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kedua variabel tersebut. Artinya UMKM mampu berperan dalam menurunkan angka pengangguran di kab/kota provinsi Kalimantan Utara. Hal ini berarti jika UMKM mengalami kenaikan pengangguran mengalami penurunan,begitupun jika UMKM mengalami kenaikan maka kemiskinan mengalami penurunan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang merupakan data time series dalam rentang tahun 2016 sampai 2022 yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 26. Setelah melakukan pengujian melalui aplikasi SPSS diketahui dalam penelitian ini data yang diperoleh menunjukkan data tersebut terdistribusi normal, dan tidak terjadi autokorelasi. Hasil pengujian secara parsial (Uji T) dalam penelitian ini yaitu dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM berpengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara. Dan hasil penelitian secara simultan (Uji F) dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM secara bersama-sama berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Ini Bermaksud Menjawab Dua Pertanyaan Terkait Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kota Tarakan . Pertama Bagaimana Penerapan Peraturan Daerah Provinsi Ini Berlaku Di Masyarakat ? Kedua Apa Faktor Penghambat Penerapan Peraturan Daerah Ini Di Kota Tarakan ? Skripsi Ini Merupakan Penelitian Empiris Dengan Objek Kajian Mengenai Perilaku Masyarakat. Penelitian Ini Menggunakan Pendekatan Ketentuan Hukum, Yakni : Peraturan Daaerah Provinsi Kalimantan Utara Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kota Tarakan Dan Ketentuan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Dalam Menentukan Faktor Penghambat Penerapan Aturan Ini . Data Yang Digunakan Dalam Skripsi Ini Terdiri Dari Data Primer Dan Data Skunder . Data Perimer Yaitu Data Yang Didapatkan Melalui Wawancara, Obersevasi Dan Pengamatan Dilapangan. Data Sekunder Diperoleh Dari Buku, Jurnal, Artikel, Data-Data Internet. Hasil Dari Penelitian Ini,, Penulis Menyimpulkan Bahwa, Pertama Penerapan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Ini Belum Maksimal Khususnya Di Kota Tarakan. Kedua Penghambat Dalam Penerapan Peraturan Ini Disebabkan Karena Lemahnya Regulasi, Faktor Penegeak Huku, Kurangnya Sarana Dan Prasarana, Serta Faktor Kebudayaan Masyarakat. Kesimpulan Dari Penelitian Ini, Penulis Menyimpulkan Bahwa Penerapan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Ini Belum Maksimal Dijalankan Pemerintah Dan Kurangnya Ketegasan Dalam Pengawasan Penerapan Aturan Ini Serta Lemahnya Sanksi Yang Berikan Dalam Aturan Ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALYSIS REGIONAL SUSTAINABILITY PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA UMMI KALSUM Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan bagaimana keberlanjutan wilayah di Provinsi Kalimantan Utara menggunakan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dengan tiga dimensi yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder dimana bersumber dari BPS Kalimantan Utara perKabupaten/Kota serta data yang bersumber dari statistik pemerintahan Kalimantan Utara. Hasil dari penelitian dengan berdasarkan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dimana menunjukkan pada tahun 2017 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable kemudian di setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau Sustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Sustainable, Kabupaten Nunukan Good Sustainable, dan Kota Tarakan Cronic Unsustainable. Ditahun 2018 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable masih sama dengan tahun 2017, untuk setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau mengalami penurunan menjadi kriteria Almost Unsustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung masih sama Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable, dan Kota Tarakan mengalami kenaikan mejadi Almost Sustainable. Terakhir tahun 2019 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable sama dengan 2 tahun lainnya, selanjutnya kriteria pada Kabupaten/Kota dimana Kabupaten Malinau Good Sustainable, Kabupaten Bulungan Almost Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Good Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable dan Kota Tarakan Almost Sustainable.